Daratan Ambrosia, pada tahun 100 kalender bintang, bagian tengah perbatasan antara tiga benua.
Dunia damai yang sangat damai dengan berbagai ras yang tersebar di seluruh penjuru dunia tersebut, yang terdiri dari ras manusia, elf, naga beast, malaikat dan iblis Namun,
Selang beberapa ratus tahun era kekacauan mulai terjadi karena perbedaan pendapat antara penduduk di dunia tersebut.
Seluruh Ras tiba-tiba mendeklarasikan perang terhadap ras iblis.
Seluruh wilayah kekuasaan Ras iblis telah menjadi medan pertempuran dan seluruh penduduk iblis non militer di ungsikan ruang bawah tanah di kastil Ratu iblis.
Wilayah yang dulu dipenuhi dengan berbagai jenis tumbuhan dan bunga, kini menjadi lautan darah yang mewarnai rumput menjadi merah.
Langit malam tiada berbintang juga diwarnai cahaya sihir yang di lontarkan oleh masing masing pihak hingga membuat suasana malam yang harusnya damai menjadi menegang.
Ledakan sihir terjadi diberbagai tempat yang diciptakan oleh para Elf dan iblis, bentrokan antara pedang dan cakar tentara iblis dan Ras Beast, serta peperangan udara antara tentara iblis dan Naga.
Sementara itu para Ras Malaikat mensupport dari belakang dengan menambah kekuatan menggunakan sihir cahaya, dan para manusia dengan tekhnologi seperti pedang, zirah dan alat sihir lainnya untuk mempebekali Ran lainnya yang berperang di medan pertempuran.
Seluruh ras bergabung dan membentuk strategy untuk bisa mengimbangi kekuatan dari Ras iblis yang terbilang sangat kuat. Disisi lain Ras Naga yang berada satu tingkat dengan Ras iblis di tugaskan untuk menghadang para petinggi iblis.
Alasanya mengapa seluruh Ras bergabung untuk memusnahkan Ras Iblis hanyalah satu.
Karena Ras Iblis sudah terlalu kuat dan telah di cap sudah membalikan keseimbang di dunia ini.
Ratu Iblis yang sangat anggun dengan duduk di atas singgasana berwarna obsidian sedang memperhatikan medan pertempuran tersebut, dia memiliki wajah elegan dengan gaun yang indah sedang duduk sembari meminum secangkir teh di ruangannya.
Pada saat dia tiba-tiba menerima surat deklarasi perang dari semua ras hampir pada waktu bersamaan, dia mengerutkan keningnya dan mencoba untuk memahami maksud dari deklarasi perang tersebut.
Awalnya dia ingin menolak gagasan perang itu mengingat perdamaian yang telah ada sejak tahun 1 kalender bintang, tapi seluruh Ras yang telah mempersiapkan pasukan dengan jumlah besar sudah mengarahkan bilah pedangmya menuju wilayah kekuasaannya.
Tempat yang dulunya dikenal sebagai tempat yang sangat makmur kini telah menjadi tanah tandus dan banyak sekali radioaktif yang tercemar di udara akibat bom nuklir yang di lancarkan oleh para manusia sebagai deklarasi perang awal.
Setelah melihat banyak sekali penduduk iblis yang telah meninggal karnanya, mau tidak mau dia harus melawan balik mereka dengan kekuatan dari Ras iblis itu sendiri.
Mereka memerangi para Ras iblis tersebut sebagai tanda awal demi kedamaian dunia dengan keseimbangan yang setara satu sama lain
20 tahun kemudian...
Dua puluh tahun telah berlalu sejak deklarasi perang itu dikirim, dan perang panjang serta tragis yang dinantikan telah lama dimulai.
Semua ras mengerahkan petarung terbaik mereka ke dalam perang suci, dan mereka kini telah berhasil menekan para Tentara Ras Iblis hingga tepat didepan pintu kastil Ratu iblis tersebut.
Kastil Ratu Iblis di kelilingi oleh jurang tanpa dasar dan sangat sulit di lewati oleh para penjajah, bahkan terbang di atasnya pun mustahil karna jurang itu memiliki daya gravitasi yang sangat kuat.
Beberapa kali Ras manusia meluncurkan serangan nuklir dengan kekuatan dan kecepatan meluncur yang sangat cepat. Tapi peluru nuklir itu langsung terjatuh kedasar jurang tersebut dan tidak ada terdengar dampak dari ledadaknya.
Yang bisa di artikan.
'Siapapun yang melewati tempat itu tanpa izin maka akan mati...'
Dan para Ras yang telah membuat tenda di sisi lain jurang tersebut terus di bombardir oleh sihir yang di lancarkan oleh para tentara Iblis dari sisi kastil.
Perang buntu dan tidak bisa bergerak di kedua pihak.
Karna para Ras iblis memang tidak perlu untuk makan atau minum, mereka tidak terlihat kesulitan tentang hal kejadian ini.
Tapi di suatu hari, ada 4 orang yang telah diberikan gelar pahlawan dari dewa tententu berhasil melewati jurang tersebut.
4 orang dengan ras yang berbeda beda sedang berlari masuk ke dalam kastil Ratu Iblis bersama beberapa orang dari ras lain yang juga berlari di belakangnya.
"Satu langkah lagi bagi kita untuk bisa mengakhiri peperang ini."
Salah satu dari mereka yang bertelinga panjang menyemagati seluruh rekannya sembari berlari menuju ketempat Ratu Iblis yang berada di dalam kastil.
Rekannya mengangguk setuju pada apa yang di katakan wanita elf itu.
Dalam perjalanannya untuk sampai ke tempat pemimpin ras iblis, mereka dihadang oleh ratusan iblis yang tampak siap untuk mati.
Itu wajar, karena mereka melindungi pemimpin mereka dari bahaya yang datang mendekatinya.
Namun, tiba-tiba...
"Pergi dari sini, makhluk rendahan! Jangan ganggu istirahat Yang Mulia Ratu Iblis!"
Seorang iblis dengan satu tanduk patah berteriak kepada mereka kerempat sembari menggengam sabit besar di tangannya.
"Sabit itu adalah...!"
Wanita Elf itu berteriak setelah melihat sabit besar yang di gengam oleh Iblis tersebut.
"Salah satu petinggi Raja iblia yang memegang senjara sabit besar hanyalah dia."
Ucapan Wanita Elf itu di di lanjutkan oleh salah satu temannya yang memiliki ekor bersisik di belakang tubuhnya.
"Stein Helldion ya."
Lelaki dengan kepala srigala menyebutkan nama petinggi iblis tersebut sembari menyiapkan ketiga cakarnya, siap untuk menyerang petinggi Ras Iblis tersebut.
Keheningan sesaat jatuh ditempat itu.
Namun, keheningan itu langsung pecah saat salah satu dari kelompok yang mereka melompat maju sendiri dan menyerang iblis tersebut.
"Apa yang kamu sombongkan saat menyerang kami sendirian!?"
Wanita dari ras naga berteriak sembari melakukan gerakan tendangan langsung menukik kearah petinggi iblis tersebut.
"Aku sendiri sudah cukup untuk mengalahkanmu!"
Bum...!!!
Kepulan debu mulai tercemar di udara setelah tendangan wanita dari Ras naga tersebut mengenai telak petinggi iblis di hadapannya.
"Berhasil?."
"Sayang sekali."
"Apa?!"
Wanita Ras Nag itu terkejut saat tendangannya di tahan hanya dengan satu lengan saja oleh petinggi iblis tersebut.
"Sekarang giliranku ya."
Petinggi iblis itu mulai mengerakan sabitnya di lengan yang lain untuk menebas Wanita naga tersebut, namun
Tring...
Sabirnya berhasil di tahan oleh satu satunya manusia di tempat itu.
"Nia mundurlah..."
Lelaki dengan pedang suci Pahlawannya menahan sabit tersebut dan memberikan moment untuk wanita dari ras naga tersebut mundur.
"Minggir..."
Iblis tersebut dengan marah melakukan eerangan berutung kearah lelaki tersebut dengan sangat cepat.
Lelaki itu mengimbanginya dengan keterampilan berpedangnya hingga membuat banyak sekali suara dentingan di lokasi tersebut.
Semua orang bisa merasakan tekanan kuat yang terpancar dari setiap bentrokan pedang tersebut.
Laki laki dengan wajah srigala hendak maju untuk membatu tapi dia di hentikan oleh laki laki manusia itu.
"Jangan datang kesini... Kau bisa mati..."
Laki laki ras Beast tersebut berlari diam di tempat setelah mendengar peringatan dari rekannya yang sedang bertarung dihadapannya.
"Kenapa pahlawan yo... Apakah kekuatanmu itu cuma segini saja?"
Iblis itu mengejek lelaki manusia tersebut dan mencoba untuk memprovokasinya, lelaki itu tidak memperdulikan provokasi itu tapi temannya tidak bisa menahan emosinya.
"Beraninya kau berkata seperti itu kepada Pahlawan Emile, rasakan ini!!!"
<>
"Hentikan..."
Peringatan laki laki itu Telambat beberapa detik, dan cahaya sihir berwarna putih yang menyerupai petir menyambar kearah iblis tersebut.
Iblis tersebut tidak melakukan gerakan apa apa dan hanya meladeni serangan dari Pahlawan Emile tersebut.
Setelah cahaya itu mendekati sang iblis dia menjulurkan lengannya untuk menerima serangan sihir tersebut.
<>
Sihir itu membentuk sesuatu seperti penghalang dan mulai berbalik kearah gadis elf yang melontarkannya barusan, dengan kekuatan 10 kali lipat.
"Shelaa..."
Pahlawan Emile melompat mundur dan berlari kearah Gadis Elf tersebut, namun pada saat terakhir punggung Emile tertebas oleh sabit besar sang iblis.
Tidak hanya itu dia juga terkena serangan sihir cahaya yang telah di balikan oleh iblis itu dengan kekuatan 10 kali lipat.
Duarr.....
"""Emile...!"""
Tubuh Pahlawan Emile jatuh takberdaya ke lantai, dan rekan rekanmya memanggil dirinya dengan nada khawatir serta segera menghampirinya
Satu kesalahan saja bisa berdampak fatal bagi mereka jika menghadapi para petinggi iblis dengan ceroboh.
"Ck, kalian bawalah Emile untuk mundur... Aku akan menahan iblis itu dengan seluruh kekuatanku."
Laki laki dengan wajah srigala memperpanjang cakarnya dan di ounggungnya memunculkan api merah yang menyala di setiap tulang punggungnya.
Semua orang terpesona saat melihat kekuatan yang dimiliki Beast legsndaris itu, tapi mereka juga sedikit keberatan dengan perkataannya.
"Tuan Wolfer, kita tidak bisa meninggalkan mu sendiri ditempat seperti ini."
"Itu benar, jika kita menyatukan kekuatan. Mungkin kita bisa mengalahkannya."
Gadis Ras Naga berkata demikian dan dilanjutkan oleh gadis elf di sampingnya, namun lelaki srigala benama Wolfer itu mengerti.
Bahkan dengan gabungan kekuatan mereka bertiga, itu semua masih belum mampu untuk menghadapi sang iblis itu.
"Tenagkanlah pikiran kalian... Iblis ini sangatlah kuat, jadi aku tidak bisa menahannya terlalu lama. Aku berjanji kepada kalian kalau aku akan kembali setelhah 10, tidak lima menit menit mungkin. Prioritas kita sekarang hanyalah menyelamatkan Pahlawan Emile."
Dengan sikap gagah beraninya, Wolfer berbicara seperti itu tanpa melihat kearah kedua wanita tersebut.
"Tapi..."
Gadis naga itu menolak gsgasan tersebut dengan hendak menghampiri di Wolfer, tapi perkataan Wolfer selanjutnya membuat gadis naga tersebut terdiam.
"Nia... Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tentangku tapi."
Ucapannya terhenti dan dia menarik nafas untuk melanjutkan ucapanya kembali.
"Aku hanya tidak ingin wanita yang aku sayangi mati di hadapanku."
"W-Wolfer..."
Gadis ras naga tersebut meneteskan airmatanya dan jatuh dengan kedua lututnya kelantai. Dia menangis tersedu sedu setelah mendengar kata kata yang di penuhi oleh tekad seorang pria dari ucapan Wolfer.
"Nia!!!"
Wolfer membentak Gadis Naga tersebut untuk segera melarikan diri dari tempat itu.
"Maafkan aku Wolfer, dan baik lah. Aku akan menerima tekadmu itu."
Nia berdiri dan mengucapkan itu sembari mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
"Shela, kita harus cepat pergi dari sini..."
"Kak Nia, tapi bagaimana dengan Kak Wolfer?"
"Wolfer, aku akan menunggu dan membuatkanmu jalan untuk kembali. Jadi jangan sampai kamu mati di tempat seperti ini."
Nia berbalik dan berkata kepada kearah Wolfer, Wolfer hanya mengaum sebagai tanggapan kalau dia mengerti.
"Apakah kau sudah selesai mengucapkan kata kata terakhir?"
Iblis itu sedikit tersenyum setela mendengar percakapan mereka bertiga.
Segera setelah itu ketiganya pergi dari lokasi tersebut dan meninggalkan Wolfer yang bertindak sebagai tameng hidup untuk memberikan waktu kepada mereka bertiga.
Lina menit setelah Wolfer di tinggalkan, dia telah menjadi potongan daging kecil kecil dan menyisakan kepalanya saja.
Iblis tersebut juga kehilangan lengan kirinya dan kini kedua tanduknya telah patah, dia pingsan di tempat tersebut.
Scene beralih kepada Nia dan Shella yang sedang membopong Pahlawan Emile untuk keluar dari kastil tersebut.
Nia masih saja terus meneteskan air matanya karna dia mengerti, kalau Wolfer telah meninggal dunia karna dia sudah tidak bisa merasakan hawa kehidupanya lagi.
Di perjalanan mereka yang menuju kearah luar kastil, mereka di hadang oleh kedua pentinggi iblis yang lain. Dan setelah itu mengalami nasib yang sama seperti Wolfer.
Setelah seluruh rekan Pahlawan Emile terbunuh, para petinggi iblis membiarkan pahlawan Emile yang masih pingsan tanpa menyentuhnya.
Mereka telah di instruksikan oleh pemimpin mereka untuk menyerang grup Pahlawan, namun di larangan untuk menyentuh Pahlawan Emile.
Mereka segera melaporkan pencapaian mereka kepada sang Ratu iblis, dan di perintahkan untuk membawa pahlawan Emile ke ruang tahta.
Setelah beberapa jam berlalu, Pahlawan Emile terbangun dari pingsannya.
Pandangan di hadapannya adalah suatu tempat yang sangat megah namun cukup menyeramkan karna tempat tersebut memiliki interios yang sangat menakutkan bagi siapapun.
"Kau sudah terbangun...?"
Dia melihat kehadapannya dan mendapati seorang wanita yang sangat cantik dengan wajah seperti boneka dengan rambut putih bermata merah terang.
Tapi Pahlawan Emile mengerti kalau wanita tersebut bukan lah manusia dengan melihat kedua tandung dan keempat sayap di yang menempel 2 punggung dekat bahu dan di pinggang dekat dengan bokong.
Keheningan dengan cepat jatuh saat keduanya hanya saling bertatap mata tanpa berkata-kata.
Suasana yang menjadi sunyi menambah kecanggungan yang tidak perlu dan membuat mereka terdiam.
Gadis cantik dengan dua tanduk, yang menyandang gelar Ratu Iblis tiba-tiba angkat bicara sambil mengerakan lenganya tanda sebagai kesepatan.
"Bagaimana jika kita hentikan saja pertarungan yang sia-sia sekarang ini, pahlawan Emile?"
"Apa!?"
Emile terkejut dengan apa yang baru saja di katakan Ratu Iblis.
Dia tidak berpikir jika saat ini dia akan mendengar Ratu Iblis dengan kekuatan yang hebat sepertinya akan mengatakan sesuatu yang aneh seperti itu.
Pahlawan Emile tersebut mengerutkan keningnya dan menanyakan tujuan dari Ratu Iblis. Apa maksud dari perkataan yang dia katakan itu sambil menyeka keringat di keningnya.
"Ratu Iblis Luna Valentine, apa maksudmu dengan mengatakan hal itu?"
Pahlawan Emile bertanya sembari berdiri dan berusaha membuat kakinya tetap berdiri tegak.
"Aku tanya sekali lagi, apa maksud dari perkataanmu itu!"
"Seperti yang aku katakan tadı, aku tidak berniat untuk melakukan pertarungan yang sia-sia seperti ini."
Taru iblis mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.
"Jadi, bagaimana jika kita hentikan pertarungan kita di sini?"
"Sia-sia, katamu?"
Pahlawan Emile mengulangi perkataan Ratu iblis dengan nada rendah dan berteriak dengan lantang.
"Apa maksudmu perjuangan ras lain yang berusaha untuk mendapatkan kedamaian ini sia sia? Apakha kau tidak memikirkan tentang perdamaian dunia ini?"
Pahlawan Emile menyiapkan pedangnya dan sedikit mengeluarkan asap sihir yang kental dari bilah.
"Dan rekan rekanku... Apa yang terjadi pada mereka?"
Pahlawan Emile mulai mempertayakan keberadaan rekan rekannya yang telah terbunuh.
"Mereka terbunuh..."
"Apa?! Apa yang barusna kau katakan?!"
"Mereka terbunuh dengan pertempuran sia sia ini"
"Kau masih menganggap perang ini sia sia? Rekan-rekanku yang kamu bunuh saat ini adalah hal yang sia-sia bagimu!?"
Keheningan sekali lagi jatuh.
Tidak dapat di sangkal jika pihak iblis sudah membunuh rekan-rekan Emile yang menemani perjalanannya, hingga mereka sampai di sini. Itu adalah kebenaran yang tidak terbantahkan bahkan jika dia berusaha menolaknya.
Ratu iblis menurunkan pandangan ke bawah.
"Untuk meraih sebuah impian, banyak hal yang harus di korbankan. Meskipun jika itu adalah dirimu sendiri, bahkan orang lain yang paling dekat denganmu."
Emile mengertakkan giginya sangat kesal.
"Kau iblis! Jangan seenaknya berbicara tentang impian dan-"
"Aku menginginkan perdamaian untuk semua ras."
Bibir merah tipis Ratu iblis tersebut bergerak mengatakan sesuatu dan memotong apa yang ingin di ucapkan pahlawan Emile.
"Hah?"
"Aku ingin bertanya kepadamu. Aku juga ingin mendengar pendapat seseorang yang telah mendapat gelar pahlawan."
"Bertanya?"
"Apakah kau tahu asal usul dari pecahnya peperangan panjang ini. Peperangan yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sebelum kau lahir."
Ratu iblis mengajukan pertanyaan yang sangat penting baginya.
"Aku akan memberitahumu tentang sesuatu yang selama ini kependam, Ras iblis sejauh ini hanya membuat pertempuran defensif untuk menjaga tanah kelahiran kami."
"Hah!!!"
Perkataan Ratu iblis tersebut mulai menyadarkan pikiran pahlawan Emile.
"Sekarang aku ingin bertanya kepadamu. Apa yang di inginkan oleh manusia dengan menyerang jauh kewilayah iblis ini?
Ratu iblis mulai melipat kedua lengannya dan menunggu jawaban yang akan di keluarkan oleh Pahlawan Emile.
"Jika aku bisa mendengar pendapatmu yang masuk akal demi perdamaian seluruh Ras, maka aku akan melakukan panggung Guillotine untuk diriku senidri di tempat terbuka. Sebagai penanda bahwa ras iblis telah menyerah."
Ratu iblis tersebut melanjutkan dengan pernyataan tentang eksekusi untuknya sendiri, itu sangat mengejutkan bagi Emile dalam berbagai hal.
Dalam hal itu, Luna tidak mengerti mengapa Ratu Iblis yang hebat sepertinya bisa berkata seperti itu.
"Bukankah Ras iblis yang memulai perang-"
Ratu iblis lalu melemparkan kristal sihir kehadapan Pahlawan Emile.
Sekatika gambar muncul dari kristal itu dan menunjukan masa lalu yang sangat kelam bagi Ras Iblis.
Korban dari iblis non kombatan dan pencemaran radioaktif yang dari nuklir yang di luncurkan oleh Ras manusia terlihat sangat jelas di layar itu.
Emile menelan ludah dan memegangi kepalanya karna melihat gambar di layar tersebut.
"Maaf maaf, itu sepertinya terlalu nerlebihan untuk seorang pahlawan polos sepertimu."
Ratu iblis menutup layar di kristal sihir tersebut, dia mengerti kalau pahlawan yang dihadapannya ini hanyalah menjalani tugasnya yang telah di tentukan oleh mereka yang mencoba mengendalikannya.
"Peperangan ini terjadi karena hal yang sangat sepele, kau tahu itu?"
"S-sepele..."
"Peperangan ini hanyalah sesuatu yang berkaitan dengan perbedaan pendapat antara Ras manusia dan Ras iblis, jika kau ingin mengetahuinya."
"Perbedaan pendapat?"
"Ya, ini adalah kisah tentang kedua sahabat yang berasal dari ras yang berbeda. Karena mereka adalah sabahat sekaligus sepasang kekasih, tentunya mereka akan lebih terbuka satu sama lain tanpa merahasiakan satu hal pun bukan? Kecuali rahasia tentang ras mereka."
"Kemudian setelah mereka menikah, si istri secara tidak sengaja membongkar rahasia tentang ras nya dan memicu rasa penasaran untuk sang suami."
"Setelah itu pasangan suami istri tersebut mulai kacau, dan akhirnya mereka bercerai."
"Selang beberapa lama, sang mantan suami terus menekan kepada sang mantan istrinya untuk mengatakan detail dari rahasia tentang rasnya. Bahkan pernah terjadi kasus penculikan si mantan istri tersebut karena itu."
"Sang mantan istri masih tetap tegar dengan pendiriannya untuk tidak menceritakan lebih lanjut, hingga menyebabkan dia meninggal di tangan sang mantan suami."
"Dan karna itulah sang mantan suami memimpin pasukan dan menghasut ras lainnya untuk memusuhi ras dari sang istri."
"Dan selesai"
"Apakah itu sungguhan?"
Pahlawan Emile yang telah mengerti dengan inti dari cerita tersebut mulai bertanya tentang kebenarannya.
"Tentulah. Untuk apa aku mengatakan kebohongan setelah semua yang terjadi sekarang?"
"Apa yang harus aku lakukan setelah mengetahui hal seperti ini... Aku sekarang mulai mempertanyakan apa yang telah aku lakukan sekarang."
Keheningan mulai tumbuh di antara mereka, tanpa suara apapun yang terdengar.
"Kalau begitu, aku ingin meminta satu hal yang sangat penting darimu pahlawan."
"Apa yang kamu inginkan?"
"Aku akan menyerahkan kepalaku untuk pertanda bahwa ras iblis sudah menyerah... Dengan bayarannya, aku ingin kalian tidak menyentuh lagi ras iblis. Bagaimana dengan itu?"
"Apa? Apakah kau gila...? Dengan kekuatan besarmu, aku bahkan berani bertaruh kalau kau bisa meratakan dunia ini."
"Apakah dari sudut pandang manusia... Kekuatan adalah sesuatu yang paling hebat? Hingga kalian rela mengorbankan nyawa banyak orang untuk mendapatkan kekuatan tersebut?"
"Bukan seperti itu, tapi aku..."
"Tenang lah pahlawan, apa salah jika kami juga menginginkan kedamaian?"
"Untuk para petinggi yang bekerja di bawahku! Datanglah!"
Setelah Ratu iblis tersebut kerkata dengan keras dan lantang.
Muncul lebih dari 10 pentinggi berlutut di hadapan Ratu Iblis tersebut, Ratu iblis segera berdiri dengan kedua kakinya.
"Dengan ini aku akan menyatakan kekalahan bagi kita, Ras Iblis. Aku akan mempersembahkan kepala ku untuk sebagai bukti dari kekalahan kita. Dan setelah itu-"
Cahaya berwarna putih keemasan muncul di bawah kaki Ratu iblis tersebut, sebelum Ratu Iblis menyadarinya. Keberadaannya mulai memudar.
"Apa ini...?"
Ratu iblis itu memudar dan akhirnya terpecah menjadi partikel partikel cahaya sihir kecil dan bertebaran di udara.
Setelah pernyataan dan seluruh percakapan antara Ratu Iblis dan Pahlawan Emile terpublikasikan.
Dunia Ambrosia mulai kembali damai dan seluruh ras di dalamnya mulai bekerja keras demi membantu para ras iblis untuk kembali membangun wilayahnya.
Pada dasarnya adalah peperangan di dunia ini terjadi karna ada seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat besar, sosok itu adalah Ratu iblis.
Setelah Ratu iblis menghilang, maka konflik mereka oun sudah selesai.
Namun kemana Ratu iblis itu pergi?
Semua orang mengangap bahwa Ratu iblis telah menghilang, tapi tidak ada satupun yang mempertanyakan tentang kematiannya.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ratu iblis?
Bersambung? Kagak tau deh.