Aliya anak yang masih duduk di sekolah dasar kelas 5, namun karna dia memiliki tubuh berisi memiliki paras cantik dan putih, sehingga seseorang tega merampas kesuciannya sebelum waktunya, sehingga membuatnya hilang harapan untuk hidup.
Pagi ini Aliya ingin pergi bermain ke pantai karna hari ini hari libur sekolah, jadi Aliya dan juga keluarganya sepakat untuk pergi ke pantai.
Saat di pantai Aliya bukanya mandi tapi hanya termenung saja di pinggir pantai.
"Kenapa dengan Aliya, dia tampak tidak semangat bahkan terlihat pucat, apa dia sedang sakit," gumam ibu Ros saat sedang memperhatikan Aliya dari kajauhan.
Ibu Ros merupakan Ibu nya Aliya, dia wanita yang memiliki bobot tubuh yang cukup besar, namun karna dia orang nya tinggi sehingga tidak terlihat gemuk.
"Aliya, kamu kenapa nak?" tanya ibu Ros saat mendekat dan menepuk pundak Anaknya.
"Tidak ada apa apa ma, Aliya hanya tidak enak badan saja," ucap Aliya pada ibu Ros.
"Ya sudah tidak apa apa, jadi Kamu tidak ingin mandi hari ini?" tanya ibu Ros lagi.
Ibu Ros ingin memastikan apa mungkin hanya karna kurang enak badan Aliya tidak ingin mandi laut, padahal biasanya dia sangat suka dengan namanya air laut.
"Baik Ma, Aliya mandi sekarang," ucap Aliya yang pergi menyeburkan dirinya ke dalam laut.
"Gitu dong, itu baru anak mama," ucap ibu Ros setelah Aliya cebur ke laut.
"Awwww!" teriak Aliya.
Saat sedang asik mandi tiba tiba Aliya berteriak.
"Kenapa Aliya, ada apa?" tanya Ibu Ros panik, dan semua anggota keluarga mendekat ke arah Aliya yang berteriak.
"Mama sakit," ucap Aliya kesakitan.
"Kenapa sayang, apanya yang sakit?" tanya Ibu Ros panik.
"Mama sakit!" teriak aliya, bukan dia menjawab pertanyaan ibu nya, aliya malah teriak teriak kesakitan.
Karna ibu nya sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi, jadi Aliya di bawa kerumah sakit terdekat, sesampainya di rumah sakit, aliya langsung di bawa keruang UGD karna hari minggu tutup hanya ruang UGD yang 24 jam buka,
Setelah aliya di masukkan kedalam ruangan, di sana dia di periksa.
Awalnya dia tidak mengatakan apa apa pada Dokter, namun setelah Dokter memberikan penjelasan, Aliya pun berbicara yang sebenarnya.
Setelah semua selesai di periksa Dokter pun menemui ibu Ros.
"Bagaimana Dok, kondisi anak saya?" tanya Ibu Ros cemas.
"Maaf sebelumnya bu, walaupun sebenarnya saya tidak ingin mengatakan, tapi saya di haruskan untuk menyampaikan berita buruk ini," jelas ibu Dokter.
"Tolong Dokter katakan yang sebenarnya, saya harus mengetahui apapun yang terjadi pada anak saya Dok," ucap Ibu Ros.
"Anak ibu sudah di leceh kan dengan cara tidak manusiawi," ucap Ibu Dokter membuat ibu ros menangis histeris.
Tak bisa di jelaskan, bagaimana hati seorang ibu mendengarkan anaknya di lecehkan, sungguh hancur.
"Apa! Apakah bu dokter yakin dengan apa yang ibu dokter katakan?" tanya Ibu Ros, hancur hatinya.
"Iya bu, saya sudah memeriksanya, bagian intimnya sedikit robek, ini sungguh di luar nalar bu," jelas bu dokter.
"Ya allah, kenapa bisa begitu, apa yang sebenarnya terjadi pada anak gadis kecilku itu," ucap Ibu Ros dalam keadaan bersedih.
"Sabar bu, sekarang ibu jangan dulu tanya apa apa pada nya, setelah dia merasa tenang baru ibu menayakan perihal itu," jelas Bu Dokter.
"Iya dok, terima kasih atas sarannya," ucap Ibu Ros.
"Ya allah apa salah ku, kenapa anak ku harus mengalami nasib buruk seperti itu, hukum saja aku, jangan kau hukum malaikat kecilku, dia tidak sanggup menerima kenyataan ini, apalagi masa depan nya masih sangat panjang," ibu Ros tidak bisa berdiam diri dia bahkan menyalahkan dirinya sendiri.
"Entah siapa orang yang tega melakukan itu pada anak kecilku, walaupun umurnya sudah memasuki 11 tahun, dia masih kecil bagi ku, dia tetap bayi kecilku," gumam ibu Ros ,dalam keadaan terluka.
Bagaimana tidak anak satu satu nya bernasib buruk dan yang lebih parah lagi dia harus menanggung sendiri masalah ini, karna suaminya sudah lama meninggal.
"Aku sungguh tidak menyangka hal buruk itu menimpa anak ku," batin ibu Ros.
Ibu Ros pun membawa pulang Aliya ke rumah, sebagai sigle parent dia harus bisa kuat berdiri sendiri saat sesuatu masalah terjadi tanpa melibatkan orang lain.
"Aliya coba jujur sama mama nak, apa yang sebenarnya terjadi, siapa orang yang telah melecehkanmu?" Ucap Ibu Ros.
"Mama bicara apa sih, aliya tidak mengerti arah membicaraan mama," ucap aliya.
Mungkin aliya terlalu kecil untuk mencerna kata kata ibu nya, bahkan dia pikir itu masalah biasa.
"Ya Allah bagaimana cara aku memberitahu nya, jika dia sudah di lecehkan," gumam ibu Ros sendiri.
Di sisi lain, kasus ini sudah menyebar luas di luar sana, cepat sekali berita aib seseorang menyebar, mungkin bukan cuma di sini, tapi di daerah lain pun sama.
"Patut jika Aliya di lecehkan, kan ibu ibu tau sendiri jika anak itu sering memakai baju terbuka padahal tubuhnya itu sudah seperti anak gadis saja," ucap Irma salah satu ibu yang sedang membeli sayur di akang sayur.
"Iya Buk irma, saya aja sebagai seorang wanita malu jika melihat tubuh nya si Aliya itu, apalagi kalau laki laki yang melihatnya udah pasti suka," ucap buk Ayu.
Tampa mereka tau bahwa ibu Ros mendengarkan semua ucapan mereka. Dan dia pun meninggalkan tempat itu tanpa membeli apa pun untuk makan siangnya.
"Emang ini semua salahku, aku yang menyuruh Aliya untuk berpenampilan terbuka, karna aku ingin anak ku terlihat cantik, namun aku tidak tau akibatnya akan seperti ini," gumam ibu Ros sendiri saat sampai di kamarnya.
Lalu ibu ros memutuskan untuk bertemu dengan aliya yang sejak dari tadi pagi hanya diam diri di dalam kamarnya.
"Nak, bolehkah ibu masuk," ucap ibu ros.
"Silahkan bu," ucap ibu ros.
Ibu ros sulit untuk menayakan pada anak usia aliya, karna dia belum bisa sepenuhnya mengerti tentang apa yang sedang terjadi padanya.
"Boleh ibu bertanya nak?" tanya bu ros.
" Boleh bu," ucap aliya.
"Kemarin kamu ada bermain dengan siapa saja nak?" tanya bu ros.
"Sama rina, putri, dan dewi bu," ucap aliya.
"lain nak?" tanya ibunya lagi.
"Tidak ada bu," ucap aliya.
"Aliya, apa kamu ada ketempat lain kemarin, ke rumah siapa gitu?" tanya bu ros.
"Ada bu," ucap aliya.
" Tempat siapa nak?" tanya bu ros.
"Rumah nya Om Ihsan bu," ucap aliya.
"Apa yang Om ihsan katakan, atau yang di lakukan om ihsan nak?"
"Om Ihsan memberikan aku uang bu, tapi aku harus melakukan sesuatu pada nya," ucap Aliya.
"Apa yang Om Ihsan lakukan Nak?" tanya bu ros mulai curiga.
"Om Ihsan meminta aku memijitnya, lalu_," ucap aliya, namun aliya tiba tiba berhenti berkata.
"Lalu apa Nak?" tanya ibu ris mulai cemas.
"Ibu,, Om Ihsan memegang anu aliya sakit rasanya bu," ucap aliya menangis sambil memeluk ibu Ros.
"Tenang sayang, semua akan baik baik saja, ini semua salah ibu nak," ucap bu ros.
"Ibu, aliya tidak mau lagi ke rumahnya dewi, aliya takut sama Om Ihsan," ucap aliya ketakutan.
"Ya sudah aliya sekarang istirahat ya, ibu ada sedikit urusan," ucap bu ros.
"Iya bu," jawab aliya.
Setelah mencium keningnya aliya, bu ros bergegas pergi meninggalkan aliya sendiri di kamarnya, bu ros pergi keluar menemui pak Ihsan yang tidak jauh dari rumahnya, hanya berjarak beberapa kilometer saja.
"Bajingan keluar kau!" teriak bu ros penuh dengan amarah.
"Ada apa sih ribut ribut di depan rumah orang," ucap bu nini yang merupakan istri pak Ihsan.
"Mana suami mu, apakah kamu tidak becus menjaganya heh!" teriak bu ros.
"Maksudnya apa, kenapa dengan suami saya bu ros?" tanya bu nini.
"Tanya kan itu sama suami mu, mana dia?" tanya bu ros lagi.
Tiba tiba pak ihsan keluar dengan celana selutut dan baju salang.
"Ada apa bu ros marah marah," ucap pak ihsan.
"Jangan pura pura tidak tau ihsan, aku sudah tau semua nya, kamu yang sudah melecehkan anak ku," ucap bu ros sambil berkacak pinggang.
"Apa maksud ucapan bu ros?" tanya bu nini.
"Kenapa diam kau, jawab pertayaan istrimu itu, jika kau ingin, aku siap melayani mu, tapi jangan anak ku yang kau nodai, dia masih kecil masih belum tau apa apa! Teriak bu ros.
"Mas, jawab apa yang sebenarnya terjadi?" tanya bu nini.
"Maafkan mas, Mas khilaf ni, mas jujur mas hanya bermain main saja tidak lebih dari itu," ucap pak ihsan.
"Apa kau bilang main main, hey anak ku sekarang sudah hancur masa depan nya, dan kamu masih menganggap itu main main, dasar bajing*n!" teriak bu ros seraya menarik baju nya pak ihsan dan membawanya ke balai desa.
"Maafkan saya bu, saya khilaf, tolong kita bicara baik baik," ucap pak ihsan.
"Bu tolong kita bicarakan baik baik, jangan di bawa masalah ini ke balai desa, mau di tarok di mana wajah kami bu," ucap bu nini. Sambil memohon pada bu ros.
"Kalian egois, di sini yang paling malu itu aku dan anak ku, masa depannya hancur, tidak kah kalian pikir bagaimana nasib anak ku, siapa yang akan menikahinya bila semua orang tau," ucap bu ros yang masih menarik baju pak ihsan.
Saat di jalan semua orang melihat kejadian ini, semua mendukung bu ros, tentang keadilan bagi anaknya.
Sesampainya di balai desa, di sana sudah ada kepala desa dan aparatur desa lain nya.
"Ini orang yang telah melecehkan anak saya, berilah keadilan bagi anak saya pak," ucap Pak kepala desa.
"Baik bu, silahkan duduk," ucap pak desa.
"Apa benar, kamu yang telah melecehkan anaknya ibu ros?" tanya pak desa.
"Iya pak, saya khilaf," ucap pak ihsan.
"Kenapa pak, bukankah bapak ini orang yang tau agama, kenapa pak ihsan bisa serendah ini?" tanya pak desa.
"Saya khilaf, saya tertarik dengan aliya pak, aliya selalu memakai pangan terbuka, bahkan saya pernah melihat dia hanya memakai sinlet dan sempak saja," ucap Pak ihsan.
"Bu ros dengar kan, itu kewajiban ibu untuk mengajari anak berpakaian lebih sopan, supaya tidak mengundang kejahatan, tapi pak ihsan tetap salah," ucap pak desa.
"Iya pak desa, saya minta maaf, ini mungkin kesalahan saya juga," ucap bu ros.
"Maaf pak desa, saya janji tidak akan mengulanginya," ucap pak ihsan.
"Iya Pak Ihsan tapi pak ihsan harus menjalani hukuman," ucap pak desa.
Akhirnya pak ihsan sudah mendapatkan hukuman atas perbuatannya, dan kini dia sudah di tahan di penjara, dengan jangka waktu 15 tahun lamanya.
Dan ibu ros memutuskan untuk membawa aliya ke pesantren, supaya hal ini tidak terulang lagi, dan dia bisa mendalami agama, selain itu di sana dia lebih tenang dan pastinya tidak ada yang tau tetang aibnya itu.
****
10 tahun kemudian......
Bu ros sangat bahagia dengan acara pernikahan aliya anak nya, walaupun aliya punya masa lalu yang buruk tapi hendra tetap ingin menikahinya, sebelum hendra menikahinya, ibu ros memberitau tentang semua masa lalu nya, supaya tidak ada hal yang tidak di ingin kan terjadi di masa depan ,ternyata hendra menerima semua kekurangan dan masa lalu nya, hingga mereka hidup bahagia.
Dan akhirnya mereka di karuniai seorang anak laki laki yang tampan, menambahkan kebahagiaan mereka.
Tamat.
Pesan" jangan pernah takut menghadapi masalah pada diri, karna seiring waktu semua bisa kita lewati, yang penting tetap semangat.
Ini kisah nyata seseorang.....
Love u......