" Elsa....ingat ya jangan pernah kamu lepaskan liontin itu di tubuh mu, itu milik keluarga kita sudah turun temurun dipakai, dengan kau pakai liontin itu akan menghindari mu dari bahaya siluman jelmaan sayang ". Ucap nenek sarah sambil mengelus kepala Elsa cucunya.
" Iya nenek sayang, Elsa tahu kok, Elsa tidak bakalan lepas liontin ini, akan Elsa pakai terus sampai kapan pun ". Jawab Elsa sambil tersenyum, kemudian melangkah keluar rumah dengan membawa beberapa pakaian untuk mencuci di sungai.
Elsa adalah gadis lembut, sopan dan manis. Dia tinggal dengan neneknya setelah kedua orang tuanya meninggal. Keluarga Elsa adalah keluarga yang baik mempunyai kekuatan supranatural dan bisa melenyapkan makhluk halus seperti hantu, vampir atau bisa disebut siluman jadi-jadian gitu.
Elsa selalu memakai liontin yang diberikan ayahnya saat dia berumur 10 tahun. Karna pada masa itu banyak siluman sejenis vampir yang merubah penampilan mereka menjadi manusia yang akan mengambil darah pada gadis hingga mati dan ada yang menjadi tawanan pada siluman dan tak pernah kembali.
Liontin itu berwarna hijau tua yang sangat cantik. Tapi itu hanya bisa dilihat para orang-orang yang berasal dari kaum manusia. Sedangkan siluman tidak akan tahu keberadaan liontin tersebut. Jangankan mendekat, melihat pun siluman itu akan lari sekencang-kencangnya.
**********
Di sungai Elsa yang sedang mencuci dikejutkan oleh Leon kekasihnya yang memang kesehariannya selalu menjahili si gadis itu. Mereka sangat bahagia tapi entah bagaimana kedepannya. Banyak lika-liku yang belum diketahui.
Doorrrr....
" Leon.... kau mengagetkan ku. Kenapa kau selalu kemari? tidak ada kerjaan saja". Tanya Elsa sambil mengelap dahinya yang basah akibat kecipratan air oleh Leon.
" Maaf sayang.... aku hanya rindu kamu, setiap hari rasanya pengen bedua terus sama kamu, hehe... ". Jawab Leon sambil tersenyum manis.
' Ya...aku tak bisa lepas dari mu karena kau adalah mangsa ku Elsa '. gumam Leon dalam hati sambil memicingkan mata dan senyum devilnya.
" benarkah sayang? masa sih?... he...he...he... ". Tanya Elsa dengan senyuman manis.
" Iya sayang ku, manis ku. Ehmm.... nanti malam kita keluar yuk, nanti aku tunggu di bawah pohon tempat biasa. Malam ini bulan purnama sayang, aku ingin menimkmatinya dengan kamu. Bagaimana sayang...? ". Ajak Leon dengan penuh harap pada Elsa.
" Baiklah aku izin dulu sama nenek, kalau jam 8 malam aku tidak datang jangan tunggu aku, kau pulang saja sayang. Itu artinya aku tidak diizinkan sama nenek ". Ucap Elsa pada Leon dengan senyum manisnya sambil mengelus pipi Leon.
" Ok sayang, aku tunggu nanti malam. Semoga kamu diizinkan oleh nenek mu. Sampai nanti honey ". Leon mengelus kepala Elsa dan mengecup sekilas kening Elsa. Lalu kemudian berlalu meninggalkan Elsa.
' Kenapa setiap kali aku dekat Elsa selalu saja hawanya begitu hangat atau agak panas gitu lah, sial... hah...!! Umpat Leon dalam hati dengan kesalnya sambil menendang batu yang ada di hadapannya.
**********
Malam pun tiba angin begitu sejuk di malam hari ditambah dengan purnama yang indah. Begitu cocok dengan suasana yang begitu romatis untuk pasangan yang saling mencintai.
" Nenek... Elsa keluar sebentar ya udah ditunggu sama Leon. Boleh ya nek? janji tidak pulang lama kok. Yah...yah... boleh ya? ". Pinta Elsa dengan manja sambil memeluk sang nenek.
" Ehmm.... boleh tapi ingat hanya sebentar, lagi pula ini bulan purnama Elsa.... dan malam ini bertepatan dengan pergantian umur siluman selama 10 tahun sekali, dan dia akan meminum darah perawan seperti mu. Dan jangan lupa bawalah selalu liontin itu bersama mu ". Jawab nenek sarah yang begitu khawatir pada Elsa cucunya.
Entah kenapa perasaan nenek sarah begitu gelisah saat Elsa meninggalkan rumah di malam ini. Dia takut akan terjadi sesuatu pada Elsa. Nenek sarah tahu betul di malam ini adalah para siluman berubah wujud manusia itu akan memangsa para gadis perawan. dan tanpa disadari Elsa dan dibelakang Elsa, nenek selalu membaca mantra untuk melindungi cucunya itu.
Di persimpangan jalan di bawah pohon akasia mereka bertemu untuk pergi ke taman dan tanpa disadari Elsa taman itu begitu sepi. Kali ini Elsa dan Leon pun tidak akan melewatkan pemandangan purnama yang indah. Tapi dibalik itu semua entah akan ada kejadian apa saat itu. Karena bukan hanya Leon tapi para siluman lainnya mencari mangsa untuk mencari gadis perawan. Elsa adalah mangsa Leon tapi sekaligus Leon melindungi Elsa dari para siluman lainnya. Hanya Leon yang boleh menyentuh miliknya.
Ya... Leon sangat mencintai Elsa. Selama 2 tahun Leon berada disisinya tak pernah sedikit pun Leon menyakitinya. Tapi tidak dengan malam ini. Sungguh Leon harus melakukan rencana awalnya bahwa Elsa adalah mangsanya.
" Lihat deh Leon bulan purnama itu indah sekali dan aku beruntung bisa melihatnya bersama mu ". Ucap Elsa sambil menunjuk ke arah bulan.
" Iya sayang indah sekali, tapi lebih indah Elsa ku yang manis ini ". Jawab Leon sambil memainkan hidung Elsa dan seketika melihat kearah leher indah Elsa yang ingin di lahap oleh Leon. Tapi seketika itu juga Leon menahan hasratnya.
Mereka pun duduk di bangku taman dan kini Leon mendekati Elsa tanpa jarak kemudian merangkul pinggang Elsa. Dan lagi-lagi hawa panas yang begitu Leon rasakan.
' sial... kenapa hawanya bertambah panas, ada apa sebenarnya ini '. Gumam Leon dalam hati dan serba salah.
Leon begitu tidak sabaran dengan nafsunya saat melihat leher Elsa yang begitu nikmat dipandang. Tanpa Elsa sadari tangan Leon merangkul pundak Elsa dan beralih ke leher Elsa. Saat menyentuh leher Elsa seketika tangan Leon begitu panas seperti terbakar.
" Aauuuu panassss ". Leon kesakitan dan memegang tangannya.
" Apa yang terjadi Leon? Panas kenapa? ". Tanya Elsa panik.
" Itu... leher mu sayang, panas sekali. Apakah kamu sedang sakit? ". Jawab Leon kemudian kembali menanyai Elsa.
" Hah... aku tidak sakit Leon. Aku baik-baik saja. Kau ini lucu leher ku tidak panas kok. Ha...ha...ha...!! ". Jawab Elsa dengan tertawanya
" Benar sayang, aku menyentuh leher mu panas sekali ". Ucap Leon penasaran.
" Aku baik-baik saja sayang. Nih...nih... lihat kan aku tidak merasakan panas di leher ku kok ". Jawab Elsa sambil memegang lehernya menunjukkan bahwa lehernya dalam keadaan baik pada Leon.
Leon masih dalam keadaan tidak percaya dan begitu frustasi. Yang ada didalam fikiran Leon hanya panas... panas... dan panas saat menyentuh leher Elsa.
" Apa kau ragu Leon sayang? Ok... sini tangan mu, berikan padaku akan aku tunjukkan. Nih....!! ". Paksa Elsa pada Leon. Saat Leon menyentuh leher Elsa kembali tiba-tiba Leon merasakan sakit dan panas yang luar biasa.
" Aauuuu panas.... Elsa!! ". Teriak Leon sangat keras hingga Elsa terkejut.
" Ada apa sih dengan mu Leon? Kau begitu aneh. Aku takut melihat mu begitu ".
" Justru kau Elsa. Ada apa dengan mu? Kenapa leher mu panas sekali? ".
" Tidak ada apa-apa dengan leher ku Leon. Cuma.... hanya ada Liontin ini ". Jawab Elsa sambil menunjukkan Liontin pemberian nenek Sarah kepada Leon. Tapi Leon hanya bingung dan terkejut.
" hah.... Li...Lion...Liontin...? Liontin apa maksud mu sayang? ". Tanya Leon gagap.
" Ya.... ini Liontin ku sayang. Apa kau tidak melihatnya? Tanya balik Elsa.
" Tidak.... Ayo lah Elsa jangan bercanda padaku sayang. Ini tidak lucu, kau.... Cih.... ". Kebingungan Leon semakin bertambah dengan senyuman kesalnya.
" Sumpah Leon aku tidak bohong, aku benar memakai liontin di leher ku ini. Masa sih kamu tidak melihatnya? Yang tidak dapat melihat liontin ini hanya makhluk halus seperti hantu atau para si..lu...man...!! ". Elsa menjelaskan dengan bimbang pada Leon dan di akhir kalimat Elsa mengecilkan suaranya dengan melirik kearah Leon sambil memutar otaknya mengingatkan sesuatu.
' Apa jangan-jangan Leon adalah siluman berubah wujud manusia seperti yang dibilang nenek? '. Itulah yang ada di benak Elsa dalam hati.
' Apa Elsa gadis berliontin sihir? Yang akan melenyapkan para siluman jika didekatnya? Ini tidak mungkin '. Umpat Leon kesal dalam hati.
Elsa ketakutan tangannya bergetar hebat dan sedikit demi sedikit dia duduk menjauhi Leon. Tapi Leon tahu kenapa Elsa begitu tiba-tiba seperti itu.
" Mengapa kau menjauhi ku Elsa? Kemarilah.... aku tidak akan melukai mu, sunguh ". Leon menyakinkan Elsa dengan senyuman jahatnya, tapi Elsa begitu ketakutan. Ketika Elsa hendak lari tiba-tiba Leon menarik tangan Elsa dengan cepat.
" Mau kemana sayang, kau tidak bisa lari. Kemana pun kau pergi aku pasti bisa menemukan mu sayang. Karena seperti yang kau tahu aku adalah siluman yang berubah wujud manusia, ha...ha...ha. Aku siluman yang bisa berubah wujud apa saja ". Leon menggenggam tangan Elsa kuat sambil mengelus pipi mulus Elsa dengan pelan sambil menekankan nada bicaranya dengan jelas.
" biarkan aku pergi Leon, aku mohon? biarkan aku hidup dengan nenek ku.... hiks....hiks.... aku tidak akan memberitahukan apa pun tentang kejadian ini Leon. Aku janji.... hiks.... hiks.... ". Elsa menangis dengan menyatukan tangannya diletakan dihadapan Leon memohon belas kasihan.
" Hei jangan menangis sayang, aku benci tangis mu. dengarkan aku baik-baik. Lepaskan liontin itu sayang. Aku janji tidak akan membunuh mu, mungkin hanya akan terasa sakit sementara, hem...bagaimana? Aku mencintai mu sayang, tidak mungkin aku melukai mu". Ucap Leon dengan penjelasannya.
" Tolong biarkan aku pergi Leon, ku mohon ". Elsa berontak dan genggaman pun terlepas dia pun lari beberapa langkah. Setelah itu tiba-tiba dengan cepat Leon menghadang didepannya secepat kilat. Kemudian Leon menarik kuat rambut Elsa.
" Sudah ku katakan, jangan lari dariku maka kau akan tahu akibatnya. Kau tidak tahu berhadapan dengan siapa Elsa....?? ". Teriak Leon hingga Elsa ketakutan. " Aku ini siluman dengan karakter yang berbeda-beda. Jadi lepaskan liontin mu itu. Kau percaya padaku bukan, hem...? ".
" Sakit Leon tolong lepaskan. Ok... akan aku lepaskan liontin ini, tapi tolong lepaskan tangan mu dari rambut ku, kau menyakiti ku Leon...hiks...!!
Akhirnya Leon pun melepaskan tangannya dari rambut Elsa. Kemudian Elsa melepaskan liontin miliknya. Elsa adalah gadis yang cerdas, dia tahu liontin itu kelemahan para siluman. Dengan mudah Elsa melepaskan liontin itu dan dengan cepat pula Elsa melingkarkan liontin itu di leher Leon, dan kesakitanlah yang di dapatkan oleh Leon.
" Aaahhhhh..... panas.... panas Elsa. Tolong lepaskan sayang. Keterlaluan kamu. Kau membohongi ku ". Teriak Leon kesal yang kepanasan dan kelelahan mungkin sebentar lagi akan lenyap.
" Maafkan aku Leon. Aku memang mencintai mu tapi aku harus melenyapkan mu dari dunia ini. Siluman seperti mu hanya akan membahayakan semua gadis di desa ini. Aku akan mencari para siluman yang lain dengan liontin ini agar desa ini tenang tanpa gangguan makhluk seperti dirimu. Selamat tinggal Leon.
" Jangan lalukan ini Elsa. Tolong Lepaskan sayang. Aaaaa.... panas.... tidakkkkkk...... ". Teriak Leon dan kemudian lenyaplah Leon seperti butiran-butiran debu tiada arti.
Elsa pun menangis bersimpuh di tanah atas apa yang menimpa dirinya. Tidak disangka pria yang selama ini menjadi kekasihnya adalah siluman yang berubah wujud manusia.
----------END----------