Dia bukanlah pria yang romantis, pria yang selalu mengumbar kemesraan, pria yang memberikan ucapan-ucapan indah atau hadiah-hadiah indah. Dia adalah pria yang dingin dan kaku, tetapi disetiap tindakannya memberikan sebuah kejutan yang tak akan terduga. Dengan perhatian kecil maupun besar yang dilakukannya.
Dia pria yang tidak pernah bilang kata 'Aku cinta kamu'. Tetapi dia akan mengapresiasikan kata cintanya dengan sebuh tindakan. Yap, dia adalah pacarku Angkasa Dirgantara itu adalah namanya. Dia biasa disapa dengan nama Dirga. Sesuai dengan namanya, bukan! Pria dingin seperti kulkas yang berjalan.
Dia adalah seorang pria ternyaman bagi ku, dia selalu menerima ku dengan sifat manja dan kekanak-kanakan. Dia benar-benar memperlakukan ku seperti ratu, bahkan dia sangat memanjakan ku.
Di suatu pagi, kami pergi berjalan-jalan di taman. Saling bergandengan tangan tapi tanpa bebicara apapun, lalu akupun berbicara.
Aku :"Sayang, apa kamu bisa membelikan
aku es krim itu?"
Dirga :"Of course kesayangan, tunggu
sebentar!"
Aku :"oke,aku menunggu".(senyum lebar)
Akhirnya Dirga pergi dengan menyeberang jalan untuk membeli es krim yang aku mau. Setelah beberapa saat, dia datang dengan sebuah es krim kesukaanku. Aku memakannya dengan senang sampai ada tertinggal noda di bibirku. Dengan sigap Dirga membersihkannya. Kulihat ada sebuah senyum dipipinya yang tidak pernah dia perlihatkan kepada semua orang.
Malampun tiba, dan inilah awal mula perpisahan yang Menyakitkan itu terjadi. Dirga akan pergi ke rumahku karena sekarang malam minggu. Tidak berapa lama ada dering telpon berbunyi.
Aku :"Halo, assalamualaikum sayang!"
Dirga :"Walaikumsalam kesayangan babang
Dirga, tunggu ya abang sebentar
lagi pergi."
Aku :"Dih, tumben si sayang aku
bilang gitu. Seneng banget
dengernyaa, ternyata bisa juga
ya romantis." (tertawa)
Dirga :"Sayang, nanti kalau abang lama
sampaii jangan sedih ya. Abang
lagi ada kendala di jalan. Love
itu nama kamukan sayang, abang
sengan mencintai Love. Nanti
kalau abang gak sampai-sampai
abang tunggu Love di surganya
Allah SWT ya sayang!"
Aku :"(Jantung berdegup kencang)
Abangg bilang apa si, jangan
aneh-aneh. Ya udah gak usah
aja ke rumah, aku gak apa-apa."
Dirga :"Dih bercanda aja serius amat.
Enggak loh sayang, abang
berangkat sekarang ya cantiknya
abang Dirga."
Aku :"Ok sayang, hati-hati di jalan,
jangan ngebut mengendarai motor.
Aku gak mau kamu cepat sampai
pelan aja ya asal hati-hati. Bye
kesayangan Love."
Dirga :"Bye juga cintanya abang. I LOVE
YOU FOREVER LOVE MAHESWARI."
Akhirnya telpon itu berhenti, tapi aku tidak tenang, gelisah semua menjadi satu dalam pikiranku. Sudah 2 jam lamanya aku menunggu tapi Dirga tidak kunjung datang, pria yang ku nanti tidak ada kabar. Hatiku gelisah, hatiku tidak tenang hanya doa-doa yang bisa kulantunkan buat dia yang kutunggu.
Darrrrrr, bagai disambar petir kabar itu datang. Hatiku hancur, bandanku lemas seperti tidak bertulang, otakku tidak mampu lagi berpikir. Aku segera menemuinya dan berharap ini hanya mimpi buruk saja. Tapi nyatanya itu sebuah kenyataan pahit yang harus aku terima. Dia eprgi meninggalkan ku untuk selamanya. Pria dingin itu telah meninggalkanku dengan sejuta kenangan. Tidak sanggup hati ini berkata-kata lagi.
Tuhan, kenapa Engkau ambil dia, aku belum sanggup tanpanya, aku belum siap hidup tanpanya.
Selamat jalan kesayangan Love, Angkasa Dirgantara. Tunggu aku disurganya Allah SWT. Kamu pria terbaik, pria hebat. Bahagia ya pria kesayangan Love, jaga Love dari sana.
I LOVE YOU FOREVER ANGKASA DIRGANTARA, PRIA DINGIN YANG HEBAT...