hai , kenalin aku tania aliska. Sekarang usia ku menginjak 26 tahun dan belum menikah. Bukan karna tidak ada yang mau , tapi aku merasa belum ada yang cocok. Setiap cowok yang dekat dengan ku selalu saja aku merasa tidak cocok , ntah itu dari segi topik obrolan atau pun kebiasaan. Pernah sekali aku dekat dengan pria idaman setiap wanita , fisik yang menawan dan jelas sudah mapan. Perlakuan ke diri ku juga sangat sopan dan lembut tapi ntah mengapa aku tidak bisa mencintai nya. Sekedar rasa tertarik pun tidak ada , sempat terlintas dipikiran ku apa aku punya kelainan ?. Namun berbeda dengan rasanya ketika dekat dengan sahabat ku. Rasya anggara , sabahat ku sejak duduk dibangku SMP. Dulunya kami tetanggaan , namun sejak Ayahnya harus pindah tugas dia pun pindah sekolah. Dan kami tak sengaja bertemu lagi setelah sekian lama , tapi sayang ternyata dia sudah menikah. Dia tak pernah memberitau ku selama ini , padahal kami tak pernah lepas untuk trus saling mengabari setiap hari. Kadang-kadang dia menemani ku sleep call jika sedang susah tidur. Tak pernah terpikir oleh ku dia menyembunyikan pernikahannya. Tapi buat apa ?, toh dengan dia sudah menikah pun aku tetap mau jadi sahabatnya.
Pagi ini aku harus bertemu lagi dengannya, masih agak kesel dikit kenapa dia harus menyembukikan pernikahannya. Dia trus meminta maaf dan memberi penjelasan. Yah mau gimana lagi , jadi aku maafkan saja dia. Oh ya kebetulan kami satu kantor , dia bawahan ku. Dia dipindahkan kesini karna menurut atasan kerjaannya bagus. Kami kerja di salah satu menagement e-sport , kebetulan sejak dulu kami memang suka bermain game. Disini aku adalah managernya dan dia analisis bagi tim yg ku pegang. Ada bagusnya juga menurut ku , jadi aku tak perlu terlalu capek mengarahkannya.
satu minggu kedepan kami akan keluar kota. Lokasi tournamen kali ini tidak dilaksanakan ditempat yg biasa. Mungkin dari pihak penyelenggara ingin dapat susana baru. Angga tak lupa izin kepada istri dan anaknya. Selama ini kemana pun ia pergi , ia selalu membawa keluarga kecilnya. Tapi kali ini ia harus pergi sendiri , lagian cuma seminggu doang. Tak lupa juga ia menjajikan oleh-oleh untuk putrinya yg sekarang berumur 3 tahun. Putri sangat cerdas , dia pandai dan cepat memahami apa yg diajarkan.
tiga hari yg lalu setelah minta maaf , Angga mengajak ku bertemu keluarga kecilnya. Istrinya ramah dan anaknya sangat lucu. Ku perkenalkan diri ku sebagai teman lama Angga. Kami tertawa dan bercanda bersama seakan sudah lama kenal , bahakan sampai lupa kalo disitu ada Angga. Anatasya Sabela istri Angga , biasa dipanggil Caca sedangkan anaknya Kalina Rasya Cantika , dipanggil Ika. Keluarga kecil yg bahagia , siapa yg tega merusak kebahagiaan mereka.
Harinya pun tiba , kami siap-siap menunggu kendaraan yg akan kami gunakan. Kali ini cuma 1 Bus , lagian yg gak semua pemain ikut. Tim yg ku pegang punya 12 pemain , tapi yg ikut kali ini cuma 7 orang , 1 coach , 2 analisis , dan yah aku managernya. Hampir 6 jam perjalanan , kami tiba ditempat penginapan , kamar ku bersebelahan dengan kamar Angga. Angga 1 kamar ber2 dengan Andi , analisis kami yg lebih dulu. Andi sudah bergabung dengan tim ini kurang lebih 3 tahun. Dulunya dia juga pemain kami , seangkatan lah dengan ku.
Semuanya berjalan lancar , tak ada yg istimewa. Tapi hari itu , ada yg berbeda , tiba-tiba Angga lebih perhatian dari biasanya. Dia mebelikan ku cemilan , bahkan sampai mau menemani ku gadang untuk mengurus administrasi. Jam menunjukan pukul 3 pagi , ku lihat Angga tidur sangat pulas. Mungkin dia kelelahan haru memikirkan bagaimana cara mengalahkan pertahanan lawan. Aku berinisiatif mengambilkannya selimut agak ia tidak kedinginan. Semakin dekat , ku tatap wajahnya sangat mempesona. Apa selama ini sebenarnya cowok yg ku suka itu Angga. Aku menepis semua hal-hal aneh diotak ku , terlebih lagi aku harus sadar Angga sudah berkeluarga. Ku lanjut kan perkerjaan ku hingga tak sadar aku tertidur. Paginya ku cium aroma sedap dari sebelah tempat tidur ku. " Pagi Ibu " , Sapa Angga. " Apaan nih ?", tanya ku agak heran. Ngapain coba dia repot-repot nyiapin sarapan buat aku. " Ya gak papa kan , sesekali. Jangan cuma dichat doang aku bilang mau bikinin sarapan " , jawab Angga sambil tersenyum. " Yaudah makasih " , ucap ju agak sinis. Ya gimana , aku takut baper dan membenarkan apa yg aku pikirkan semalam.
Angga trus bercerita tentang dia dan keluarganya , sampai akhirnya dia cerita tentang dia gak bahagia sama istrinya. Aku kaget , kok bisa Angga bilang begitu, padahal ketika di rumahnya mereka terlihat bahagia dan baik-baik aja. Angga bilang , Ika bukanlah anaknya. Kesalahan temannya saat itu yg membuatnya harus bertanggung jawab. Sedangkan temannya lari ntah kemana hilang begitu saja. Dia mulai mengeluh lelah , capek , dan bingung harus gimana. Terlebih dia bilang sebenernya dia mencintai ku , sejak dulu saat masih SMP bahkan sampai sekarang perasaany tak berubah. Aku bingung harus bahagia atau gimana , disisi lain aku seneng tapi aku juga sedih karna dia sudah punya istri. Angga bilang , dia hanya ingin merasakan rasanya jadi pacar ku , setidaknya untuk seminggu ini. Dia trus memohon , hingga membuat ku kasihan dan mengiyakan permintaannya. Berarti hari ini kami resmi jadian dan selama seminggu kedepan kami akan menjadi sepasang kekasih.
" pagi sayang " , satu pesan masuk ke hp ku. " Mau sarapan apa ?, biar aku bawain ", pesan kedua masuk lagi. " Aku pengen yg manis-manis aja ", balas ku. " Aku manis , makan aku aja...hihihi ", balasnya lagi ". Tak lama ada yg mengetuk pintu kamar ku , ku buka dan ku biar kan dia masuk. " nih sarapannya , makan didedapan ku akan terasa manis " , goda Angga. " Halah , sama aja pun rasanya " , jawab ku. " Mau disuapin ?", tanya nya. " hah ? " , aku pura-pura tak mendengar yg diucapkan. " Mau aku suapin gak sayang ? masa giliran di chat manjanya minta ampun giliran ketemu langsung sok cuek ". Ucapan Angga membuat ku bingung mau jawab apa , tiba-tiba dia buka dan ambil rotinya lalu menyodorkannya ke pada ku. " Ayok makan , ngapain bengong " , ucapnya. Ku ambil dan ku makan sendiri rotinya. Rasanya masih canggung , mungkin jika aku tak tau dia sudah berkeluarga mungkin akan terasa lebih enak.
Sudah 3 hari kami disini , hubungan ku dengan Angga terasa makin dekat saja. Aku sudah tidak canggung berada didekatnya. Di bahkan selalu menemani ku , lebih memilih bersama ku dia di penginapan dari pada harus ikut yg lain jalan-jalan. Malam ke 5 kami disini , setalah tadi pertandingan yg menegangkan , kami akhirnya berhasil masuk ke final. Angga memohon agar malam ini dia tidur di kamar ku, katanya capek sekali ingin rasanya dimanja-manja oleh ku. Ku iyakan permintaannya , dia dengan semangat tidur dipaha ku sambil bercerita. Ku elus-elus rambutnya , Angga terlihat begitu nyaman hingga tertidur. Aku semakin menyanyanginya , aku lupa jika dia sudah punya keluarga. Aku bahagia ketika bersamanya , toh dia juga tidak pernah mencintai istrinya. Pernikahan mereka hanya karna rasa kasian Angga dan solidaritas terhadap temannya.
Paginya aku terbangun sudah berada ditempat tidur. Angga berada disamping ku , ku tatap wajahnya begitu tampan. Aku merasa sangat beruntung dicintai olehnya. Angga tiba-tiba bangun dan tersenyum , " Pagi canti ku " , ucapnya. Muka ku memerah ditatap seperti itu , belum pernah aku sedekat ini dengan seorang pria. Angga lalu mengecup kening ku dan menarik ku kedalam pelukannya. Ku sembunyikan wajah ku didada bidangnya. Aku bisa mendengar detak jantung Angga , mungkin Angga juga sama. Nyaman sekali rasanya , aku harap ini jangan berakhir." Mau mandi duluan apa bareng ? " , tanya Angga dengan senyum yg bikin jantung ku makin berdegup kencang. Tanpa menjawab aku bangun dan berlari kearah kamar mandi. Tak percaya rasanya , aku bisa punya kekasih dan itu sahabat ku sendiri.
Hari ini terakhir kami dikota ini , kami sudah saat harus kembali ke basecamp. Aku lupa kalo hubungan kita cuma seminggu aja , hubungan ini trus saja kami lanjutkan. Kadang kalo kangen , aku sengaja main kerumahnya dengan alasan rindu Ika , padahal hanya ingin sekedar bertemu Angga. Di basecamp pun kami selalu berduaan , tak ada yg menegur karna setau mereka Angga masih lajang. Aku tak ingin ini berakhir , aky bahagia bersamanya.
Jam menunjukan pukul 12 , aku bersiap-siap untuk pulang. Tiba-tiba Angga memeluk ku dari belakang , " Aku kangen tidur dipelukan mu " , ucapnya dengan nada manja. " Gimana dengan istri mu nanti , dia pasti nungguin " , ucap ku. " Udah ku bilang ,lembur " , ucapnya. Akhirnya ku iyakan ia menginap ditempat ku malam ini. Ku bilang biarkan saja motornya di sini , biar kita pake mobil ku saja untuk pulang. Selama perjalanan Angga sangat manja , mulai dari nada bicaranya dangan tangannya yg trus saja mengelus tangan ku.
Sesampai di apartemen ku , ku siapkan makanan yg tadi kami beli. Setelah makan , Angga mulai manja lagi memeluk ku. Dia selalu bilang ingin trus bersama ku. Ntah bagaimana , bibir kami sudah bertemu. Ciuman Angga terasa begitu dalam , Nyaman rasanya dia semakin menarik ku ke dalama pekukannya. Semakin lama , semakin terasa nikmat , hingga tanpa sadar kami melalakuannya. Aku tak tau bagaimana , aku bingung , aku takut , tapi Angga trus meyakinkan ku tidak akan terjadi apa-apa. Paginya kami menjalain hari-hari seperti biasa , hanya saja aku sedikit menjaga jarak darinya. Aku takut hal seperti semalam terulang lagi.
Angga trus menghubungi ku , sudah 3 hari aku tidak datang ke basecamp. Aku juga nginep di rumah teman aku. Aku bingung harus bagaimana , aku tidak pernah menyangka akan sejauh itu. Ku tenang kan diri ku , dan ku putuskan untuk menyudahi hubungan ini. Tentu saja Angga tidak terima ,dia trus bertanya alasannya apa. Bahkan dia berjanji akan menceraikan istrinya asal aku mau trus bersamanya. Tentu saja aku tak setega itu ,aku tau aku sangat mencintai Angga , mungkin dia adalah cinta pertama dan terakhir ku. Tapi bagaimana dengan Ika , anak yg lucu dan tak mengerti apa-apa harus mengalami hal seperti ini. Aku juga resign dari tim ku , aku benar-benar tak ingin kejadian itu terulang lagi.
Aku mendaftakan diri dan mendapatkan beasiswa s2 di singapura. Ku ganti semua sim card juga sosial media ku. Aku takut Angga trus berusaha mencari ku. Terakhir kali ku dengar dia sampai menemui orang tua ku. Untungnya aku sudah bilang agar orang tua ku tidak memberi tahu kemana aku pergi. Perjalanan cinta yg ku idaman kan dengan lelaki yg sangat ku ingin namun begitu singkat. Mungkin hingga nanti aku masih tetap mencintainya , Rasya Angga.