seorang gadis kecil meringkuk bersandar di dinding rumahnya,, sambil memeluk boneka beruangnya,, dia menangis tersedu,, dia menatap kearah pintu,, berharap orang yang dia tunggu segera pulang kerumah.
tubuh gadis itu penuh luka dan lebam,, tampak pula perban di beberapa bagian tubuhnya yang mungil itu.
tak lama kemudian seseorang membuka pintu,, alangkah terkejutnya ia saat melihat adik kecilnya yang terlihat menyedihkan.
" Ara!,, apa yang terjadi padamu? " ucap Rey seraya memeluk adiknya itu.
Ara hanya terdiam sambil terisak.
" pasti ibu yang melakukan ini padamu kan? " tanya Rey,, Ara hanya menggelengkan kepalanya.
" tidak,, kau bohong,, kakak tau ibu yang melakukan ini padamu " Rey berdiri hendak menemui ibunya.
namun belum sempat Rey beranjak,, Ara menarik tangan Rey agar tidak meninggalkannya.
" ini bukan salah ibu,, ini salah Ara,, Ara tidak berhati-hati " ucap Ara dengan bahasa isyarat.
Ara merupakan anak berkebutuhan khusus,, sejak lahir dia tidak bisa bicara,, namun Rey sangat menyayangi Ara,, Rey rela belajar bahasa isyarat dan mengajarkannya pada Ara agar Rey bisa berkomunikasi dengan Ara.
Rey menatap dalam-dalam adiknya itu, " hufttt sudahlah,, ayo kita obati lukamu " ucap Rey seraya membawa Ara ke kamarnya. Rey sudah tau jika Ara berbohong tentang lukanya,, sebenarnya itu adalah perbuatan ibunya sendiri,, ibu Rey sangat membenci Ara.
#########
pasti kalian bertanya-tanya mengapa Ara sangat di benci,, cerita ini berawal dari tujuh tahun yang lalu. saat itu Rey sedang merayakan ulang tahun yang ke delapan tahun.
tak di sangka ayah Rey malah membawa hadiah tak terduga, ayah Rey membawa Ara pulang ke rumahnya, Ara saat itu masih berumur satu Minggu, Ara adalah anak hasil hubungan gelap ayah Rey dengan wanita lain, namun wanita itu meninggal saat melahirkan Ara.
ibu Rey sangat shock saat itu, kemudian dia berlari keluar, ayah Rey mencoba mengejarnya. ayah Rey melihat mobil yang melaju kencang yang siap-siap menabrak istrinya, dengan sigap dia mendorong istrinya itu dan akhirnya ayah Rey yang tertabrak.
darah mengalir dari tubuh ayah Rey yang tergeletak diaspal,, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ayah Rey berpesan pada istrinya untuk merawat Ara seperti anaknya sendiri.
namun ibu Rey sangat membenci Ara,, dia beranggapan jika Ara lah yang membuat keluarganya menjadi seperti ini,, namun berbeda dengan Rey,, dia sangat senang mempunyai adik.
sedari kecil Rey lah yang mengurus Ara,, Ara tak pernah lepas dari Rey,, walaupun Rey sering dimarahi oleh ibunya, namun Rey tidak memperdulikannya, Ara sangatlah berharga bagi Rey.
#######
" nah lukamu sudah selesai di obati " ucap Rey.
Ara menatap Rey dan tersenyum. Rey membalas senyuman Ara dan mengelus rambut Ara.
" lain kali kau harus jujur pada kakak ya,, kakak akan bicara pada ibu agar tidak memukulmu lagi " ucap Rey sambil menggenggam tangan Ara. Ara mengangguk mengiyakan.
" kalau begitu sekarang Ara berbaring dulu,, kakak akan buatkan makanan untuk Ara,, Ara pasti belum makan kan? "
Ara langsung menggelengkan kepalanya.
" jangan,, buatkan saja makanan untuk ibu dulu,, jika Ara makan lebih dulu dari ibu,, nanti Ara akan di pukuli lagi " ucap Ara dengan bahasa isyarat.
" ibu tidak akan memukulmu,, ada kakak di sini,, kakak akan melindungimu, kau tenang saja ya " ucap Rey seraya menggenggam kedua tangan adiknya itu.
Rey kemudian pergi membuat makanan di dapur, sementara Ara menunggu di kamar.
beberapa menit kemudian,, Rey akhirnya selesai membuat makanan untuk Ara,, Rey pun menyuapi Ara " apakah masakan kakak enak? " ucap Rey. Ara tersenyum lalu mengangguk.
tiba-tiba ibu Rey datang dan membanting mangkuk yang ada di tangan Rey. mangkuk itu pecah berkeping-keping dihadapan Rey.
" BERANI-BERANINYA KAU MEMBERI ANAK INI MAKAN,, DIA HANYA BEBAN DI KELUARGA INI,, DIA BUKAN ADIKMU, KENAPA KAU SELALU MENGURUSNYA " ucap ibu Rey marah.
" ibu,, apa maksud ibu,, meskipun Ara dan aku bukan lahir dari rahim yang sama,, tapi ayah kami sama,, Ara tetaplah adikku,, kenapa ibu selalu membencinya,, dia hanyalah anak kecil Bu " ucap Rey.
" plakkk " sebuah tamparan mendarat di pipi Rey.
" Rey,, kau sudah berani memarahi ibu demi anak haram ini,, sadar Rey,, dia yang menghancurkan keluarga kita,, dia yang membuat ayahmu meninggal " ucap ibu Rey.
" tapi Bu,,, " belum sempat Rey berbicara,, ibunya sudah menariknya keluar.
" CUKUP!!,, AYO IKUT DENGAN IBU,, SUDAH BERAPA KALI IBU BILANG JANGAN MENGURUSI BOCAH ITU LAGI,, BIARKAN SAJA DIA MATI KELAPARAN " ibu Rey mengunci pintu kamar itu.
Ara hanya menangis tersedu,, omongan ibunya sangat menusuk hatinya,, bagaimana bisa anak berusia tujuh tahun menanggung semua hal ini.
Ara memungut sisa-sisa mangkuk yang pecah, sambil menangis Ara membersihkan sisa makanan di lantai itu.
" tuhan,, apa salah Ara, mengapa ibu benci Ara, padahal Ara sangat sayang ibu, tuhan,,, jika ibu tidak sayang Ara,, ambil saja Ara,, Ara ingin pergi dari dunia ini agar ibu bahagia,, Ara tidak mau menjadi beban lagi,, jemput saja Ara tuhan " batin Ara menatap langit dari balik jendela.
pada malam harinya,, Rey diam-diam membuka pintu kamar Ara sambil membawa makanan.
" Ara ayo bangun " ucap Rey pelan.
Ara yang saat itu setengah tertidur pun terbangun.
" kakak,, kenapa kau di sini,, cepat kembali,, nanti ibu bisa marah " ucap Ara panik ( bahasa isyarat ).
" tidak,, ibu sudah tidur,, kau tenang saja " ucap Rey.
Rey kemudian menyuapi Ara,, namun ternyata ibu Rey belum tidur,, untuk kedua kalinya dia membanting mangkuk yang Rey pegang.
" i-ibu,, " ucap Rey.
tanpa basa-basi ibu Rey langsung menyeret Ara keluar.
" Dasar anak jala*g, kau sudah membuat putraku tidak patuh kepadaku, akan ku berikan kau pelajaran " ucap ibu Rey.
Ara Hanya bisa pasrah dan menangis.
" ibu sudahlah,, jangan marahi Ara,, dia tidak bersalah " ucap Rey berusaha menahan ibunya.
" Rey,, jangan halangi ibu,, atau kau ingin anak ini tiada " ucap ibu Rey.
ibu Rey tetap keras kepala untuk menghukum Ara,, saat akan turun tangga,, Rey menarik tangan ibunya.
" ibu,, sudahlah " ucap Rey.
" diamlah Rey,, anak ini harus tidur di luar " ucap ibu Rey.
namun na'as ibu Rey tergelincir dan jatuh dari tangga.
" IBU!!!! " teriak Rey.
Rey langsung menghampiri ibunya,, sedangkan Ara berhasil selamat karena tangannya di tarik oleh Rey. Rey akhirnya membawa ibunya ke rumah sakit.
#########
setelah melakukan pertolongan kepada ibu Rey,, dokter akhirnya keluar dari ruangan.
" keluarga pasien " ucap dokter.
" saya anaknya dok, bagaimana keadaan ibu saya "
" ibu anda mengalami kebutaan karena pelipisnya terbentur sangat kuat, sehingga syaraf matanya rusak " ucap dokter.
hal itu membuat Rey sangat terpukul,, dia berpikir jika dia tidak menarik tangan ibunya,, maka ibunya tidak akan terjatuh.
" ini semua salahku,, aku sangat bodoh dan egois " ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya.
Ara mencoba menenangkan Rey.
" sudahlah kak,, ini bukan salah kakak,, ini semua salah Ara " ucap Ara. Rey menatap Ara, " tidak ini bukan salahmu " Rey kemudian mengelus rambut Ara.
tiba-tiba darah mengalir dari hidung Ara, seketika wajah Ara pucat.
" Ara! apa yang terjadi padamu " ucap Rey kaget.
seketika Ara pingsan dan tidak sadarkan diri.
Rey memanggil dokter dan Ara segera di bawa ke ruang ICU.
setelah beberapa saat, Rey masuk ke ruang ICU untuk mendengarkan penjelasan dokter.
" adik anda mengidap leukemia " ucap dokter.
" beberapa organ vitalnya juga tampak membengkak,, saya takut dia tidak akan bertahan lebih lama " ucap dokter.
hal itu membuat Rey semakin frustasi,, seketika Rey menangis,, dia menggenggam erat tangan Ara.
" Ara,, maafkan kakak,, kakak tidak bisa menjagamu,, kakak adalah orang yang paling tidak berguna " ucap Rey.
jari Ara sedikit bergerak. " Ara!!!! " ucap Rey.
Ara membuka matanya,, wajah serta bibirnya begitu pucat. " kakak,,, " ucapnya. ( bahasa isyarat )
" iya Ra,, kakak di sini " ucap Rey.
" bagaimana keadaan ibu " tanya Ara. ( bahasa isyarat )
" ibu masih belum sadar " jawab Rey.
" kakak,,, jika Ara pergi,, Ara mau mata Ara untuk ibu,, kakak harus janji pada Ara,, kakak tidak boleh menangis,, jaga ibu untuk Ara, buat ibu bahagia,, Ara tidak akan mengusahakan ibu lagi " ucap Ara ( bahasa isyarat )
" Ara!,, apa yang kau katakan,, kau tak akan pergi kemanapun " ucap Rey.
" tapi Tuhan mengabulkan doa Ara,, jadi Ara akan pergi,, selamat tinggal kakak,, Ara sayang kakak, kakak adalah pahlawan Ara " ucap Ara. ( bahasa isyarat )
seketika tangan Ara terkulai,, Ara sudah tidak bernafas.
" ARA!!!!!!! " teriak Rey,, dokter datang dan menyatakan jika Ara sudah tiada. Rey menangis sejadi-jadinya.
###########
hari ini pemakaman Ara,, semua orang sudah meninggalkan pemakaman kecuali Rey. " Ara!,, semoga tenang di sana ya, kau adalah adik yang paling hebat di dunia ini,, kau adalah hal yang paling berharga yang pernah kakak miliki, bahagia di sana ya Ra " ucap Rey.
Rey kemudian pergi untuk persiapan operasi ibunya.
############
operasi berjalan lancar,, hari ini perban mata ibu Rey akan di buka.
dokter membuka perban dengan perlahan.
ibu Rey akhirnya membuka matanya.
" Rey,,, ibu sudah bisa melihat lagi " ucap ibunya
Rey hanya tersenyum tipis.
" apa kau tidak bahagia jika ibu bisa melihat lagi " ucap ibu Rey.
" tentu saja aku bahagia " ucap Rey.
" oh iya,, ayo bawa ibu bertemu keluarga pendonor ini,,, ibu ingin berterimakasih pada mereka "
Rey sedikit murung.
" baiklah,, Rey akan membawa ibu menemuinya "
########
Rey dan ibunya tiba di pemakaman.
" kenapa kita pergi ke sini " ucap ibu Rey.
" orang yang mendonorkan matanya sudah tiada, dan dia tidak memiliki keluarga " ucap Rey.
" benarkah,, kasihan sekali dia,, semoga dia bahagia dan tenang dia alam sana " ucap ibu Rey.
sampailah mereka di makam Ara.
" ini makam orang yang mendonorkan matanya untuk ibu " ucap Rey.
seketika ibu Rey terkejut saat melihat foto dan nama Ara yang terpampang di makam itu.
ibu Rey tampak bersalah, tiba-tiba saja dia menangis.
" Ara meninggal dua hari yang lalu,, dokter bilang dia mengidap leukemia dan organ vitalnya membengkak dan terluka,, ibu pasti sudah mengetahui penyebabnya bukan " ucap Rey.
ibu Rey tertunduk,, dia menangis,, dia begitu menyesal,, ternyata anak yang selama ini dia benci dan selalu dia sakiti,, adalah anak yang sangat menyayanginya.
" Ara,, maafkan ibu,, ibu adalah orang tua yang tidak berguna,, ibu sangat jahat padamu,, maafkan ibu " ucap ibu Rey sambil menangis.
" Ara,, ibu sangat menyayangi mu,, maafkan ibu selama ini ya,, ibu berjanji akan mengunjungimu setiap hari,, terimakasih sudah menjadi anak yang berbakti "
Rey hanya menatap penyesalan ibunya,, sambil mengusap air matanya dia mengelus makam Ara.
" Ara,, akhirnya kau dapatkan cinta ibu,,, meski sudah terlambat,, tapi paling tidak kau bahagia di sana,, karena cinta yang selama ini kau inginkan Sudah kau dapatkan,, kakak tidak akan melupakan mu Ara " batin Rey.
Tamat.........................
like and komen