Hidupku bagaikan nyanyian lagu yang sangat menyayat, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula.
namaku adalah Masha Lin, aku adalah gadis desa yang pergi ke kerajaan menjadi seorang dayang istana.
Tapi sayang, nasibku sungguh kurang beruntung. Saat aku di istana kerajaan, diriku mendapatkan perlakuan yang sangat tidak mengenakkan.
cinta sungguh sangat menyeramkan, cinta membuatku menjadi korban nafsu birahi seorang jendral besar. Aku dijadikan pelampiasan hasrat nya, aku dijadikan kan pemuas nafsu nya.
"Tolong!!! tolong lepaskanlah aku."
Suaraseorang gadis yang meronta-ronta.
"Tenanglah! aku akan memberikan sebuah kenikmatan yang tiada tara, jadi kamu diamlah dan nikmati saja permainanku!" seru sang jenderal yang mulai memegang kaki gadis itu.
"Ugh!!" suara sang gadis yang tidak bisa keluar, karena mulutnya telah dibekap oleh sang Jendral.
"Tenanglah, setelah ini aku akan memberikan mu uang sebagai imbalan atas tubuhmu." seru sang jenderal yang mulai meraba tubuh si gadis.
Kemudian, si jenderal terus menjamah tubuh gadis itu, si gadis meronta terus tanpa bisa melawan, kaki dan tangannya telah di piting oleh sang Jendral. Sungguh malang gadis itu, karena sudah dilecehkan kehormatannya.. dia juga mendapatkan kekerasan.
"Teruslah meronta, agar aku semakin puas dengan perlawanan mu." bisik sang jenderal di telinga si gadis.
Jendral itu terus menjamah satu persatu bagian tubuh gadis itu, si gadis hanya dapat meneteskan air matanya, karena tubuhnya kini telah kehilangan kehormatannya. Aib tetaplah aib, namun semua ini adalah sebuah kematian yang tidak terlihat bagi seorang wanita.
Setelah selesai menjamah gadis itu, sang jenderal meninggalkannya dengan kondisi yang sangat mengenaskan, tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.
"Sungguh malang nasibku, sudah tak punya orang tua... sekarang aku di permainkan dan di lecehkan seperti ini. Hidup sudah tidak artinya lagi, lebih baik aku mati dalam sebuah ketenangan." guman Masha dlm hati, sembari meratapi nasibnya.
Akhirnya Masha mengambil kembali baju-bajunya dan meninggalkan ruangan tempat Jendral yang telah menjamahnya.
Entah berapa lama gadis itu berjalan, dia sudah tidak bisa mengingatnya lagi. Tak ada tempat untuk mengingat, yang ada di pikirannya dia sekarang sudah kotor dia tidak pantas hidup. yang ada ia hanya ingin mati.
Beberapa saat kemudian, dia melihat aliran sungai yang sangat dalam, terbesit di hatinya dia akan bunuh diri dan melompat di sana.
Sesaat kemudian
Byurrr...
Suara air yang di lompati Masha.
Terlihat seorang gadis yang telah melompat ke aliran sungai yang dalam itu. si gadis yang bernama Masha berharap dirinya akan mati, ayah.. ibu.. bawalah aku bersama kalian, aku sudah tidak mau hidup lagi tak ada gunanya aku hidup.
Kemudian, Masha memejamkan matanya, berharap kematian akan menjemputnya.
sesaat kemudian, terdengar angin mulai menerpa di atas kepala Masha yang sudah memejamkan matanya.
"Hai gadis, mengapa kau ingin menghabisi dirimu sendiri." seru suara itu.
Tak ada jawaban dari sang gadis, yang membuat bayangan wanita tua itu mengambilnya dari dalam air.
Byurrr...
Suara air saat Masha di angkat dari sungai.
Masha dibawa ke suatu tempat di hutan yang tenang tak bersuara, yang ada hanya suara angin yang berhembus. Rumah-rumah di atas pepohonan yang tampak indah dan cantik, perumputan hijau yang sangat segar nampak terlihat menyapa mata.
"Siapakah dia ratu?" tanya seorang pria pada junjungannya.
"Entahlah. Aku tidak tahu, saat aku keluar dari Hutan menuju sungai. Aku melihat gadis ini telat tenggelam di sungai, kemungkinan dia bunuh diri, lihatlah gadis cantik ini begitu memilukan sekali."
Kemudian sang Ratu membaringkan tubuh Masha di atas ranjangnya, saat membuka baju gadis itu, betapa terkejutnya sang Ratu saat melihat tubuh sang gadis yang begitu memprihatinkan. tubuh penuh dengan lebam dan pelecehan.
"Akhh." suara teriakan sang Ratu membuat bawahannya, masuk untuk melihat kondisi junjungannya.
"Ada apa yang mulia!" seru si pria.
"Keluarlah dulu!! aku sedang memeriksa gadis ini. dia sedang tidak memakai baju!" seru sang Ratu yang membuat lelaki itu langsung keluar.
Sesaat kemudian sang Ratu keluar dengan wajah sangat menyedihkan, sehingga membuat bawahan sang Ratu bertanya.
"Siapa gadis itu? dan apa yang terjadi dengan Anda? kenapa Anda seperti ini?" tanya sang bawahan yang bernama jendral bangsa perih feng Kun.
Setelah saat itu, Ratu peri terus menunggu Masha sadar dari pingsannya. Ratu Peri terus menatap wajah Masha dengan kasihan.
Beberapa hari kemudian.
Setelah bangun dari pingsannya, Ratu Peri terus bertanya pada masha, si gadis akhirnya menceritakan semua kepedihan hidupnya kepada Ratu peri.
Ratu Peri begitu terkejut dengan cerita Masha.. si gadis bertubuh mungil, dengan kesedihan yang sangat mendalam. Akhirnya Ratu Peri menyuruh Masha untuk tinggal di Kerajaan Peri bersama kaumnya.
Tak ada kata dihati Masha, gadis yatim piatu itu hanya menganggukkan kepalanya dan berterima kasih kepada Ratu Peri.
2 tahun kemudian.
"Kau dari mana saja Masha?" tanya Ratu Peri kepada Masya.
"Habis keluar sebentar Bunda Ratu, ada apa memangnya?" tanya Masha kepada Ratu Peri.
"Aku takut kalau ada apa-apa, apakah kau keluar sendiri masha?" tanya Ratu Peri kepada Masha.
"Aku tidak sendiri Bunda Ratu, aku bersama jendral Feng." jawab Masha.
"Hormat saya, Ratu!" seru jenderal Feng kepada Ratu fhey.
"Kau mengajaknya kemana saja Jenderal?" tanya ratu fhey kepada jenderal Feng.
"Hamba melati Nona Masha, Ratu. di dekat sungai waktu Ratu menemukannya." jawab jenderal Feng.
"Apakah kau sudah berhasil mempelajari salah satu ilmu itu Masha?" tanya Ratu Fhey kepada Masha.
"Nona Masha sangat pandai Ratu, dia sudah bisa mempelajari semua ilmu Negeri Peri." jawab jendral Feng.
"Benarkah? wah..kalau begitu aku sangat senang, setelah ini akan kubawa kau kau ke dunia manusia." ucap Ratu Peri kepada masha, terlihat wajah jendral Feng yang tidak menyukai arah pembicaraan Ratu Fhey.
"Baiklah bunda Ratu, aku harus bersiap dulu, setelah ini aku akan kemari lagi." ucap Masha kemudian pergi ke kamarnya, Sedangkan Ratu Fhey menatap jelas wajah jenderal Feng.
"Hamba mohon pamit dulu, Yang Mulia Ratu." seru jenderal. kemudian dia membalikkan badannya.
"Kau jangan pergi dulu jenderal, aku ingin bertanya sesuatu." seru Ratu Fhey yang membuat jenderal Feng menghentikan langkahnya.
"Ada apa ratu?" tanya jenderal Feng.
"Aku ingin Kau berkata jujur jenderal." seru Ratu Fhey.
"Ya Ratu." jawab jendral Feng.
"Jenderal, apakah kau menyukai Masya." tanya Ratu Fhey kepada jenderal Feng.
Terlihat wajah kaget jenderal Feng yang membuat Ratu Fhey bisa menebaknya.
"Kau tidak usah menjawabnya jenderal, aku sudah tahu. Maka dari itu bantulah Masha untuk membalaskan dendamnya." ucap Ratu Peri.
"Tapi Yang Mulia." seru jendral Feng.
"Bantulah dia menghilangkan dendam di hatinya, setelah dia terbebas dari dendamnya, bawalah dia kembali dan jadikanlah dia milikmu."
Kemudian Ratu Fhey pergi meninggalkan jenderal feng.
Benar apa yang dikatakan oleh Ratu Fhey, kalau Jendral Feng menyukai Masha. ia tak akan menyangka kalau hatinya akan tertambat pada gadis yang sangat memilukan itu.
Hari berganti Hari, dendam yang dimiliki oleh Masha begitu besar, keinginannya untuk menghancurkan Jendral membuatnya bertahan hingga kini. Akhirnya jenderal kerajaan Peri bersedia membantu Masha untuk membalaskan dendamnya.
"Kita harus bermain cantik, kalau kau ingin membalaskan dendammu Masha." seru jenderal Feng di telinga Masha, yang membuat masha terkaget.
"Jenderal membuatku kaget saja ."
Jenderal Feng kini mulai berani bersikap terang-terangan akan perasaannya.
"Apa yang kau pikirkan? hingga langkah kakiku pun tak kau dengarkan." ucap Jendral Feng kemudian duduk di samping Masya.
"Aku hanya memikirkan cara untuk membunuh jendral bejat itu." jawab Masha.
"Besok aku akan membantumu untuk membalaskan dendam, menurut berita yang aku dengar, Kaisar akan melakukan pemburuan di hutan ini, jadi kita tidak usah ke kota kita tunggu jendral itu datang ke kemari. Dan kita akan bermain cantik di hutan ini." ucap jendral Feng sambil mengelus tangan Masha, hal itu membuat masa menjadi malu.
"Khemm.." deheman Ratu Fhey membuat jenderal Feng langsung menarik tangannya.
"Yang Mulia." seru jendral Feng.
"Ada apa jenderal? kenapa tidak dilanjutkan, jangan malu-malu begitu padaku.. anggap saja aku ini orang tua kalian." sindir Ratu Fhey yang membuat jendral Feng dan Masha mukanya memerah.
"Persiapkan diri kalian. Pasukan kaisar besok akan berburu ke daerah ini, kalian harus bersiap dan kita tidak boleh membuat ini seperti pembunuhan dari kaum Peri. Kita akan membuat ini seperti kecelakaan atau Yang Mulia Kaisar dimakan hewan buas beserta jendralnya." Akhirnya bangsa peri telah mempersiapkan semua yang perlu mereka lakukan.
Keesokan paginya...
Pasukan Kaisar beserta jendral telah melakukan pemburuan di hutan para Peri, tak ada aktivitas apapun di sana. Mereka bersembunyi dengan sangat berhati-hati, karena makhluk yang diburu Kaisar adalah bangsa peri. jendral kejam itu selalu menyiksa bangsa perih dengan menggunakan kelemahan mereka. Dia menangkap kaum wanita untuk di jadikan pemuas nafsunya. Hal itu membuat sedikit demi sedikit bangsa perih dari kaum wanita banyak yang mengakhiri hidup, kata-kata ingin membalas dendam itulah yang ada dipikiran bangsa Peri dan Ratu Fhey, Hari semakin siang dan Kaisar dan Jendra pun melakukan pemburuan.
Tak ada tanda-tanda bangsa peri, disana Yang ada hanyalah hewan yang sedang berkeliaran di kawasan hutan itu.
"Mengapa bangsa laknat itu tidak ada di sini? apakah mereka sudah ketakutan dengan kita, biasanya mereka selalu menentang kita!" seru Kaisar kepada Jendral.
"Entahlah Yang Mulia, mungkin mereka sudah ketakutan dengan kita, makanya saat mereka tahu kita ke sini Mereka sudah melarikan diri." seru sang jendral dengan nada ejekan.
Pemburuan akhirnya dilakukan di hutan, dengan memburu hewan-hewan langka yang dilindungi di bangsa peri. Tak ada kata namun yang ada hanyalah waktu untuk menunggu kematian sang Raja dan jendralnya, suara itu telah mengalihkan perhatian jenderal kerajaan manusia itu dan sang menteri.
Mereka berdua mendatangi bunyi itu untuk memastikan bahwa di sana tidak ada bangsa peri yang yang membahayakan mereka.
"Serang!!!" seru jendral Feng yang diikuti oleh kaum Peri yang lain, sedangkan Masha dia mulai turun dengan cantiknya dengan gaun putih.
tanpa warna dan lukisan, dia mulai mendekati para pengawal itu dan menebas mereka satu persatu.
Teriakan dan rintihan itu mulai terdengar di telinga Masha, saat dia menebaskan pedangnya. sang menteri arogan yang memberikan Masha kepada Jendral untuk diperkosa itu datang melawan Masha. Dengan sigap Masha langsung mengangkat pedangnya. dan mengayunkan pedang itu itu di hadapan sang menteri.
"Trang.. trang.. trang.."
Suara ayunan pedang Masha yang melawan sang menteri.
Sesaat kemudian..sang menteri yang kaget melihat wajah Masha.
"Apakah kau masih mengingatku tua bangka, apakah kau masih mengingat gadis yang kau berikan kepada Jendra bejatmu itu! aku gadis yang telah direnggut kesuciannya oleh jendral bejat mu itu!!" seru Masha sambil mengayunkan pedangnya.
"Hahaha.. setelah kau diperkosa Jendral, aku hendak mencicipi tubuhmu juga. Tapi sayang saat aku kembali.. ternyata kau sudah tidak ada."
Setelah mendengar perkataan menteri itu, emosi masha ketika meledak dengan tiga kali ayunan pedangnya dengan kekuatan yang sangat besar Masha bisa melukai tubuh sang menteri.
krasss...tubuh sang jenderal yang yang telah kena pedang Masha.
"Apakah rasanya sakit sakit ya, sesakit inilah aku dulu telah direnggut kesucianku oleh Jendral bejatmu itu. akan ku siksa kalian berdua sampai ajal pun akan menunggu kalian!." seru Masha yang menambah kekuatannya dan mengayunkan pedangnya dengan membabi buta.
grass...
Suara daging yang tersayat, terlihat tubuh menteri itu telah terpenggal menjadi dua. kepala yang telah meninggalkan badannya, sungguh miris lelaki itu. dendam seorang wanita yang sangat murka.
setelah dia membunuh sang menteri
dengan sigap Masha langsung mendekati Jendral yang tanpa pengawalan, karena pengawalnya telah dihabisi oleh bangsa peri.
"Hallo, Jendral." Seru Masya yang berada di belakang tubuh Jenderal, sesaat kemudian sang jenderal membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya dia, melihat gadis yang dulu dia perkosa dan dia hajar dengan habis-habisan.
"Ap kabarmu Jendral!" seru Masha kepada Jendral.
"Kau!!" seruh jendral sambil menunjuk wajah Masha dengan pedang.
"Ha-ha-ha-ha ternyata kau masih ingat aku Jendral. Tentu aku tidak ingin kau melupakanku.. melupakan gadis yang telah kau rengut kesuciannya! dendam ku akan kubawa sampai mati dan ragaku akan selalu mengenang semua apa yang telah kau lakukan hari itu, aku telah bersumpah akan membunuhmu dan menjadikanmu pion di dunia kematian!" seru Masha kemudian mengayunkan pedangnya.
Serangan demi serangan telah dilepaskan oleh Masha, namun dengan cepat pula jendral menangkis serangan itu.
"Ha-ha-ha-ha.. kau hanyalah seorang wanita takkan mampu untuk melawan ku!!." seru jendral.
"Kau jangan terlalu percaya diri jendral, aku akan membunuhmu secara perlahan-lahan." seru Masya kemudian memutar pedangnya hingga mengenai kaki jendral.
Kress...
Punggung Jendral telah sabit oleh pedang Masha.
"Lihatlah.. aku bisa melukaimu, sekarang aku akan membiarkan kau mati perlahan!" seru Masha.
Kemudian Masya menendang tubuh Jendral, membuat Jendral terplanting. Masha mendekati tubuh jendral dan menduduki tubuhnya.
Di benak Masha, hanya satu, dia ingin membunuh sang jendral sedikit demi sedikit. kemudian masha mengeluarkan pisau kecil dari balik bajunya, dia mulai mengukir gambar indah di wajah Jendral
"Aaaa!!! suara teriakan itu menggema di telinga Masha. Setelah mendengar teriakan jendral, seolah Masha menghelakan nafas leganya. dengan satu hentakan masya langsung menghunuskan pedangnya didada jendral.
"Aaakhh ." teriakan sang jendral yang menggema disela nafas terakhirnya.
"Selamat jalan jendral, gerbang neraka telah menantimu." bisik Masha di telinga sang jendral.
tak ada suara dari sang jendral beserta pengawalnya. Yang ada hanyalah semilir angin yang menggema dan suara hentakan kemenangan dari bangsa peri.
Kemudian mereka pergi ke kerajaan an-sangs kerajaan sang kaisar yang sangat kejam dan jendralnya. Masha menyerukan kematian Jendral di depan gerbang istana, sorak-sorak dari para penduduk atas kematian kaisar mereka. kaisar kejam yang selalu menyiksa rakyatnya, hanya satu kata yang bisa keluar dari mulut mereka semua.
Setelah kematian sang jendral penguasa, penduduk bisa bernafas lega. Sekarang Kerajaan telah dipimpin oleh Jenderal Peri Feng dan Masha.. kerajaan itu telah menjadi kerajaan yang makmur dan penuh keadilan. tak ada celah bagi kesalahan, karena kesalahan adalah jalan untuk kehancuran.
***"🤗🤗🤗❤️❤️❤️🌸🌸🌸👍👍👍🌸🌸🌸***