Cuaca pagi ini tak mendukung, karena hujan lebat turun sejak dini hari belum memperlihatkan tanda akan reda.
Aline sicewek bule berdarah campuran Indonesia dan Portugal yang sedang berada di dalam mobilnya dan seorang sopir pada bangku kemudi bagian depan.
Pada perempatan jalan menyuruh sopirnya untuk berhenti.
"Stop mang ujo,disini aja! "
Terdengar suara cewek dari bangku no 2,ya dia adalah Aline. Dia akan turun.
"Baiklah non. Tapi, hari masih hujan .Apa nggak sebaiknya Non Aline. Tunggu reda dulu".saran Mang Ujo dengan baik kepada Aline.
Aline diam dan tidak menghiraukan apa kata sisopirnya.
Dia membuka Jesslyn bag kepunyaannya itu yang sedari tadi diletakkan di sampingnya.Merogoh isinya yang tak lain adalah handphone benda penting itu.
Wajahnya terlihat panik dan gelisah sedari keluar dari rumah sampai akan turun dari mobilnya sekarang. Sibuk menelpon seseorang berkemungkinan itu sipacarnya. Sudah berkali-kali dia menelpon kontak yang tertera dilayar handphone tapi tak ada jawaban sama sekali.
"Kemana tu cowok? "tanya dia berdialog sendiri kepada dirinya. Sopir yang fokus menyetir itu sedikit melirik ke kaca melihat ke wajah anak majikannya itu. Yang membuat sopir terlihat heran melihat tingkah laku anak majikannya.
Aline mengambil payung yang terletak pada umberella organizer di hadapannya. Dia terus melangkahkan kakinya keluar.
Sopir hanya bisa geleng -geleng kepala saja melihat tingkah laku anak majikannya yang baru saja beranjak ABG dalam masa labil itu.
"Thanks ya Mang. Bye bye.. "
"Hati-hati non. "
Aline mengangguk saja tanda mengerti pesan itu.
Sopir pribadinya pergi dan berlalu meninggalkan Aline sendirian sekarang.
Aline berjalan sedikit berapa langkah saja. Dan akhirnya sampai juga di sebuah taman. Tempat terfaforit yang selalu dia kunjungi bersama pacarnya di moment kencan .Dari awal ketemu dan sampai sekarang.
Dia berdiri di sebelah bangku tempat biasa mereka duduk berdua. Menghabiskan waktu bersama tentunya.
Tetapi ada hal rumit yang sedang dirasakan Aline. Tanda-tanda cowok itu akan muncul belum ada. Padahal Giland udah janji ketemuan sama dia di taman ini. Dari kemaren sore. Kemana sih cowok itu?
Tak seperti biasanya cowok itu pasti datang tepat waktu. Apa mungkin Giland lupa atau memang dia ingkar janji kali ini? Untuk tak datang menemui Aline?
Setidaknya Aline sudah tau tabiat pacarnya. Nggak mungkin juga kan Giland sejahat itu. Karena mereka udah lama menjalin hubungan pacaran mau memasuki 3 tahun di tahun ini.
Jam waktu tetap berjalan bak semestinya. Sementara orang yang di tunggu belum nonggol -nonggol juga. Dia semangkin gelisah dan merasa tidak tenang.
Tiap sebentar dia melirik angka jam di pergelangan tangan kanan miliknya.
Rupanya tidak disangka juga kalau dihitung sudah 5 jam dia berdiri di situ. Kaki terasa pegal apalagi dia hanya berdiri saja dari tadi.
Hujan belum juga reda. Sungguh Aline merasakan kedinginan. Ditambah lagi seluruh badannya sudah basah kuyup. Ternyata payung yang berada di genggamannya itu tidak bisa melindungi tubuhnya dari derasnya percikan hujan lebat dari atas langit.
Walaupun begitu dia tak menghiraukannya. Harapan satu-satunya sekarang Giland datang menemui dirinya pada detik,jam dan hari ini juga.
Tapi yang ditunggu -tunggu tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali. Nihil.
L(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*O
Aline bangun dari tidurnya. Selesai berkemas-kemas untuk ke sekolah. Dan sudah rapi dengan seragam lengkapnya. Papi, mami dan Olive bersama sedang breakfast di ruang makan.
Aline muncul dengan menyandang ransel sekolah ,bukannya ikut sarapan malah sekedar pamit saja.
"Pi, Mi, Al berangkat sekolah ya. Takut telat ni. Sudah terlambat ."pamit dia bergegas keluar.
"Ya Al. "
Mereka Semua geleng -geleng kepala melihat kebiasaan aneh Aline.
"Kebiasaan jelek Aline ya ini.Akan sulit untuk di ubah ",sahut Olive anak tertua mereka.
"kami berdua jadi susah ngaturnya",kata Kedua orang tuanya.
"Sabar",tambah kakak sulung Aline itu.
Setelah selesai sarapan mereka meluncur ke tempat kerja masing-masing.
Waktu jam istirahat, Aline dan Rossa sehabis jajan. Mereka pergi ke perpustakaan sekolah. Cari -cari buka untuk bikin tugas.
Di dalam ruangan perpustakaan mereka berdua sama-sama sibuk.
"Ros, aku dah nemu nih. Tapi, belum cukup kayaknya. Tambah beberapa sumbernya lagi ",kata Aline yang asyik Memilah- milih buku.
"Okay Al. Aku ke sana dulu ya. "
Rossa beranjak ke pojok kiri.
Aline sudah banyak nemuin buku tersebut dengan hati senang dan bahagia. Buku itu dia kumpulkan semua.
Tiba-tiba semuanya, bruk.. bruk..
berserakkan begitu aja.
Seorang cowok berbadan tinggi dan kurus memakai kacamata menjatuhkan bukunya. Kelihatannya cowok itu terburu-buru. Entah apa yang di buru-buru cowok itu.
Dia menatap cowok yang ada dihadapnya dengan pandangan tajam.
Cowok cupu(culun punya) pikirnya, yang dia lihat dari penampilannya ala rapi dan seperti anak patuh dan taat peraturan.
"Eh, culun lihat semua ini ulah perbuatan kamu. Tolong bereskan seperti semula. Aku nggak mau tau ya, "kata Aline membentak cowok itu dengan keras di sertai emosianya.
"Maaf. Aku nggak sengaja dik. Baiklah aku akan bertanggung jawab untuk membereskannya, "sahut sicowok menyusun tumpukan buku yang berserakan itu. Dan hasilnya buku-buku itu kini sudah rapi seperti semula.
Aline masih dengan posisi angkuh dan berkacak pinggangnya itu. Seolah -olah sedang meremehkan cara kerja si cupu.
"Gimana? "
"Sudah oke semua dik. Aku permisi dulu ya. "
Cowok berkacamata itu pergi dari sana dengan membawa sebuah eksplodi.
"Dasar cupu aneh ",gumam Aline dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian muncul Rossa dengan menenteng tas yang di dalamnya ada banyak buku.
"Al, kamu kenapa? "tanya Rossa dengan heran.
Dia diikuti oleh Britia sepupunya dari belakang.
"No problem ".sahut Aline terlihat oke. Walau sebenarnya dia terpaksa berbohong tentang kejadian tadi. Tidak mungkin juga dia akan bercerita kepada mereka.
"Al, are you okay? "Britia ikut bertanya juga.
"Ok kak Bri. "
"Jujur kenapa? Jangan boong ye.. "sindir Rossa kali ini.
"Jujur. Al ada insiden sedikit tadi. Ketemu si cowok culun disini. Cowok itu tergesa-gesa dan langsung menjatuhkan semua buku-buku yang berada di tangan aku. Dan saking kesalnya aku marah sekali sama dia. Untung aja kemudian dia mau tanggung jawab. "
Aline menceritakan peristiwa tadi sama mereka secara panjang lebar.Tanpa harus berbohong lagi.
"Sebentar Al. Jangan bilang si culun yang kamu maksud si Arey kan? Cowok itu satu kelas sama kakak loh. "kata Britia dengan ekspresi terkejutnya.
"Arey? Culun itu? Kak Bri tolong bilang sama dia. Jangan pernah berurusan dengan seorang Aline lagi. Dan ini sebuah peringatan."kata Aline tegas.
"Baiklah Al. Nanti disampaikan. "
Malamnya Aline dinner romantis di resto dekat taman kota tempat favorit bersama Giland pastinya. Sebuah moment yang penuh dengan kebahagiaan dan cinta.
"Thanks darling .Sudah datang tepat waktu, "sahut Aline membuka pembicaraannya.
"Sure darling. Yesterday so sorry darling. I pergi jengguk grandpa beliau dirawat di hospital. So lupa dan nggak nempati janji".
Giland meminta maaf kepada Aline kali ini perihal peristiwa hari itu.
"Yeah.Tapi lain kali jangan ingkar janji lagi. "
"Ok darling. Nggak bakal terulang lagi. I janji kepada you, darling. "
Pasangan couple teromantis. Sambil mencicipi menu dinner itu, mereka bercerita banyak disertai canda dan tawa. Membuat yang lain akan iri saja. Couple bule campuran yang serasi dan cocok sekali, apalagi tangan mereka saling mengenggam satu sama lain. Sama seperti Aline.Giland juga berdarah campuran. Dia blasteran Italy dan Indonesia.
Dari kejauhan di ujung sana seorang cowok sedari tadi menatap dan memperhatikan acara dinner couple itu. Entah kenapa rasanya Aline yang menjadi sasaran tatapan cowok itu. Mungkinkah cowok itu tertarik sama dia?
"Bro, mari kita pulang sekarang! Jangan kemalaman dan kelamaan di sini. Devit dan yang lain sudah nungguin kita di rumah, "sahut salah seorang temannya.
Rupanya mereka baru siap dinner juga di resto yang samaan dengan Aline.
"Ya bentar ni. "
Cowok itu tetap stay menatap jauh ke depan sana. Tak lain fokus memperhatikan gerak-gerik Aline.
"Woi, bro lihatin siapa sih? "selidik teman yang di depannya.
"Eh, nggak ada. Ayo kita pulang, "kata Cowok itu menjawab cepat takut ketahuan kalau dia lagi mengawasi seseorang.
"Ciee ada gebetan baru bro, kenapa gak bilang ke kita-kita, "ujar Lino temannya yang matanya sangat jeli dan teliti itu.
"Ceritanya si bos lagi jatuh cinta ni yee.. "goda temannya yang sedikit brewokkan.
"Semenjak pindah ke sekolah terkenal. Sudah nemuin pujaan hati aja. Dah ketinggalan jauh info kita ni bro."tambah Rendy manas-manasin.
"Yang pasti cewek di sekolah baru banyak cantik-cantik kan? Ruginya kita -kita yang masih tetap stay di sekolah lama bro. "kata cowok berbaju ijo.
"Bos kita kan famous. Sudah move on dari ketua cheerleaders .Jadi, tidak susah dapat pacar .Senangnya berwajah tampan kayak bos ini. Diminati banyak kaum hawa."kata si kepala plontos.
"Siapa nama cewek itu bro? "tanya yang lainnya.
"Kalian ini. Ayo kita pulang".
Cowok itu memilih melangkah kaki duluan dari teman-temannya. Lagian dia juga tak mau di kepoin.
Aline dan Giland akan pulang juga. Tanpa sengaja dia melihat cowok yang ditemuinya kemaren.
Giland yang dari tadi bicara tidak dihiraukannya. Karena matanya tak lepas menatap ke arah luar resto sampai benar-benar punggung cowok dan teman-temannya lenyap.
Giland tersadar kalau Aline telah mengabaikannya. Dia menatap ke arah Aline. Dengan rasa penasaran dan curiga.
"Darling? What happen? Lest go to home. "
"Nothing .Come on! "
"Serious darling? "
"Yes.
Mobil Giland pun melaju mengantar Aline pulang kerumahnya. Kemudian cowok itu pun pamit dan berlalu.
Di kamarnya ,Aline tak langsung tidur malahan menjelajahi internet di dunia maya(sosmed).
Di layar laptop, dia membuka twitter. Ada pemberitahuan masuk ke akunnya. Sudah banyak followers muncul di beranda akun pribadi miliknya. Beralih ke facebook dan instagram juga demikian. Istirahat sejenak dia off dari sosmed.
Dia mengambil gadget blackberry gadget kesayangannya itu.
Melihat ada yang ping. Dia memilih tidak membalasnya.
Kembali dia online di instagram. Ada yang Dm dirinya. Name Gryond Atama sedangkan username Gion.
Aline mennyapa cowok itu dengan Panggilan Gion. Chatinggan dia dengan cowok itu terlihat seru dan mengasyikkan. maklumlah kenalan barunya.
Karena keasyikan Chat, dia melirik kearah jam dinding. Bentar lagi mau jam 00.00 itu berarti sudah larut malam banget.
"By the way. Bye dulu Gion,ngantuk ni. Al bobo dulu ya. "
"Ya Al. Met bobo".
Aline pun off dari sosmed. Dan Kemudian sudah larut dalam mimpinya.
L(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*O
Pelajaran hari ini Matematika. Bu Guru Virda pun masuk. Sekarang dia memberikan ulangan harian kepada muridnya. Selesai pelajaran itu, Bu Virda nitip pesan sama Rossa.
"Rossa nanti suruh Aline nemuin ibu di kantor. Penting. "
"Baik bu".
Jam istirahat telah tiba. Para murid berhamburan keluar kelas.
"Al Bu Virda suruh kamu ke kantor sekarang. "sahut Rossa pada temannya itu. Yang baru saja balik dari toilet. sehabis uh tadi dia terbirit-birit permisi ke Bu guru .
"Ok. Kamu duluan aja ya ke kantin. Nggak apa-apa kan? "
"Nggak apa-apa kok. Aku jajanin kamu sekali ya. "
"Ya Ross. Aku ke kantor dulu ya. "
Aline pun pergi ke kantor menuju ruang Bu Virda. Rupanya guru matematika itu telah menunggunya.
Aline pun duduk di hadapannya. Bu Virda pun mulai bicara.
"Maksud dan tujuan ibu menyuruh kamu datang kesini. Mau memberitau ini terkait nilai kamu dengan mata pelajaran yang ibu ajar. Grafik nilai kamu menurun berapa minggu ini. Dan sangat anjlok sekali, apalagi di materi baru bab ini. "
"Bu anjlok ya. Sudah biasa itu. Saya juga tidak pintar pelajaran hitung-hitungan. Itulah sebabnya saya malas mempelajarinya. Membosankan dan saya memilih pasrah sepertinya. "curhat Aline tanpa harus menutup sebenar keluh kesahnya.
"Aline kamu terbuka dan jujur orangnya. Ibu salut sama kepribadian kamu. Sekarang ibu mengerti dan paham akan kesulitan kamu di bidang studi ini. Saran ibu ke kamu Al. Kamu ikut les privat ya sama kakak kelas kamu. Kebetulan dia siswa berprestasi dan sudah mengikuti banyak olimpiade matematika dan sains sampai ke tingkat nasional serta go internasional tahun ini.Siswa jenius dan selalu juara umum. "
"Siapa bu? Selagi dia nggak keberatan. Akan Al try bu, "sahut Aline bersemangat.
Dari luar muncul seorang cowok berkacamata. Dia pun masuk dan menyalami Bu Virda dengan sopan.Seraya duduk di samping bangku Aline.
Betapa terkejutnya Aline dengan kehadirannya.
Tidak menyangka itu adalah cowok cupu yang dikata-katainya.
Cowok itu tersenyum kepada dirinya.
Aline tidak menghiraukannya,bagi dia itu SKSD.
"Selamat siang Bu Virda."sapa cowok itu dengan halus.
"Arey maaf mengganggu waktu jam istirahat kamu. Kenalkan ini murid ibu namanya Aline. Maksud dan tujuan ibu memanggil kamu ke sini yaitu ibu mau kamu Rey yang jadi guru privat bagi Aline murid kesayangan ibu yang cantik ini ya. "
"Oke. Arey selalu siap Bu Virda. Aline bisa menentukan waktunya sendiri. Tanpa harus mengikuti jadwal semestinya.
Aline tidak bisa menolak lagi. Karena dia takut Bu Virda akan melaporkan buruknya pelajaran matematika dia kepada kedua orang tuanya.
L(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*O
Seiring berjalannya waktu, hari dan bulan bahkan bentar lagi tahun. Aline mengikuti saran Bu Virda les privat dengan Arey si cupu.
Ternyata cowok itu sudah mendirikan tempat les itu sudah lama, jauh-jauh hari sebelum Aline les disitu. Yang belajar pun dari kalangan anak SD sampai SMA.
Aline masih teringat perkenalan saat itu. Saat Bu Virda menyuruh mereka untuk berjabat tangan. Tapi Aline menolak dengan alasan bukan Muhrim bersalaman dengan lawan jenis.
Arey hanya tersenyum dan menarik kembali tangannya. Dia bisa memakluminya cewek disampingnya itu.
Awalnya Aline merasa sebal,kesal,memuakkan sampai sumpek begitu di dalam hatinya berhadapan terus-terusan dengan culun itu.
Tapi lama kelamaan dia betah juga belajar di mentorin sama Arey.
Entahlah semuanya bisa berubah begitu saja.
Bahkan Aline baru sadar. Kalau Arey telah sedikit -dikit merubah penampilannya menjadi cowok keren.
Sempat sih Aline berpikir apa mungkin cowok itu berubah karena dirinya?
Setiap hari di Dm oleh seorang cowok yang tak lain adalah Gion. Cowok itu perhatian dan peduli kepada dirinya. Selalu bertanya kabar dan hal -hal kecil lainnya.
Aline bisa-bisanya membandingkan Gion dan Arey. Tapi kalau dipikir, mereka berdua sama-sama tampan. Walaupun culun begitu, jika bergaya Arey terlihat ketampanannya. Sedangkan Gion cuma dia kenal di sosmed saja. Dan belum pernah ketemu sekalipun.
"Al,siang begini kok melamun, apa ada yang nggak ngerti? " tanya Arey si cowok yang sedari tadi menari-nari di dalam pikirannya.
"Hmp, sudah ngerti kok. "
Aline berusaha tenang, ya kali dia harus jujur kalo memikirkan simentornya ini.
Arey melanjutkan ke materi pelajaran bab berikutnya.
Tak henti -hentinya Aline menatap wajah Arey.Walaupun dulunya Arey culun, tapi setelah membuka kacamatanya. Kelihatan tampan dan cool gitu. Ternyata cowok ini memiliki kelebihan juga yang baru Aline sadari. Dia menyesal telah meremehkan Arey selama ini.
Mulai dari sekarang dia berjanji tidak akan menganggap enteng perihal cowok itu lagi. Kalo perlu nanti jika dia salah, dia akan memberanikan diri meminta maaf ke cowok itu. Banyak hal yang bisa menyadarkannya kalau dia sudah salah menilai sifat Arey selama ini.
Ada hal yang dia takutkan, karena tinggal menghitung bulan saja lagi. Arey tamat dari SMA.
Sama halnya dengan Aline. Arey pun sadar kalau sejak tadi Aline selalu memperhatikan dirinya. Dia memilih diam dan pura-pura tidak tau.
L(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*O
Malam ini, Arey ngajak Aline ketemuan di sebuah cafe.
Dan tepat sehari sebelumnya Aline harus menerima kenyataan pahit. Karena Giland meminta break. Hubungan mereka telah berakhir. Aline begitu sedih. Tidak bisa bersama Giland lagi. Alasan mereka break ya ada pada Giland, bukan pada Aline. Alasan utamanya karena LDR, dan demi cita-cita dan masa depannya Giland. Cowok itu memilih melanjutkan pendidikan university di Italy.
Di cafe Arey sudah memberi kejutan kepada dirinya. Menu yang istimewa untuk hari date mereka. Aline begitu terpesona atas gaya keren Arey malam ini. Dan ternyata Arey cowok yang bisa romantis juga.
"Thanks ya Rey. Pake ngasih suprise segala. But Thank you very much."
Sahut Aline tersenyum manis pada cowok itu. Penampilan Arey wow, buat Aline jatuh hati aja.
"Yes. Thanks Al.Karena kamu mau nyempatin waktu berdua buat nemani Arey. "
"Al, merasa senang bahagia sekali malam ini. Bisa menikmati malam minggu bersama mentor tersayang. Aduh,keceplosan lagi".
Aline tersipu malu karena tersadar apa kata-kata yang diucapkannya barusan.
"Al, gak apa-apa kok. Berarti kita punya perasaan yang sama. Aku maunya kita? "
Kata Arey terputus tanpa melanjutkan kata -kata itu lagi.
"Sepasang kekasih? Tetapi maaf sekali. Aku.. ",ujar Aline memandang jauh kesana. Entah kenapa dia malah memikirkan cowok lain.
"Kita sepasang kekasih ya. Kamu maukan Al? "
Aline diam di situasi seperti ini. Gion yang seolah -olah berbicara kepada dirinya.
"Al gimana jawabannya? Kok diam? "
"Jujur aku senang mendengar curhatan perasaan kamu Rey. Tetapi dihatiku sudah ada cowok lain. "
"Siapa Al? "
Cowok itu tertegun, tidak menyangka Aline akan menolak langsung cinta dari dirinya.
"Gryond Attama. Ya, aku sayang sama cowok itu. Walaupun kami belum pernah bertemu. Al merasakan kehadiran cowok itu sekarang. Kak Arey, aku minta maaf tidak bisa membalas cinta tulus darimu",kata Aline berkata sejujur-jujurnya.
"Gion? Sebegitu istimewanya orang itu bagimu Al. Lantas kalo cowok itu ada disini sekarang? Apa yang kamu lakukan Al, jawab aku? "
Arey makin rumit dibuatnya. Sudah ditolak mentah -mentah. Eh malah Aline jatuh cinta sama bias dirinya.
"Dia istimewa bagiku .Dia begitu perhatian dan memiliki kepedulian yang tinggi. Bahkan hal -hal kecil pun dia teliti sekali. "kata Aline bicara dari hati ke hati kepada Arey.
"Berarti aku dan kamu hanya sekedar mentor dengan murid Al?".
Arey tidak berkata apalagi.
"Memang begitu seharusnya. "kata Aline datar dan singkat.
Suasana kembali hening. Setelah selesai makan.
Aline diantar Arey pulang kerumahnya.
L(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*OεV*)EL(*O
"Bolehkah kak Arey jujur? "
Sebuah pesan masuk di WA milik Aline. Aline tidak membalasnya. Lagian dia juga tidak penasaran palingan Arey salah kirim ke kontaknya.
Karena tidak ada tanda Aline membalasnya.
Diseberang cowok itu mencoba menelpon Aline.
"Ya, ada apa? "tanya Aline cepat tanpa menunggu hallo dari cowok itu.
"Sebenarnya aku mau jujur ke kamu, boleh kan?" sahut Arey fokus. Dan untuk kali ini dia akan jujur.
"Jujur oke. Nggomong aja loh. "
"Sebenarnya Gryond Attama. Ya Gion yang Dm di ig itu adalah aku ,Arey. Maafkan aku ya, " kata Arey berusaha tenang dan hatinya sudah lega sekarang. Akhirnya dia jujur tanpa harus ada yang di tutup -tutupi lagi.
Aline terdiam, jadi Gion dan Arey adalah orang sama. Bisa-bisanya dia tidak membedakan mereka. Dia merutuki dirinya sendiri, begitu bodohnya.
"Al.. Masih di sanakan? "
Arey merasa bersalah sangat banyak ,akibatnya Aline sepertinya menghindari dirinya sekarang.
"Okay Arey. Al sangat kecewa sama kamu, kenapa kamu harus menipuku. "kata Aline merasa kesal dan tidak terima perbuatan cowok itu.
Arey yang sekarang gantian diam. Karena saking takutnya sama Aline. Apalagi kalau Aline sudah marah seperti layaknya sekarang. Aline akan mendiamkannya tanpa harus nggomong dengan dirinya lagi.
"Kak Arey, aku gak akan marah lama untuk kali ini. Aku mau jadi pacar kamu kak Arey. "kata Aline tertawa kegirangan ditelpon yang terdengar sampai ke telinga Arey di seberang sana.
"Serius. Kita akhirnya jadian juga. Jalan yuk, aku sudah di depan rumah kamu sedari tadi. "
"Ngeprank ya. Pantasan, tunggu ya sayangku. Aku siap-siap dulu. "
"Ok. "
Mereka berdua akhirnya bahagia ,cinta antara mentor dengan muridnya. Arey dan Aline.