"Stella! Jangan dengarkan ucapan pria berhati iblis ini! Lebih baik mati bersama ayahandamu ini daripada harus menjadi permaisuri pria jahat ini!" teriak seorang pria setengah baya kala ia melihat anak tercitanya dijadikan tawanan seperti dirinya.
"Tidak Ayahanda! Saya tidak ingin Anda menjadi korban selanjutnya setelah semua anggota keluarga kita dihabisi. Saya bisa mengorbankan diri untuk menjadi permaisurinya, asalkan Ayahnda bisa bebas." jawab seorang gadis cantik berumur 22 tahun yang bernama Stella Atheir. Anak dari penguasa tanah Vampir, Raja Atheir.
"Ha! Ha! Ha! Ha!" sura tawa sinis nan sombong terdengar begitu nyaring, menggema ke seluruh aula istana.
"Prok Prok Prok!" suara tepukan tangan pria jahat itu mulai terdengar.
"Benar-benar pertunjukan yang luar biasa!" lanjutnya menyaksikan tingkah anak dan ayah itu.
"Arthur pria kejam! Cepat lepaskan ayahku!" suara Stella setengah berteriak meminta Arthur, sang raja baru untuk melepaskan ayahnya.
Arthur sebenarnya seorang Vampir biasa, namun karena hasutan dari seorang penyihir dia menjadi kejam begini.
Dia terobsesi untuk menjadi raja. Bagaimana pun caranya, termasuk dengan mengorbankan seluruh anggota kerajaan. Dia berani melakukan itu.
"Tenang, Sayang. Aku akan melepaskan ayah tercintamu. Tapi sebelum itu aku ingin dia menjadi saksi pernikahan kita." ucap pria itu seraya menarik lembut dagu Stella dan membuangnya begitu saja.
"Tidak anakku! Kau tidak boleh menikah dengannya!" suara lantang dari Raja Atheir memohon agar Stella tak menyetujui pernikahan itu.
Namun percuma saja, Stella tidak ingin ayahnya menjadi korban selanjutnya. Kini Stella dan Arthur menggelar pernikahan besar-besaran.
Semua warga datang untum melihat, namun mereka tidak tau apa yang telah terjadi dengan Keluarga Kerajaan.
Sesuai perkataan Arthur. Raja Atheir kini dilepaskan. Namun percayalah, dia tidak dilepaskan begitu saja. Dia dilepaskan ke sebuah sungai dengan banyak buaya ganas yang tengah kelaparan.
Hanya butuh beberapa menit saja untuk mereka mengoyak daging Raja Atheir.
Kejam! Memang kejam!
"Cepat! Bukakan pintu!" perintah Athur kepada pelayannya untuk membukakan pintu kamar pengantin.
Disana sudah ada Stella dengan pakaian yang bisa dibilang tipis. Tentu saja, sekarang dia sudah sah menjadi permaisuri dari Kerajaan Vampir. Dan hal itu sangat wajar bukan jika untuk menyenangkan suami?
"Sayang, kau sudah lama menunggu?" tanya Arthur basa basi dan mulai menaiki tempat tidur. Dia mulai menyentuh kulit halus Stella. Tidak ada perlawanan sama sekali.
Karena dia adalah...
"Tentu tidak suamiku tersayang. Aku akan menunggumu sampai kapan pun. Walau aku harus menunggu sampai kematian Raja Atheir tiba." ucap Stella dengan mimik muka yang bisa dibilang 180° berbeda dengan Stella yang waktu itu memohon agar ayahnya dilepaskan.
"Ha! Ha! Ha! Ha!"
"Sungguh bodoh si Atheir. Dia tidak tau kalau anaknya sudah mati 1 bulan yang lalu. Ha ha ha ha!" suara lantang Athur memenuhi seluruh kamar.
Ya! Stella sudan tiada satu bulan yang lalu.
Dia dibuang sama seperti ayahnya ke sungai dengan banyak buaya lapar karena tidak ingin mengikuti perintah Arthur.
Dan sekarang? Siapa yang bersama Arthur?
Dia Vahesa, seorang gadis simpanan Arthur yang kebetulan wajahnya mirip dengan Stella.
Arthur merencanakan semua ini setelah sekian lama. Percayalah! Atheir benar-benar malang. Dia sama sekali tidak tau bahwa anaknya sudah tiada.
"Sudahlah sayang. Lebih baik kita nikmati saja kemenangan kita ini." ucap Vahesa seraya memberika gelas bir untuk suaminya tersebut.
Setelah selesai dengan ritual itu, kini Arthur sudah mulai nakal. Dia sedang menjalankan kewajibanny sebagai seorang suami. Namun sebelum itu...
"Raja, ada yang ingin Vahesa beritahu." ucap Vahesa mengambil salah satu tangan Arthur dan menggenggamnya.
"Oh! Permaisuriku punya rahasia rupanya. Ada apa sayang?" tanya Arthur seraya meneguk bir yang ada di tangannya.
"Atheir sangat malang. Dia sudah tidak lagi menjadi raja dan sekarang dia harus mati mengenaskan di sungai yang penuh buaya." ucap Vahes mulai menjelaskan.
"Tentu saja sayang. Dia orang paling malang di dunia. Ha ha ha ha!" jawab Arthur sombong tak lupa dengan tawanya yang menghina itu.
"Tapi menurutka ada yang lebih malang!" ucap tegas Vahesa seraya menatapi bir yang ada dilengan kirinya.
"Benarkah? Siapa?" tanya Arthur tanda bertanya.
"KAU!!" ucap Vahesa tegas dan setelah itu
"Jleb!!"
Sebuah belati berhasil menusuk salah satu organ dalam Arthur. Tak pernah menyangka dengan ini, Arthur sama sekali tidak bisa menepis tusukan itu.
"Vahesa! Apa yang kamu lakukan?" ucap Arthur mulai marah dan mencabut belati itu.
"Ha! Ha! Ha! Ha!" suara tawa mengerikan mulai terdengar. Vahesa berubah 180°.
"Kau pikir bagaimana wajahku bisa sama persis dengan Stella kalau aku bukan kembarannya?" sebuah kalimat yang dikatakan Vahesa sukses membuat Arthur kaget.
"Kau!"
"Kau sudah membunuh seluruh keluargaku! Termasuk semua pelayan yang ada. Kau kejam Arthur!" bentak Vahesa membuat Arthur marah.
Plangg
Suara belati yang terjatuh diatas lantai. Arthur sudah mencabut belati itu seja tadi. Dia tidak percaya bahwa dia akan kalah hanya karena gadis kecil bernama Vahesa itu.
"Vahesa!" teriak Arthur marah dan mulai mendekati Vahesa.
Namun nahas, dia tidak bisa berjalan lebih dari dua langkah.
Brugg.
Arthur terjatuh lemas. Percayalah bukan hanya karena sebuh belati ia menjadi seperti ini. Namun karena racun mematikan yang terdapat didalam belati itu yang membuat Arthur tersungkur.
"Arthur! Kau sudah merencanakan ini semua. Namun sebelum itu aku sudah merencanakannya terlebih dulu."
"Aku tidak peduli dengan Stella yang sudah kau bunuh. Tapi aku peduli dengan Ibu dan Ayah yang sudah kau bunuh dengan begitu bengis." lanjut wanita itu.
"Percayalah Arthur! Aku sangat membencimu!" ucap Vahesa berteriak dan setelah itu ia kembali mengambil belati yang sudah dilantai itu dan kembali menusuk-nusukan belati itu terhadap Arthur agar dia bisa lebih awal untuk mati menyusul kedua orang tuanya yang sudah ia bunuh.
"Kau! Kau ke..jam!" suara rendah yang dipaksakan. Dan itu menjadi suara terakhir yang dikeluarkan Arthur sebelum dia benar-benar terbunuh ditangan wanita kejam bernama Vahesa.
"This is My Kingdom, Arthur!"