Betrand Peto atau yang biasa disapa Betrand, yang hidupnya serba pas pasan, yang terlahir dari keluarga miskin. Membuat ia harus semangat dalam hidup untuk mencapai kesuksesan.
Sang mentari mulai terbit, membawa kehangatan pagi. Membuat Betrand semangat pergi ke sekolah.
Saat di jalan Betrand bertemu dengan sahabatnya bernama Eman.
"Hai Eman kok kamu belum pakai seragam sih!!, ini udah jam 07.00 pagi lowh. Kamu mau kmana?" tanya Betrand pada Eman saat bertemu di jalan.
"Tran maaf yaa!! hari ini aku ga masuk sekolah dulu, aku harus cari obat" jawab Eman tergesa-gesa sambil mengendarai sepeda onthelnya secepat kilat.
"Hah obat untuk apa dia cari obat" batin Betrand dalam hati.
1 Menit kemudian ada Amel teman sekelas Betrand.
"Hai tran tumben kamu sendirian Eman mana?" tanya Amel sambil mengikat rambutnya.
"Eman ga masuk mel" jawabannya sambil menunduk ke bawah.
"Oh gitu" Amel ikutan menunduk ke bawah.
15 Menit perjalanan akhirnya sampailah mereka di sekolah.
Di sekolah Betrand dan Amel disoraki oleh teman temannya.
"Eh mel lo mau aja jalan sama dia yang kulitnya hitem kek orang sawahan hahaha" ucap salah satu temannya.
"Emang kulit elo kek gimana, kulit elo juga hitem kan kayak orang sawahan, terus elo ke sekolah lewat sawah juga kan. Bisa introspeksi diri nggak sih lo!!" Amel menjawab dengan nada marah.
"Udahlah mel, nggak mungkin jugakan lo marah gara gara hal sepele ini."
"Lo bilang ini sepele tran. Fisik elo dihina tau nggak."
"Kan udah kenyataannya fisik aku kayak gini mau gimana lagi!!" jawab Betrand dengan santainya.
"Gue tuh males banget tran.Temenan sama orang yang lemah, apalagi elo tu laki laki, seharusnya laki laki kalo digini in tuh maju bukannya mundur terus ngalah."
"Asal lo tau ya mel. Orang yang lemah ialah orang yang tidak pernah melampaui batas. Jadi walaupun aku dibully sampai kapan pun, aku akan tetap seperti ini mel."
"Lo gila ya tran, lo mau ngalah."
"Bagi aku, hidup di dunia tu ga penting buat maju cuma untuk memberantas orang yang menghinaku.
Tolong pegang kata-kata aku ya mel. HIDUP TANPA HINAAN ITU MUSTAHIL, DAN HIDUP TANPA RINTANGAN ITU JUGA MUSTAHIL" ucap Betrand sambil memegang pundak Amel, meyakinkan nya.
"Jadi semua orang tu pernah dihina mel.ANGGAPLAH HINAAN INI SEMANGAT HIDUPMU UNTUK MEMBUKTIKAN KALO KAMU BISA MELEBIHI ORANG YANG MENGHINAMU."
"Makasih tran hati aku adem dengernya."
"Iyah sama sama."
"Oh iyh tran hari ini aku ada piket kelas. Astaga knapa bisa lupa sih" Amel kaget kalo hari ini ada piket kelas.
"Udah dulu ya tran babay" Amel melambaikan tangannya.
"Eh iya mel, semangat ya piketnya" Betrand balik melambaikan tangannya.
Setelah itu Betrand ke halaman sekolah untuk mengikuti apel pagi.
"Selamat pagi anak anak!" ucap kepala sekolah.
"Pagii pak" balas semua siswa.
"Pada apel pagi yang cerah ini, bapak ibu guru disini ingin memberitahukan bahwa hari ini ada acara rapat maka semua siswa diperbolehkan untuk pulang."
"Horeee!!! pulang pagiii" Jawab semua siswa dengan sangat gembiranya.
"Siip banget hari ini pulang pagi" gumam Betrand dalam hati.
Saat pulang sekolah Betrand pulang sendirian karna Amel ada janji dengan temannya. Kali ini Betrand mampir ke rumah Eman.
Nampaknya pintu rumah Eman tidak ditutup.
"Permisi apakah dirumah ini ada orang."
Walaupun pintu rumah Eman terbuka tapi Betrand tak berani langsung masuk kedalam sebelum sang tuan rumah mengizinkan.
"Yah tidak ada yang ngejawab aku ulangi lagi aja deh" batin Betrand.
"Permisi apakah dirumah ini ada orang. Eman ini Betrand."
"Oh Betrand iya tran bentar ya."
Terdengar suara dalam rumah ternyata Eman. Eman berjalan menuju teras rumahnya.
"Ada apa tran?" tanya Eman.
"Hari ini sekolah pulang pagi, jadi kita punya banyak waktu untuk jualan ikan" Betrand mengatakan dengan sangat gembira
"Oh iya man tadi kamu nyari obat, siapa man yang sakit" tanya Betrand.
"Oh yang tadi ituh. Jadi gini ceritanya, tadi ibu aku kepleset dalam kamar mandi terus kakinya terkilir begitu" jawab Eman.
"Terus kalo kamu nyari obat knapa ga langsung ke apotek."
"Nggak tran, aku lebih suka obat obatan herbal yang manjur, tidak ada efek sampingnya, tidak mengandung bahan kimia, dan juga lebih hemat."
"Oh gitu yah, sekarang keadaan ibu kamu gimana."
"Udah mendingan."
"Syukurlah kalo begitu. Oh iya mumpung masih pagi gimana kalo kita manfaatin waktu buat jualan."
"Boleh aja sih tran, emm tapi ibu aku" Eman berkata dengan patah patah.
Rupanya dikamar ibu Eman mendengarkan percakapan antara Eman dan Betrand.
"Eman kamu kesini duluu nak!!" panggil ibu Eman.
"Iyaa buk. Bentar ya tran" ucap Eman pada Betrand sambil berjalan menuju kamar ibunya.
"Ibu denger kamu mau jualan ikan ya."
"Iyaa bu tapiii."
"Maafkan ibu ya nak, perekonomian ibu terlalu buruk, sehingga membuatmu juga harus bekerja. Kalo kamu hari ini mau jualan boleh kok, ibu masih bisa jaga diri" ucap ibunya memotong perkataan Eman.
"Tapii buuu."
"Ibu bangga pnya anak seperti kamu Eman bisa mengerti dan berbakti pada ibunya, walaupun kamu berbeda dengan yang lain" lagi lagi ibunya memotong perkataan Eman.
"Bener yang dikatakan Betrand nak, manfaatkan waktu ini dengan menjual ikan. Kaki ibu udah mendingan kok, nanti kalo udah sembuh ibu akan giat lagi bekerja" ucap ibu Eman dengan tersenyum.
"Makasihh ya buu!!" Eman memeluk ibunya dan kembali ke teras menemui Betrand.
"Man aku ngerti kok keadaan kamu. Kamu pasti perlu menjaga ibumu. Kamu boleh kok istirahat bentar jaga ibumu, nanti aku aja yang nyari ikan dan jualan" Betrand mengerti dengan keadaan ini.
"Enggak tran, kita ini sahabat mana mungkin aku membiarkanmu sendirian" ucap Eman tersenyum sambil menepuk pundak Betrand.
"Yang bener inih" Betrand tak percaya.
"Yaiyalah masak aku bohong sih."
"Makasih yaa man, aku pulang dulu ganti baju ya, nanti aku kembali kesini."
"Okey."
25 Menit kemudian Betrand datang kerumah Eman. Rupanya Eman sudah menyiapkan plastik dan jaring karna ikan yang kemarin mati.
"Betrand sini kau, lama amat sihh" panggil Eman dari kejauhan.
"Iya iya" Betrand berlari. "Hah ikannnya mati" ia terkejut.
"Yaiyalah orang kemarin kita dikejar anjing. Kamu lari terus airnya kan jadi tumpah tumpah."
"Oh yang kemarin iyh iyh. Seru juga ya dikejar anjing hahahay" ucap Betrand dengan tertawa membuat Eman ikut tertawa terbahak bahak.
Betrand dan Eman sudah biasa mencari ikan dan menjualnya. Mereka selalu jalan kaki kadang kadang juga dikejar anjing yang membuat ikannnya mati karena kehabisan air.
"Tran kita harus ke sungai nih."
"Yaiyalah man masak harus kepantai, mana ada pantai disekitar sini"
Betrand dan Eman tertawa terbahak bahak dalam perjalanan menuju sungai penuh dengan canda tawa riang gembira.
Sampailah Betrand dan Eman disungai.
"Tran sampai kapan sih hidup kita seperti ini terus"
"Sampai tuhan mengizinkan kita."
"Masa remaja ini seharusnya kita gunakan untuk..."
Ssst, Betrand menutup mulut Eman dengan jari telunjuk nya.
"Kita ini tidak boleh mengeluh man, hidup itu butuh usaha dan perjuangan untuk melewati semua rintangan ini. kita perlu bersabar dan terus bersabar menunggu waktu itu tiba" ucap Betrand sambil mencari ikan menggunakan jaringnya.
"Sampai kapan tran? kita ini masih ada cara lain tran selain ini."
"Eman masak segini aja udah ngeluh sih.kamu jangan lihat orang yang diatas mu, lihatlah orang yang dibawahmu, mereka lebih menderita daripada kita.Mereka kesulitan mencari makan mencari penghasilan bahkan sampai ga sekolah. Seharusnya kita bersyukur man. Masih bisa sekolah dan masih bisa makan" ucap Betrand.
"kita ini harus semangat pantang menyerah man, ingatlah para pahlawan kita yang harus berjuang sekuat tenaga melawan penjajah. karna kesungguhan para pahlawanlah Indonesia merdeka.Ujian kita telah dimulai kita harus bisa berhasil seperti pahlawan. tuhan memberi ujian agar kita bisa bersabar, tahan, dan juga tabah. Kita harus siap menderita man dan kita harus terbiasa hidup menderita."
"Kenapa tran?"
"Karna setelah menikah akan ada banyak masalah dan rintangan yang dihadapi."
"Gitu ya tran"
"Iya dan kita tidak perlu mengemis dan meminta minta karna kita masih mampu untuk berusaha. 1 lagi pegang kata kata ku yang ini SETIAP KESULITAN ADA KEMUDAHAN, SETIAP KESABARAN ADA KEBERHASILAN, DAN SETIAP USAHA TIDAK AKAN MENGHIANATI HASIL."
"Iya tran aku akan memegang kata katamu dan selalu mengingatnya" ucap eman menatap tajam mata Betrand.
"Percayalah apa kata tuhan" ucap Betrand tersenyum.
"Tran entah knapa ya perasaan ku mendadak ga enak banget nih"
"Kamu pasti khawatir dengan ibu kamu." Betrand menebak. "kamu pulang saja ikannya juga sudah terkumpul banyak."
"Knapa ya kok aku jadi khawatir sama ibu" wajah eman memucat.
"sudahlah kamu jangan memaksakan diri untuk disini lebih baik kamu pulang ajah dari pada ada apa apa sama ibu kamu"
"Gitu ya tran aku pulang dulu ya" eman berlari secepat kilat.
Betrand terpaksa harus keliling kampung sendirian untuk menjual ikan, ditengah perjalanan Betrand merasa ada yang mengikutinya.
"Kayaknya ada yang mengikuti aku nih siapa yah" batin Betrand lalu membalikkan badannya namun tak ada siapa siapa dibelakangnya.
"Tak ada siapa siapa halusinasi ku kali" batin Betrand.
Pukul tiga sore Betrand sampai dirumah ia merebahkan tubuhnya karna sangat lelah ia pun ketiduran.
Pukul lima sore ada seorang tukang pos.
Tok tok tok tok tok.
"Iya siapa" Cetryn kakak perempuan Betrand membuka pintu.
"Inih ada surat dari Jakarta" ucap tukang pos lalu pergi.
"Hah surat" Chtryn kebingungan.
ia membukanya dan membaca isi suratnya.
"Betrand Betrand kamu bangun Betrand" teriak Chetryn dengan sangat gembiranya, membuat Betrand terbangun.
"Ada apa sih kak!."
"Ini nih kamu diundang Brownis untuk datang ke Jakarta."
"Hah Brownis. Brownis yang sering kita lihat di tv itu di transtv itu" Betrand kebingungan.
"Iya Betrand kamu diundang ke Jakarta."
Saking gembiranya Chetryn, Betrand, beserta keluarganya menangis.
"Siapa yang membuatku diundang ke Jakarta" pikir Betrand.
*******
2 Hari lagi Betrand akan ke Jakarta, disekolah ia terlihat gelisah.
"Tran apa yang kau sembunyikan. Dari tadi wajah kamu gelisah terus ada apa sih!!" Eman kepo.
"Hmmm... itu..."
"Ituu apaa... Cerita sajaa!!."
Betrand menceritakan kegelisahan nya diundang ke Jakarta.
"Oh jadi kamu gelisah, karna kamu ga punya uang untuk berangkat ke Jakarta."
Betrand mengangguk.
"Santai ajaaa aku bisa bantu kok!."
"Bisa bantu??... Bantu apa."
"Nanti pulang sekolah kamu mampir kerumah ku okayy."
Terakhir kalinya bel berbunyi tanda waktu pulang.
Sesuai apa yang dikatakan Eman.
Betrand mampir kerumah nya.
"Inih kamu terima yah, walau sedikit semoga bisa membantu" ucap Eman, sambil memberikan uang tabungan nya.
"Yang bener inih, kan ini uang tabungan mu."
"Halah terima saja, apapun akan aku lakukan demi sahabat ku."
"Makasih!!! ya Eman. Aku bersyukur banget punya sahabat kayak kamu.Aku janji saat aku sukses nanti, aku akan mengembalikan uang ini" ucap Betrand dengan mata berkaca kaca sambil memeluk Eman.
"Pesan aku untuk kamu Betrand, kalo kamu sukses nanti jangan pernah kau lupain orang orang yang menurut mu berharga dan juga berjasa."
"Iyaa Eman sampai kapanpun aku tak akan pernah melupakannya!!" tak kuasa membendung rasa sedih bercampur bahagia air mata Betrand menetes.
*******
Tiba saat nya Betrand harus berangkat ke Jakarta, ditemani oleh pamannya. Di bandara Betrand harus berpisah dengan keluarga nya.
"Betrand doa nenek akan selalu bersama mu. Nenek doakan kamu disana sukses dan tetap ingat jangan sombong, selalu rendah diri, murah senyum, dan ramah pada siapapun'' ucap nenek Betrand sambil mencium kening Betrand.
" Iyaa nek" jawab Betrand dengan sejuta senyuman.
Betrand dan pamannya masuk kedalam pesawat menuju sebuah gedung besar di Jakarta , yaitu di Brownis.
Saat di Brownis kedatangan Betrand disambut oleh para artis, khususnya Ruben Onsu yang sangat termotivasi akan kisah hidup Betrand, yang membuat hati Ruben Onsu ingin menjadikan anak angkat nya.
"Apa om Ruben mau mengadopsi saya" ucap Betrand terkejut setelah mengetahui nya.
"Orang lain saja melihat muka saya merasa jijik apa lagi apa lagi om Ruben" ucap Betrand sangat tak percaya.
"Saya tidak melihat fisik orang tapi saya melihat kebaikan hati orang. Om tau Betrand kamu itu anak yang berhati baik, ramah, murah senyum, patut diteladani, dan yang pastinya perjuangan mu membuat om termotivasi."
"Seriuss om aku tuh takut suatu saat nanti om menyesal punya anak kayak aku" ucap Betrand bernada pelan sambil menunduk kebawah.
"Tidak akan Betrand. Om bukan tipe orang yang tidak bertanggung jawab."
Sesaat kemudian Ruben Onsu mengeluarkan ponselnya dan menelpon keluarga Betrand guna meminta persetujuan.
Hal yang tidak diduga keluarga Betrand menangis dan terharu, mereka tidak menyangka ada orang sebaik Ruben Onsu dan keluarga Betrand di NTT menyetujuinya dan sangat bersyukur masih ada orang yang mau peduli.
Akhirnya Betrand menjadi anggota family the Onsu. Bahkan Betrand juga mempunyai banyak fens yang diberi nama dengan BxB kepanjangan dari Bento (Betrand peto) x Bensu (Ruben Onsu) .
Setiap Betrand pergi kamera selalu ada disekelilingnya , yang membuatnya harus merawat wajahnya agar terlihat tampan ketika penayangan di Tv.
Sudah hampir 1 bulan Betrand tinggal bersama family the Onsu, ia merindukan keluarganya di NTT.
Keesokan harinya Betrand terbang ke NTT, menjenguk keluarganya sekalian mengembalikan uang Eman.
Di NTT semua orang di kampung menyambut kedatangan Betrand yang kini menjadi sukses.
Bahkan orang yang dulu membully dan menghinanya pun ikut menyambutnya.
"Hai kak Betrand maafin kami semua ya, yang dulunya sering menghina dan membully kakak" ucap adik kelasnya yang dulu sering merendahkan Betrand.
"Eh iya syukurlah kalo kalian sudah sadar dan mengakui kesalahan."
"Sekarang kakak adalah idola kami, dan kami tidak akan terima kalo hetres menyerang kakak."
"Apa kalian bilang Hetres. Yang namanya hetres itu orang yang iri hati, yang tidak mengetahui bagaimana sulitnya proses perjalanannya. Mau diapain dia tuh tetep Hetres. Lebih baik jangan diladenin dari pada membuat hati kalian ikut sakit, karna biasanya hetres itu suka membolak balik kata dan bersilat lidah" Betrand menjelaskan nya.
"Jadilah fens yang dewasa jangan mudah terpengaruh sama hetres."
"Siyaps kak, kami akan selalu mensupport kakak" ucap adik kelasnya yang sekarang mengidolakan nya.
Sudah lama Betrand tidak main kerumah Eman.
Sesaat kemudian Betrand main kerumah Eman, dan ternyata Eman berasa di teras.
"Hai Emann!!!" teriak Betrand dari kejauhan sambil berlari.
Eman pun berpelukan erat dengan Betrand.
"Inih Eman uang uang tabungan mu yang dulu kini kukembalikan, dan inih ada makanan khas Jakarta Selatan."
"Yeah makasih banyak ya tran, eh knpa uang ini banyak sekali, dulu aku beri kamu ga sebanyak ini."
"Gapapa terima saja, sebagai bentuk rasa terimakasih ku padamu."
"Sekarang kamu sukses ya tran. Tuhan telah memberikan mu kebahagiaan."
"Hmm iya tapi bahagia didunia tidak seindah kebahagiaan di syurga."
"Hai Betrand hai Eman" ucap Amel.
"Aku nyariin kamu lowh tran, tapi nenek kamu bilang kamu ada disini."
"Hehehe iyah."
"Selamat ya tran atas kesuksesanmu, owh iya sekarang kamu tambah ganteng lowh."
"Iyaa makasih ini semua berkat doa kalian."
"Ternyata yang diomongin Betrand bener yah."
"Emangnya Betrand ngomong apa mel" ucap Eman tak mengerti maksud mereka.
"Hidup tanpa hinaan itu mustahil, dan hidup tanpa rintangan itu juga mustahil. Setiap orang pernah dihina. Jadikan hinaan ini semangat hidupmu kalo kamu bisa melebihi orang yang menghina mu" ucap Amel.
"Dan selamat ya tran video kamu populer trending 1 lowh" dua kali Amel mengucapkan kata selamat pada Betrand.
"Video!!!. Siapa yang memvideo aku!! " ucap Betrand tak mengerti.
"Paman kamu yang memvideo mu waktu kamu nyari ikan sampai jualan keliling kampung."
"Jadi selama ini paman!!,,,,. Paman yang memperjuangkanku sampai aku sukses" gumam Betrand dalam hati
Kemudian Betrand ditemani oleh Amel,dan Eman langsung pergi kerumah pamannya untuk mengucapkan banyak Terima kasih.
#TAMAT
.
.
.
.
.
Cerita ini bukan kenyataan Hanya berdasarkan imajinasi saya. kalo menurut saya ini seperti kenyataan yakan😄😃wkwkwk.
Jangan lupa follow instagram saya= khusnia866
Terimakasih banyak buat pembaca yang udah mampir🥰☺😇