Siapa sangka aku bertemu jodohku setelah aku meminta maaf pada kekasih masa laluku. Ya, karma, aku percaya karma itu ada.
Usiaku hampir kepala 3 lebih tepatnya 27th tapi sampai detik ini aku belum menikah. Entah mengapa setiap aku berpacaran dengan sesorang hingga 2-3 tahun pasti selalu kandas. Kali ini pun sama aku berpacaran hampir 4tahun lamanya tapi seperti biasa kandas juga. Aku galau dan aku memutuskan untuk menemui sahabat2ku yang senantiasa mau menghiburku.
"Sabar y La, mungkin ini ujian Allah, belum bertemu jodoh yang baik" kata Gina.
"Lu sih La milih2, jadi ya gini deh" cela Devi.
"siapa juga yang milih-milih, gue putus kan karena gue diduain"jawabku kesal.
"Mungkin lo pernah nyakitin hati cowok kali La?"tanya Intan.
"oh, iya Nenek q bilang jangan pernah nyakitin hati cowok, nanti kalo cowok itu beneran sakit hati trus ngucapin yang nggak2, bisa kejadian lho" tambah Devi.
" percaya karma, mungkin lo lagi kena karma dari laki-laki yang lo sakitin" kata Intan lagi.
"Karma?? " gumanku lirih.
Sejenak ku berfikir apa iya karma itu ada.
terlintas dalam pikiranku kak Indra, ya kak Indra laki laki yang pernah gue sakitin.
Devi,Gina,dan intan temen-temen satu sekolah sejak SMA.Apalagi dengan Intan dari bangku SMP selalu bersama. Mereka selalu meluangkan waktu bersama entah sebulan ato seminggu sekali.
Dilla, Ya Aldilla Titania Prameswari itu nama panjangku. Aku bekerja sebagai Administrasi sebuah toko mainan terkenal di kotaku. Dari lulus sekolah SMA sampai sekarang aku bekerja di toko itu. Dulu lulus SMA aku masih menjadi seorang kasir ditoko itu, dari gajiku itu aku bisa kuliah dan sekrang aku diangkat sebagai bagian administrasi di toko itu. ya dari dulu sudah berusaha sendiri hidup sendiri. Karena orang tuaku masih menghidupi adiku.
Drt.. Drt.. drt..
handphone Dilla berbunyi panggilan dari ibu
Ibu : Assallamualaikum dil..
Dilla : Waallaikumsallam bu, ada apa bu?
Ibu: nggak papa dill, kapan orang tua Sandhi akan melamar mu nduk?
Dilla terdiam. . .dia bingung harus menjawab apa ke ibunya. Hubunganku dan Sandhi sudah sangat diharapkan tapi kenyataannya sudah berakhir.
Ibu : Nduk, kok malah diem saja? kapan orang tua Sandhi melamarmu,umurmu sudah banyak.. udah diomongin sama tetangga tetangga nduk.
Dilla : Maaf bu, dilla putus bu, sama mas Sandhi...
Ibu : lho lha kenapa tto nduk putus lagi 4tahun lho nduk, apa ndak bisa diomongin baik-baik?
Dilla : Ndak bisa bu, ada orang lain... Mas Sandhi menghamili perempuan lain.
Ibu : Astagfirullah... ya sudah sing sabar ya nduk, jaga kesehatan jodohmu masih diopeni wong liyo(dirawat orang lain)
Dilla: hehehe ibu bisa aja
ibu : yowes ibu tutup dulu ya nanti ibu telpon lagi
Dilla : iya bu... sehat-sehat y bu...
tut.. tut.. tut.. sambungan telponnya pun terputus.
Ya ibu selalu begitu telpon hanya untuk menayakan kapan mas sandhi melamar tapi sekarang sudah jelas tidak akan ada lagi pertanyaan itu.
Aku meraih ponsel nya dan mencoba menghubungi Intan tapi tak diangkat. Mungkin masih sibuk gumanku. Benar juga gak berapa lama ada wa dari intan.
Intan
~> Sory dil,tadi gue ada metting.ada apa?
Dilla
~>Ntan gue kepikiran sama omongan lu waktu itu soal karma. Gue jadi keinget sama kak indra.
Intan
~>Ya, bisa jadi sih abis lu sadis bangettt hehe 😅
Dilla
Lo bisa bantuin gue cari tau dimana dia sekarang? Mungkin gue harus minta maaf Ntan 🙄
Intan
~> ok ntar gue bantu cari tau info tentang dia
Dilla
~> ok thanks tan 😀😘
Aku pun kembali melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali menengok sosial medianya untuk menemukan kak Indra.
Singkat cerita kak Indra adalah kakak kelasku sewaktu SMP dia sangat menyukaiku.. sejak aku masuk ke SMP itu dia yang menolongku dari senior lainnya yang berusaha mengerjaiku.
Sejak itu dia selalu mendekatiku, mengikuti ku sampai aku merasa risih sendiri, jadi omongan banyak orang karena dia selalu ada disampingku. Harusnya aku senang karena ada orang yang memperhatikanku menyayangiku tapi aku belom terpikir untuk itu. Sampai segala yang dia beri Aku buang atau aku berikan ke orang lain di depan nya. Jahat ya aku memang jahat sengaja aku melakukan itu agar dia membenciku, tapi tidak sama sekali dia tetap mengejarku menunggu aku membalas cintanya. Lalu saat di mulai menyatakan perasaannya padaku didepan orang banyak aku trima.. tapi setelah itu tak lebih dari 10 menit aku putuskan saat itu juga. Dan entah apa yang aku pikirkan saat itu. Aku hanya ingin dia membenciku dan menjauhi aku. Ya dan setelah itupun dia benar benar pergi dariku, menjauhi aku, dan dia membenciku.
Hari ini aku janjian ketemu dengan intan di cafe X
Intan : "Aku dengar kak Indra di kota S, dia bekerja disana sekarang, dia masih single, dia belum menikah"
Dilla: " Sudah dapat nomer wa nya belum? aku ingin menghubunginya aku ingin minta maaf"
Intan menggelengkan kepalanya,karena tak semudah itu mendaptkan nomer wa nya karena dia tak punya social media.
drt.. drt..drt..
panggilan di hp dilla
Deasy : hallo dil aku ganggu gak dil?
Dilla : nggak des, kenapa?
Deasy : aku dapet nomer wa kak indra
Dilla : serius des? ok kirim aq ya des... makasih banyak
Deasy : oke.. abis ini aq wa in... sama2 senang bisa bantu kamu...
"Alhamdulillah ntan nomer kak indra gue udah dapet " kataku
" oh ya... dapet dari mana? " tanya intan.
"Lu inget Deasy kan temen sekelas kita waktu SMP, dia tu tetangganya Kak Indra, trus aq suruh mintain nomer hp nya ke nyokapnya kak Indra. "hehe
"pinter juga loe.."
Dan benar juga setelah mendapat no wa nya langsung aq kirim pesan buat kak indra
Dilla
~>Assallamualaikum...apa benar ini kontaknya Indra?
tak berapa lama pesan itu berbalas
Indra
~>Waalaikumsalam.. iya benar.. maaf ini dengan siapa?
Dilla
~> alhamdulillah akhirnya ketemu juga kak Indra Bagus Saputro 😁
Indra
~>kok bisa hafal nama saya? ini dengan siapa?
Dilla
~>Ini aku kak dilla adek kelasmu SMP
Indra
~>Aldilla Titania Prameswari??
Dia masih menghafal namaku.
Dilla
Iya kak.. ini aku.. bagaimana kabar kakak? sehat?
Lama pesan ku tak dibalas perasaanku entah kenapa sangat merasa bersalah. wajar kalau dia tak memaafkanku.
Pukul 9 malam akupun merebahkan tubuhku di kasurku, lelah dengan segala rutinitasku. Kubuka ponselku karena dari kemaren aq menunggu balasan pesan dari kak Indra tak kunjung tiba. Kuletakkan kembali ponselku dan berusaha kupejamkan mataku untuk beristirahat.
.Drt... drt... drt...
Indra
~>Assalamualaikum Dill sudah tidurkah?
Perlahan kubuka pesan dihp ku... kak indra betapa bahagianya aku...
Dilla
~>Waalaikumsalam kak... belum kak..aku pikir kakak nggak ingat aku jadi gak balas pesanku kemaren... 😂
Indra
~>Ya nggak mungkin lah Dil, aku akan selalu mengingatmu... orang yang kucintai sekaligus kubenci 😅
Dilla
~> Maafkan aku kak, dengan sangat menyesal aku bener bener minta maaf kak... aku nggak ada maksud buat nyakitin hati kakak.. jujur saat itu aku hanya ingin kakak membenci ku. sekali lagi aku mohon maaf kak... 😭😭😭
Indra
~> Sudahlah dil, lupain aja... masa lalu... aku juga udah lupa.. gimana kabarmu,sehat?
Dilla
~> Terima kasih kak,kalau kakak sudah memaafkan aku... Alhamdulillah aku sehat kak...
Kakak sendiri gimana? sudah punya bini kah? 😉
Indra
~> alhamdulillah aku juga sehat... aku masih single dong 😀😀
Kami pun wa nan entah sampai jam berapa dan akupun tertidur.
Dan kali ini hampir setiap hari kami berkirim pesan dan saling telepon. cuma kami belum mengungkapkan perasaan kita masing2.
Minggu ini kak indra mengambil cuti dan kembali ke kota M ini dia sengaja mengambil cuti seminggu untuk menemui ku.
Dan benar..malam itu ketika selesai mandi kubuka handphoneku 1pesan
Indra
~> aku di depan kosmu Dil.. 😘
Aku pun segera kedepan dan menemuinnya..
"Hai kak... " sapaku
" Hai Dilla ku... kangen kamu nich..boleh peluk? " kata kak indra tanpa basa basi.
Aku pun mengangguk karena tak dapat dipungkiri akupun merindukan nya. Dia memelukku erat, erat sekali seperti orang yang takut untuk melepas nya.
Saat di pelukan nya pun aku merasa bebanku terlepas,
"Maafkan aku kak, aku benar benar minta maaf"kataku lirih namun bisa dia dengar.
"aku sudah maafin kamu jauh sebelum kamu minta maaf ke aku,"
"makasih kak.. "
lalu kami pun lanjut bercerita panjang lebar tentang kehidupan kita.
"Udah malem kakak pulang dulu.. besok pagi aq jemput,aku mau selama aku di sini kamu temenin aku.. "kata kak indra
"ok siap bos " jawabku smbil terkekeh.
sebelum pulang dia mengecup keningku... sedikit shyok sich aku hanya berpikir mungkin dia hanya larut terbawa perasaan.
Pagi itu dia menjemputku pukul 8.00
"kita mau kemana kak? " tanyaku
"aku mau ajak kamu kesuatu tempat yang spesial " katanya
"spesial? " tanyaku sambil sedikit berfikir kemana ya..
Diapun segera membocengkanku dan mengajakku ke pantai.
sesekali dia menarik tanganku untuk mendekapnya... entah pelet apa yang membuat ku menurut padanya.
"Kak kenapa kamu ajak aku kesini? "tanyaku
"gak papa pengen aja pengen ajak kamu kesini karena kamu wanita special" dia manarik tanganku dan memelukku dengan erat.
"kak boleh dilla tanya sesuatu? "tanyaku
"tentu.. "
"Kak, apa kak indra selama ini masih menyimpan rasa itu dan tidak Membuka hati kepada wanita manapun? "tanyaku lagi.
"kenapa kamu tanya itu? apa kamu mau kembali lagi kemasa itu dan menerima ku kembali? "
"enggak sih kak, masa selama itu kakak tetap menyimpan rasa itu dan tetap menungguku itu kan mustahil. mana ada laki laki kayak gitu. "
"hmmmh... " kak indra menghela nafas dan memandangku.
"Dilla... jujur setelah kejadian itu aku benar-benar ingin membencimu , tapi aku tak sanggup, aku hanya membiarkan perasaan ini mengalir. dan tak satupun berubah masih seperti dulu aku masih tetap mencintaimu. Sampai pada akhirnya orang tuaku selalu menyakan padaku kapan aku menikah. Mereka memutuskan untuk menjodohkan ku pada seorang gadis, putri rekan kerja papaku. Awalnya aku menolak dan aku hanya ingin berkenalan dulu saja. Dan aku pun masih berharap kau hadir dan merubah segalanya. Setiap hari kupanjatkan doaku untukmu. Dan akhirnya doaku dijawab dan saat ini aku bersamamu. "
"Lantas wanita itu kak? dimana? " tanyaku memotong ceritanya
"Dia dikota S dia kuliah disana. Dilla aku mohon saat ini jujurlah padaku bagaimana perasaanmu padaku?apa kau mencintaiku? "
Aku hanya diam.. aku bingung harus menjawab apa.. karena aku tidak tahu bagaimana perasaanku.. yang aku tahu aku merasa bersalah padanya.
"Kenapa kau Diam Dil? "tanya nya lagi.
Diangkat nya dagu ku, dan dia hendak mencium bibirku, tapi segera aku menjawab pertanyaan nya tadi..
"Kak, maaf aku juga belum tahu bagaimana perasaanku padamu, yang aku tahu, aku merasa nyaman kak didekatmu, jujur aku mencarimu hanya untuk meminta maaf yang sebesar besarnya atas kesalahanku dimasa lalu yang terlalu menyakitimu.. ,aku takut menjadi karma bagiku"
Dia terdiam tetlihat gurat kekecewaan di wajah nya.
"Kak, jikalau aku mau menerima mu kembali, dan memulai dari awal, lantas wanita itu bagaimana? " tanyaku padanya.
"Kalau kau mau menerima ku kembali, akan ku putuskan pertunangan ku dengannya, dan aku akan meminta orangtuaku langsung melamarmu, karena aku sudah tetlalu lama menantimu" jawabnya mantap.
" kau gila kak, trus gimana perasaan wanita itu kak? gimana perasaan keluarganya? aku juga wanita kak, aku tau betapa sakitnya kalau aku diposisi wanita itu"
"lantas aku harus bagaimana Dil? aku sudah menemukan mu kembali,dan aku nggak mau melepaskanmu begitu saja"kata Indra lagi.
Dila lagi lagi terdiam dia bingung dengan perasaannya.
."Sendainya kau mencariku 3bulan yang lalu sebelum aku bertunangan mungkin tak akan serumit ini Dilla" kata Indra
"Kak, mungkin ini sudah takdirnya kita tak berjodoh, sebaiknya kakak pertahankan hubungan kakak dengan wanita itu. Biarkan aku yang pergi, seengkkanya aku sudah lega kak bisa bertemu dengan mu dan meminta maaf denganmu kak,kau memafkanku saja aku sudah lega dan bahagia" kataku.
"Tapi aku mencintaimu,aku hanya ingin kamu Dilla, pernikahanku dengan wanita itu bukan kemauanku" tegas indra sambil menggenggam erat tangan Dilla.
"Kembali lah padaku Dil" pinta kak Indra.
"Beri aku waktu kak untuk memastikan persaanku. jujur aku takut menyakiti perasaan mu, perasaan wanita itu juga, terlebih orang tuamu kak" jelasku.
"ok.. aku akan menunggumu Dilla, seperti dulu aku menunggumu" kata Kak indra.
Dilla mengaggukkan kepalanya pertanda menyetujui perkataan kak Indra.
Malam itu indra kembali kekota S karena masa cutinya sudah habis. Ya sebenarnya dia berat sekali meninggalkan Dilla. Seaampainya di kota S kak Indra melihat seorang wanita yang dia kenal sedang berduaan di sebuah mobil bersama seorang pria yang tak lain adalah rekan kerjanya sendiri.
"Astagfirullah apa yang aku lihat ini bukan seperti yang aku pikirkan" katanya yang tiba2 menghampiri mobil itu.
Dua orang itu terkejut posisi wanita itu sedang berciuman bibit dengan baju bagian atas setengah terbuka.
"Mas, ini gak seperti yang kamu pikirkan mas, aku... " wanita itu mencoba menjelasakan tapi Indra sudah terburu meninggalkan mereka.
Ya, Dwi tunangan Indra, sedang terpergok bercinta dengan rekan kerjanya Roy. Diq tak menyangka ternyata kelakuan Dwi dibelaknganya sangat liar, padahal kalau di depan indra dia sangat lugu, bahkan memegangnya pun tak barani menatap indra.Indra pun segera menghubungi keluarga nya dan memberitahu kalau pertunangannya kemaren harus dibatalkan karena kelakuan Dwi.
"Aku harus segera melamar Dilla, Aku nggak mau kehilanganya untuk kedua kali " guman Indra.
Malam itu juga Kak Indra menuju kota M,dan berhenti di depan kos Dilla.
Pagi itu pukul 05.00 handphone Dilla berdering dilihatnya layar bertuliskan kak Indra incoming
" pagi-pagi udah telpon" guman Dilla.
"Iya kak, ada apa? " kata Dilla
"Aku ada didepan kost mu Dilla... " jawab kak Indra lalu mematikan panggilannya.
Dilla bergegas keluar dan alangkah tetkejutnya mendapati kak Indra di depan pintu kostnya.
"Ya Allah kak, bukannya kakak kemaren pulang kekota S.?trus kenapa sekarang ada di sini? " tanyaku keheranan.
"Aku mau melamar mu Dilla. Mau kah jadi pendampingku? "tanya kak Indra tanpa basa basi.
"Tapi.. tunanganmu? aku gak mau jadi pengrusak hubungan mu dengan nya... mungkin ini karma kak, jadi aku,belum bertemu jodohku... aku ikhlas kak asal kak Indra bahagia.. "
"Aku sudah memutuskan untuk kembali padamu Dil, jadi tolong jangan pikirkan orang lain" tegas Indra.
Lalu indra menceritakan apa yang terjadi ketika pulang kesana. Dan dia juga sudah mengabari orang tuanya akan kejadian itu.
"Jadi nggak ada alasan lagi untuk kamu menolak ku Dil... " kata Indra lagi.
Aku tak tahu harus menangis atau bahagia karena ini cukup membuatku terkejut. Akupun menerima lamaran kak Indra dan keluarga kak Indra pun sudah melamar ku secara resmi di depan keluargaku. Kekuarga besar ku pun menyambut dengan senang hati, tanggal pernikahanpun sudah ditetapkan. Aku sangat bahagia. Aku sungguh tak menyangka karena ternyata aku bertemu Jodohku Setelah Kata Maaf.
~~~the end~~~