Bukankah hari ini hari yang indah, salju yang turun begitu dingin hingga menusuk jantung.
"Lihat aku telah melukis gambar abstrak di atas salju dengan tinta berwarna merah, bukankah ini karya seni alami yang indah AHAHAHAHA...." tawa puasku dengan seorang pria terkapar di tanganku.
Kalau negara ini tak bisa menghukum mereka, maka aku yang akan menghukum mereka.
* Kejadian itu sudah lama sekali, ayahku adalah orang yang paling jujur, tapi karena ayah selalu menolak uang suap, lalu mereka mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh ayahku, dan itu membuat ibuku menjadi gila sampai saat ini
Aku yang tumbuh di lingkungan menyakitkan, teman-teman di sekolah membully ku dan bibi juga paman yang suka menyiksaku,karena mereka yang merawatku, aku pikir mereka hanya menggunakan ku sebagai alat untuk bantuan dari pemerintah, mereka menyiksaku dengan kejam, tapi mereka telah melahirkan seorang monster baru*
Banyak manusia busuk yang tinggal dan berpijak di atas bumi ini.
Sebentar lagi mereka akan lenyap di tanganku.
*****
Aku seorang laki-laki siswa SMA keji yang di cari-cari pemerintah, aku pikir negara ini melindungi para koruptor juga para penyuap.
Berita pagi ini ( pejabat berinisial H dalam proses penyelidikan, apakah benar dia terbukti menggelapkan uang pajak? Polisi sedang menyelidikinya.)
"Mereka benar-benar lamban" kataku yang bersiap untuk meluncurkan tindakan ku.
Aku pergi ke kantor seorang kriminal dengan inisial H, aku mencari berkas-berkas untuk bukti, semudah itu menemukan bukti, mereka terlalu banyak menerima uang untuk mencari alasan.
Kemudian aku pergi ke rumahnya, dengan rumah mewah seperti istana, aku pergi menuju kamar tempat ia tidur.
Ia tidur dengan istrinya, dengan cara lain aku menelfon dirinya dan menyuruhnya ke ruang kerja, ia menanggapi panggilan dariku, dan menuju ke ruang kerja.
Lampu semua sudah di matikan.
Ia yang masuk ke ruang kerja, aku langsung menusuknya, tapi dia berhasil lolos, kecerobohan ku yang masih belum menguasai lingkungan rumahnya.
Ia berhasil menekan bel keamanan, aku bergegas mencarinya.
Tak lama aku menemukannya dan membunuhnya secara sadis. Istrinya yang melihat langsung pingsan.
Para polisi ternyata sudah berjaga tak jauh dari area rumahnya karena sudah banyak para koruptor terbunuh oleh psikopat gila, yaitu diriku.
Polisi menerobos masuk, polisi menemukanku, aku terkepung tapi orang ini berada di tanganku, polisi tak bisa berbuat apa-apa, aku membawanya ke ruang atas dan polisi mengikutiku perlahan.
Sampai di ruang atas aku melompat keluar jendela, polisi langsung bergegas meluncurkan tembakan.
Itu mengenai lenganku ya tak terlalu parah, tapi saat aku lompat keluar jendela aku berpijak di bagian dinding dan aku menjatuhkan seorang koruptor berinisial H dari lantai 3 rumahnya.
Sekali lagi aku berhasil lolos dari kejaran polisi. Aku menyebarkan berkas-berkas sebagai bukti penggelapan uang dari atas, semua kertas jatuh seperti daun yang berguguran, berapa banyak uang yang ia curi dari rakyat.
Terpampang di berita bahwa *koruptor berinisial H telah tewas terlempar dari lantai 3 rumahnya oleh seorang psikopat yang tak di ketahui siapa, lagi-lagi para koruptor tewas.*
*****
Di sekolah lengan bajuku terlihat merah karena luka tembakan dan menembus baju seragam putih.
Banyak dari mereka yang membicarakan soal psikopat gila ini, dan banyak juga yang mendukung juga mengagumi tindakan psikopat ini, setidaknya negara ini bisa sedikit maju karena para petinggi negara takut melakukan korupsi dan mati di bunuh.
Sudah sangat lama aku melakukannya, terbilang ini sebuah hobi yang tidak biasa, dan tangan ini sudah terlanjur berlumuran darah.
Dan aku sangat suka melukis lukisan abstrak dengan tinta merah, oh maksudnya darah mereka.
Di sekolah aku bersikap lemah seperti anak yang tak bisa bertarung, ada beberapa siswa yang membully ku, aku membiarkan mereka melakukan apapun padaku, dan itu tidak sakit sama sekali.
*****
Semua hari ku jalani dengan menyakitkan, mungkin rasa sakit ini sudah permanen, jadi sudah biasa.
Tapi kepala sekolah kemudian memanggil ku, aku menuju ke ruang kepala sekolah, sudah ada polisi di ruangan itu.
Mereka menyelidiki ku, mereka bilang akulah psikopat yang di cari itu, tapi kepala sekolah membantah siswa lemah seperti ku mana mungkin memiliki kekuatan dan kecerdikan seperti psikopat yang sudah firal itu.
Mereka menyuruhku untuk membuka lenganku, aku masih menahannya, mereka memaksaku, tapi ya sudahlah.
Aku langsung melompat memecahkan jendela di ruangan kepala sekolah,
Pak kelapa sekolah sangat terkejut, polisi segera mengejar ku, para siswa ramai melihatku memanjat dinding sekolah.
Mencoba kabur dari kejaran polisi, langit yang yang mulai gelap ingin turun hujan.
Aku benar-benar tidak memakai baju pengaman yang biasa ku pakai, hanya baju seragam.
Mereka para siswa terkejut orang yang terlihat lemah dan polos seperti ku ternyata adalah psikopat cerdik yang di cari polisi saat ini.
Aku tidak memakai sarung tangan, itu sedikit membuat luka goresan di telapak tangan.
Aku berhasil sampai di atab sekolah, aku pikir aku sudah lolos, kali ini keberuntungan tidak berpihak padaku.
Mereka para polisi sudah berjaga di atab, sejak kapan?
Aku mengangkat kedua tanganku tapi mereka tidak ada ampun langsung menembakku hingga aku kehilangan keseimbangan dan jatuh dari lantai 5 dari atab sekolah.
"Kalian tau, kalau bukan aku siapa lagi yang bisa menghukum para kriminal seperti mereka" aku yang terkapar di lantai lapangan, hanya bisa menatap langit yang indah karena hujan sudah mengguyur dan membawa darahku mengalir bersamanya.
*Sang psikopat telah tiada dia siswa SMA, telah banyak membunuh para petinggi negara*
Mendengar berita itu banyak rakyat yang merasa kecewa dan menganggap psikopat itu adalah seorang pahlawan.
Tapi negara ini kembali aman, ya kembali aman bagi para koruptor.
TAMAT