pagi itu terbapat 4 bersahabat Arina,Shofiya, Al azki (al),dan kemal
mereka merencanakan liburan untuk pergi ke sebuah pulau yang sedikit berpenduduk di daerah pantai saja.
mereka mengemasi barang-barang yang mereka perlukan untuk berlibur seperti kamera,baju dll mereka berangkat menggunakan perahu yang mereka sewa dari pelayan.
mereka sampai ke daerah pantai untuk menyewa parahu untuk mereka tunggangi ke pulau S.
"permisi pak apalah boleh saya menyewa perahu anda?" tanya shofiya pada sang pelayan tersebut."buat apa mbak" pelayan tersebut kembali bertanya. "untuk liburan di pulau itu loh pak" ucap shofiya pada pelayan trsebut.
"tapi mbak itu pulau terlarang mbak sebaiknya jangan pergi ke sana"titah pelayan tersebut."nggak pak saya dan teman saya mau melakukan observasi umtuk tugas kami pak"ucap arina."baiklah mbak tapi mbak jangan masuk terlalu dalam ke hutan itu " ucao pelayan khawatir."baiklah pak" ucap shofiya,arina,al,dan kemal serentak.
sebelum berangkat mereka di beri sw buah kantong kecil pada pelayan trsebut."ini mbak&mas bawa ini tapi jangan sampai di hilangkan"kata pelayan sambil menyodorkan kantong itu pada arina."baik pak"mereka pun berangkat al dan kema mendayung di belakang sedangkan arina dan shofiya bercanda ria di perahu bagian depan.
mereka telah sampai di pulau S al dan kemal mendorong perahu kedaratan agar tidak terbawa ombak pantai yang kencang itu. arina dan shofiya loncat" kesengangan saat tiba di pantai itu."apakah sudah selesai al"ucap shofiya samblih menengok ke arah al yang sedang memaku sisi perahu yang hampir selesai."sudah ayok kita ke dalam"ucap al sambil mendekat ke arah shofiya yang berada di sebelah arina
kemal pun sudah selesai dengan urusanya.
mereka ber4 bergandengan tanga memasuki hutan itu bersama stelah beberapa saat mereka memulai observasi tanpa mereka sadari mereka telah masuk ke dalam hutan yang lebat itu dan mereka sadar kalau ada yang sedang mengawasi mereka."arina kamu ngrasa gak kalo ada yang mengawasi kita "bisik shofiya pada arina."iya nih makin mrinding aku tuh"ucap arina sambil memegang leher belakngnya."udah gapapa kan ada kita"ucap kemal yang di iringi anggukannya al bangga.
mereka semakin bergandengan tangan erat tiba tiba "bruk" Rina terperosok ke dalam sebuah jebakan yang cukup dalam."tolong tolong"ucap arina ke takutan dan meminta tolong pada ke 3 sahabatnya itu. shofiya mencoba meraih tangan arina tetapi tangan shofiya terlalu pendek untuk meraihnya. al ingat kalau dia membawa tali. "oh iya. aku bawa tali " al mengeluarkan tali untuk monolong arina. al melemparkan ujung tali pada arina dan menariknya di bantu oleh kemal dan shofiya arina pun terangkat dari sana namum sialnya sekarang ganti shofiya yang menghilang dari sana karena posisi shofiya tadi di paling belakang."shofiya kemana kok gak ada"tanya arina mulai panik." tadi dia di belakangku kok"ucap kemal "ya sudah ayok cari dia" ucap al yanh merasa khawatir pada shofiya mengihalng begitu saja.
"hahahahhaha kalian ingin bertemu dengan temanmu shofiya hahahaha"tiba tiba kalimat tersebut memenuhi hutan rimba tersebut tapi anehnya tidak ada orang satupun kecuali mereka ber 3."dimana shofiya "ucap al geram pada seuara trsbt."hahahaha temanmu ada bersamaku dia baik baik saja cuma dia pingsan hahhahaha"suara itu kembali memenuhi hutan al semakin geram dan kesal pada suara itu dia mulai kehilangan kendali."al al sudah jaga emosimu sebaiknya kita segera mencari shofiya" ucap arina berusaha menenangkan al.
mereka ber 3 mulai mencari shofiya hingga mereka mendapati sebuah kastil yang berdiri kokoh dan di penuhi sarang laba-laba."hahahaha kita bertemu kembali"suara itu kembali terdengar al sudah mulai geram saat ia mendengar suara trsbt."kalian kalau bisa menemukan teman kalian ,kalian akan pulang dengan selamat tapi kalu kalian tidak bisa menemukanya dia akan jadi korbanku selanjutnya tiba" suara itu menghilang mereka ber3 berusaha mencari shofiya yang hilang mereka masuk ke kastil tsb mereka terperosok ke jurang yang dalam mereka tetap bergandengan tangan karena mereka tidak mau terpisahkan lagi kehilangan 1 temanya sudah membuat mereka sesak apa lagi kalau ada teman mereka yang menghilang lagi. tak lama kemudian mereka menemukan shofiya dalam keadaan tidak sadar shofiya di ikat di sebuah balok kayu yang berdiri tanpa ada lantai di bawahnya seolah balok itu melayang. "shofiyaa" teriak mereka ber3 serempak kaget melihat kondisi shofiya. "hahahahah kalian kita bertemu lagi" munculah seorang pria yang melayang di samping tubuh shofiya yang tidak sadar itu sambil mengelus pipinya ."siapa kau lepaskan shofiya"ucap kemal menunjuk jari pada pria itu."perkenalkan aku adalah prasetya lebih tepatnya aku adalah rajanya semua iblis" ucap prasetya membanggakan dirinya."kau mau apakan teman kita"ucap arina menuntut." ohhh tidak di apa2kan cuma mau di ambil darahnya sampai habis " kata prasetya sambil memegang kepala shofiya saat prasetya memegang kepala shofiya seperti ada cahaya merah yang tertarik ke arah tangan prasetya seperti sedang menghisap cahaya itu."aaaaaaahhhh"teriak shofiya kesakitan masih dalam keadaan tidak sadar. prasetya melepaskan tanganya dari kepala shofiya dan shofiya pun. tertunduk lemah wajahnyapun mulai pucat."stop jangan kau lakukan lagi"ucap al yang sudah tidak bisa membendung emosinya melihat shofiya di siksa oleh prasetya dan berusaha menyerangnya tetapi tak bisa karena di cegah oleh arina dan kemal"al kau jangan gegabah tindakanmu bisa melukai shofiya" tutur kemal al hanya bisa jatuh terduduk melihat shofiya yang tak memiliki tenaga itu di ikat kencang arina mengingat kalau pelayan tadi memberikan kantong yang berisi cermin ,senter kecil dan bawang putih arina pun mulai melakukan aksinya .atina melemparkan potongan bawang putih itu ke wajah prasetya sang iblis tsb dan kemal memegang senter sedang kan al memegang cermin. "sekarang"ucap arina dan kemal dengan siaga langsung menyalakan senter tsb ke arah cermin dan cermin tab memantulkan ke mata prasetya."aaarrghh"erangan kesakitan prasetya terdengar nyaring di selurung ruangan seketika prasetya menghilang bak abu yang terbawa angin. ikatan shofiya tiba2 terlepas dan shofiya hendak jatuh ke jurang yang sangat dalam tetapi al langsung menangkap ke 2 tangan shofiya yang masih tak sadarkan diri itu al di bantu arina dan kemal untuk menarik shofiya ke atas. yang benar saja mereka sudah berada di kapal perahunya seperti ada lubang waktu yg membuat mereka kembali ke perahu dengan cepat mereka pun segera meninggalkan pulau tsb dan shofiya masih tak sadarkan diri arina pun merogoh kantung yang di beri pelayan berharap ada benda yg bisa di gunakan nutuk menyembuhkan temanya itu. arina menemukan sebuah jimat kecil yg bertuliskan "tempelkan jimat ini di kepala temanmu yang terluka" arina pun menempelakn jimat tsb dan cahaya biru memancar dari tubuh shofiya "aaaarrrghh"teriak shofiya kesakitan saat jimat itu menempel pada dahinya tak lama kemudian dia sadar shofiya masih lemah dia tidak bertanya apa yg telah terjadi padanya dan dia memilih untuk diam saja. al dan kemal merasa senang saat temanya itu sedar dan mereka mendayung dengan cepat agar sampai di tepi pantai dgn cepat.