lea adalah seorang anak kolonglomerat yang sangat sempurna tak ada kekurangan didirinya sedikitpun dia cantik,ramah, pintar,sopan dan punya banyak uang.
walau kita selalu melihat kehidupannya sempurna tapi dia tak pernah merasa begitu karna untuknya mendapatkan satu orang yang tulus bersamanya sangat susah dia selalu tidak beruntung soal pasangan hingga pada akhirnya dia tidak mau berharap lagi soal cinta dan laki-laki.
......
Musim terus berganti tak terasa sekarang sudah musim panas
"lea kamu tidak mau ikut liburan musim panas?"
tanya sahabatnya
"aku lagi malas pergi keluar,kerjaanku juga banyak sa"
jawaban lea yang seperti itu membuat sasa sebagai sahabatnya kesal.
"ayolah leaa,masa aku liburan sendirian?"
"kan kamu ga sendirian sa,kan ada tunanganmu!"
"hehe ta-tapi kalau cuma berdua ga enak lea,enakan kalau banyak orang,ayolah lea plissss.."
"terus aku jadi nyamuk kalian?"
"engga sa,nanti di vilanya juga ada teman-teman tunanganku masa aku sendirian ga ada temen,ayolahh"
"iya sebentar aku siap-siap"
"yeyy gitu dongg"
kami sudah sahabatan sejak lama dari sekian banyak orang yang ku temui cuma dia sahabat ku yang selalu ada dan tau bagaimana susah senangnya aku,mungkin semua orang mengangap hidupku sempurna tapi kalian ga akan pernah tau apa yg aku rasakan karna kalian tidak diposisiku.
hari berlalu dengan cepat dan tiba esoknya untuk pergi liburan musim panas di vila milik tunangan sasa sahabatku itu kami janji bertemu di bandara.
saat tiba dibandara aku langsung bertemu sasa dan tunangannya,sasa langsung berlari kearahku dan memeluku meninggalkan tunangannya yang langsung memasang muka cemberut meliat sasa yang meninggalkannya.aku tertawa kecil melihat tingkah mereka yang selalu sama tiap ada aku di antara mereka,sasa melihatku yang tertawa dan bertanya "kamu kenapa ketawa lea?"
"lihat muka tunanganmu itu langsung cemberut saat kamu ninggalin dia haha"
"biarin aja"
"sayanggg kamu ko gituuuu"
"gapapa wleee"
aku tertawa kembali melihat kelakuan mereka tak lama aku tersadar ada orang yang memperhatikanku sejak tadi aku langsung menoleh ke orang itu dan mata kami bertemu dia kelihatan terkejut melihatku,aku langsung terdiam melihat ke arahnya dalam berapa detik sampai tunangan sasa bicara.
"ah lea ini teman-temanku ada alex dan lucas,"
"ahh aku lea sahabat sasa"
"aku alex"
"lucas"
kami berjabat tangan sebagai salam perkenalan,aku hanya menatap mereka sekali dan lanjut meningalkan mereka karna aku cuma fokus sama sasa sahabatku itu.
....
Alex
aku sedikit terkejut melihat gadis cantik didepan ku ini,aku merasa tidak asing dengan namanya itu tapi aku lupa entahlah aku pun tak yakin.
aku mendekat ke tio hendak bertanya tentang gadis itu tapi sebelum itu aku terkejut sahabatku yang sejak kecil yang selama ini bodoh amat soal cewe-cewe cantik itu tiba-tiba bertanya duluan pada tio.
"Tio bukanya dia diluar negri kapan dia kembali?"
"kamu kenal lea,lucas?"
"jawab saja pertanyaanku."
"iya minggu lalu kalau tidak salah soalnya sasa yang maksa dia buat balik ke sini"
"...."
"kamu kenal dia lucas?"
"dia adik leonard kan?"
"bagaimana kamu tau?"
"kakakku rekan bisnis kakaknya."
"....."
"....."
.....
semua berlalu begitu saja sampai mereka tiba di vila milik tio
"Aaaaaaa senangnyaaa akhirnya sampaiii"
"hati-hati sa"
"iyaa sayangg hati-hati"
"iya bawel banget kalian berdua"
"ahh divila ini ada 6 kamar kalian pilih saja kamar yang kalian mau pakai,kami masuk duluan ya."
.....
lea
aku pergi ke arah belakang yang dekat dengan area taman memang kamar ini tidak terlalu luas tapi tidak kecil juga aku suka karna kamarnya dekat taman,aku merebahkan diriku perlahan tak lama sasa datang ke kamarku.
"leaaaaa siap-siap ya nanti kita mau jalan-jalan ke festival"
"iyaa kamu juga siap-siap"
"oke byee.."
aku langsung pergi mandi sebentar lalu aku menyiapkan baju yang mau ku pakai tiba-tiba aku teringat pada laki-laki bernama lucas itu aku merasa pernah bertemu dengannya tapi aku lupa, ahh ya sudahlah tak lama aku bersiap aku keluar dan terkejut saat melihat lucas didepanku,muka dia biasa saja menatapku sebentar lalu dia berlalu aku terdiam sejenak kenapa dia menepati kamar didepanku dari sekian banyak kamar pikirku tapi ya sudahlah.
"Ruang keluarga"
"semua sudah siap?"
"iya"
"iya"
"ya"
"disana sangat banyak orang jangan sampai ada yang terpisah"
"Tio kamu pikir kami anak kecil?"
"bukan begitu lebih baik saling menjaga dari pada nanti kenapa-kenapa,disini sudah banyak orang yang hilang makanya pada hati-hati"
"kita kan mau liat festival bukan mau hilang"
"hn"
"ya terserah kalian lah intinya saling jaga aja"
percakapan merekapun berlalu.
"festival"
"wahhh banyakk banget orangg"
"iyaa sayangg pokonya kamu jangan lepasin tangan kamu"
"oke sayangg,kalian jagain lea ya"
"apaan sih saa,aku dah gede gapapa nanti aku bisa cari orang kalau ilang disini"
"ga mauu leaaa,kalau kamu kenapa-kenapa aku yang bakal dipenggal kakakmu heumm"
"iyaa iyaa saaa"
"ayoo lanjut jalan"
.....
lea..
kami saling menikmati festival itu karna festivalnya sangat megah dan meriah wajar bila banyak orang yang datang, aku saja terkagum kagum melihat keindahan festival itu. tiba-tiba kepalaku sakit aku ga tau kenapa tapi rasanya mau pecah aku berhenti sejenak memegangi kepalaku aku inggin memanggil sasa tapi ga kuat pandanganku sedikit kabur melihat mereka menghilang dibalik kerumunan banyak orang aku terdiam ditempat itu tah berapa waktu yang ku lewatkan aku tak ingat,setelah berapa waktu berlalu aku merasakan seseorang memeluku dengan erat serta nafas yang memburu aku masih menahan rasa sakitku hingga aku tak sadar sudah menggigit bibir ku hingga berdarah tak lama dari orang itu aku mendengar suara sasa panikk memanggilku seperti mau menangis,setelah itu aku tak ingat lagi.
lucas
aku berjalan dengan santai seperti biasa sambil sesekali memperhatikan gadis disampingku ini,tanpaku sadari dia tumbuh besar dengan cepat walaupun begitu kelihatannya dia melupakanku, ingin rasanya aku bertanya langsung tapi enggan rasanya saat dia melihatku dan yanglainnya dengan tatapan dingin seakan menyuruh kami menjauh.
aku terus memperhatikannya hingga notif di hpku mengharuskanku berhenti untuk memperhatikannya,aku mengambil hp ku sejenak aku melihat ada chat dari kakaku yang menanyakan apakah aku liburan bersama lea orang yang bilang suka padaku sejak kecil. kelihattan banget kalau dia sedang mengejekku,aku kesal tapi tidak membantah ejekannya karna benar adanya sejak kecil kami sedekat itu sampai aku tak mau membiarkan kakakku dekat sama lea,aku tersenyum kecil mengetahui dulu aku dan lea selengket itu sebelum sakit lea mengubah semuanya dan keadaannya lebih kacau saat aku harus mengikuti ayahku pindah ke luar negeri untuk mengurus cabang perusahaan kami.
dari sekian banyak waktu yang kelalui aku tidak pernah melupakannya sedikitpun tapi tak disangka awal pertemuan kami dari sekian lama malah di bandara dan diapun tidak mengenaliku serta menatapku dingin,aku tersadar dari lamunanku saat membaca chat terakhir kakak yang menyuruhku untuk bersenang-senang,aku tersenyum sesaat sebelum menutup hp ku.
aku melirik kesebelahku dan terkejut saat melihat leaa sudah tidak ada aku melihat kedapan mereka cuma bertiga lea kemana,aku langsung bertanya pada mereka lea mana dan mereka langsung menoleh ke belakang dan balik bertanya bukannya dia jalan disebelahmu,sasa mulai panik aku pun begitu aku meninggalkan mereka dan berjalan balik sambil mencari gadis itu jantungku terus berdegup kencang fikiranku kacau apakah aku akan kehilangan dia lagi,aku terus mencarinya ku arahkan pandanganku sambil memanggil namanya.
aku terus mencarinya fikiranky sudah tak terkontrol lagi tak lama aku menemukan seorang gadis yang duduk ditepi diantara kerumunan orang yang lewat serta memandangnya aneh aku melihatnya duduk dengan tangan yang memegang kepalanya,aku langsung datang dan memeluknya lega rasanya aku menemukannya aku tidak kehilanganya lagi tak lama dari itu sasa dan teman lainnya datang.
aku langsung menggendong tubuh gadis itu dan kami langsung pergi menuju vila serta menyuruh teo menghubungi dokter pribadi keluarganya untuk menunggu di vila,aku melihatnya pingsan mungkin karna sangat sakit, aku sedikit terkejut melihat darah di sudut bibirnya sial pikirku andai saja aku tidak melihat hp pasti dia tidak terluka.
hufttt aku menghembuskan nafas kasar aku tidak bisa berfikir tentang hal yang lain lagi, fikiranku hanya ada lea saja waktu berlalu hingga akhirnya kami sampai di vila aku langsung menggendong lea keluar dan membawanya kekamar divila itu sudah ada dokter yang siap siaga aku meletakan lea di kasur membiarkan dokter memeriksanya.
tak lama dokternya keluar dan berkata kalau lea sakit karna berusaha untuk memaksa ingatannya untuk kembali sedangkan dia sendiri yang menghilangkannya jadi ada semacam reaksi penolakan ini juga ada hubunganya dengan obat-obat depres yang pernah dia konsumsi.
waktu berlalu hinga lea sadar aku tetep ada disebelah ranjanganya menunggunya awalnya kami semua ada disini tapi aku menyuruh mereka untuk istirahat biar aku yang menjaga lea ucapku. dia terkejut melihatku dia terdiam sejanak menatapku aku tersenyum kecil sambil mengusap rambutnya.
"masih pusing?"
"...."
"ada yang sakit?"
"kenapa kamu disini?"
"aku cuma jagain kamu lea?"
"bukannya kamu diluar negeri,bukannya kamu pergi meningalkanku?"
"bukan lea,aku ga pernah ninggalin kamu sedikitpun aku ga pernah lupa tentang kamu pas kecil,sejak kamu sakit waktu kecil aku terpaksa pergi karna perusahaan kami yang ada di kanada lagi goyah dan aku tidak mungkin ditinggal karna posisinya aku masih kecil dan keluarga intiku tidak ada disini,maafkan aku lea maaf maaff dan terimakasih sudah ingat aku"
"akluka lucas?"
"iya lea"
"sekarang aku harus memanggilmu luka atau lucas?"
"luka."
Lea
aku ga tau mau sedih atau senang melihatnya orang yang ku pikir meninggalkanku ternyata tidak dan aku bersyukur aku bisa mengingatnya kembali walaupun harus merasakan kesakitan.
aku membalas memeluknya erat padahal aku sudah menyerah dan berusaha melupakannya serta kenangan masa kecil kami sampai aku harus minum obat depres diam-diam untuk semua itu hingga aku melupakannya tapi tuhan berkata lain.
kami dipertemukan kembali pada momen yang tidak disangka-sangka setelah itu kami memilih untuk melanjutkan hidup kami bersama.kadang hidup itu penuh dengan tanda tanya tapi jangan pernah menyerah untuk hidup.
selesai