Hay..
Aku putri palevhi. ini adalah cerita tentang kakak tingkatku sekolah dulu, yang akhirnya harus meninggal dunia, karena sebuah penolakan cintanya kepada seorang pria.
Beberapa tahun yang lalu, saat aku masih berumur dua puluh satu tahun, sebut saja nama Kakak tingkatku Aprilia. Mbak Aprilia sudah berumur dua puluh tiga tahun saat itu, wajah nya cantik dan kulitnya sawo matang, mbak April punya rambut lurus hitam dan panjang.
Mbak April selalu jadi rebutan lelaki didaerah kami, bahkan karena pergaulan nya yang luas dan kecerdasan yang dia punya, dia sampai punya banyak teman dari luar kota. Sampai ada seorang pria berasal dari Jawa yang tinggal di kost dekat rumahnya, mereka berkenalan dan dekat. Seiring berjalannya waktu pria Jawa yang bernama Irul itu semakin sering berkunjung kerumahnya, bahkan dia membelikan beberapa boneka dan pakaian untuk mbak April, mbak April selalu menolak namul Irul selalu memaksanya.
Singkat cerita, datang seorang pria mapan dan tampan bernama Anto yang ternyata kekasih mbak Aprilia. Mas Anto datang bersama kedua orangtuanya dan melamar mbak April pujaan hatinya.
Sampai singkat cerita mereka bertunangan sampai sudah ditentukan tanggal pernikahan mereka.
Kabar ini terdengar sampai telinga Irul, Irul merasa dibohongi dan merasa mbak April hanya memanfaatkan nya, sampai dia mengungkit semua yang sudah dia berikan.
Sampai mbak April akhirnya menjelaskan semua nya dan mengatakan sudah berapa kali menolak cinta Irul. Namun irul tetap kekeh yakin kalau mereka berjodoh. Irul marah dan meminta semua barang-barang pemberiannya dikembalikan. Dengan disertai ancaman yang dia katakan saat itu. Mbak April ketakutan kalau itu benar terjadi.
" Awakmu gawe loro atiku, tak pastekne nak awakmu nggak bakal iso lali kambe aku. Rumah tangga mu nggak akan langgeng . "( Kamu sudah buat sakit hatiku, aku pastikan kamu tidak akan bisa lupa dengan aku, Rumah tangga kamu tidak akan lama. ) Begitu ucapnya.
Begitu kejam mulut Irul mengatakan itu, sampai sejak kejadian itu mbak April jadi pendiam dan selalu terbayang dengan kata-kata pria jahat itu. Namun keluarga selalu meyakinkan kalau itu hanya gretakan dia saja. Menjelang hari pernikahan ada saja malapetaka yang terjadi, mulai adik kandung mbak April jatuh dari sepeda motor, bapak kandungnya yang sakit jantung secara tiba-tiba sampai harus mengalami struk ringan. Yang paling fatal adalah, mbak April ingin membatalkan pernikahan nya dengan Anto.
Mas Anto berhasil meyakinkan calon istrinya kalau semua akan baik-baik saja. Menjelang dua hari sebelum pernikahan, Irul datang membawa sebuah kado perpisahan untuk mbak April. Awalnya mbak April takut untuk menemuinya, bahkan tidak berani lagi menerima semua pemberiannya.
" Maafin aku ya pril, aku salah kalau ternyata memang cinta nggak bisa di paksain, aku mau pulang ke Jawa saja.. Ini kenang-kenangan dari aku. Aku nggak sanggup kalau harus lihat kamu dipelaminan besok. Jadi aku kasih sekarang saja. " Setelah memberikan sebuah hadiah Irul lalu pergi dan tidak pernah terlihat lagi.
Hal buruk mulai terjadi setelah kejadian malam itu. Mbak April mulai seperti orang linglung, sampai keluarga memanggilkan seorang ustadz untuk merukiah nya. Sampai hari pernikahan tiba mba April sudah menunjukan kemajuan yang baik. Dia bersikap seperti layaknya pengantin. Menyambut semua sahabatnya yang datang juga semua tamu undangan. Termasuk aku dan teman-teman ku.
" Dek, terimakasih ya.. Kamu lihat Irul kesini nggak? Aku takut .. " Bisiknya saat aku naik ke pelaminan untuk memberikan selamat.
" Nggak mbak, sudah jangan difikirkan. " aku sangat tahu cerita ini karena dia selalu menceritakan hal apapun kepadaku termasuk pacaran dengan mas Anto dia harus LDR.
" Doakan kebahagiaan untukku ya dek.. " Ucapannya seperti ketakutan, aku merasa mbak April tidak seperti biasanya.
Setelah pesata resepsi selesai dan semua tamu juga para perewang pulang, tinggallah hanya keluarga inti, dan juga aku yang harus menginap karena jarak rumahku dengan rumah mbak April lumayan jauh.
Aku tidur diruang tamu bersama kedua teman dekat mbak April. Yaitu mbak Amel dan mbak Agnes.
Layaknya pengantin baru, mereka tentu saja tidur dikamar pengantin, tepat jam satu malam kami semua terbangun karena mendengar mbak April menjerit ketakutan dan menangis keluar kamar tanpa sehelai benangpun, begitu juga dengan mas Anto yang hanya mengenakan celana boxer pendek.
Keluarga bertanya, tentang apa yang terjadi, sampai selimut yang kupakai harus menutupi tubuh mba April yang polos. Mata mbak April melotot ketakutan, sedang mas Anto benar-benar kebingungan.
" Ada apa ini le.. " Pakde sapro, bapaknya mbak April lari menghampiri.
" Aku nggak tahu pak, tiba-tiba April teriak ketakutan dan sebut nama Irul.. " Mas Anto matanya sudah merah takut dan bingung.
" Astaghfirullah hallazim ..
Pake o baju dulu.. " Pakde sapro melempar sebuah kaos partai yang dia ambil sembarang dari kursi tamu.
Mbak April masih terus berteriak ketakutan.
" Ampun mas.. ampun.. jangan ganggu aku.. jangan ganggu aku.. " Ucapnya begitu berulang-ulang. Sampai entah siapa yang memanggil sudah ada pak ustadz yang biasa merukiah mbak April tempo hari.
" Pakde, ini April sudah di guna-guna orang, jadi kalau lihat Anto suaminya, dia seperti melihat orang yang dia takuti dan dia benci.. pakde ini kalau telat penanganan April bisa bahaya . " Pak ustadz lalu memberikan air putih yang sebelumnya sudah dibacakan ayat-ayat Suci .
" Ya Allah.. Nduk.. " Pakde sapro mengelap sebutir air mata yang jatuh dipimpinnya .
Singkatnya mbak April mengalami ini selama beberapa hari setelah pernikahan nya, sampai mas Anto juga capek dan putus asa, kalau siang mbak April bersikap biasa, namun jika mas Anto mengajaknya berhubungan badan mbak April akan melihat mas Anto sebagai Irul orang yang paling dia takut dan dia benci.
Dua Minggu setelah malam itu, aku dan Mbak Agnes menjenguknya.
" Pakde, om ku bisa mengobati orang-orang yang kesurupan dan kena santet, kita bawa saja kerumah ya pakde, siapa tahu bisa cocok dan sembuh. " Mbak Agnes berkata itu. Orang tua dan suami mba April menyetujuinya. Akhirnya om Kunto di panggil kerumah mbak April. Baru turun dari motor saja mulut om Kunto sudah komat-kamit. Matanya melotot kaget melihat mbak April yang sudah nggak karuan bentuknya
" Mas Anto, coba cari kotak warna hitam didalam lemari istrimu, dan bawa kesini." Betapa terkejutnya kami semua saat on kunto yang baru saja datang lalu berkata demikian. Bakhan mbak Agnes juga belum kasih tahu nama temannya dan suaminya.
Nggak lama mas Anto datang bawa kotak warna hitam. Pas dibuka isinya kalung perak berliontin bentuk hati berbatu akik berwarna merah maroon.
" Ini Lo mas Anto yang buat istrimu begini. " Dikeluarkan kalung dan liontin itu .
" Tapi kalo ini tak musnahkan ada resikonya mas, kalau nanti ada apa-apa sama April sampean sekeluarga harus mencari pria yang sakit hati ini, buat minta maaf dan meminta air cucian kakinya. " Ucapan om Kunto kali ini membuat kami semua diam dan tidak berani mengambil keputusan .
" Simalakama mas, kalo nggak dimusnahkan selamanya mba April kaya gini, dengan siapapun dia akan merasakan ini, kalau saya musnahkan , saya malah takut April yang kalah. Tapi bismillahirrahmanirrahim.. jangan putus solat lima waktu dan solat malamnya mas.. Tak bantu dari jauh mas.. " Setelah persetujuan sekeluarga, kalung dan liontin pembawa petaka itu di musnahkan dengan cara om kunto.
Allhamdulilah seiring waktu keluarga mbak April dan mas Anto bahagia dan baik-baik saja. Sampai mbak April hamil anak pertamanya.
Namun kejanggalan kembali terjadi, tubuh mbak April kurus kwring bagai tengkorak, namun perutnya terus membesar.
Tanpa pikir panjang keluarga mbak April emncari keberadaan Irul, namun tak kunjung di temukan. Tidak ada seorangpun yang tahu dimana alamat rumah Irul di pulau Jawa sana. Pakde Sapro sudah dua kali mencari sampai ke Jawa namun tidak ada hasilnya.
" Aku nggak selamat nggak papa mas.. yang penting anak kita selamat . " ucap mbak April seperti putus asa. . Pakde Kunto juga sudah angkat tangan, hanya air cucian kaki Irul yang bisa menghilangkan guna guna itu.
Beberapa bulan kemudian kabar duka datang, mbak April meninggal dunia karena kehabisan darah saat melahirkan dengan cara dioperasi. Badannya kurus kering tinggal kulit dan tulang . Sungguh malang nasibmu mbak, smeoga Tuhan mengampuni segala dossamu.
Begitu kejam sebuah cinta bisa membuat manusia buta akan dosa.
Kami keluarga dan sahabat begitu kehilangan sosok mbak April.
Anak mbak April saat ini sudah berusia sembilan tahun, dia sehat dan tumbuh jadi anak cerdas dan tampan.
Terimakasih..
Itulah ceritaku.