Hari ini bulan baru, Ospek mulai dilaksanakan bagi murid baru. Kebetulan Lea salah satu panitia osis, ikut ambil dalam pelaksanaan ospek. Setelah selesai apel pembukaan ospek, para murid baru itu bergegas masuk ke ruang kelas. Setelah semua peserta masuk antri ke dalam ruangan. Kemudian diikuti para senior regu itu. Kebetulan Lea bersama 5 orang senior osis lain ambil bagian di regu 3.
Untuk berkenalan lebih dalam pengurus osis dengan peserta ospek. Kemudian dilanjutkan memperkenalkan dirinya masing-masing oleh peserta ospek. Kemudian dilanjutkan dengan acara lainnya.
Waktu istirahat bagi peserta ospek tiba juga. Lea, Tatia, Adrian dan Bani. Asyik mmenghabiskan waktu istirahatnya di taman.
"Capek juga rasanya menghadapi peserta ospek yang nakal itu ,"sahut Lea curhat pada Adrian pacarnya.
"Sabar aja Lea. Namanya itu tugas kita dan wajib dilaksanakan, "kata Adrian menyemangatinya.
"Wah gitu dong, beri support yayanknya ,"goda Tatia menyindir mereka.
"Ganggu kita yang pacaran aja kalian, "sahut kedua pasangan sejoli itu secara bersamaan.
"Cie, serasi ni. Jawabnya aja secara bersamaan ini. Buat kita iri aja,"kata Bani ikut menimpalinya.
"Sudah, kalian ini ribut aja. "
Istirahatnya mau selesai. Mereka lest go dan bubaran dari taman itu.
Malam hari, Lea, Ayah dan Bundanya makan malam bersama di ruang makan.
"Lea, Ayah mau tanya sama kamu nak, Apakah kamu masih pacaran sama nak Adrian? ".
"Masih Ayah, ada apa to? " tanya Lea dengan heran mendengar pertanyaan yang di lontarkan barusan.
"Tolong Lea, apa sebaiknya kamu dengan nak Adrian break aja. Bunda mohon sama kamu nak! "Bunda ikut bicara juga.
"Ayah dan Bunda bukan tidak merestui hubungan kalian. Tapi.. "
"Tapi apa Ayah Bunda, memangnya apa yang salah dengan hubungan kami berdua, kenapa kami harus di pisahkan? "
"Kamu nggak ingat nak, sama penyakit Leukimia yang telah mengoroti tubuhmu nak?lepaskanlah Adrian biar dia bisa hidup bahagia dengan orang lain. Daripada dia kecewa nanti jika tau kebenaran tentang penyakitmu. Tentu saja itu membuat dia menderita. "
"Baiklah ,Ayah Bunda. Dalam waktu seminggu ini ya Lea bersama dia. Setelah itu Lea akan melupakan Adrian untuk selamanya. "
"Sulit rasanya bagi kami harus memisahkan kamu dengan Adrian. Tetapi ini demi kamu nak. Kami semua sayang kamu nak. "
"Terimakasih Ayah, Bunda telah sayang dan peduli sama Lea. "
"Semoga kamu tabah ya nak. kami akan selalu ada buat kamu nak".
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Tepat pada Minggu ini, pelaksanaan ospek bagi calon siswa baru telah selesai. Tampaknya Lea telah menempati janjinya untuk break dari Adrian .Adrian menerimanya dengan ikhlas, demi kebahagiaan Lea. Lea mencoa menerima semua ini dengan lapang dada.
Saat jam istirahat Lea, Tatia, dan Nabila jajan di cafetaria sekolah.
"Bila sebenarnya Lea terpaksa break sama kakak kamu",sahut Lea pada Nabila adik kandungnya Adrian.
"Le, Ini sudah jadi keputusan kamu kan. Apa alasan kamu sampai tega mutusin Adrian? "tanya Tatia penuh selidik.
"Ini semua sudah jadi keputusan aku. Tapi, sebenarnya..",kata Lea terbata-bata.
"Kenapa Le, cerita sama Bila apa yang telah terjadi sama kamu sebenarnya? "bujuk Nabila dengan lembut.
"Kami tidak saling cinta lagi",sahut Lea terpaksa berbohong.
Istirahat selesai, Lea duluan masuk ke dalam kelasnya. Sedangkan Tatia dan Nabila menyusul kemudian.
"Ta, tolong kamu jaga rahasia ini ya. Jangan sampai Lea tau. Sebenarnya Adrian juga terpaksa break dari Lea. Karena dia takut Lea tau akan kecewa sama penyakit yang di deritanya.Anemia yang ada pada Adrian sudah akut." cerita Nabila panjang sekali.
"Baik. Aku akan menjaga rahasia ini. Kasihan Adrian ya sampai rela break dari Lea. Padahal mereka saling cinta loh. Ini semua demi kebahagiaan. "
"Aku begitu sedih sebenarnya tapi aku sebagai adiknya hanya bisa mendukung apapun keputusan mereka. "
Mereka telah sampai dikelas kemudian.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Sejak tak bersama Adrian lagi, kini Lea sudah dapat penggantinya. Lea bisa juga move on dari cowok itu. Seorang adik kelas lagi dekat dengannya. Walaupun mereka belum jadian. Tapi setidaknya kehadirannya bisa mengobati rasa sakit hatinya karena pisah dari Adrian.
"Le, kamu lapar nggak? Aku lapar ni ",sahut Regit si adik kelasnya.
"Aku juga. Bentar ya, sabar dong! "
Lea memesan makanan saat waiters datang.
Setelah pesanan mereka datang. Lea bersama Regit pun mencicipinya.
"Wah, aku senang. Kamu begitu baik Lea. Ini resto favorit mantan pacar aku. Makanya aku begitu betah kamu ajak kesini, "sahut cowok itu.
"OOh ,pantasan ya! Tau begini ajak aja mantan kamu sekalian kesini. "kesal Lea jadinya.
"Nggak gitu juga Le, dia kalo dah kesini banyak pesanannya tau. Kamu jangan marah lah. "
"Siapa yang marah? Aku tak pandai marah. "
Lea mencoba meredam emosinya.
"Santai Le, kalau marah -marah ntar hilang cantiknya. "
"Gombal kamu".
"Siapa yang gombal Le. Aku serius ini. "
Mendengar rayuan cowok itu Lea tidak jadi marah benaran.
Begitu pun Regit, dia senang dapat memanfaatin Lea demi uang. Dia cowok matre dan modus. Tapi Lea tidak tau sifat licik cowok itu.
Sama hal dengan Adrian, cowok itu juga sudah dapat pengganti Lea. Sore itu mereka janjian ditaman.
"Adrian, aku senang banget. Kamu ada waktu bisa jalan-jalan sama aku. Udah move on betulan dari mantan kamu? "
"Lala, udah deh. Jangan bahas mantan aku lagi. Bahas aja masa depan "sahut Adrian yang sepertinya sudah melupakan Lea.
"Hmmp, bagus dong. Berarti aku bisa daftar jadi calon pacar kamu. Orang yang ada di masa depan nantinya. "rayu cewek itu ada niat modusnya.
"Dengar ya. Aku mau sendiri untuk saat ini. "sahut Adrian acuh tak acuh.
"Ya. Aku tau. Tapi, aku akan tetap menunggu dirimu."
Tiba-tiba di tas Lala ada yang call. Cewek itu menekan tombol ijo itu.
"Hallo, lagi di taman. Ada apa? "
"Gimana? Soal perjanjian kita? "
"Oh,itu pasti donk. "
Selesai pembicaraan lewat telepon. Lala duduk kembali di samping Adrian.
"Aku sedih Ad. Kenapa tidak ada yang peduli. "Cewek itu menangis sejadi-jadinya. Padahal itu cuma pura-pura. Dia lagi modusin Adrian.
Adrian merasa iba melihatnya.
"Kamu kenapa La? "
"kakek dan nenekku di kampung lagi sakit keras. Mereka butuh bea banget untuk melakukan pengobatannya. Yang jelas uangku tidak ada buat menolong mereka. Sekarang aku lagi bingung. Situasi dan kondisi keluargaku juga broken home ",sahut Lala mempraktekkan akting bagusnya itu. Seolah -olah terlihat menderita dalam dramanya kali ini.
Dalam hatinya Lala senang karena apa kata-katanya termakan dan teriyakan oleh Adrian. Dengan begini Adrian akan bersimpati kepadanya.
"Lala, aku ikut perhatin dengan kondisi keluarga kamu. Aku akan bantu kamu. Aku transfer ke rekening kamu ya."
"Terimakasih. Baiknya kamu Adrian. Jarang-jarang ada orang terlalu baik kayak kamu ini. Sudah tampan baik lagi".Lala memuji sangat berlebihan sama cowok itu.
"Biasa aja. Kalau ada uang pasti aku bantu. Kebetulan ada kan."
Sepulang dari taman, Lala langsung menarik tunai uang transferan dari Adrian. Hatinya sangat senang bisa berfoya-foya nanti malam. Dengan alasannya pura-pura bilang nenek kakeknya lagi sakit. Itu semua cuma sandiwara.
Padahal kakek dan neneknya sudah lama meninggal. Bokap nyokapnya sudah lari ke luar negri, dan mereka tidak berani pulang lagi kesini. Tinggal dia hidup dengan tantenya seorang juragan b*r.Itu kenapa kerjanya tiap malam menyewa para k*p*-k*p* malam.
"Tante Rogo, Cowok tolol itu sudah masuk perangkapku saat ini ,"sahut Lala malam harinya. Ketika sedang makan malam dirumah .
"Bagus itu la. Kamu memang bisa diandalkan untuk mencari uang dengan cepat. Apalagi dengan modusin si kar*mp*ng itu. Pintarnya, ponakan tunggal tante ini ."kata Tantenya tertawa licik.
"Lala gitu loh. Ayo kita bersulang malam ini tante. Gelas minuman mereka saling tos. Sambil minum -minum k*ras.Dengan hati bahagia.
Di kamarnya Tatia terbangun, saat alarm berbunyi. Udah waktunya dia makan malam. Dia beranjak ke ruang makan. Betapa terkejutnya dia, mami dan sepupunya sedang t*l*r.
"Mama, Lala, kenapa bisa t*l*r seperti ini? Sadar mama, minuman ini dosa loh,"sahut Tatia seraya menghentikan mereka.
"Ta, jangan sok peduli deh. Ini bisnis kami, kalau mau ikut ayo, "kata Lala tertawa-tawa.
"Duduk di sini Tatia! "
Terpaksa Tatia nurut aja, karena di suruh mamanya.
"Ta, kamu jangan marah dulu dong. Ini semua bisnis kita nak. Jangan ikut campur ya. Kamu pasti lapar ya, mau mama suapin nggak? Udah jangan ngambek lagi, dah gede pun. "bujuk tante Rogo pada anaknya.
"Aku nggak lapar mama. Melihat mama minum-minum kayak gini aku sangat muak.
Tatia begitu kesal dan beranjak masuk kamarnya. Tante Rogo dan Lala jadi bingung dan terdiam saja.
"Lala, tante jadi takut Tatia sakit karena nggak mau makan. Anak tante cuma dia satu-satunya, "kata Rogo mulai bingung. Walaupun dia berwatak keras dan pemarah. Dia bisa memiliki sifat penyayang sama anak semata wayangnya itu. Itulah kelemahan dia.
"Lala ada ide tante. Telpon aja si Lio, mana tau dia bisa membujuk Tatia buat makan. "
"Oke. "
Tante Rogo mengambil HP dan call si Lio. Dari seberang terdengar jawaban.
"Hallo tante. Ada apa? "
"Tatia, gimana? bisa nggak? "
"Bisa tante. Itu mah masalah kecil. Lest go kesana. "
Si Lio pun nonggol di rumah tante Rogo.
"Mana Tatianya tante? Aku coba bujuk dulu ya".
"Harus berhasil Li, "sahut Lala.
"Dia kamarnya, tante tunggu disini ya, bisa atau nggaknya kamu".
"So pasti. Tunggu ya tante dan Lala. "
Cowok itu masuk ke kamar Tatia. Rupanya Tatia sudah tertidur nyenyak. Lio mencoba untuk membangunkanya.
"Ta, bangun kamu harus makan dulu ya. "
Tapi tidak ada reaksi sedikitpun, tanda-tanda Tatia akan bangun.
"Ta, aku boleh jujurkan sekarang. Aku begitu sayang sama kamu. Asal kamu cinta yang kamu miliki tidak bertepuk sebelah tangan. Dulunya memang aku tidak mencintai kamu. Sekarang aku sudah nerima karmanya."spontan Lio menggenggam erat Tatia sedang tertidur.
Tatia terbangun dia merasakan tangannya di genggam erat oleh seseorang dan orang itu duduk di sampingnya.
"Li, kamu ngapain di kamar aku? Jangan macam-macam ya. Pergi kamu! "kata Tatia langsung marah.
"Ta, kamu jangan salah paham dulu. Aku nggak sejahat itu. Aku di suruh Tante Rogo, buat bujuk kamu biar kamu mau makan. "jelas cowok itu.
"Benaran ya. Awas kalau kamu macam-macam sampai menghilangkan ke**c*nku. "
"Tatia, buat apa aku men*d*i kamu. Yang jelas saja aku cinta sama kamu. Dan cinta kita sudah saling terbalas sekarang. "
"Terimakasih Li. Kita jadian juga akhirnya."
"Ya ta, kamu mau makan ya? "
"Mau. Asal kamu yang suapin. heheh... "
"Buat pacar tersayang apa yang nggak. Karena Lio akan selalu ada buat Tatia. "
Malam romantis bagi sepasang kekasih itu, yang baru saja jadian.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Pulang sekolah, Regit mengantar Lea pulang kerumahnya. Lea jadi senang di buatnya.
"Git, terimakasih dah antar Lea sampai rumah. Begitu baiknya kamu ke aku. Aku berharap kita lebih dari sekedar teman mulai dari sekarang ya! "kata Lea ternyata mengutarakan Isi hati yang selama ini dia pendam.
"Sorry, le. Soal perasaan kamu. Aku rasa kita hanya bisa berteman aja. Karena aku selama ini tidak ada rasa ke kamu, lebih tepatnya tidak mencintaimu. Karena kamu bukan terkategori tipe aku. Aku senang jalan sama kamu selama ini. Karena kamu sangat baik selalu traktir aku. Dan soal siapa yang aku cintai sudah ada pada cewek lain. Bukan kamu orangnya. "
"Regit. Jadi, perhatian kamu selama ini ke aku cuma modus. Kamu jahat mau moroti uangku saja. Dasar cowok matrek, "kesal Lea dan sekarang sungguh menyesal.
"sudah tau kan sekarang. kamu terlalu bodohnya Lea. Aku sudah taken, pacar aku Lala sepupu Tatia temannya kamu. Bye bye.. "
Regit pergi dengan mobilnya dan berlalu.
Lea masuk ke kamarnya sekarang semua pikirannya gelap. Dan tiba rasa penyesalan kenapa dia setelah putus dari Adrian harus dimanfaatkan oleh Regit. Cowok yang berharap jadi orang spesialnya sebelum dia benar-benar akan pergi dari dunia ini.
Menurut hasil pemeriksaan kemaren dari dokter umurnya tinggal menghitung hari lagi.Karena Leukimia semakin akut udah memasuki stadium akhir.
Lea pingsan tak sadarkan diri lagi. Ayah dan Bundanya baru saja pulang kerja. Dia melihat Lea tergeletak di lantai kamarnya.
"Lea bangun. Kami sudah pulang nak,!pingsan. Bagaimana ini?
Kita bawa ke Rs sekarang. "kata Ayah kemudian.
Lea pun dibawa ke Rs yang dimaksud.
Di Rs yang sama Adrian terbaing tak berdaya di kamar pasien. Lala datang menjenguk Adrian. Cowok t*l*l yang di manfaatinnya itu.
"Adrian, gimana kesehatannya? Udah mendingankan? "tanya Lala pura-pura baik.
"Baik. Lala kita jadian ya. Aku mencintaimu dari lubuk hatiku ini. "jujur Adrian pada cewek itu.
"Kamu bilang apa barusan? Cinta? Makan itu cinta dasar cowok t*l*l.Aku tidak pernah cinta ke kamu. Cinta kita bertepuk sebelah tangan sekarang. Dulu aku memang menginginkan kamu, tapi sekarang nggak lagi. Aku sudah punya pacar. Kamu kenalkan adik kelas itu, namanya Regit. Dan dia adalah pacar aku. "kata Lala tertawa sengit.
"Lala, dasar cewek jahat. Tukang modus.Kembalikan uang aku yang kamu pinjam itu sekarang. Aku nggak mau kenal kamu lagi. "
"Uang itu sudah habis lah. Buat senang-senang. "balas nya dengan ucapan santai.
"Apa senang-senang? Jadi, uang itu bukan buat Kakek nenek kamu? Kembalikan uangnya, dasar cewek matrek".
Adrian sangat emosi sekarang karena sudah di tipu cewek itu. Hampir saja tangan nya mau menampar Lala.
"Tampar sekarang kalau berani. Jangan sok jago. Penyakitan anemia, yang bentar lagi mau mati. Liang lahat sudah menunggu di sana. "
Tanpa menunggu jawaban dari Si cowok Lala pun pergi dari Rs itu dengan senyuman membahana bulusnya.
Tak lama Adrian pun tak sadarkan diri lagi.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Pagi hari ini, Lea telah siuman dari Rs. Dikamar pasien dia melihat orangtuanya, Nabila, Tatia, Bani dan Lio. Menunggunya dengan setia.
"Le, alhamdulillah kamu bangun juga nak.Dengan kondisi kamu yang kemaren sangat mengkhwatirkan,"kata kedua orangtuanya.
"Cepat sembuh Le. "kata Nabila dan Bani.
"kami maunya kamu sehat kembali Le",tambah Tatia dan Lio.
"Ayah bunda, terimakasih selama ini. Sudah sayang sama Lea. Maafkan semua salah anak mu ini ya! "
"Dan buat semua teman-temanku. Terimakasih kalian semua sudah mau mengenalku dan berteman baik dengan diriku. Maafkan kalau ada salah ku sama kalian semua. ayah, bunda, Nabila, Tatia, Bani dan Lio. Maafkan Lea ya. Sekarang Lea Harus pergi bersama bidadari di surga sana. Mereka sudah menunggu Lea. Izinkan Lea pergi ya, mungkin Lea tidak akan pulang lagi. Dan ntuk selama-lamanya. Sebagai permintaan terakhir Lea.Bila sampaikan ke kakak kamu ya, Lea minta maaf karena terpaksa meninggalkan nya. "
Selesai ngucapkan kata-kata itu. Lea kini telah menutup mata untuk selama-lamanya.
"Leaa, jangan pergi. Tinggalkan kami. "teriak teman-temannya histeris karena mereka benar-benar tidak percaya kalau Lea akan pergi secepat ini. Tanggisan tak terbendung ,demikian juga bagi kedua orang tuanya.
"Innalillahiwainnalilahi rojiun. Anak bapak dan ibu sudah berpulang ke ramatullah."kata Dokter memberitahu mereka semua.
Selang berapa jam, di ruang pasien lain. Adrian telah siuman .
"Adrian kamu bangun juga nak.cepat sembuh ya,"kata papa dan mamanya.
"Ad, Lea sudah pergi. Dia menyampaikan pesan terakhirnya kepadaku. Kamu Harus sembuh ya. "
"Lea pergi? Pergi kemana dia bila? "Lea.. "teriak Adrian memanggil nama cewek itu.
"Tenang Nak, Lea selama ini menyembunyikan penyakitnya dari kamu. Dan dia benar sudah pergi nak. Maafkan semua salah Lea ya nak".
"Bila yakin. Kak Adrian pasti sembuh kan. Cepat sembuh ya".kata Nabila memberi semangat.
Adrian terdiam tanpa jawaban dari bibir pucatnya itu. Matanya sayu, pandangan nya jauh kedepan.
Semuanya hening dan membisu.
"Mama, papa, Bila. Adrian minta maaf ya atas kesalahan Adrian selama ini. Umur Adrian tidak akan lama lagi. Semua kesalahan Lea sudah Adrian maafkan. Saatnya Adrian harus nyusul Lea ke surga sana. Walaupun di dunia kami tidak bisa bersatu. Semoga di surga kami bisa bersama selamanya. Dan permintaan terakhir Adrian ke papa mama kali ini.Tolong makamkan Adrian di samping makam Lea ya. Agar kami selalu berdekatan. "
Selesai sudah ucapan cowok itu. Dan dia benar-benar sudah pergi menyusul Lea ke alam yang sama.
Kedua orang tua dan adiknya begitu sedih karena di tinggalkan Adrian untuk selama-lamanya.
Siang itu juga jenazah Adrian dan Lea di kebumikan di TPU setempat berdekatan oleh keluarga mereka. Dua anak manusia yang saling mencintai itu memiliki nasib yang sama di takdirkan Tuhan. Semua orang yang kenal sama mereka merasa begitu kehilangan sosok Adrian dan Lea, terlebih lagi keluarga mereka.
Demikian pula Nabila sudah kehilangan kakak ditambah pula kehilangan teman baiknya.
Dan di Hari itu juga Tante Rogo, Lala dan Regit ditangkap polisi karena tersangka buronan pengelapan Nar**b* dan pencurian uang di bank.
Beserta para tamu di b*r yang diobrak-obrik polisi,tertangkap b*sa* juga.
♡♡