Pagi sekali saat Matahari belum menampakkan cahayanya , lebih tepatnya pukul 04:15 aku pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan hendak sholat subuh . Airnya begitu dingin mencekam hampir menusuk tulang²ku. Setelah mengambil air wudhu aku pergi sholat subuh , setelahnya menyiapkan barang² yang akan di bawa ke sekolah.hari itu matahari sama sekali tak menampakkan cahayanya , ayam jantan berkokok membangunkan orang² desa. Aku pun pergi ke kamar mandi dan bersiap diri hendak berangkat ke sekolah.
Pagi itu cuacanya tidak mendukung , awan mendung dan angin yang begitu dingin. Pada akhirnya mendatangkan hujan , "sangat menyebalkan" hari yang begitu suram. Pada akhirnya hujan itu sedikit mereda dan aku bisa berangkat ke sekolah. Pagi hari di jam pelajaran pertama , awan itu terlihat gelap. Lagi lagi hujan , padahal hendak melakukan olahraga.
Kami semua sudah memakai pakaian olahraga dengan rapi. Pada akhirnya pembelajaran di lakukan di dalam ruangan. guru menjelaskan materi tentang senam irama . Kemudian , kami menonton video contoh senam irama. Lalu kami di perintahkan untuk membuat senam irama berkelompok.
2 jam kemudian , mata pelajaran telah berganti, kami pun berpindah kelas. Saat itu hujan gerimis , kami harus melewati jalanan yang becek dan berair. Aku rasa awannya sangat suram , gelap tanpa cahaya , hanya meneteskan air bagai tangisan. kami berjalan menyusuri tempat yang teduh tak terkena hujan.
Kami belajar dengan senang hati , walau awan sedang tidak senang. Sore hari saatnya pulang sekolah . lagi lagi gerimis , tanpa adanya jas hujan , bagaimana bisa pulang. Sesampainya di rumah aku mengganti bajuku ,lalu bercermin bagai sang putri. Tiba tiba langitnya berwarna kuning.
Fenomena alam yang aneh , baru pertama kali aku melihatnya. Itu janggal menurutku , aku bertanya tanya pada diriku sendiri. Kenapa langitnya berwarna kuning, Apa penyebabnya ?. Temanku berpesan lewat WhatsApp dia memberi tahuku sebuah doa, kemudian menyuruhku mengusapnya ke seluruh tubuh , Insyallah setiap tetes hujan akan menjadi berkah untukku. Begitu katanya , lalu kujalani pesannya.
Hujan semakin deras di sertai suara petir yang menggelegar. Sebenernya Hujan itu menyenangkan , hanya hujan yang tahu jerit dan tangisan seseorang. Hujan lah yang menyembunyikan tangis dan rasa sakit dari seseorang. Sebab karena hujan deras tak ada satu orang pun yang akan mendengarkan tangisanmu , menangis sepuasnya , luapkan semua beban pikiran. Namun hal yang paling menyebalkan dalam hujan adalah becek.
Aku melihat genangan air di samping rumah . Kulihat dua ekor angsa sedang berenang dan menari , Di sebuah danau yang biru dan luas. Ku pikir itu sungguhan dan benar benar nyata. Ternyata itu hanya sebuah angan angan saja. Ku pikir aku kelelahan , lalu aku memutuskan untuk tidur saja.
Tetes air hujan bagai irama lagu penghantar tidur. Dum Dum tes...terus saja begitu , membuatku seakan tidur di iringi dengan alunan musik. Aku bermimpi seolah-olah aku adalah putri dari kerajaan dongeng. aku berjalan di iringi alunan musik , berjalan di atas karpet merah di iringi jajaran orang-orang tinggi berjas hitam. Ya , dan ternyata memang hanya sebuah dongeng.
aku terbangun dari mimpi ku , Melihat langit yang masih saja meneteskan air hujan. Apa apaan ,hanya sebuah mimpi ternyata. Tapi itu terasa begitu nyata , Seakan akan kakiku benar benar menginjak karpet merah . alunan musik dalam mimpi juga masih terngiang ngiang di kepala. Aku hanya duduk dekat jendela sambil termenung dan menatap langit yang sedang hujan.
Suara petir yang menggelegar pun tak ku pedulikan. Mataku hanya menatap kosong ke arah langit yang gelap. Aku menghela nafas dan kemudian berbaring kembali. Bingung hendak apa , akhirnya aku memutuskan untuk membaca buku saja. Aku membaca buku Bahasa Indonesia , meskipun hanya membaca bagian ceritanya saja.
Kemudian aku bermain Handphone, tak lama kemudian hujan mulai mereda. Lalu aku keluar kamar dan membantu ibu membereskan rumah. Ku setel lagu yang berjudul "Love Story Indila". Lagu itu membuat ku seakan sedang bekerja dalam istana , melihat pangeran dan putri yang lewat di hadapanku. Seolah aku bekerja di dalam istana dengan di iringi alunan musik yang indah.
Langitnya masih saja suram seperti tadi , langit yang gelap hampir menyelimuti bumi. membuat kesedihanku semakin suram. Kemudian muncul pelangi yang membentang dari ujung hingga ujung. Warnanya yang bermacam² bagai ingin mewarnai dunia. ,tujuh Bidadari sedang mandi di sebuah telaga yang luas dan indah , begitu kata dongeng zaman dulu.
Kulihat cahaya langit yang menyorotkan sinarnya dari dalam awan yang berwarna abu-abu. Cahaya surga , apakah itu cahaya surga ? Hanya awan di sana yang menyorotkan sinar yang begitu cerah dan indah. Kataku dalam hati , bertanya tanya apakah itu sebuah fenomena alam atau cahaya dari dalam surga. Mataku terpana melihat cahaya tersebut , terdiam termenung bagai di hipnotis olehnya. Seakan akan aku berada di dalam awan yang bercahaya.
Dalam cahaya tersebut aku berlari lari di sebuah Padang rumput yang luas dan hijau segar. Langit yang begitu cerah tak seperti kenyataannya. Bunga² berwarna warni menghiasi bumi, burung² berkicau bagai sedang bernyanyi. Silir silir angin yang sejuk membuatku terasa nyaman , aku berbaring di antara luasnya padang rumput yang hijau. Memandang langit biru dan burung burung yang indah , sangat menyenangkan.
Tiba tiba adik kecilku memeluk dari belakang , sembari berkata "kak ayo makan".
Dia membubarkan semua khayalan ku , padahal sedang berbaring di antara luasnya padang rumput yang hijau dan indah. Akhirnya aku kembali tersadar, dan kembali melihat awan mendung yang begitu suram. Lagi lagi hanya sebuah khayalan saja. Pada akhirnya awan itu menetaskan airnya lagi , bagai menangis seperti anak kecil.
(Maaf kl ceritanya gk nyambung + gk jelas 🙏🏻😊 )