Natan adalah anak orang kaya yang hobinya berkelahi, karena sering berkelahi dia memiliki badan yang bagus dan memiliki wajah yang tampan, berkat itu dia selalu menjadi perhatian di sekolah-sekolah nya dulu.
Rena adalah gadis cantik berambut panjang, karena sifat nya yang pendiam membuat Rena susah di dekati,tapi Rena sangat pintar dia selalu menjadi rangking 1 di sekolah nya, Karena prestasi dan kecantikan nya Rena menjadi salah satu idola di sekolah nya dulu. (kakak)
Reni adalah gadis imut berambut pendek, dia kebalikan dari saudarinya wajah nya yang imut di tambah dengan sifat nya yang enerjik membuat banyak orang yang suka padanya, Reni juga salah satu idola para siswa di sekolah nya dulu. (Adik)
Cerita diawali saat si kembar Rena dan Reni sedang dalam perjalanan berangkat sekolah,
Mereka berjalan karena jarak antara rumah dan sekolah nya tidak terlalu jauh, jadi mereka berjalan kaki ke sekolah
Di tengah perjalanan mereka, Rena dan Reni melihat seseorang yang sedang berkelahi, Reni maju dan meng hentikan mereka
"Berhenti aku sudah menelpon polisi dan sebentar lagi mereka akan datang ke sini!" Ucap Reni dengan keras
Orang yang memukuli anak itu pun lari, dan Reni menghampiri anak itu
"Kau tidak apa-apa?" Tanya sambil mengulurkan tangan nya
"Aku tidak apa-apa, terimakasih telah menyelamat kan ku" jawab Aldi sambil menerima bantuan dari Reni
"Namaku Reni dan ini Kaka ku Rena, kau dari sekolah yang samakan dengan kami, tanya Reni
"Namaku Aldi, iya aku siswa tahun pertama di sekolah itu" jawab Aldi
"kalau begitu kita berangkat bersama saja" ajak Reni
"Terimakasih"
Mereka akhirnya berjalan menuju sekolah bersama...
Ternyata orang yang memukuli Aldi tidak benar-benar pergi dia melihat Reni dari kejauhan
Setibanya di sekolah mereka mereka terkejut ternya mereka bertiga satu kelas di kelas 1A
Reni duduk di bangku ke dua sebelah kiri saat Rena akan duduk di samping Reni tiba tiba seorang laki laki duduk di samping Reni Melihat itu Rena memilih duduk di samping Aldi di depan meja Reni
Reni yang melihat itu kesal karena kakak nya tidak duduk di samping nya
Tapi saat Reni melihat wajah nya Reni Lang sung terpana oleh ketampanan laki laki itu
Ternyata laki laki itu adalah Natan dia adalah orang yang waktu pagi berkelahi dengan Aldi
Aldi yang melihat itu kesal sekaligus cemburu karena dia juga suka dengan Reni
Reni yang tadinya ingin menegur nya pun tidak jadi menegurnya karena Reni juga sepertinya suka dengan Natan
Selang beberapa menit guru datang dan memperkenal kan diri
"Halo semuanya perkenalkan nama bapa Ramanda saya akan menjadi wali kelas kalian, setelah kalian memperkenal kan diri satu persatu kalian akan memilih siapa yang akan menjadi ketua kelas, wakil ketua dan sebagainya" ucap pak Ramanda
Murid muri mulai memperkenalkan diri mereka
Hingga tiba giliran Natan untuk memperkenalkan diri
"Perkenalkan nama saya Natan hobi saya bermain tinju" ucap natan
"Ternyata nama nya Natan " batin Reni
Setelah semuanya memperkenalkan diri tibalah saat untuk membentuk pemilihan struktur kelas
"Siapa yang ingin menjadi ketua kelas" ucap pa ramanda sambil menatap Natan
Melihat itu Aldi mengangkat tangannya ten mengajukan diri
"Saya pa" ucap Aldi
"Apa tidak ada yang lain" ucap pa ramanda
Brian mengangkat tangan
"Saya pak"
Akhirnya sesi voting di mulai dari hasil itu Aldi menang telak dengan poin 20 sedangkan Brian hanya 16
Setelah strukturnya beres kini beristirahat berbunyi
Tot... Tot... Suara bel berbunyi
Natan berinisiatif mengajak Reni untuk pergi ke kantin
"Ayo pergi ke kantin biar aku traktir" ucap Natan mengajak
Sebelum Reni menerima ajakan Natan Reni melihat ke arah Rena mata mereka bertemu dan Rena mengangguk kan kepalanya sebagai tanda ia memperbolehkan nya
Akhirnya Reni pergi bersama Natan
Dan Rena pergi bersama Aldi
Setibanya di kantin Natan dan Reni menjadi pusat perhatian banyak yang bilang mereka berpacaran karena mereka sangat serasi
Tiba tiba ada seorang wanita yang datang dang memberikan surat cinta kepada Natan Reni cemberut saat Natan mengambilnya Tiba tiba Natan pergi ke tong sampah dan membuang surat itu
Kemudian Reni menjadi senang melihat senyuman Reni muka Natan memerah dan jantung Natan berdetak cepat
Mata Reni dan Natan kini bertemu itu membuat Natan membalikkan kepalanya
Mereka duduk di kursi kosong
"Kau ingin makan apa biar aku ambilkan"ucap Natan
"Aku ingin nasi goreng karena itu adalah makanan kesukaanku dan kakak" balas Reni
Natan pun pergi untuk mengambil makanan
Tiba tiba Reni di kejutkan oleh murid tahun ke 2 yang duduk di depannya dia terus memandangi Reni
Reni merasa tidak nyaman ada orang yang menatap nya dengan mesum
"Siapa kau kenapa kau terus melihat wajah ku apa ada sesuatu di wajah ku" tanya Reni dengan nada kesal
"Tidak hanya saja wajah mu sangat manis, apa kau ingin menjadi pacarku?" Tanya Reza anak kelas 2 yang duduk di depan Reni
"Tidak, aku tidak mengenal mu! " balas Reni dengan nada yang sedikit keras
Reza marah dan menggenggam tangan Reni Reni berteriak
"Au... Itu sakit, lepaskan aku!" Seru Reni
Natan yang melihat itu menghampiri Reza dan memukul wajah nya Hinga jatuh ke meja
Breg.....
Natan mengambil tangan Reni
"Apakah sakit" tanya Natan dengan muka khawatir
Reza menatap Natan tapi temanya mengajak nya pergi karena sedang ada di tempat yang ramai
"Tunggu saja pembalasanku" ucap Reza dengan pandangan tanam ke arah Natan
Mendengar itu Reni khawatir takut Natan di pukuli Reni menggenggam erat tangan nathan yang menandakan seni tidak ingin nathan terluka
Nathan yang mendapat perhatian dari reni merasa sangat senang karena cintanya itu tidak bertepuk sebelah tangan
Tiba tiba perut Reni berbunyi dan itu membuat nya malu Natan haya senyum tipis dan mengajak nya duduk
Natan mengambil nasi goreng itu
Melihat tangan Reni yang masih sakit Natan berinisiatif menyuapinya
Dia teringat saat pembantunya menyuapinya makan
"Ayo buka mulut mu anak baik " ucap Natan
Dengan malu malu Reni membuka mulut nya dan memakan nasi goreng itu melihat Reni makan dengan lahap Natan puas dengan pelayanannya itu
Setelah makan Natan mengajak Reni ke UKS dan mengobati tangan Reni yang terkilir
Natan mengambil kain perban dan memutar nya di tangan Reni Hinga berbentuk seperti tangan mumi :v
Akhirnya jam istirahat sudah habis mereka pun pergi ke kelas
Melihat tangan Rani yang di perban Rena sangat khawatir dan menanyakan ribuan pertanyaan kepada Reni
Natan yang melihat Reni tidak bisa berbuat apa-apa dengan saudarinya itu dia hanya tersenyum