Langkah kaki ini menyusuri bangunan sekolah SMK khusus putri yang telah tutup dan terbengkalai,setiap sudut sekolah yang membawaku memutar memory ke 13 tahun lalu.
Bel sekolah berbunyi sudah saatnya untuk masuk,pelajaran kini dimulai.
Disudut kanan papan tulis tertulis sekarang tanggal 19 agustus 2011,perjalanan waktu kini dimulai perkenalkan namaku disxa aku siswi kelas 12 jurusan akuntansi.aku bersekolah khusus di sekolah kejuruan khusus putri,sebelah sekolahku adalah sekolah kejuruan khusus untuk pria.
Aku akan memperkenalkan 1 per satu sahabatku.
Pertama si Dewi Faizah Aulia atau disapa Lia,dia dulu memiliki ukuran tubuh yang bigsize tapi berkat kerja kerasnya dia sekarang memiliki tubuh ramping,selain wajah cantik otak wanita satu ini sangatlah encer.
Yang kedua namanya amilatul Fauziah atau biasa disapa amel.amel ini anaknya cerdas,pekerja keras tapi sayang sisi negatif Amel adalah dia tidak bisa jika ada yang lebih unggul darinya.
Yang ketiga adalah ilvi nurdiana disapa ilvi.gadis 1 ini gadis yang penampilannya paling sopan diantara kita semua.dia itu berjilbab ilvi ini kadang pintar dan kadang Lola,mimpi terbesar dia adalah segera menyelesaikan sekolah dan menikah muda.
Dan aku disxa pn disapa disxa,tidak ada hal yang menarik dariku.kata temanku aku ini penjaga para sahabatku karena penampilan aku yang tomboy.masalah pelajaran aku juga pas-pasan.
Kami memberi nama persahabatan kami adil collection(aneh,dungu,item,Lola)itu semua bukan tanpa alasan dimulai dari huruf a(aneh)ini adalah kiasan untuk Lia yang mempunya segala tingkah dan kebiasaan yang aneh,lalu d(dungu)ini untuk Amel karena selalu lupa jika disisinya ada sahabat yang selalu ada untuk dia,i(item)ini untuk aku disxa hehehe karena aku sangat suka olahraga lari dan basket makanya kulitku jadi hitam,lalu l(Lola)ini menggambarkan ilvi sekali karena diantara kami ilvi lah yang paling Lola.
Pagi ini adalah kelas pak nur,pak nur ini selain guru matematika dia juga guru perpajakan aih aku benci hitung-hitungan.
Pak nur sedang menjelaskan materi perpajakan, panjang lebar bagiku papan tulis itu seperti sedang menggambar pola-pola yang tak aku ketahui.
Lia yang duduk tepat di belakangku,menepuk bahuku"sabar tinggal 1 jam lagi"ledeknya yang tertawa diiring oleh ilvi yang duduk tepat di sampingnya.
Amel melirik Lia dan ilvi, ia memberi isyarat dengan manaruh telunjuknya di bibirnya yang artinya diam.
Pak nur yang sedari tadi memperhatikan tingkah kita berempat,ia memandang kita berempat dengan sedikit membelalakkan matanya "Disxa ayo maju kerjakan soalnya"celtuk pak nur.
Aku pun memasang ekspresi kesal sembari melirik ke arah ketiga sahabatku dan memberi senyuman palsu "terimakasih sahabat-sabatku"pujiku palsu.
Aku pun maju ke depan dan segera memperhatikan soal yang ditulis pak nur di papan tulis"kerjakan"imbuh pak nur padaku.
"Aih tulisan apa ini?apa ini bahasa sangsekerta?gumamku dalam hati.
Aku segera mengambil spidol di dekat pak nur,sembari memberi ia senyuman terindah.walau aku bodoh aku selalu tanamkan 1 hal dalam pemecahan sebuah masalah termasuk soal perpajakan di depanku ini,bagiku selain rumus semua butuh logika.
Aku pun mengamati kembali soal di papan tulis dengan seksama
Soal:hitunglah ppn dari omzet berikut
Omzet rp 135.000.000
Aku pun segera menulis jawabanku di papan tulis 135.000.000x10%=1.350.000
Aku tersenyum pada pak nur"benar kan pak"tanyaku tanpa ragu.
"Duduk"jawab pak nur sembari memainkan kumisnya.
Tepat saat aku duduk bel pun berbunyi pertanda waktu pelajaran pak nur sudah berakhir dan berganti pelajaran selanjutnya.
Jam ke dua diisi dengan pelajaran matematika,gurunya adalah pak hadi.pak Hadi adalah guru matematika muda di sekolah kami ia adalah asisten pak nur,dan 1 lagi pak Hadi adalah pacar rahasia Amel.
Saat pelajaran matematika aku selalu bertukan tempat duduk pada ilvi.
Saat pak Hadi masuk dalam kelas Amel selalu mencuri pandang dan tersenyum centil ke arah pak Hadi.
Aku menepuk bahu Amel"ingatlah ada cctv di kelas"tegurku pada Amel.
"Heheheh iya"jawab Amel dengan tawa centilnya.
Jadi cctv disini bukan cctv kamera pengintai itu,tapi dia adalah teman 1 kelas kami yang bernama linia.perempuan 1 ini gayanya aja yang lemah lembut bagai lelembut tapi hati-hati segala tindak tanduk kita akan selalu dicatat dan dilaporkan pada guru BK.
Seperti biasa saat pelajaran akan dimulai aku dan Lia selalu maju dan Salim pada pak Hadi,setelah itu kamu duduk dan aku mengacungkan tanganku untuk meminta ijin"pak"sapaku sembari mengacungkan tanganku.
"Apa????jangan bilang seperti biasa?"ucap pak Hadi yang sudah hafal betul kebiasaanku dan Lia.
"Ijin pak,karena saya tidak pernah jatuh cinta dan tidak pernah memahami rumitnya matematika dari pada percuma bolehkan saya dan Lia tidur selama pelajaran bapak"ijinku pada pak Hadi.
"Yayahaya silahkan,semoga dialam mimpi kalian bisa pahami pelaran bapak"ijin pak Hadi pada kami.
"Terimakasih pak"jawab Lia senang.
Aku dan Lia segera menaruh kepala kami diatas meja,dan menjadikan tangan kami sebagai bantal.mimpi kami pun dimulai.
Tanpa terasa 2 jam sudah aku dan Lia tidur,bel istirahat berbunyi Amel dan ilvi membangunkanku.
"Bangun!!!!ayo ke kantin"ucap Amel.
Aku dan Lia segera bangun dan antri untuk membeli frying pan Vegetable alias ote-ote,Lia menyebut ote-ote dengan julukan frying pan Vegetable.
Setelah membeli ote-ote kami segera kembali ke kelas dan memakannya di sana.
Kami pun duduk saling berhadap-hadapan"kalian tahu tidak nanti pelajaran pak Fauzi?"ucap ilvi pada kami.
"Aku tahu,aku punya jadwal pelajaran"jawab Amel.
"Apa kalian tidak bosan?"tanya Lia pada kami.
"Tentu saja bosan"tuturku malas.
Aku dan Lia pun saling tersenyum licik "bolos,bolos adalah jalan ninja kita"ucap Lia.
"Astagfirullah,itu dosa"ucap ilvi.
"Kalian tahu kelas 10akuntansi 1 di lantai 2 pojok?"tanyaku pada mereka.
"Tahu"jawab Amel,ilvi dan Lia serentak.
"Bawa ponsel kalian,mari kita menghabiskan waktu Fauzi di sana"ajakku pada mereka.
"Setuju"jawab Lia yakin.
"Aku tidak ikut,aku takut akan mempengaruhi nilaiku"ucap Amel takut.
"Aku takut dosa"ucap ilvi.
Bel berbunyi waktu istirahat sudah selesai,aku dan Lia saling lirik dan tersenyum licik.
Aku segera menarik Amel,sedangkan Lia menarik ilvi kami membawa mereka ke kelas 10 akuntansi 1 yang kosong.
Karena kelas ini berada di pojok lorong dan jauh dari kelas lain,jadi mau berisik di kelas ini aman.
Lia segera mengeluarkan ponselnya,ia memutar lagu Usher dj got US fallin in love.
Kami pun bernyanyi dan mengikuti setiap lyrics,Lia yang sangat suka lagu ini bahkan dia sampai menari-nari konyol sembari melantunkan lyrics lagu ini.
Setelah puas bernyanyi kamu pun saling berbincang,membahas apa mimpi kami.
"Tanpa terasa kita sudah kelas 3,kita akan sibuk dengan berbagai ujian.apa rencana kalian setelah lulus?"tanya Lia yang penasaran dengan rencana para sahabatnya.
"Aku ingin menjadi guru SD,maka aku akan berkuliah PGSD aku akan mengajukan bidikmisi jika ditolak aku akan kuliah sambil bekerja"jawab Amel.
"Aku ingin jadi ibu yang baik,segera menikah dan mempunyai anak itulah mimpiku setelah lulus SMA"jawaban ilvi.
"Aku tak tahu harus bermimpi apa,ayahku sedang sakit begitu banyak biaya yang harus dikeluarkan.ibuku juga sudah menyuruhku untuk langsung kerja membantu perekonomian keluargaku.tapi melihat aku masuk dalam 10 besar aku harapan ikut Bidikmisi dan menjadi seorang psikologi"tutur disxa.
"Orang tuaku sudah mengatur semua tentangku,ayah dan ibu ingin aku kuliah kedokteran.aku punya mimpi tapi aku tak punya kuasa"jawab Lia.
Disxa pun menepuk bahu Lia"tiada mimpi yang tidak memiliki jalan,bisakah kita membuat lambang persahabatan kita?"saran disxa.
Ilvi selain lola dia sangat pandai untuk menggambar.
"Kita bikin lambang apa?"tanya ilvi pada ketiga sahabatnya.
"Aku teratai"ucap Amel.
"Aku duri"ucap lia.
"Aku bunga Lily"ucap ilvi.
"Oh aku pusaran air,bagimana kalau begini bunga Lily memiliki batang bunga mawar yang berduri dan mengapung di atas teratai sedangkan bawah teratai terdapat pusaran air yang menjadi pusat kehidupan.bagaimana?"usuk disxa.
"Setuju"ucap Amel,Lia dan ilvi serempak.
Ilvi pun segera menggambarkan apa yang dimaksud oleh diska"apa begini"tunjuk ilvi yang sudah jadi.
"Benar-benar"jawab disxa.
"Ini bukankah gambar yang bagus"puji Lia.
"Sangat bagus"imbuh Amel.
"Bunga Lily memiliki keangunan, dibalik itu mawar yang cantik memiliki duri yang tajam untuk perlindungan(bukankah itu upaya Lia untuk menjauhi para fans)sedangkan teratai adalah bunga yang tidak bisa hidup sendirian dia perlu bunga lain disisinya(sama seperti Amel yang membutuhkan kita karena orang tuanya berpisah),sedangkan pusaran air adalah pelindung kehidupan kalian,pusat semangat kalian aku"ucap disxa.
"Kata-katamu kampret"ledek Lia sembari menjitak kepala disxa.
Ilvi pun memasang wajah sedihnya,Amel yang mengetahui itu segera bertanya pada ilvi"ada apa?"tanya Amel cemas.
"Kasus Diah bagimana?"tanya ilvi.
Lia mencoba menenangkan ilvi"bukan kita pelakunya,Diah begitu karena kesalahan dia.dia tidak ingin terlihat salah Dimata orang tuannya makanya dia membuat Alibi kita yang membully dia"ucap Lia.
Jadi gini sebelum Amel menjadi Sabahat kami,dulu posisi Amel ditempati diah.diah ini anaknya super manja, dia sangat dekat dengan disxa.diah ini suka sekali membolos dan berpacaran pokoknya dunia diah adalah pacar pacar dan pacar.
Waktu pelajaran pak Fauzi sudah berakhir,kini saatnya disxa,Amel,Lia dan ilvi harus menghadap ruang BP untuk membahas kasus Diah.
Di ruang BK sudah ada Tante Diah.
Pak nur selaku pemimpin BK segera memberi kami beberapa pertanyaan.
Pertama pak nur memanggil ilvi,ilvi duduk di dekat pak nur.
"Ilvi"
"Iya pak"
"Kamu kenapa nak,kok SMS Diah pakai mengancam-ngamcam Diah"
"Saya tidak mengancam pak"
"Ini"ucap pak nur sembari menunjukkan bukti SMS masuk dari ponsel Diah yang katanya SMS itu dari ilvi.
Ilvi pun membaca pesan,pesan ancaman di ponsel Diah"pak ini SMS ancamannya banyak sekali,pulsa aja saya jarang punya.punya pun pak baru beli sudah kepotong pulsa darurat"
Mendengar pernyataan ilvi pak nur dan lainya berusaha menahan tawa mereka"kalau bapak nggak percaya coba tanya Amel,Lia dan disxa pak.itu juga bukan nomer saya pak,nomer saya cuman satu pak"
"Baik kamu boleh duduk"ucap pak nur pada ilvi.
Selanjutnya Lia yang dipanggil oleh pak nur.
"Lia"
"Iya pak nur"jawab Lia centil.
"Apa benar kamu body shamming pada Diah,kamu mengatakan rambut diah seperti macan,kulitnya hitam seperti arang"
"Apa pak?itu bukan body shamming itu kenyataan pak,tapi saya ngak pernah mengatai dia secara langsung saya cuman simpen dalam hati pak"
"Benar pak,kalau tidak percaya tanya saja Diah bawa diah kemari di hadapan saya pak"
"Baik kamu silahkan duduk"
Selanjutnya Amel.
"Amel"
"Iya pak"
"Apa benar kamu menendang kaki Diah sampai biru"
"Tidak pak,kalau memang saya menendang bapak bisa tanya cctv kelas"
"Cctv kelas?x"
"Linia pak,kalau ada yang ganjal atau yang berbuat ulah linia pasti laporan sama bapak"
"Baik Amel kamu boleh duduk"
Selanjutnya disxa.
"Disxa..."
"Iya pak"
"Kamu punya pacar"
Mendengar pertanyaan pak nur itu,Amel,ilvi dan Lia mencoba menahan tawa.mana ada lelaki yang berani jadi pacar disxa jangankan jadi pacarnya menggoda saja pasti sudah fikir-fikir.
Pak nur melihat ke arah ke 3 sahabat disxa"kalian tertawa"tanya pak nur pada mereka.
"Tidak pak"ucap mereka serentak.
"Pacar pak?mana saya punya"
"Baik sekarang bapak tanya kamu,tolong jawab yang jujur bapak janji akan membawa kamu ke jalan yang benar"
"Memang jalan saya salah pak?salah dari mananya pulang berangkat sekolah nggak pernah nyasar pak"
"Bukan itu"
"Lalu?"
"Apa kamu lesbiy?"
Lepas sudah tawa Amel,ilvi dan Lia mereka sudah tidak bisa menahan tawa mereka.pak nur memberi mereka tatapan sinis sejenak mereka menahan tawa mereka.
"Saya normal pak"
"Normal tapi tidak punya pacar,Diah ini bilang dia cemburu sama kamu dan amel.diah bilang sekarang kamu lebih perhatian pada Amel dari pada diah"
"Perhatian pada Diah?bagimana aku memperhatikan diah pak masuk sekolah saja tidak pernah"
"Baiklah"
Akhirnya kami berempat kembali ke kelas,sesampainya kami dikelas murid-murid lain menatap kami berempat dengan sinis.ya kita berempat diisukan menjagi geng lesbiy.
Karena kesal disxa segera mengebrak meja keras,tanpa sengaja ia mendengar salah satu murid yang mengatai kalau dirinya memang,lesbiy.
Lia yang mengerti perasaan disxa,dengan segera ia menarik temanya"eh udalah jangan di respon,kita cuekin aja"nasihat lia pada disxa.