Seorang pemuda berusia 20 tahun sedang berdiri di depan mesin minuman. Dengan tangan indahnya bergerak memilih minuman bersoda dari mesin itu , setelah mendapat apa yang ia cari pemuda itu melanjutkan langkah gontai nya. Berjalan dengan sesekali meneguk air soda itu. Pakaian nya yang di bilang berantakan dengan kemeja putih yang sedikit keluar dari celana,dua kancing atas nya tidak terpasang semestinya dan kain bagian lengan dilipat hingga menambah kesan seperti seorang berandalan. Langkahnya terhenti ketika ia tiba di sebuah halte bus. dengan percaya dirinya ia mulai duduk tanpa melihat sekitarnya.
Gadis cantik dengan pakaian sma yang duduk juga di halte itu menoleh menatap pemuda itu penasaran.
"Matanya indah" Suara batin gadis itu
"Jangan menatap ku " Ucap pemuda itu mengetahui dirinya ditatap
" a-ah maaf " Menunduk menahan rasa malu
Pertemuan yang sangat singkat ini memulai ceritanya dan selanjutnya mereka dua insan ini terus bertemu di halte bus seriat sore namun tetap sama hanya ada cakap cakap dari orang sekitar tidak dengan mereka.
.....
Tes...
Tes...
Tes...
Hujan mulai turun di sore hari ini tiap tetesan air hujannya tak luput mengenai seorang gadis yang sedang belari ke arah halte bus
" Ah sial aku bisa dimarahi kakak jika basah " Ucapnya dengan terus berlari
Srett
Brukkkk
" Aduhh maaf maaf maafkan saya " Ucap gadis itu tanpa melihat siapa yang ia tabrak dan malah sibuk mengambil barangnya yang jatuh.
"Hmm lain kali hati hati" Ucap seseorang kemudian berlalu pergi
Gadis itu yang sedang terburu buru hanya berlalu pergi
Seseorang yang tadinya tertabrak menghentikan langkah nya dan menoleh ke belang melihat gadis itu namun setelah beberapa saat aliansi matanya terkecoh dengan sebuah buku yang tergeletak tak jauh dari tempatnya, ia pun mengambilnya dengan rasa penasaran.
"Hmmm menarik " Ucapnya dan mulai melanjutkan langkahnya
......
Di taman
"La... La.... La..... La....."
Senandung gadis sma dengan rambut panjang terurainya sedang mengerjakan tugas kerajinannya.
"Hei kamu " Merasa dirinya di panggil gadis ini pun mendongakkan kepalanya dan melihat sosok pemuda yang ditemui nya di halte
" a-ah ada apa ya?"
"Ini buku mu kemarin terjatuh " Ucap pemuda itu memberi sebuah buku
" Ah ya trimakasih kak "
" Perkenalkan saya kesya kak"ucap gadis itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan nya
" Na jaemin " Ucap jaemin sambil menerima uluran tangan kesya
" Kenapa kamu selalu pulang sore" Tanya jaemin
" Bagaimana kakak tau saya selalu pulang sore?" Tanya kesya balik
"Kamu lupa ya jika kamu selalu menatap mata saya jika bertemu di halte" Ucap jaemin
" Ah maaf kak"ucap kesya sambil menampakkan senyum manis nya
Tanpa terasa dua insan ini terus berbicara dengan ramah hingga sebuah pertanyaan terlontar dari mulut kesya
" Kakak sekarang umur berapa? " Kesya
" 20 tahun " Jaemin
"Wahhh ternyata kita jauh ya" kesya
" Kenapa memangnya " Jaemin
" Tidak hanya merasa... " Kesya
Ucapan nya terhenti dan kesya pun menunduk
" Jangan mencintai ku"ucap sarkas jaemin pada kesya dan berlalu pergi
Ya ya ya kesya gadis yang baru berusia 17 tahun itu jatuh hati pada jaemin bahkan dari pertemuannya di halte dan jaemin mengetahui itu
......
Di bandara
Saat ini seorang gadis dengan seragam sekolah tengah menahan tangis nya
" Kenapa?" Kesya
" Aku seusia dengan kakak mu" Jaemin
" Apa itu masalah?" Kesya
" Teruskan saja belajarmu dan kembalilah beberapa tahun lagi " Ucap jaemin pada gadis yang menyukainya
" Apa kau akan menunggu ku? " Kesya mendongakkan kepala menatap jaemin
" Hmm" Ucal jaemin
" Baik tunggu aku " Ucap kesya yakin
" Saya harus pergi" Jaemin
Jaemin hari ini memang harus pergi ke luar negri untuk bekerja pakaian nya memang seperti brandalan tapi pekerjaan dia juga lumayan yaaa
" Tunggu aku " Kesya
" Hmm" Jaemin pun berlalu pergi meninggalkan kesya
.......
"Breaking news pesawat dari jakarta ke Korea dengan no 123 mengalami kecelakaan mesin. Pesawat dengan no 123 ini jatih ke laut saat berada di ketinggian 3244........."
Degh
Kesya terpaku mendengar siaran televisi yang ia buka hati nya langsung begemuruh
Tut... Tut... Tut....Panggilan yang ditujunya ke jaemin tidak di angkat seolah HP itu mati. Hilang kesabaran ia mulai berlari ke luar rumah dan menuju bandara tempat nya berpisah dengan jaemin siang tadi, ia terus berlari melewati beberapa orang yang menangis merasa kehilangan. tubuh kesya ia bawa untuk terus berlari dengan gelias di hati nya yang dari tadi berpesta merasakan sakit yang mendalam saat ia mengecek nama korban dan menemukan nama JAEMIN tertulis nyata
"Ngak ngak mungkin kak ini boong kan kak kak jaem katanya mau nunggu kesya trus ini apa kak" Keisya merasa sedih hingga ia tumbang tak sadarkan diri
NA JAEMIN dinyatakan meninggal pada senin 01 Januari 2014
.....
TO
NA JAEMIN
"kak jaem ini kesya, kenapa kakak ninggalin kesya kak, kesya hancur kak hancur, kakak kan pernah janji tunggu kesya kak, mana janji kakak
kak jaem tau kan seberapa penting kakak mungkin pertemuan kita singkat kak tapi harus nya terus berlannjut bukan berhenti gini kan
Kak jaem kesya sayang kakak
From
KESYA
....
END