*Setiap laki-laki iri padanya, karena Kwando memiliki keterampilan untuk memikat dan merayu gadis mana pun*
*sahabat Bellerin juga menjadi korban. kwando membawa pergi mantan pacarnya, menghancurkan hatinya berkeping-keping, kebencian yang dia pelihara untuknya sangat menguras tenaga*
*Pada pertemuan kelas, Bellerin menatap Kwando sambil menenggak minumannya, Kwando terkekeh sambil menatap Bellerin*
"*lucu sekali~ Kurasa dia sangat membenciku setelah mencuri sahabatnyanya*"
*Bellerin adalah seorang gadis yang tidak tertarik pada Kwando karena keserahannya dan kesombongannya, dia menatap Kwanda sambil berkata*
"*Ini gila, kamu menghancurkan hati sahabat ku dengan cara menjadikan dirinya alat? Atau boneka mainan mu?*"
*Kwando tertawa dan mengambil minumannya*
"Hehe.... saya benar-benar tidak peduli, saya pikir dia akan dengan sendirinya jatuh ke dalam pelukanku dan jatuh hati kepadaku.. dan saya benar, itu terjadi. dia jatuh cinta denganku dengan sangat mudah~"
*Kwando tampak berbahagia saat menatap Bellerin, menikmati penderitaannya*
*Bellerin menatapmu dengan sinis, dia tampak ga punya hati nurani. Sekarang Bellerin bisa merasakan tidak kehadiran Sahabatnya karena patah hati*
"*Kamu benar benar lelaki tak punya hati nurani*"
"Tidak semuanya tentang tak punya hati nurani... hanya karena saya pikir saya layak memiliki Sahabatmu... dia jauh lebih cantik dan lebih baik, jadi dia harus adalah saya. Jadi janganlah berprasangka buruk tentang saya hanya karena saya tidak menaruh nilai."
*Kwando berbicara dengan sikap superioritas, dia bahkan tidak menyangkal betapa kelakuannya yang jahat*
*"jadi anda memandang sahabat saya hanya karena fisik? Kamu memanfaatkannya bukan? Bodoh banget. Memang benar kita sebagai perempuan gak boleh tertipu dengan omongan manis lelaki"*
"Lelaki yang manis? Jadi Anda pikir saya lelaki yang manis? Saya mungkin cukup tampan dan cukup manis untuk memikat hati Sahabat Anda, tapi saya lebih dari seorang lelaki manis, saya berarti banyak hal. Dan ya, saya memanfaatkannya. Anda tidak tahu kesaksian dari bagaimana saya memanfeatkannya. Semuanya pasti layak untuk saya.
Satu-satunya yang adalah bodoh di sini adalah Anda Bellerin.
*Bellerin perlahan menghentakkan meja dan berdiri menatapmu di depanmu*
*"apa anda tahu? Sahabat saya menangis di pojok untuk lelaki brengsek seperti mu, aku tahu kamu sampah yang diolah menjadi bintang bersinar di sekolah karena ketampanan mu"*
"Siapakah yang peduli? Selama berbulan-bulan, saya menyaksikan bagaimana Sahabat Anda jatuh ke dalam pelukan saya dan jatuh dalam cinta dengan saya, dan itu begitu indah. Anda mungkin berpikir saya sampah, tapi Anda tahu apa? Saya tak tergoyahkan oleh penilaian Anda atas saya.
Dia jatuh hati padaku, dia bersamaku di sini malam ini... yang ada kamu sendirian. Jangan iri dengan saya."
*"aku? Iri denganmu? Jangan berharap lebih atau mimpi!"* kata Bellerin sambil menatap tajam matamu
*Bellerin perlahan terdiam sejenak dia menatap sekeliling kelas bahwa semua pandangan beralih pada nya, dia dengan cepat berjalan pergi keluar kelas*
"Hehehe. Apa pergi saja begitu saja tanpa berbicara? Apa salahnya? Ini cukup yang kamu pikirkan? Jadi anda begitu berpikir Anda adalah yang paling berharga dalam dunia dan mengundang perhatian semua laki-laki di sekolah ini?"
*Kwando tampak menggerikan mata setelah ditinggal Bellerin pergi*
"Ya ampun! Dia benar-benar orang yang gila! Apa yang saya pikirkan! Dia seharusnya tahu bahwa saya hanya main-main dengan dia!" Kata Kwando dengan merasa bersalah apapun
*Sedangkan Bellerin mampir ke Toilet sekolah, dia berkaca menatap dirinya dan menghela napas. Dia benar-benar capek dengan attitude Kwando sambil bergumam *"gila emang, gak bisa jaga perasaan orang"*
*Kwando dengan percaya diri memasuki kelasnya sendiri dan duduk di kursi paling belakang sambil menatap lapangan sekolah*
"Dia benar-benar orang yang gila. Aku tak peduli! Apa yang dia pikirkan dengan dia? Dia harus tahu bahwa dalam hubungan kita, tidak pernah ada rasa kasarahu dan saya hanya main-main dengan dia! Dia seharusnya bersyukur bahwa dia pernah menjadi pacarku!
*kwandi bergumam.
*keadaan kelas terdiam sejenak dimana semua orang menatap Kwando sambil berbisik ke teman dekat mereka
"Emang Kwando seburuk itu ya?"
"Gila sih, bisa bisanya dia ngelakuin hal itu padahal mnurutku Bellerin dan Ellara sama sama cakep"
"Cewe cantik kok disia-siakan rugi dong yang benar aja? Rugi dong?"
*Kata teman sekelasnya sambil berbisik
*Kwando tetap menatap lapangan sekolah dan tidak mempedulikan omongan orang di baliknya*
*Kwando mencium bau parfum dan merasakan sentuhan lembut di bahu*
"Apa yang kalian bicarakan?"
*Kwando menatap teman yang berbisik kepadanya, dia tetap tampak tenang tapi ada kesombongannya*
"Hah? Kagak, ga ada apa-apa. Kita lagi diskusi kelompok kok. Jangan kegeeran" Kata teman teman mereka
"Diskusi kelompok yang membicarakan apa? Aku dapat merasakan sentuhan dan bau parfum yang kamu gunakan... jadi aku tahu apa yang kamu bicarakan."
*Kwando tetap tenang tapi tampak serius, dia memandang teman disisinya*
"Apasih udah deh percaya aja sama gw, santai aja napa bang" Kata salah satu temannya sambil tertawa
"Santai? Santai...? Oh kamu pikir itu cukup? kamu pikir saya akan percaya begitu saja? Apapun yang kamu lakukan dengan si dia disana dan mungkin kamu bahkan sudah tidur dengannya! kamu pikir saya akan percaya dan santai?
*Kwando tampak panik dan kesal, dia menatap teman disampingnya*
"Bro lo bener bener ga ada penyesalan sama sekali kah sama Bellerin? Gimana kalo kata kata lo bisa dia masukkan ke hatinya?" Salah satu teman sambil menepuk bahunya
"Kamu pikir saya khawatiran dengan hatinya? Saya tidak peduli dengan hatinya dan dia bukan masalah lagi. Dia pernah menjadi pacarku, saya bahkan tidak mempedulikan dia sekarang. Kalian tahu apa yang saya pikirkan? bahwa saya sudah tidak masalah dengan dia lagi"
*Kwando terus menatap teman disampingnya, temannya mecoba memberikan saran tetapi Kwando tetap saja menolak berkali-kali tanpa ada penyesalan. Perlahan temannya lama lama capek nasihatin tu orang nah terus terdiam deh.Lewati waktu*
*Kwando sudah lelah karena mendengar komentar negatif tentang dia dari teman-temannya di sekelilingnya, ini sudah terus terjadi selama 3 jam*
*Kwando mulai menatap ke pintu untuk keluar dari kelas*
*Kwando akhirnya keluar dari kelas yang penuh dengan omongan orang tentang dia. dia menatap lapangan sekolah dan mencium aroma parfum yang tidak asing lagi untuknya, dia memandang ke belakang dengan wajah yang dingin*
*kunwoo menatap ke belakang dengan ekspresi yang dingin, dia memandang teman-temannya yang terus berkumpul dan membahas tentang dia, mereka terus melihatnya dengan tatapan penuh amarah dan kesal*
*Kwando memasuki rumahnya dan menutup pintu dikelas dengan keras. dia berdiri di depan cermin dengan ekspresi yang dingin. dia memandang diri sendiri dan mengingat semua omongan yang orang-orang katakan tentangnya hari ini*
*Kwando tetap menatap ke cermin dan mempertanyakan sendiri, dia tetap tidak menunjukan emosinya, dia hanya menahan diri dengan tegas dan mengira-ngira apalagi yang orang katakan tentang kunwoo. kunwoo memasang wajah yang tenang dan tampak tenang seperti biasa, tapi di dalamnya tetap gelisah dan kesal*
*Bellerin terlihat sedikit sakit hati dengan omongan Kwando, dia benar-benar tidak pernah mencintaiku dalam tulus*
*Kwando tetap tidak peduli dan tetap tenang meskipun dia merasakan ada rasa sesal yang mendalam dari dalam hati dia, dia tidak pernah berpikir bahwa dia menyakiti sombongnya atau dia memang merasakan hatihnya. Kwando mengkhawatirkan keselamatannya dengan penuh kesadaran dan dengan alasan yang jauh lebih tidak bertanggung jawab untuk menjaga kenyamanannya saat di luar rumah.*
*Kwando tetap menatap keselamatan diri sendiri dan tidak mempedulikan perasaannya sendiri, dia berubah dari yang dingin, serampang, egois, selfish, narcisistic dan egocentric di luar rumah, jadi orang yang tenang, dingin, dan tenang di dalam rumah. Kwando memasang masker wajahnya sampai dia dapat membukti bahwa dia benar-benar dapat menyembunyikan emosinya dan tetap bisa berubah menjadi sangan tenang meskipun dia masih merasakan luka deep inside*