Cinta pandangan pertama
Author: RERE_WRA2521
Keluarga;Romantis
Aku mencintai pria yang pertama kali ku lihat wajahnya.
Ini kisah ku.
Aku LLULIYAN SENDAR, biasa dipanggil luliy aku baru berumur 17 tahun, aku duduk di bangku SMA kelas 2 dan dihari ulang tahun ku, aku kehilangan kedua orang tua ku karna sebuah kecelakaan lalu lintas dan hanya menyisakan luka.
Aku ditinggal sendiri tanpa sodara dan kerabat.
Aku dan keluarga ku seorang perantauan, ayah ku bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota Dan ibu ku seorang ibu rumah tangga.
Karna biaya di kota terlalu besar,asuransi serta tabungan yang dimiliki orang tua ku tak terlalu banyak aku pun terpaksa harus pulang ke kampung halaman orang tua ku yang ada di salah satu desa Pulau Jawa.
Dengan berbekalan alamat yang ditinggalkan orang tua ku dan uang yang ku miliki, aku nekat untuk kembali kerumah milik orang tua ku karna gak mungkin aku akan tetap tinggal dikota dengan biaya hidup yang mahal tanpa ada pemasukan atau biaya tambahan untuk ku.
Karna aku tau di kampung, orang tua ku memiliki rumah dan juga kosan yang bisa ku kelola untuk bertahan hidup, lumayan lahh aku jadi tak perlu membayar rumah untuk ku tinggali, karna aku dan orang tua ku tinggal dirumah sewaan saat dikota.
Sesampai nya dirumah yang sesuai dengan alamat serta foto yang di tinggalkan orang tua ku, aku pun masuk kedalam rumah itu dengan kunci yang ku punya, rumah yang pertama kali ku lihat rumah yang pertama kali ku datangi sedikit aku merasa takut saat sampai ya kalian pasti tau lahh rumah ini sudah lama kosong.
Rumah ini cukup terawat untuk rumah yang sudah lama kosong Bahkan halaman rumah pun tak banyak ditumbuhi tanaman mungkin sering ada yang membersihkan nya ucap ku aku pun masuk dan melihat sekeliling rumah cukup besar pikir ku, memiliki 2 kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu dapur serta kamar mandi dan juga ada ruangan khusus untuk berjemur dan menyetrika, tak banyak barang didalam rumah ini dan hampir semua barangnya sudah hancur dan keropos bahkan untuk kasur dan kompor pun sudah tak layak pakai mungkin semua barang disini sudah tidak bisa dipakai lagi.
aku menaruh barang bawaan ku di lantai aku mengecek listrik dan air di rumah ini ternyata masih berfungsi namun lampu kamar saja yang masih menyala dan untuk air pun sangat bersih dan bening bahkan tak berbau sama sekali.
Rumah ini sudah berlantai keramik, tak banyak yang rusak hanya beberapa platform yang bolong mungkin juga bocor dan cat rumah yang sudah kusam dan mengelupas.
Setelah beberapa saat aku istirahat aku pun mencari sapu dan pel an dan alat lain nya yang mungkin bisa aku pakai untuk membersihkan rumah ini namun sudah berkeliling aku tidak menemukan apapun.
Aku pun mencoba mengerjakan pekerjaan yang lain aku mengeluarkan semua barang barang yang sudah hancur ke luar dan aku pun membuka semua jendela serta pintu dirumah ini biar ada udara segar masuk.
Setengah hari sudah berlalu cukup lelah namun rumah ini masih kotor karna belum ku sapu atau pun ku pel lantai nya hanya mengeluarkan barang barang saja.
Saat ku pandang rumah ini benar benar kosong semua barang sudah tak bisa dipakai kembali dan sudah ku keluarkan semua nya bahkan untuk piring dan gelas pun sudah tak ada, hanya menyisakan 1 tikar yang masih terbungkus plastik dengan rapih serta meja kecil.
Aku pun berjalan keluar entah kemana untuk mencari warung namun tak ku temui hingga akhir nya aku menemukan tetangga yang mau meminjamkan sapu serta pel an kepada ku dan bahkan dia pun memberikan aku sabun untuk lantai.
Lelah ucap ku setelah selesai membersihkan serta merapihkan barang bawaan ku, baru kali ini aku begitu lelah dan baru kali ini pula pertama kali nya aku menyapu dan merapihkan rumah.
Aku duduk di teras rumah beristirahat menghilangkan lelah dengan memandangi barang barang yang sudah ku pisahkan, buang kemana ini semua pikirku saat menatap banyak barang yang sudah rusak serta hancur.
Bahkan kasur pun sudah tak bisa dipakai mungkin malam ini aku akan tidur dengan beralasan tikar.
Gak lama saat ku melamun ada seseorang entah siapa aku tak mengenal nya, memanggil nama ku, aku berdiri dan menyapa nya.
Seperti nya dia teman orang tua ku karna yang pertama dia tanyakan adalah orang tua ku, mungkin dulu orang tua ku pernah menceritakan tentang ku jadi dia bisa tau nama ku, aku memberitahu nya bahwa orang tua ku telah pergi dan dia hanya mengucapkan belasungkawa untuk ku dan memberikan sebuah pelukan untuk menguatkan ku.
Kami mengobrol cukup lama dan dia bilang akan meminta seseorang untuk membuang barang barang yang rusak serta akan mengirimkan orang untuk memperperbaiki rumah yang rusak.
Aku cukup senang ada yang membantu ku karna memang aku tak mengenal siapa siapa.
Esok hari nya ada 3 orang pria yang datang kerumah ku, tak terlalu tua dan tidak terlalu muda juga ya mungkin umur nya sekitar 30 atau 40 tahunan mereka meminta izin untuk merapihkan rumah ku aku pun mengizinkan nya, mereka mulai merapihkan perkarangan rumah ku dan membuang barang barang yang sudah ku pisahkan.
Aku bingung aku harus menyajikan apa pada mereka jangan kan makanan bahkan air minum pun aku tidak punya.
Hanya tersisa beberapa cemilan sisa pembekalan ku.
Namun gak berselang lama yang kemarin menyapa ku membawakan cukup banyak makanan serta air, aku cukup lega untuk sekarang, aku ingin membeli sesuatu namun aku gak tau harus kemana.
Seminggu berlalu masih dengan orang yang sama, mereka merapihkan perkarangan rumah ku serta atap rumah ku dan bahkan mereka membantuku untuk mengganti jendela yang rusak, dan membersihkan kamar mandi ku, dan juga mereka membantuku menata barang barang ku yang sudah sampai dari kota, berkat mereka rumah ini sudah layak huni.
Awalnya ku memberikan uang yang sudah ku siapkan didalam amplop sekitar 3juta namun mereka bersamaan menolak itu semua dan berkata, senang telah membatu nona kami tidak mengharapkan imbalan dan berlalu pergi.
Ya ampun begitu baik ucapku, bukan nya aku tidak memaksa aku memaksa nya untuk mereka menerima uang ini namun ya mereka malah semakin menolak nya.
Ya sudah lahh, ucap ku aku hanya berterimakasih kepada mereka.
Seminggu setelah ku tinggal disini aku tak pergi kemana mana mungkin hanya menyapa tetangga sekitar saja bahkan untuk makanan seminggu ini pun aku disiapkan oleh para tetangga mereka semua selalu mengantarkan ku makanan serta minuman untuk ku.
Cukup ramah para penduduk disini, banyak yang menyayangkan kepergian orang tua ku dan banyak juga yang kasian kepadaku Karna sudah ditinggalkan sebatang kara,
mau bagaimana lagi semua nya sudah takdir aku tak bisa melakukan apa apa lagi selain terus bertahan hidup, walaupun sedikit ada penyesalan dalam diriku atas kepergian orang tua ku, dan kadang aku masih mengingat mereka, tapi aku harus tetap bertahan hidup bukan.
Tak terasa sudah hampir 2 bulan aku tinggal disini.
Dan Hari ini aku akan mendaftar menjadi murid pindahan disalah satu sekolah SMA negri didesa ini, walaupun gak sebesar sekolah lama ku dan fasilitas nya gak selengkap sekolah lama ku ini lumayan sih dari pada sekolah yang lain, yang telah ku kunjungi ini lebih dari cukup.
Aku mengambil jurusan IPA disini,karna memang aku menjadi murid pindahan dan masuk kejurusan yang sama seperti saat aku disekolah lama ku, murid disini gak terlalu banyak karna memang desa aku tempati tidak terlalu besar bahkan bisa dibilang terpencil tapi fasilitas di desa ini bisa dibilang cukup lengkap, ada sekitar 4 TK, 5 SDN, 4 SMP, 4 SMA dan 4 SMK yang salah satu nya tempat aku akan belajar dan disini juga ada fasilitas kesehatan yang ku ketahui setiap Minggu nya selalu ada kegiatan rutin, dan ada beberapa fasilitas olahraga juga dan juga ada pasar yang cukup lengkap disini, semua nya tak terlalu jauh bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki walaupun akan sedikit lelah.
Tapi untuk ku sihh gak akan sanggup jika setiap hari harus berjalan kaki, disini gak ada yang nama nya bis atau angkutan umum jika ingin ke kota harus ke jalan besar yang cukup jauh dari desa ini, aku pun harus menaiki ojek untuk sampai ke desa ini dan biaya nya cukup mahal untuk sampai ke sini, sekitar 157.000 satu kali balik cukup mahal untuk ku yang sekarang semua nya harus serba irit.
Saat aku kesini aku cuma membawa baju dan beberapa berkas saja, Soal nya semua barang besar dan lain nya ku kirim melalui aplikasi pindahan melalui handphone ku, dan biaya nya cukup mahal sekitar 2jutaan aku gak tau itu biaya yang normal atau gak tapi lumayan sihh Karna banyak barang besar yang ku kirim seperti motor kulkas mesin cuci dan sebagainya karna memang di rumah orang tua ku ini gak ada barang barang seperti itu, dan bahkan selama aku tinggal disini sebelum barang itu datang aku harus mencuci dengan tangan, bahkan sebelum nya aku gak pernah sekali pun mencuci nya dengan mesin cuci ya bisa dibilang aku selalu dimanjakan oleh orang tua ku semua keinginan ku selalu dipenuhi oleh kedua orang tua ku bahkan aku gak pernah sekali pun membersihkan tempat tidur ku sendiri tapi sekarang aku harus bisa melakukan semua nya sendiri, dan beberapa kegiatan aku harus melihatnya melalui YouTube ya karna aku memang gak bisa apa apa selama ini.
Desa ini cukup terpencil tapi untuk internet disini lumayan bagus sihh menurut ku jadi gak terlalu kesusahan untuk ku tinggal disini.
Saat ini aku sedang berada didepan 19 orang asing , ya aku sedang memperkenalkan diri ku di kelas baru ku ini, aku masuk di kelas IPA-1 disekolah ini, disekolah ini hanya ada 2 jurusan dan 5 kelas di masing masing jurusan dan setiap kelas memiliki 18 sampai 20 murid cukup dikit menurut ku bahkan sekolah lama ku satu kelas ada sekitar 40 murid dan ada puluhan kelas.
Aku cukup canggung dikelas ini aku gak terlalu pintar dan aku pun bukan orang yang mudah bergaul karna dikota pun aku tak memiliki teman banyak.
Aku duduk disamping pria yang cukup kekar aku gak bisa melihat wajah nya karna rambut hitamnya menutupi sebagian wajah nya dan bahkan saat aku menyapa nya dia hanya ngangguk tanpa bersuara, aku yakin dia seorang intropert/ seorang penyendiri.
Akhh seandainya orang tua ku meninggalkan uang yang banyak mungkin aku akan tetap tinggal dikota, seketika rengekan dalam hati ku.
3 bulan telah berlalu aku sudah memiliki beberapa teman yang sering mengajak ku berbicara bahkan ke kantin bersama, walaupun makanan disini tidak terlalu mewah seperti di kota tapi untuk rasa nya cukup enak di lidah ku.
Bahkan sudah 3 bulan aku belum juga berbicara sepatah kata pun dengan pria yang duduk disamping ku.
Bahkan aku belum pernah mendengar dia berbicara aku berasumsi bahwa dia bisu tapi teman teman ku bilang dia bisa berbicara tapi hanya saja dia terlalu diam bahkan jarang sekali aku melihat dia berinteraksi dengan murid lain nya.
Saat pertama kali teman teman ku mengajak ku pergi bermain mereka bilang pakaian yang ku kenakan aneh, aku cukup kaget mendengar nya bahkan pakaian yang ku pakai tidak aneh sama sekali mungkin perbedaan berpakaian di kota dan di desa cukup jauh berbeda hingga pakaian yang biasa ku kenakan di bilang aneh bahkan mereka bilang semua pakaian yang ada dirumah ku semua anehh, aku bingung apa yang anehh Memang sihh selama aku disini aku gak pernah lihat wanita atau perempuan pakai jelana Jins bahkan memakai celana pun gak ada, dan dres trend sekarang pun gak ada yang memakainya disini, mereka seperti memakai pakaian yang kuno dan ketinggalan jaman menurut ku, tapi malah mereka bilang pakaian ku yang anehh, entah lahh aku gak bisa mengikuti pakaian disini karna menurutku itu bukan selera ku dan engga banget untuk ku pakai, bukan nya aku menghina cara berpakaian mereka hanya saja aku tidak tertarik, jangan salah paham ya Karna semua orang punya ketertarikan masing masing.
Aku hidup cukup nyaman disini sesekali aku saling mengirim pesan dengan teman ku yang ada di kota, dan kadang aku pun rindu kehidupan dikota dan makanan disana, bahkan biasa nya aku selalu pergi ke mall entah seminggu sekali atau selesai pulang sekolah tapi disini hanya ada pasar tempat berjualan bahkan untuk warung pun gak ada semua orang akan berbelanja keperluan hanya kepasar.
Bahkan untuk aku membeli produk sehari hari pun aku harus ke pasar bahkan hanya untuk membeli garam pun aku harus kepasar cukup merepotkan untuk ku yang biasa nya hanya tinggal pakai saja tanpa harus ribet membeli.
Dan untuk perawatan ku aku harus membeli nya melalui online cukup disayangkan bahkan ongkir disini lebih mahal dari pada harga barang nya, namun mau bagaimana lagi dipasar tidak ada produk yang biasa ku pakai, aku pernah sekali membeli produk perawatan yang ada di pasar namun aku berakhir di puskesmas aku mengalami iritasi dan akhirnya aku terpaksa harus membeli melalui online walaupun ongkir nya mahal, aku gak mau kalo harus keluar dengan wajah yang memerah karna iritasi.
Ya mungkin menurut kalian aku lebay, terus aku harus bagaimana aku biasa hidup dikota dan sekarang aku harus hidup seadanya di desa aku juga sedang beradaptasi disini.
Sudah berbulan bulan aku hidup disini uang yang aku dapatkan dari asuransi dan uang tabungan sudah semakin menipis karna memang selama ini aku sering berbelanja keperluan dirumah lewat online dan kadang aku membeli makanan serta minuman lewat online bahkan aku pun membeli alat pembersih melalui online Karna ada beberapa barang yang aku cari tidak ada di pasar, kebanyakan yang ku beli alat praktis untuk aku hidup disini, seperti alat bersih otomatis dan masih banyak lagi barang barang modern yang mungkin gak ada di desa ini aku tau aku cukup boros namun itu pun ku beli untuk meringankan dan mempermudah hidup ku.
Selama disini aku belum sekalipun lihat kosan orang tua ku, dan terpaksa hari ini aku harus mengecek nya karna ya uang yang ku miliki sudah tak terlalu banyak.
Aku sedikit tercengang karna ku kira kosan yang dimiliki orang tua ku hanya 3 atau 5 kosan, namun ternyata orang tua ku memiliki cukup banyak, 1 gedung terdapat 3 lantai dan setiap lantai nya memiliki 10 kamar kosan dan orang tua ku memiliki sekitar 7 gedung kalian pasti bisa hitung kan dan aku baru tau orang tua ku menyewa penjaga kosan disetiap gedung dan bahkan yang sering merawat rumah ku pun penjaga disini dan aku pun baru tau orang yang kemarin membantuku pun salah satu pegawai orang tua ku..
Saat ini aku sedang diajak berkeliling oleh penjaga gedung entah yang mana aku pun bingung Karna lingkungan disini seperti perkomlekan.
Aku baru tahu ternyata orang tua ku juga cukup kaya di desa bahkan orang tua ku memiliki perternakan dan semua nya atas nama ku dan semua hasil dari kosan dan perternakan masuk ke rekening khusus untuk biaya sekolah ku, owhh ya ampun aku bersyukur orang tua ku meninggalkan warisan cukup banyak, ku kira orang tua ku orang yang seadanya karna memang ayah hanya pegawai biasa, dan untuk pemasukan ku tiap bulan akan diberikan sebagian dari hasil kosan serta ternak oleh pegawai orang tua ku lumayan lahh yang penting untuk biaya sekolah ku sudah ada.
Tapi bukan itu yang mau ku ceritakan.
Disalah satu kamar ternyata aku bertemu dengan pria yang duduk disamping ku dia seorang perantauan dari kota dan dia tinggal disalah satu kosan milik orang tua ku.
Aku bertanya tanya kenapa dia mau tinggal di desa ini kenapa dia tidak tinggal dikota saja.
Banyak pertanyaan yang mau ku tanyakan pada nya namun setelah dia membuka pintu tiba tiba dia menutup pintunya dengan cukup kencang membuat aku heran dan kaget apa aku seseram itu hingga dia melihat ku langsung masuk.
Aku menatap penjaga yang ada disamping ku.
Maaf nona padahal dia biasa nya gak seperti ini dia cukup ramah bahkan kadang dia membantu ku membersihkan gedung tapi entah kenapa dia malah seperti ini sekarang, ucap nya.
Membuat aku heran dia ramah??? Bahkan dia gak pernah sebentar aja berbicara kepada siapa pun, bagaimana mungkin bisa dia dibilang ramah.
Penjaga itu pun kembali mengetok pintu, penjaga itu di kenal dengan sebutan "PAK YANO" aku mulai memanggil nya dengan sebutan pak YANO.
Pak YANO terus mengetok dan memanggil nama nya, HAIDAR Haidar buka kenapa kamu nutup pintunya saya kan mau kenalin kamu sama seseorang.
Aku baru tau nama nya HAIDAR karna aku tak banyak bertanya hanya terus berasumsi sendiri.
Gak lama pintu pun terbuka pertama kali nya aku melihat wajah nya, wajah nya yang begitu tampan, kulit yang putih bersih dengan hidung yang cukup Mancung bibir yang merah muda dan bahkan bulu mata yang panjang dihiasi dengan alis serta bola mata yang hitam perpaduan yang sempurna ini pertama kali nya aku dengan jelas melihat wajah nya seketika aku terpesona dengan wajah itu seperti nya aku jatuh cinta dengan wajah nya.
Pak YANO memanggil nama ku berkali kali aku tak mendengar nya aku seperti terhipnotis dengan wajah itu.
Non, pak YANO menyadarkan ku dari lamunan itu, dan memperkenalkan kan dia kepada ku, ini HAIDAR salah satu penghuni disini dia ini cukup ramah dan dia ini pria paling tampan disini kebanyakan yang ngekos di sini adalah perantauan entah hanya liburan atau menyangkut pekerjaan dan nak Haidar ini salah satu penghuni terlama disini dia sudah disini sejak 4 tahun yang lalu, dia juga sama seperti non dari kota.
Ha hallo, hemm Hay kita satu kelas kamu kenal aku kan.ucap ku menyapa nya gugup
Hallo juga ya saya mengenal anda..
Akhh aku ingin berteriak suara nya yang begitu gagah dan. Akhh aku gak bisa menjelaskan nya kalian pasti bisa membayangkan nya kan suara pria yang sangat erotis seperti pada film film Korea dan wajah dia pun gak jauh seperti orang Korea badan nya pun tinggi dan kekar saat ini dia seperti sebuah aktor yang keluar dari film Drama Korea..
Kembali ke kenyataan.
Aku tertegun sejenak mendengan suara nya yang pertama kali ku dengar.
Suara yang begitu sempurna dengan tubuh serta wajah nya.
Hey heyy, kamu gak papa???
Non non gak papa non mimisan lohh.
Akhh nyebelin kenapa harus mimisan sihh aku mengusap darah yang keluar dari hidung ku, ya gak papa ucap ku
Ini pakai ini dulu. Ucap nya sambil memberikan ku sebuah sapu tangan berwarna merah marun dan bertulisan nama Haidar serta rajutan bunga menghiasi sapu tangan itu.
Te terimakasih.
Kamu gak papa mau masuk dulu biar saya siapkan air hangat.
Ekhh engga, engga papa ko.
Aku pulang aja pak makasih ya nanti kita lanjutkan lagi permisi.
Aku pun berlari menuruni gedung kosan itu dan menaiki motor ku kembali kerumah.
Ya ampun aku gak bisa mengontrol perasaan aku, perasaan apa ini aku gak mungkin jatuh cinta kan sama dia akhh ya ampun jantung ku seperti mau meledak akhh, aku bener bener seperti orang gila berteriak bahkan berguling guling gak karuan dikasur ku untung aja aku tinggal sendiri jadi gak ada yang liat aku seperti orang gila gini.
Aku mencuci sapu tangan itu dengan sangat lembut takut aku merusak nya bahkan saat mencuci nya pun aku memakaikan pewangi dan sesekali menciumnya karna saking bahagia nya, dan saat sudah kering pun aku memakaikan kembali parfum milik ku aku pun mencium nya kembali memastikan bahwa sapu tangan itu wangi agar dia bisa mengingat wangi ku. Heheh.
Besok nya aku sengaja menunggu dia hingga jam pukul 07.30 tapi aku gak bisa menemukan nya padahal aku berencana ingin berangkat bareng dengan nya.
Aku pun terpaksa harus ke sekolah karna waktu hampir telat untuk aku masuk.
Sesampai nya disekolahan aku melihat dia sudah duduk di bangku nya..
Akhh sial kapan dia sampai padahal aku sengaja nungguin dia.
Aku pun menghampiri nya dan menaruh tas ku.
Hey ini sudah aku cuci trimakasih ya sapu tangan nya. Ucapku
Dia mengambil nya dan hanya mengangguk tidak ada suara dan bahkan rambut nya kembali seperti sebelum nya menutupi wajah tampan nya.
Kamu bisa bicara kan kemarin kita mengobrol, tapi kenapa kamu diam saja apa gak enak badan atau..
Saya gak papa ucap nya dengan suara pelan yang bahkan hampir tidak terdengar
Hey.. aku menatap wajah nya dari bawah meja.
Tapi Dia tiba tiba bangun dan pergi entah kemana membuat aku heran apa wajahku anehh atau ada sesuatu di wajah ku yang membuat dia ilfil.
Kelas telah berlangsung tapi Haidar belum juga kembali ke kelas, apa dia sakit atau apa dia tidak tau jalan tapi gak mungkin sihh dia nyasar.
Aku sibuk dengan pikiran ku yang tertuju kepada Haidar..
Jam istirahat pun tiba aku bersama teman teman ku menuju kantin, sebenarnya aku bosan dengan jajanan dikantin ini yang hanya itu dan itu saja tak ada yang berbeda, sangat jauh berbeda dengan sekolah ku yang lama setiap seminggu sekali jajanan dikantin akan selalu di ganti dengan Makanan yang berbeda terus menerus yang bikin semua murid nya gak bosen.
Tapi ya terpaksa aku hanya bisa membeli minuman saja di sini bahkan minuman disini pun gak memakai toping apapun aku beli es seduh hanya bubuk perasa, es batu serta air biasa saja tidak ada tambahan toping yang lain bahkan Disni memakai plastik bening dan sedotan yang begitu tipis, membosan kan bahkan makanan di pasar pun hanya makanan jadul saja akhh aku rindu makanan cepat saji yang ada di kota. Rengekku
Disela rengekku aku melihat Haidar yang baru saja selesai membeli jajanan di kantin aku pun mengikuti nya dan izin pada teman ku aku duluan ke kelas..
Hay ucap ku dan mendahului langkah kaki Haidar.
Ikhh jawab dong kenapa sihh kamu diam aja kemarin kamu jawab ucapan ku kenapa sekarang gak dan lagi kenapa poni ini nutupin wajah kamu terus sihh kan wajah ganteng kamu jadi gak terlihat ucap ku,
Jika dibayangkan tinggi ku dengan Haidar beda jauhh bisa dibilang disamping Haidar aku seperti terlihat kecil sekali karna memang Haidar cukup tinggi jika dijajarkan, aku setelinga dia, aku disamping Haidar cukup kecil bukan jadi saat aku didepan nya aku bisa melihat wajah Haidar dari bawah karna memang saat dia menatap ku dia pasti akan menunduk ke arah ku..
Sini dehh aku menarik nya kearah taman yang sepi, aku menyuruh nya duduk dan dia hanya menurut tanpa menolak.
Aku menghela nafas panjang saat melihat kearah wajah Haidar yang tertutup oleh rambut nya..
Kamu tuhh ganteng tau gak harus nya rambut kamu tuhh seperti ini, aku menyisiri rambut nya ke samping memperlihatkan wajah tamban nya dengan sisir kecil yang selalu ku bawa.
Nahh kan jadi wajah ganteng kamu kelihatan ahhhh ya ampun Haidar kenapa kamu ganteng banget sihh jantung aku gak bisa berhenti ni ucap ku sambil memegang dada ku.
Ikhh gila bener bener ganteng, heyy kalo aku suka sama kamu gimana.. tanya ku sambil mendekatkan wajah ku pada wajah nya.
Seketika dia berdiri dan entah pergi kemana meninggalkan aku dengan wajah konyol ku ini..
Ikhh kenapa sihh dia selalu aja pergi terus pokok nya aku bakalan ngejar kamu aku mau kamu jadi pacar aku titik gak ada koma gak boleh ada yang dapetin kamu selain aku, Haidar love youu kaya nya aku sudah kena pelet dia dechh..
Aku pun kembali kekelas dengan rasa bahagia..
Ini kisah cinta pertama ku sebenarnya aku cukup populer dikalangan pria di SMA ku dulu karna Memang wajahku cukup cantik menurut ku bukan nya aku membanggakan diri tapi ya Memeng kenyataan nya seperti itu, namun aku selalu menolak nya bukan karna aku sombong atau apa hanya saja tak ada yang membuat ku tertarik tapi bukan juga karna mereka jelek ya, gak banyak dari mereka yang mengungkapkan perasaan nya sama aku ganteng ganteng ko hanya saja mungkin aku belum tertarik dan aku malah tertarik sama pria yang misterius ini yang entah kenapa hanya dalam sekali lihat aku sudah jatuh cinta.
3 bulan berlalu aku selalu mendekatkan diri ku kepada Haidar tapi seperti biasa dia selalu menghindar tanpa ada sepatah kata pun bahkan saat aku ke kosan nya dia pun tak mau membukakan pintu nya bahkan kadang dia pergi keluar mungkin hanya untuk menghindar dari ku, apa yang salah dari ku dia dari kota gak mungkin kan pakaian ku dianggap aneh juga sama dia.
Sedikit rasa untuk aku menyerah cape, lelah tapi aku suka dia, hemm kenapa sihh dia giniin aku coba aja dia bilang satu kata aja dan jelasin kenapa dia jauhin aku..
Saat ini aku masih berada disekolah, kelas sudah berakhir cukup lama dan aku masih disini hanya untuk menunggu Haidar keluar karna terakhir aku tau dia dipanggil oleh guru entah untuk apa yang aku dengar dari teman teman yang lain Haidar anak yang baik dan anak yang cukup dekat dengan para guru, dan aku juga dengar kalo dia gak punya satu pun teman bahkan dari dia lulus SMP hingga sekarang karna memang sifat nya yang terlalu tertutup membuat semua orang menghindar dari nya..
Aku semakin penasaran pada nya pasti sifat dan sikap nya itu ada alasan nya kan.
Aku melihat nya keluar, aku pun berlari menghampiri nya.
Hay kamu gak cape apa diemin aku terus, kamu sengaja menghindar dari aku ya, kenapa?? Kasih aku alasan nya kamu gak suka ya aku deketin kamu, aku sedih lohh kamu diemin terus, aku suka kamu entah apa yang buat aku suka kamu, memang sih awalnya karna wajah kmu tapi bukan hanya itu aja aku juga suka semua dari kamu bahkan cara kamu diemin aku pun aku suka, heyy padahal aku nungguin kamu lama banget lohh biar bisa jalan berdua dan bahkan hari ini aku sengaja gak bawa motor aku biar bisa jalan bareng sama kamu.
Oke aku akan pulang kamu masih gak mau ngomong sama aku, oke dadah sampai besok, aku tersenyum lalu berlari pergi menjauh dari nya.
Padahal aku sengaja hari ini pengen pulang bareng dia jalan di samping dia tapi gak nyaman banget kalo hanya aku doang yang ngomong tapi dia engga.
Sudah lahh hitung hitung olah raga.
Hari ini aku pergi membawa motor ku dan membawa 2 bekal yang ku siapkan salah satu nya untuk dia, aku bosan dengan makanan yang ada dikantin karna memang beberapa hari ini aku selalu bawa bekal sendiri aku membeli beberapa bahan makanan di online biar sekalian ongkir nya heheh.
Karna bahan makanan yang ada dipasar tidak begitu lengkap aku ingin memasak masakan yang sedang viral atau masakan biasa yang ku makan di kota.
Dan kadang teman di kota membelikan ku makanan makanan yang sedang tren disana.
Selama disini aku cukup sulit untuk mengikuti tren yang ada, karna bisa dibilang aku pun anak gaul yang selalu ngikutin atau nyobain hal yang lagi viral atau tren.
Aku melihat Haidar sedang duduk ditaman sendirian hanya ditemani dengan buku dan headphone nya sudah terpasang menutupi telinga nya, itu seperti nya barang yang selalu dia bawa headphone itu selalu ada di lehernya jika tidak dipakai oleh nya dan dia selalu menyendiri dengan buka yang tiap hari selalu berbeda beda. Aku memarkirkan motor ku terlebih dahulu lalu menghampirinya menatap dia yang sedang fokus dengan buku nya tanpa sadar akan kedatangan ku.
Bell berbunyi dia menatap jam yang ada ditangan nya dan seketika kaget hingga terjungkir kebelakan melihat sedang menatap nya..
Dia berusaha bangun dan menarik ku, ini pertama kali nya dia memegang tangan ku biasa nya aku yang selalu menarik nya lebih dulu, senyum cerah terlukis di wajah ku bahkan aku seperti ingin berteriak serta berloncat kegirangan, dia membawa ku kebelakang taman.
KA kamu kenapa sihh selalu bikin aku kaget sudah berapa lama kamu liatin aku,
Bukan nya menjawab aku hanya menatap wajahnya dan tersenyum bahagia.
Biasa nya kamu banyak bicara kenapa sekarang aku bertanya kamu gak jawab.
Aku bahagia.
Hah ucap nya dengan wajah heran, bahkan dengan wajah cengo nya pun dia tetap tampan.
Kita telat masuk kelas nanti aku bakalan jawab jam istirahat jangan kemana mana ya nanti, dahh aku duluan. Aku pun berlari dengan wajah bahagia ku entah wajah apa yang ditunjukan oleh Haidar saat ini, hanya satu yang pasti saat ini aku bahagia Haidar inisiatif menarikku lebih dulu.
Jika saat itu aku tidak berinisiatif pergi mungkin aku akan mencium bibir itu dengan paksa akhh kenapa otak ku seperti ini sihh.
Bahkan saat dikelas pun aku tak fokus pada pelajaran yang sedang diterangi guru aku hanya fokus pada Haidar Yang ada disampingku walaupun wajahnya tertutup oleh rambut tapi aku masih bisa melihat wajah tampan miliknya..
Bahkan saat ini aku ingin sekali mencium bibir nya yang pink itu bahkan bibirku pun tak sepink itu jika tidak pakai liptbam.
Aaahh kenapa sihh aku baru ketemu Haidar sekarang kenapa aku gak ketemu dia pas masih dikota pasti bakalan ku ceritakan kebahagian ku ini pada teman teman ku disana mereka pasti akan membantuku mendapatkan nya.
Jam istirahat pun datang aku memberi tahu teman ku, aku tidak ikut ke kantin Karna aku bawa makan dan minuman sendiri, mereka pun pergi meninggalkan aku, dan sekarang hanya ada aku dan Haidar disini.
Ini makanan untuk mu, kamu pasti bosan kan dengan makanan kantin yang itu itu aja, ini buatan aku sendiri lohh tapi jangan berharap rasanya bakalan enak ya karna aku gak pintar masak bahkan ini percobaan keempat aku untuk masak, aku lihat resep nya di YouTube tapi aku yakin ini aman untuk dimakan, sini aku bantu kamu bukain, ucap ku membukakan bekal yang ku bawa untuk nya, kenapa ko gak dimakan tenang aja aku gak nyampurin bahan aneh ko didalam nya . Nie aku juga makan ini resep nya sama ku menurutku sihh lumayan rasanya yang enak enak aja lumayan lahh ucap ku sambil memakan masakan ku.
Dia memakan makanan yang ku buatkan tanpa sepatah kata pun aku menatap nya bahkan makan saja dia sangat tampan aku pun mengambil beberapa gambar diri nya dan menjadikan nya wallpaper di hp ku aku tersenyum melihat gambar yang ada di hp ku.
Enak satu kata yang dia ucapkan setelah menghabiskan makanan yang ku bawa.
Aku senang sangat senang dia menghabiskan makanan yang ku buat.
Jawab ucap nya mengagetkan ku yang sedang bahagia ini.
Hah apa??? Apa kata mu??
Hahhaha dia tertawa ini pertama kali nya aku melihatnya tertawa bahagia sangat bahagia bahkan aku ikut tertawa tanpa tau apa yang sedang iya tertawakan.
Emang kamu tau aku ketawa kenapa?? Tanya nya aku hanya jawab seadaanya ENGGA jawab ku.
Kamu aneh ucap nya aku bingung kenapa semua nya bilang aku aneh sihh bahkan dia juga, padahal dia yang lebih aneh dari ku.
Dia menatapku dengan rambut nya yang dia kuncir kebelakang..
Dengan otomotif aku mengambil banyak potret dirinya dihenpon ku.
Stop dia menutup hp ku dengan tangan nya dan mengambil nya dia menatap hp ku.
Plis jangan dihapus ucap ku saat dia menatap foto yang ku ambil.
Sejak kapan kamu mulai ambil foto ku kenapa banyak banget.
Dari pertama kali aku berbicara dengan mu,
Maksud mu??
Kamu inget gak pas aku ke kosan mu dan aku mimisan nahh besok nya kan aku kembalian sabu tangan ke kamu kan nahh sejak itu aku mulai ambil foto kamu kamu ganteng ko walaupun dari sekian banyak nya foto hanya baru foto itu yang terlihat wajah nya semua nya ketutupan rambut, plis jangan dihapusin ya.
Ucap ku memohon.
Dia mengambil foto kami berdua bahkan wajah ku pun sangat konyol aku belum siap kenapa dia malah memfoto nya.
Ikhh ulang ulang muka aku jelek banget.
Kami pun beberapa kali mengambil foto bersama, dan difoto ini Haidar menunjukkan wajahnya bahkan sesekali dia berekspresi konyol.
Kirimkan ke aku ya foto foto nya.
Ucap nya namun aku bingung kan aku gak punya nomor nya..
Aku gak punya no kamu
Ini ucap nya mengembalikan hp ku yang sudah tertera nomor didepan nya.
Ini nomor kamu??
Iya
Aku boleh menyimpan nya??
Tentu.
Benar???
Ya kalo gak mau gak papa biar ku hapus.
Engga aku mau banget aku bakalan namain My first love💜💜🥰😘
Kamu tau nama aku kan kasih aja Nama aku jangan itu.
Ikhh gak papa dong hp hp aku.
Tapi itu kan no aku.
Gak papa aku telpon kamu ya.
Gak lama hp Haidar pun bergetar menunjukan panggilan dari nomor tak dikenal dia pun menolak nya.
Kenapa ditolak kan itu telpon dari aku ucap ku bingung
Terus kenapa kan mau nya ada disini masa aku harus angkat ucap Haidar.
Seketika aku sadar lahh iya ya kenapa Haidar harus angkat kan aku nya disini.
Owhh iya simpan ya itu no aku.
Oke.
Ucap nya menaruh kembali hp nya disaku celana
Ko ditaruh gak dikasih nama??
Nanti aja jawab nya.
Kenapa???
Gak papa??
Ikhh nyebelin.
Mau pulang bareng ucap nya
Seketika aku bingung mau jawab apa ini pertama kali nya dia mengajak aku pulang bareng bahkan ini pertama kali nya kita ngobrol bareng.
Boleh boleh banget tapi aku bawa motor,
Motor nya tinggal aja kmu jalan sama aku mau???
Mau mau tanpa pikir panjang aku langsung menjawab nya biarlahh motor bisa ku simpan disekolah.
Bel pun berbunyi aku menengok ke arah Haidar yang sudah seperti sebelum nya diam dan wajah nya tertutup dengan rambut hitam nya.
Bel pulang pun berbunyi. Aku menunggu semua orang keluar berpura pura sedang merapihkan bawaan ku.
Sudah tanya nya.
Ya, aku pun tersenyum melihat nya, kali ini bukan dikuncir tapi dia membelakangi rambut nya dengan bando besi yang tipis sangat tampan, aku mengambil beberapa foto diri nya.
Apakah tidak bosan mengambil foto aku terus??
Tidak jawab ku sambil melihat foto yang ku ambil tadi.
Kenapa kamu selalu mengikuti ku.
Suka saja.
SAJA??? Ucap nya
Ya, kenapa apa kamu gak nyaman???
Bukan, hanya saja selama ini gak ada yang mau mendekati ku??Mereka bilang wajahku anehh bahkan dikota tempat asalku pun seperti itu.
Apanya yang anehh kamu tampan ganteng bahkan bisa dibilang sempurna siapa yang bilang wajah kamu anehh apa mereka gak bisa melihat nya, apa kahh mata mereka bermasalah???.
Entah lahhh..
Aku mau tanya kenapa kamu pindah ke desa ini aku dengar kamu dari kota kan bukan nya tinggal di kota itu menyenangkan dari pada di sini???kalo boleh apa kamu mau menceritakan nya pada ku??? Aku ingin lebih mengenal mu?? Aku tak pernah menganggap mu anehh ekhh tapi ada sihh sedikit hehehe maaf
Iya gak papa aku sudah terbiasa dibilang anehh, mungkin awalnya Memang aku berpikir kehidupan dikota cukup menyenangkan, namun seketika semua nya hancur, aku pindah saat orang tua ku bercerai saat itu aku kelas 2 SMP perceraian mereka membuat aku dijauhi oleh teman teman ku bahkan mereka sering meledek ku dan membuli ku pembulian mereka sudah tak bisa di angkap lelucon anak kecil lagi pembulian mereka mengakibatkan luka ditubuhku aku mendapatkan patah tulang kaki dan tangan serta beberapa luka memar pada tubuhku aku dilarikan kerumah sakit orang tua ku pun bahkan bertengkar dirumah sakit saling menyalahkan satu sama lain atas apa yang aku terima bahkan mereka tidak memperdulikan keadaan ku saat itu setelah aku keluar dari rumah sakit, dari mereka berdua tidak ada yang mau menerimaku lagi bahkan teman teman ku pun mulai menjauhi ku entah apa yang mereka dengar tentang ku, aku seperti menjijikan dihadapan mereka setiap kali mereka melihat wajahku seakan wajahku terdapat hal yang sangat menjijikan hingga mereka tidak ingin melihat ku, sampai akhir nya aku muak dengan semua nya aku pindah lahh ke desa ini, aku pernah kesini sekali dan pemandangan disini sangat asri bahkan penduduk disini pun sangat ramah jadi aku memutuskan untuk tinggal disini sampai saat ini, namun aku masih sedikit trauma jika orang lain melihat wajahku bahkan tanpa aku menunjukan wajahku pun mereka merasa anehh apa lagi aku menunjukan nya mungkin mereka akan merasa jijik seperti mereka yang ada dikota eehh maaf aku jadi menceritakan semua nya ke kamu maaf kan aku.
Gak papa aku senang kamu menceritakan nya kepadaku, aku memeluk nya memeluk Haidar pelukan untuk menenangkan nya karna disetiap kata yang iya ceritakan selalu terdengar menyakitkan bahkan sesekali tubuhkan bergerak seakan menahan rasa takut dan rasa sakit yang pernah dia terima.
Kamu tidak anehh sama sekali ko mungkin jika kamu bisa membuka lembaran baru dan membuang trauma kamu itu kamu akan mendapatkan banyak teman lihatlah aku gak jijikan melihatmu, malah aku sangat menyukaimu benar kata pak YANO kamu sangat tampan dan ramah, mungkin jika aku tak ke kosan sampai saat ini aku gak akan tau kamu seperti apa, aku beruntung saat itu aku ke kosan dan bertemu dengan mu, sekarang ada aku, jangan pernah menganggap dirimu anehh aku akan berusaha sebisa ku untuk membantu mu membuang trauma mu itu aku janji akan membantu pun secara perlahan agar kamu bisa melupakan itu semua.
Kenapa kamu ingin membantu ku padahal selama ini aku cuek dan selalu mendiamkan mu.
Alasan nya hanya satu karna AKU MENYUKAIMU. Ucap ku menatap wajah nya yang saat ini menatap wajahku juga..
Aku memegang tangan nya kami jalan sambil bergandengan hingga sampai didepan rumah ku.
Ini rumah mu?? Tanya nya
Ya ini rumah ku sekarang.
Sekarang??? Maksud nya
awalnya ini milik orang tua ku namun sekarang ini menjadi milik ku walaupun sedikit kusam, mau masuk ajak ku kepada Haidar yang masih ada di depan perkarangan
Akhh tidak trimakasih aku langsung pulang saja trimakasih sudah mau mendengan ceritaku dan mau berjalan pulang bersama ku
Ya sama sama lain kalo saat kita pulang bareng kamu harus mampir kerumah ku ya.
Tentu.
Oke dahh sampai bertemu besok ucap ku berteriak sambil melambaikan tangan kearah Haidar yang semakin berjalan menjauh
Tak terasa semester akhir pun telah tiba hari ini ulangan semester hari terakhir aku duduk di ruangan 4 dan Haidar ada di ruangan 1, selama ini hubungan ku sama Haidar semakin dekat bahkan Haidar sudah tak canggung lagi bersama ku, semoga saja ada hal baik yang akan terjadi kepada ku dan Haidar aku ingin hubungan ini bukan hanya sekedar teman aku ingin menjadi lebih dari teman.
Awal nya teman teman ku disini heran karna aku selalu dekat dengan Haidar ya cukup aneh bahkan bertahun tahun gak ada yang mau berdekatan dengan Haidar karna sikapnya yang sangat pendiam namun akhir akhir ini Haidar sudah sedikit terbuka beberapa hari yang lalu aku memaksa Haidar untuk memotong rambut nya agar tidak menutupi wajah tampan nya awalnya Haidar menolak karna paksaan ku akhirnya Haidar pun menyetujuinya.
Banyak yang tidak mengenali Haidar saat ke sekolah bahkan banyak yang menyangka kalo Haidar itu anak baru, setelah aku memberitahunya baru mereka percaya bahwa Haidar yang tampan ini pun sudah lama disekolah ini sedikit demi sedikit banyak yang mengajak ngobrol Haidar dan bahkan sekarang Haidar telah memiliki beberapa teman yang sering bersama nya bahkan sebelum ulangan datang Haidar telah resmi ikut tim futsal sekolah ini.
Ya walaupun kadang Haidar masih canggung dan bahkan masih banyak diam saat di tanya namun itu semua perubahan yang cukup besar dari sebelum nya.
Haidar sering ke kelas ku dan kadang kami pun masih sering pulang bareng namun sekarang tidak jalan kaki tapi aku dibonceng oleh nya, sebenar nya Haidar memiliki motor tapi Haidar lebih nyaman berjalan kaki selama ini.
Akhirnya bell pulang pun berbunyi ulangan terakhir pun berakhir bersamaan dengan bunyi bell.
Biasa nya setelah ulangan dikota akan ada kelas MIT atau pertandingan antar kelas, tapi berbeda dengan di desa.
Disini antar sekolah dan akan diadakan di fasilitas olahraga milik desa dan yang akan datang bukan hanya murid sekolah tapi penduduk desa pun bisa melihat nya bahkan bukan hanya pertandingan olahraga disini akan ada pasar dadakan.
Poster daftar kegiatan pun sudah ditembel diberbagai tempat bahkan sampai ke tembok dan pohon dekat rumah ku.
- Hari pertama akan ada gladi resik dari pada penduduk desa, banyak penampilan yang akan ditampilkan dari pagi hingga malam satu hari akan full dengan berbagai kebudayaan dari desa ini.
- hari kedua akan diadakan pasar dadakan berbagai barang, makanan dan macam macam akan terpajang dari ujung sampai dalam lapangan akan banyak banget yang akan berjualan berbagai macam barang atau makanan boleh dijual dan siapa pun juga bisa untuk berjualan.
- hari ketiga akan di adakan acara keagamaan, di desa ini terdapat 4 agama Islam, Kristen, Hindu dan Konghucu disini tidak ada agama Budha jadi hanya ada 4 keagamaan yang akan berlangsung seperti ibadah bersama sesuai agamanya serta khotbah sesuai agama biasa nya waktu nya akan di tentukan.
- hari ke empat akan diadakan acara negara karna di desa ini banyak keturunan dari negara lain seperti cina dan sebagainya dan akan diadakan acara sesuai dengan negara keturunan nya biasa nya dari keturunan cina akan ada barongsai dan lain nya tradisi disana.
- hari ke lima ini baru hari utama nya karna memang acara utaman nya adalah perlombaan antar sekolah.
Biasanya perlombaan ini berlangsung 2 sampai 3 hari
- dan hari terakhir akan diadakan pengumuman pemenang dipagi hari dan malam nya akan ada pasar malam yang sangat mewah.
Itu semua yang aku dengar dari teman ku.
Aku pernah menanyakan soal ini sama Haidar namun dia bilang dia tidak pernah tau bahkan dia tidak pernah datang keacara seperti ini..
Sungguh disayang kan bukan..
Aku sudah punya rencana di hari kedua aku akan ikut berjualan, aku ingin memperkenalkan ke penduduk desa tentang makanan serta aksesoris yang sering ada di kota.
Untuk persiapan nya mungkin aku akan langsung membelinnya ke kota, sebelum hari itu berlangsung kami pada pelajar diberikan hari libur 4 hari untuk mempersiapkan diri untuk ikut memeriahkan acara itu, jadi ada sedikit waktu untuk ku mempersiap kan nya.
Hari ini aku sedang duduk bersama di bukit yang biasa Haidar datangi, disini gak bisa dilalui motor tapi untuk berjalan kaki cukup aman.
Aku hanya berdua bersama Haidar sekarang hal seperti ini sudah menjadi hal biasa walaupun jantung ku masih kadang tidak bisa dikontrol, aku sangat senang saat ini Haidar sudah tidak canggung terhadapku bahkan kadang kami saling bergandengan tangan tanpa rasa malu.
Haidar kamu mau gak temani aku berbelanja di kota, untuk mempersiapkan acara pasar dadakan nanti aku berniat ingin berjualan disana aku ingin mengenalkan produk dari kota seperti makanan dan aksesoris.
Apa??
Kenapa???
Gak kenapa kenapa tapi penduduk disini sedikit sensitif.
Ya aku tau pandangan orang desa berbeda dengan orang di kota bukan, tapi aku ingin memperkenalkan ke mereka barang barang yang ada dikota tapi gak semua sihh paling aku hanya akan berjualan jajanan sederhana yang ada dikota serta aksesoris buatan tangan yang sering ada ditoko toko, biar penduduk mengenal dunia luar juga.
Emang kamu yakin penduduk disini berminat.
Aku yakin soal nya teman teman ku disini pernah datang ke rumah ku dan mereka tertarik dengan makanan yang selalu aku buat, kamu pasti tau kan aku selalu menyiapkan stok makanan dari kota nahh aku mau membuat beberapa makanan yang sederhana untuk dijual dan aku juga yakin mereka berminat dengan aksesoris juga soal nya teman teman juga selalu menanyaiku tentang bandu anting kalung gelang bahkan gantungan yang sering ku pakai, jadi aku cukup yakin yang lain pun pasti berminat.
Emmm tapi aku..
Ada aku kamu pergi bersama ku aku jamin kamu gak akan dianggap anehh dan lagi gak ada yang anehh dari mu apa lagi menjijikan gak ada kamu adalah kamu yang sekarang yang telah membuka lembaran baru bersama ku, ikut...
Oke aku ikut..
Kita kesana dengan apa gak mungkin dengan motor kan???
Kamu bisa naik mobil???
Aku gak pernah belajar cara menyetir mobil
Emm oke aku yang akan menyetir
Kamu???
Iya aku kenapa???
Kamu bisa nyetir???
Bisa kenapa gak percaya???
Aku udah punya surat izin mengemudi sebelum aku kesini kamu takut???
Bukan nya orang tua mu mengalami kecelakaan lalu lintas apa kamu tidak takut???
Takut untuk apa???
Takut jika hal seperti itu terjadi pada mu???
Kau tau dari mana orang tua ku kecelakaan seperti nya aku tidak pernah bercerita pada mu soal kehidupan ku.
Maaf aku bertanya pada bibi disamping rumah mu aku cukup dekat dengan nya Karna beberapa kali aku sering membantu dia dan kami sering mengobrol dan beberapa kali pun aku menanyai tentang mu maaf kan aku aku mencari tahu tentang mu tanpa sepengetahuan.
Ahhh tidak papa kenapa kamu tidak menanyainya langsung kepada ku.
Gak papa hanya gak enak saja karna beberapa kali aku berbicara tentang keluarga kamu seperti menghindar bahkan kadang matamu berkaca kaca seperti menahan tangis makanya aku tidak berani menanyainya langsung pada mu.
Akhh bukan seperti itu aku hanya saja sedikit teringat tentang mereka ...
Emmm lain kali kalo kamu mau tau tentang tu tanya langsung saja pada ku oke tak perlu tanya pada orang lain.
Akhh udah yu udah semakin sore kita pulang, aku pun mengandeng tangan Haidar untuk menuruni bukit diperjalanan kami saling berpegangan tangan jari jari tangan kami saling menggenggam, aku bahagia semakin hari hubungan kami semakin dekat bahkan sampai saat ini aku masih sangat bahagia bisa berjalan sambil bergandengan tangan bersama nya.
Rasa sayang serta cinta ku semakin dan semakin tumbuh terhadapnya setiap perlakuan yang dia berikan kepadaku menjadi poin plus untuk nya dan selalu menambahkan rasa suka ku bahkan sampai saat ini pula disetiap saat, saat kami hanya berdua aku selalu ingin mencium bibir pink itu bibir nya yang dari awal ku inginkan akhhh jangan berpikir aku mesum ya hanya saja itu yang pertama aku pikirkan setiap kali ku menatap bibir nya yang pink saat berbicara bahkan saat dirinya tertawa atau tersenyum pun aku sangat ingin memeluk nya serta mencium lembut bibir nya itu ahhhh apa kahh aku mesum..
Hari ini aku berniat untuk berbelanja bersama Haidar dengan mobil peninggalan ayahku yang sudah lama berada disini, walaupun sudah lama namun penjaga disini secara rutin saling bergantian untuk menservis bahkan merawat nya dengan sangat baik bahkan aku sempat berfikir ini mobil baru yang tak lama dibeli namun nyatanya mobil ini sudah bertahun tahun ada disini dan mobil ini pula yang sering membantu penduduk desa berpergian karna memang hanya ada 1 mobil didesa ini dan hanya mobil milik ayah ku lah yang ada mungkin ayah sengaja meninggalkan mobil ini untuk keperluan penduduk desa.
Aku sudah siap sedang menunggu Haidar datang namun sudah hampir setengah jam dari rencana Haidar pun belum datang, aku sedikit khawatir kepada Haidar apa dia sakit atau dia benar benar takut kembali ke kota karna kejadian yang pernah dia alami.
Aku bersiap untuk datang kekosan nya namun belum sempat aku menyalakan motor ku Haidar datang dengan pakaian yang modis pakaian yang sering dipakai olah orang orang kota, celana jins dengan sepatu Nike serta kaos putih dan jaket kulit berwarna hitam tak lupa dengan tas ransel yang ada di punggung nya aku terpana menatap nya apa ini Haidar yang ku kenal biasa nya dia hanya memakai celana training serta kaos oblong yang kebesaran bahkan dengan penampilang seperti itu pun dia tampan apa lagi pakaian seperti sekarang benar benar tampan tak kalah dengan orang orang yang sering fyp di ti*t*k ku.
Tanpa sadar aku bilang kepadanya kamu sangat tampan tak salah aku menyukaimu.
Ya,jawab nya. aku cukup bingung dengan jawaban nya tak pikir panjang aku pun naik kedalam mobil dan mengendarai mobil ini, sudah lama aku tak mengendarai mobil untung saja jalanan didesa mulus tidak ada yang nama nya tanggulan atau pun lubang dan bebatuan.
Sesampai nya dikota aku datang ke pasar moderin untuk membeli beberapa barang yang sebelum nya sudah ku catat.
Haidar membantuku membawa beberapa barang setelah ku rasa cukup dan semua yang ku tulis sudah dibeli semua aku pun kembali ke mobil untuk menaruh barang barang di dalam mobil.
Ayo ucap ku menghentikan Haidar yang hendak masuk kedalam mobil.
Kemana??
Kita makan apa kamu tidak lapar kita sudah lama berbelanja perutku sangat lapar dan haus.
Sebelum pulang kita harus makan sesuatu dulu untuk menghilangkan rasa lapar ini, kamu pasti rindu kan dengan makanan disini?? Ada makanan yang ingin kamu makan gak??? Tanya ku.
Kenapa??? Kamu merasa takut?? Atau bayangan kejadian sebelum nya menghantui kamu lagi??? Tanya ku khawatir karna Haidar tiba tiba terdiam sambil menatap lurus dia seakan melihat hantu wajah nya pucat tangan nya pun dingin aku berusaha melihat kearah Haidar lihat mencari apa yang Haidar lihat hingga bisa membuat nya seperti ini..
Namun sampai akhir pun tak bisa melihat nya, hey Haidar kenapa jawab aku aku berusaha mengelus wajah nya yang pucat, Haidar jawab aku jangan bikin aku takut?? Haidar.
Aku memeluk dirinya cukup kencang hingga akhir nya dia sadar dan memeluk ku balik, kenapa ucap ku pelan sambil melihat wajah nya wajah nya sudah semakin normal tak sepucat sebelum nya namun Dangan nya masih terasa dingin aku menggenggam tangan nya menyatukan dengan tangan ku membuat nya sedikit hangat.
Apa kita bisa tidak makan disini aku tidak nyaman disini. Ucap nya menatap wajah ku.
Oke ayo kita pergi, aku tau tempat yang enak dan tidak terlalu ramai tempat itu biasa aku datangi dengan teman teman kota ku.
Kami pun menaiki mobil dan keluar dari dalam pasar modern itu, menuju sekolah lama ku, karna dari sekolah lama ku ada kafe yang cukup enak dan tempat nya itu memiliki ruangan yang berbeda beda jadi cukup nyaman untuk Haidar yang tidak terlalu suka keramaian.
Kamu pun sampai dan memasuki ke cafe itu.
Hai luliy lama tak bertemu, gw dengar lu pindah ke desa ya?? Bagaimana keadaan lu sekarang?? Gw turut berdukacita ya sorry banget nie gw gak datang pas kedua orang tua lu meninggal sorry banget. Ucap salah satu pelayan disana karna memang aku sudah sering datang kesini dengan teman teman jadi hampir semua pelayan disini mengenal kami terutama aku.
Iya gak papa kok santai aja, hemm keadaan gw baik baik aja ko walaupun kadang gw kangen dengan suasana kota ya lu tau lahh perbedaan desa dan perkotaan.
Iya sihh owhh ya lu janjian kesini sama yang lain??
Engga gw kesini cuma berdua sama teman gw kenalin ini Haidar, Haidar kenalin ini pelayan serta teman ku di kota nama nya Dimas.
Ha hallo haidar ucap Haidar gugup.
Hallo juga Dimas salam kenal.
Sorry ya dia emang kurang suka ketemu Ama orang baru.
Owhh iya gak papa liy.
Lu mau pesan apa Nie???
Emmm gw pesen yang biasa aja dechh, kamu mau apa?? Tanya ku pada Haidar
aku apa aja seterah kamu,
Ko seterah aku sihh
Iya aku gak tau sama makanan disini jadi aku gimana kamu aja kan kamu yang sering kesini,ucap Haidar sedikit jutek
Owhh oke ucap ku heran dengan nada bicara Haidar yang sedikit berbeda.
Dim ini ini sama ini ya ruangan mana yang kosong?? Tanyanku pada Dimas.
Ruangan 5 liy kosong.
Oke gw tunggu disana ya
Oke sipp kalo sudah siap gw anter kesana.
Oke.
Haidar menarik tangan ku dan menggenggam nya cukup erat, seperti aku gak boleh berlama lama disana, apa Haidar cemburu sama Dimas ahhh kalo memang cemburu berarti dia juga suka aku kan.
Sampai di ruangan no 5 aku langsung duduk disalah satu tempat duduk, di cafe ini duduk nya ada yang di kursi dan ada yang lesehan dan yang aku dapat ini lesehan dengan meja yang pendek.
Aku menatap Haidar yang duduk persis disebelah ku, ku pikir Haidar akan duduk didepan ku tapi ternyata dia duduk disampingku bahkan genggamannya pun dia dia lepaskan.
Aku sedikit tersenyum membayangkan bahwa Haidar cemburu kepada Dimas.
Gak lama makanan pun sampai Dimas serta Ilham yang datang membawakan nya Ilham pun kenal aku dan kami juga sering mengobrol bersama dia juga pelayan dicafe ini.
Hay liy lama gak ketemu, ucap nya melihat kearah ku.
Hay juga iya nie lama gak ketemu.
Lu kesini gak sama yang lain nya???
Engga gw gak bilang kalo gw kesini lagian gw gak kan lama ko abis makan gw bakalan balik ke desa.
Kenapa gak lama gw kira lu bakalan bermalam disini pasti lu kangen kan sama suasana kota.
Memang sihh tapi gimana lagi kan gw udah gak ada rumah bahkan orang tua gw juga udah gak disini.
Iya juga sihh ehhhh kenapa lu gak nginep aja di rumah nya sinta setau gw dia masih tinggal di apartemen yang lama nya, dia tinggal sendiri kan disana , lagian lu gak mau apa nemuin kedua orang tua lu udah lama kan lu gak datang ke makam nya. Ucap Ilham
Iya sihh liy udah lama lu gak balik kesini gak mau apa kita kumpul kumpul sebentar ucap Dimas.
Iya juga sihh udah lama juga gw gak kemakam orang tua gw tapi gw takut kalo Dateng kesana gw malah inget mereka nanti gw malah nangis lagi, ya kali gw nangis dimakam mereka,
Ya emang kenapa wajar kalo anak kangen orang tua nya. Dimas
Iya juga sihh gimana nanti dechh gw pikir pikir dulu lagian kan gw Dateng gak sendiri gw bawa teman, owhh ya ham kenalin ini temen gw di desa nama nya HAIDAR.
Owhh haloo kenalin Ilham
Iya hallo Haidar salam kenal.
Kalo udah diputusin kabarin ya soal nya bentar lagi juga sip gw Ilham sama azhat habis.
Oke siap.
Jangan lupa kabarin ya kita mau kerja lagi ya bay. Ucap Ilham
Oke nanti gw kabarin.
Kamu Deket sama mereka?? Tanya Haidar sambil masih memegang tangan ku.
Iya lumayan Deket soal nya hampir tiap hari aku sama teman teman ku nongkrong disini, cobain dechh makanan disini enak lohh yang buat nama nya Azhar dia koki di cafe ini dan juga ada Idris juga tapi tadi pas aku liat cuma ada Azhar doang sihh kaya nya dia dapet sip malam soal nya cafe ini buka 24 jam.
Owhh jawab Haidar langsung memakan makanan nya.
Enak. Ucap nya
Tuhh kan kata aku juga enak owhh ya gimana kalo malam ini kita nginep di tempat teman ku gimana tapi kalo kamu gak nyaman gak papa kita pulang ke desa.
Tapi kamu seperti nya kangen sama teman teman mu.
Cukup kangen sihh tapi kalo kamu gak mau gak papa aku bisa kesini lain kali sendiri
Engga aku gak papa kita bisa bermalam hari ini disini, jawab nya dengan cepat memotong ucapan ku
Owhh oke aku mau hubungi teman ku dulu.
Oke.
Hemm Haidar
Ya ada apa??
Tangan aku masih dipegang sama kamu gimana aku mau kirim pesan bahkan dari tadi aku gak bisa makan karna tangan ku kamu pegangin terus.
Owhh ya ampun maaf ya.
Iya gak papa.
Gak lama kami pun selesai makan dan beberapa teman ku datang satu persatu aku memperkenalkan teman ku pada Haidar seperti sebelum nya Haidar cukup gugup dan memegang cukup erat tangan ku.
Heyy bisa berhenti gak lu gak liat apa dia tuhh gak nyaman lu malah banyak nanya.
Ya abis nya anehh aja gitu liat lu datang tanpa kabarin kita dan lagi sama laki laki.
Emang aneh ya.
Ya aneh lahh ucap mereka bareng.
Teman ku ada 6, 4 perempuan termasuk aku dan 2 laki laki.
Sinta. Aku
Mika Rendi
Ara Mikel
Kami satu sekolahan bahkan dari kami SD pun kami satu sekolahan hanya beda kelas saja.
Ara dan sinta sedikit berisik dari kami dan mika cukup pendiam dan Rendi serta mikel mereka cukup banyak tingkah namun sangat perhatian bahkan yang pertama kali menenangkan ku saat orang tua ku meninggal mereka berdua dan yang membantuku bersiap pun mereka berdua Sinta mika serta Ara hanya menghabiskan makanan bahkan hanya bermain main tapi itu sedikit menghilangkan rasa sedih ku sih.
Rendi dan mikel saat ini ada disamping sebelah kiri ku menatap ku dengan sangat intens aku seakan sedang berada di ruang interogasi.
Memang biasa nya aku hanya begitu dekat dengan mereka berdua bahkan dengan Dimas dan Ilham pun aku tak dekat seperti kepada mereka, dan sekarang aku datang tanpa pemberitahuan bersama laki laki dan bahkan sampai saat ini Haidar masih menggenggam tangan ku.
Membuat mereka begitu penasaran.
Akhir nya setelah menunggu Ilham Dimas serta Azhar pulang kami pun langsung menuju apartemen milik Sinta, tidak lupa juga kami membeli beberapa makanan serta minuman untuk menemani kami bermalam.
Aku langsung berganti pakaian dengan pakaian sinta dan Haidar berganti pakaian dengan pakaian yang dia bawa diransel nya.
Beberapa kali kami berbincang bahkan kami tertawa bersama ya kalian tau lahh teman dekat yang sudah lama tidak bertemu bagaimana.
Namun aku cukup kasian ke Haidar karna hanya berdiam diri tanpa mau berbaur.
Jam pukul 01.00 malam semua nya pun sudah terlelap tidur aku mendekat kearah Haidar yang ada di dekat sofa, apartemen Sinta cukup besar ada 2 kamar serta ruangan yang besar memang dari dulu kami sering berkumpul disini bahkan biasa nya kami berkumpul bisa 3 sampai 4 kali lipat dari ini.
Aku menatap Haidar yang telah terlelap meringkuk di dekat sofa karna di atas sofa penuh dengan bawaan kami aku pun menyelimuti nya.
Aku menatap bulu mata nya yang begitu lentik serta bibir merah muda nya bahkan aku menatap seluruh wajah nya yang begitu tampan, setelah puas menatap aku sebentar menyentuh rambut nya yang lembut dan berjalan menuju arah dapur dan membuka pintu kaca, terlihat jelas pemandangan malam di kota dengan diiringi hembusan angin malam.
Sungguh rindu, dulu pemandangan ini yang selalu ku tatap dari balik jendela kamar ku namun sekarang hanya terlihat lahan kosong dari dalam kamar ku bahkan bukan suara bising klakson mobil yang menemaniku setiap hari nya tapi bising suara serangga serta binatang malam yang selalu membuat ku sulit tertidur bahkan dulu setiap kali aku sulit tertidur ada ibu yang akan menemaniku dan bahkan mengajakku bercerita banyak hal bahkan ibu selalu menceritakan kisah cinta nya pada ku walaupun mungkin sudah beribu kali aku mendengan nya dulu bahkan aku sedikitpun Tak merasa bosan mendengan cerita itu namun sekarang bukan hanya cerita itu yang tak bisa ku dengar lagi bahkan aku sudah mulai lupa dengan suara ibu serta ayah bahkan aku sudah tak bisa mengingat dengan jelas suara mereka yang selalu memanggil ku dulu.
Dulu aku sering pergi bersama teman teman meninggalkan ibu sendiri dirumah dan bahkan tiap malam aku jarang pulang kerumah dan lebih sering menginap serta nongkrong bersama teman teman ku namun sekarang, aku ingin sekali pulang, pulang bertemu dengan mereka memeluk mereka bahkan aku ingin mendengan cerita kisah cinta mereka seperti biasa nya, namun nyata nya aku sudah tidak bisa, tak ada lagi tempat untuk aku pulang tak ada lagi yang menunggu ku dirumah sudah tak ada lagi yang akan memanggil ku untuk makan bersama tak ada lagi yang akan membangunkan ku untuk pergi bersekolah, aku meringkuk dibalkon dengan beberapa tetes air mata membasahi pipi ku aku rindu semua itu aku sangat rindu, sebelum nya aku bisa melupakan semua kenangan itu namun dikota ini dikota yang dulu kita bernafas dari udara yang sama aku kembali mengingat semua nya kembali merindukan semua nya yang bahkan gak akan pernah kurasakan kembali.
Aku masih menatap entah kemana masih mengingat semua kenangan itu, sesak dada ini saat aku mengingat mereka serta tawa canda nya yang sekarang sudah semakin pudar diingatan ku.
Perlahan aku merasakan seseorang memeluk ku dari belakang, memeluk dengat hangat memelukku dengan lembut, tak bisa aku menahan air mata ini dengan perlahan aku mulai menangis melepaskan air mata yang selama ini ku tahan.
Sudah cukup lama aku menangis membalas pelukan seseorang dari belakang ku, aku sedikit lebih tenang aku menatap kearah belakang Rendi dia lahh yang memeluk ku dan meneneng kan ku dari malam yang menyiksa ini, perlahan lahan aku pun terlelap dipelukan nya.
Disaat ku bangun aku berada di dalam dekapan Rendi tak jauh dari ku aku melihat Haidar menatap ku dengan wajah yang berbeda dari sebelum nya, saat melihat tatapan itu jantung ku seakan diremas entah kenapa aku merasa sesak di dada seperti aku melakukan kesalahan terhadap nya.
Aku pun segera bangkit dari tidur ku perlahan aku membuka dekapan Rendi terhadap ku aku menuju ke kamar mandi dan sesekali melihat Haidar yang masih menatap ku, selesai mandi aku menuju meja makan makanan sudah siap disiapkan oleh mika, memang dari kami semua mika lahh yang lebih jago memasak karna mika sudah sering merawat Kaka nya yang berkebutuhan khusus jadi beberapa hal rumah tangga akan dilakukan oleh mika kadang saat kami perlu bantuan akan memanggil mika dengan sebutan mama karna dia benar benar seperti mama kami disini bahkan Rendi dan mikel pun sama kadang meminta bantuan pada mika, bisa dibilang mika multitalent dia pintar cantik ramah dan juga bisa berbagai hal.
Sebelum makan aku menghampiri Haidar.
Haidar kamu udah makan?? Tanya ku.
Haidar hanya mengangguk tanpa berbicara dia pun berjalan ke arah balkon menjauh dari ku, aku menatap mika dan Sinta yang sama sedang menatap ku, aku duduk dimeja makan didepan mika serta Sinta sambil melahap makanan aku bertanya kepada mereka Haidar kenapa??
Mereka hanya menggelengkan kepada.
Gw gak tau pas gw bangun dia udah kaya gitu liat lu dipeluk Rendi, lagian sihh lu tau lu bawa teman cowo tapi lu malah tidur pelukan Ama Rendi, ucap Sinta
Tapi kan itu biasa.
Iya biasa kalo hanya ada kita tapi sekarang lu bawa dia liy dia beda dengan kita ucap mika.
Dia belum makan tuhh dari pagi coba sana lu ajak dia makan bareng sama lu. Ucap mika
Tapi dia tadi ngangguk pas gw tanya.
Udah sana makan berdua lu sama dia. Ucap Sinta
Aku pun membawa makanan dan menghampiri dia.
Makan yu kamu belum makan kata mika tadi.
Udah.
Kapan?? Udah sini kita makan bareng.
Kamu gak suka bukan disini.
Kapan kita pulang ucap Haidar sambil memakan makanan yang ku suapi ke diri nya.
Agak siangan ya aku mau mampir ke makam orang tua ku dulu aku kenalin kamu sama mereka.
Jangan terlalu lama ya aku kurang nyaman disini.
Oke ucap ku masih menyuapi nya.
Aku duduk dihadapan nya.
Dia seperti seorang anak kecil saat ini,
apa aku melakukan sesuatu yang salah ya perasaan ku seakan tidak enak banget.
Setelah selesai aku pun berpamitan kepada teman teman ku bahkan aku bergantian memeluk mereka.
Hati hati ya lain kali kita yang akan main kesana. Ucap Sinta mika serta Ara bergantian.
Oke gw tunggu ya .
Hey lu harus banyak makan disana ya liat badan lu kurus banget, nanti gw bakalan kesana oke . Ucap Rendi sambil memeluk ku
Oke. Ucap ku membalas pelukan nya
Rendi memegang wajah ku, gak bisa apa lu tetap disini gak usah pergi ke desa.
Lu tau kan ren biaya disini cukup mahal udah gak ada lagi yang biayain gw buat hidup disini, berbeda di desa disana biaya nya gak terlalu besar seperti disini dan lagi disana gw masih ada pemasukan gw bisa ambil uang dari biaya kosan jadi lumayan lahh untuk biaya hidup.
Seandainya gw udah kerja dan punya uang banyak pasti gw bakalan biayain lu disini, gw gak mau lu pergi liy,
Ren gw juga mau nya tetap disini namun bagaimana lagi gw gak mau nyusahin orang lain apa lagi sampai di biayain orang lain, tenang gw akan baik baik aja ko ren disana lu gak perlu cemas orang orang disana pada baik ko.
Oke kalo gitu tetap kabarin gw ya pas lu sampai sana dan jangan lupa terus saling kirim pesan sama kita.
Oke siap ren. Aku pun melepaskan pelukan rendi
lu hati hati ya jangan lupa makan lu disana liat badan lu kurus banget nie gw bawain beberapa makanan kesukaan lu jangan lupa dimakan ya dan lagi tetap jaga kesehatan jangan terlalu cape kalo ada apa apa langsung kabarin kita inget ya lu, disini masih ada kita yang sayang sama lu yang selalu ada buat lu. Ucap mikel sambil memeluk ku..
Iya mikel pasti,
Kami pun berpelukan bersama sambil ku ucapkan terimakasih kepada mereka
Dahh semua nya sekali lagi terimakasih
Ucap ku berpamitan kepada semua nya termasuk Azhar Ilham serta Dimas.
Sepanjang turun dari apartemen Haidar menghindari tatapan ku bahkan dia tak memegang tangan ku seperti sebelum nya hanya berfokus sama apa yang kita bawa.
Bahkan didalam perjalanan pun sama Haidar seperti tak ingin menatap ku bahkan saat aku membeli bunga pun Haidar tak ikut turun dia hanya menunggu didalam mobil.
Sesampainya dimakam aku mengiriminya doa serta menaburi bunga dan air untuk mereka dan tak lupa aku membelikan nya Bungan mawar kesukaan ibu serta bunga anggrek untuk ayah.
Setelah itu aku pun memperkenalkan Haidar kepada mereka.
Hay ayah ibu apa kabar disana, lihat lah anak mu ini sekarang sudah bisa mandiri bahkan sekarang aku sudah bisa masak lohh gimana aku sudah semakin dewasa kan, bahkan dulu anak mu ini gak bisa apa apa bahkan untuk merapihkan tempat tidur pun aku gak bisa tapi sekarang setelah kalian pergi ninggalin aku, aku berusaha untuk bisa semua nya bahkan aku harus bisa memasak, apa kalian tau aku beberapa kali kena cipratan air dan minyak panas lohh lihat lahh tangan anak mu ini banyak bekas luka bahkan tangan ku pernah sekali teriris sakit Bu sakit banget tapi aku gak nangis aku hebat kan Bu , padahal dulu hanya luka sedikit saja aku sudah menangis dan mengadu kepada mu namun sekarang aku berusaha kuat bahkan aku tak ada lagi tempat mengadu bahkan gak ada lagi pelukan hangat dari mu dan bahkan tak ada lagi cerita cinta kalian yang selalu kalian bangga kan dan bahkan tak ada suara tawa yang selalu ada saat kita sarapan, sekarang aku sarapan selalu sendiri bu ayah gak ada siapa pun bahkan saat malam hari saat aku sulit tertidur gak ada lagi yang menemaniku, aku benar benar sendiri bu tapi aku bisa dan kalian harus tenang serta bahagia disana jangan cemas kan aku oke aku sekarang bisa semua nya sendiri, owhh ya aku juga mau kenalin ke kalian teman ku Haidar , orang yang aku suka bu(berbisik) doain semoga dia menjadi jodoh ku dan menantu kalian ya ibu ayah, soal nya anak mu ini sungguh sangat menyukainya.
Haidar sini dehh ibu ayah kenalin ini teman ku dari desa nama nya Haidar dia tampan kan, gimana menurut kalian, aku pintar bukan memilih seseorang dan lagi dia baik banget lohh.
Haidar hanya tersenyum melihat aku berbicara sendiri sambil menatap kearah gundukan tanah.
Gak lama kami pun kembali ke desa.
Setelah sampai Haidar langsung pamit untuk pulang dan aku masuk kedalam rumah setelah mengeluarkan barang barang ku, banyak makanan cemilan serta minuman yang diberikan oleh teman teman ku bahkan ada beberapa barang juga yang mereka kasih.
Setelah cukup lama istirahat aku membongkar kembali belanjaan ku dan merapihkan nya untuk nanti berjualan dan aku pun memisahkan sesuai katagori nya.
Setelah selesai aku pun beristirahat cukup lelah perjalan kali ini.
Seyelah itu Haidar tak ada datang menemui ku bahkan tak ada pesan dari nya , pesan ku yang kukirimkan pun tak dibaca oleh nya, ada apa ini apa Haidar sakit namun saat ku datangi kosan nya dia tidak ada kata pak YANO dia sedang pergi keluar, kemana dia pergi bahkan bukit yang biasa kita datangi pun dia tak ada.
Acara pun dimulai dihari pertama sunggu sangat meriah begitu banyak tradiai disini bahkan begitu banyak tarian serta mainan yang di mainkan disini. Cukup meriah Namun sampai sekarang pun aku tak melihat Haidar aku menonton bareng dengan teman wanita ku disini, dan sesekali aku bertemu dengan teman pria ku dan aku bertanya apa melihat Haidar bahkan mereka semua menjawab tidak melihat nya dari pertama libur sekolah, akhh kemana sihh dia pesan ku pun belum dibalas oleh nya sampai sekarang.
Aku rindu dia.
Hari ini ku menonton tanpa ada dia padahal sebelumnya aku sudah berharap aku menikmati acara ini dari awal sampai akhir bersama nya.
Dihari kedua ini pun aku belum tau tentang kabar nya aku datang ke kosan nya tapi pak YANO bilang dia keluar gak lama sebelum aku sampai.
Akhh kemana sihh kamu, kenapa gak kasih kabar.
Hari ini aku ikut berjualan, aku menjual berbagai jajanan yang sering ada di pasar modern atau pun jajanan pinggir jalan seperti burger spageti jasuke hotdog serta jajanan lain nya hampir aku menjual 10 macam makanan dan masing masing aku membuat nya 20 biji, dan aku pun menjual aksesoris juga seperti gelang, kalung, anting, Bros, Bros gantungan bando dan masih banyak lagi, aku berjualan tidak sendiri aku dibantu dengan 5 teman ku 3 perempuan serta 2 laki laki, gak mungkin aku berjualan sendiri, dan lagi banyak yang penasaran dengan daganganku gak sampai siang dagangan ku pun habis terjual semua dari makanan minuman serta aksesoris pun habis tak tersisa karna memang cukup ramai bahkan yang datang bukan hanya dari desa sini saja desa tetangga pun ikut berkumpul memeriahkan acara ini.
Aku kembali kerumah dibantu teman ku untuk membawakan perlengkapan ku.
Sesampai nya dirumah aku memberikan mereka makanan serta minuman yang ku jual tadi agar mereka juga mencicipinya dak lupa juga aku menyuruh mereka ambil 2 aksesoris yang mereka suka.
Hari semakin sore mereka pun berpamitan tak lupa aku pun berterima kasih kepada mereka karna telah membantu ku.
Aku menatap gambar yang ku ambil tadi tak ada Haidar disini padahal aku berharap hari ini ada dia disamping ku nyata nya sampai saat ini pun pesan yang ku kirim tidak dia baca.
Dan hari hari berikut nya pun sama bahkan dihari dia tanding pun dia tak datang, kemana dia apa dia memiliki kesibukan, atau dia menghindari ku.
Aku sudah pasrah bahkan di pasar malam ini pun tak ada dia aku sudah tidak berminat untuk ikut bermain bersama mereka bahkan aku tidak senang sama sekali dan gembira seperti mereka, aku hanya duduk tak jauh dari arah teman teman ku aku hanya bisa melihat mereka tertawa dan menikmati semua wahana yang ada.
Aku bosan akhir nya aku pun berjalan menjauh hendak pulang.
Namun seketika tangan ku ditarik dan di arahkan untuk memeluk nya, harum ini aku mengenal nya Haidar ini harum Haidar aku menatap ke wajah nya ya benar ini dia setelah ku pastikan, ini Memang benar dia aku pun memeluk nya erat enggan untuk melepaskan nya, aku rindu sangat rindu padanya, kenapa dia baru datang sekarang kemana aja dia, apa yang dia lakukan selama ini kemana dia pergi begitu banyak yang ingin ku tanyakan pada nya.
Haidar, gak sempat aku perkata haidar telah menarik ku untuk ikut dengan nya.
Tanpa kata kata Haidar membawaku kebukit ketempat biasa kita datangi dengan motor milik nya, untuk sampai ke atas kita harus berjalan kaki sedikit, tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulut nya dia hanya memegang ku dengan lembut serta menuntunku untuk ikut dengan nya.
Sesampai nya diatas Haidar memeluk ku, memeluk ku dengan erat, aku tau saat ini dia sedang menangis aku gak tau kenapa dia menangis apa ada sesuatu yang terjadi aku membalas pelukan nya aku menunggu hingga diri nya cukup tenang.
Aku tak berani bertanya aku hanya menunggu Haidar untuk berbicara kepada ku.
LLULIYAN ucap nya dengan lembut sambil menggenggam kedua punggung tangan ku ini pertama kali nya aku mendengar dia memanggil nama ku.
Aku menatap mata nya memerah bahakn sedikit sembab.
Aku mencintai mu LLULIYAN sangat mencintai mu kamu telah datang dan masuk kedalam kehidupan ku, selama ini aku tidak menyadari nya aku hanya berpikir kamu teman pertama ku setelah semua nya namun saat aku melihatmu berbicara dengan teman mu serta Dipeluk oleh nya aku marah sangat marah bahkan aku ingin sekali mendorong mereka, aku cemburu saat kamu tersenyum serta berbicara kepada mereka bahkan aku melihat kamu menangis dipelukan pria itu dan bahkan kamu sampai tidur dipelukan nya aku sangat cemburu luliy sangat cemburu kenapa bukan aku yang kamu peluk kenapa kamu sangat nyaman berada dipelukan nya aku tau aku baru mengenal mu gak lama ini bahkan dia yang lebih mengenal mu tapi entah mengapa aku sangat marah beberapa hari ini aku berusaha meyakinkan hati ku untuk bisa merelakan mu tapi nyatanya aku gak bisa liy aku mencintaimu liy aku mau kamu selalu ada dalam hidup ku ada dalam cerita hidupku dan dalam perjalanan hidupku aku ingin kamu selalu ada disetiap cerita dalam hidup ku lluliy aku ingin selalu bersama mu, aku egois bukan, aku sadar aku egois aku menginginkan mu selalu ada disamping ku, kamu datang entah dari mana dan kamu yang merubahku menjadi seperti sekarang kamu yang membuat aku bisa keluar dari trauma ku maaf aku lluliy aku sayang kamu aku sangat mencintaimu.
Setelah mendengan semua ucapan nya aku memeluk dirinya sangat erat dan entah kenapa aku menangis saat ini padahal aku sangat bahagia saat ini cinta ku terbalaskan perjuangan ku selama ini untuk mendapatkan nya berhasil, dia membalaskan cinta ku dia juga menyukai ku, sungguh sangat bahagia aku saat ini.
Semua waktu yang ku habiskan untuk nya, perjuangan ku, semua nya tak sia sia dia membalas cinta ku, dia juga mencintaiku menyayangi ku seperti aku kepada nya, bahkan aku sangat senang hingga air mata ku tak dapat ku tahan, aku menangis bahagia.
Aku menatap wajahnya,Aku menghapus air mata nya dia pun menghapus air mata ku kami saling memeng wajah masing masing aku tersenyum melihat wajah tampan nya mau bagaimanapun dia tetap tampan pikirku.
Dia mendekatkan wajahnya kepadaku dalam ketinggian serta ditemani meriahnya kembang api kami saling berciuman mesra ciuman pertama sungguh sangat sempurna bahkan rasa nya begitu sangat manis setelah berciuman kami saling tersenyum dan berpelukan.
Satu kata yang ingin ku ucapkan saat ini bahagia aku sangat bahagia, pria yang ku juangkan ternyata mencintai ku juga.
Bahagia sangat bahagia bahkan aku sulit untuk menjelaskan nya.
Haidar memegang tangan ku sambil memandang wajah ku, Aku mencintaimu LLULIYAN maukah kamu menjadi kekasihku, aku berjanji akan berusaha yang terbaik untuk mu dan aku pun berjanji akan terus bersama mu hingga tua dan aku ingin menjadi seperti orang tua mu mati bersama dengan mu.
Ya aku mau Haidar sangat mau aku juga mencintaimu Haidar sangat mencintaimu.
Haidar memeluk ku dan sedikit tubuhku terangkat oleh nya.
Mungkin hari ini adalah hari paling bahagia yang pernah ku alami.
Berbulan bulan telah berlalu hubungan ku dengan Haidar semakin erat bahkan tetangga serta penduduk di desa pun sudah mengetahui nya awalnya hubungan kita di anggap anehh bahkan mungkin dianggap bagaimana mungkin, bahkan teman ku dikelas sampai tak habis pikir kenapa aku yang seorang anak kota bisa mencintai serta menyukai Haidar yang seorang pendiam.
Namun lama kelamaan semua nya menjadi hal biasa bahkan saat kami berjalan berdua dan saling berpegangan tangan pun sudah hal yang biasa.
Awalnya memang aku cukup tidak enak karna mungkin aku dengan Haidar berpacaran cukup terbuka mungkin cara berpacaran ku berbeda dengan yang biasa dilakukan disini, bahkan mungkin aneh.
Padahal bergandengan tangan bahkan ada yang berciuman di depan umum pun hal yang wajar di kota ya tapi aku juga sadar disini dan di kota sangat berbeda.
Haidar sering berkunjung kerumah ku namun kami berpacaran tak melewati batas hanya pegangan tangan serta berciuman saja karna aku selalu ingin menikmati malam pertama yang sangat panas dan bahagia.
Saat Haidar datang ke rumah ku aku selalu membuka jendela serta pintu rumah ku, jendela dirumah ku adalah jendela besar yang jika dibuka akan terlihat jelas bagian dalam rumah ku bahkan pintu nya pun pintu geser jika aku membuka nya dengan penuh itu akan sangat terlihat bagian dalam rumah ku memang rumah ini masih bernuansa kuno.
Tak terasa aku pun naik kelas 3 SMA dan saat liburan sahabat sahabatku pun datang berkunjung kesini.
Aku menceritakan tentang hubungan ku dengan Haidar dan bagaimana bahagia nya aku, saat ini sahabat sahabatku pun merasakan kebahagiaan yang sama dengan ku mereka pun ikut bahagia atas hubungan ku, aku pun menceritakan nya kepada sahabat ku tentang Haidar yang cemburu terhadap Rendi, bahkan semua nya pun tertawa dan termasuk Rendi tertawa atas kecemburuan Haidar terhadapnya.
Aku sudah bercerita kepada Haidar bagaimana hubungan aku dengan Rendi bahkan Rendi pun berbicara langsung kepada Haidar.
Mungkin bagi Haidar dan lain nya berpelukan dengan Rendi adalah hal yang aneh namun bagi aku serta sahabat ku itu hal yang biasa, karna bukan hanya pada ku saja Rendi berpelukan tapi dengan kami semua.
Kami menganggap Rendi itu sebagai seorang Kaka dan termasuk aku juga, karna memang dari kami ber6 Rendi lahh yang paling berpikiran dewasa bahkan dia selalu ada disaat saat orang lain membutuhkan, bahkan bukan hanya aku yang selalu datang ke Rendi saat ada masalah dan bukan hanya kepada aku doang Rendi bersikap peduli dan perhatian, Rendi memperlakukan semua dengan sama bahkan kepada mikel sekali pun.
Kadang mikel juga butuh pelukan dari Rendi jika dia memiliki masalah atau lelah dan tak jarang juga mikel dan lain nya membutuhkan Rendi untuk berkeluh kesah, bahkan kami kadang suka berebutan untuk mendapatkan pelukan dari Rendi.
Rendi memang selalu bisa menenangkan seseorang bahkan dia tuhh terlalu perhatian dan peduli kepada siapa pun tak jarang juga mika membutuhkan pelukan Rendi dan kadang bermanja kepadanya jika dia lelah atau memiliki masalah dalam hidup nya dan bahkan mikel yang seorang laki laki pun tak malu atau pun risih jika sedang ingin diperhatikan atau ingin bermanja dengan Rendi.
Mungkin bagi kalian anehh ya jika kami berpelukan satu sama lain tanpa canggung bahkan Rendi adalah laki laki dewasa namun bagi kami itu hal yang biasa karna kami tak pernah menganggap Rendi orang lain kami selalu menganggap Rendi sebagai Kaka kami sebagai keluarga kami jadi tak ada rasa canggung atau pun risih satu sama lain.
Dan lagi Rendi telah memiliki seorang kekasih wanita cantik teman masa kecil nya, bahkan sejak lahir Rendi telah dijodohkan dengan kekasih nya itu, Rendi dan kekasihnya pun saling suka dan saling sayang dan bahkan kekasihnya pun tau perlakuan kita terhadapnya dan itu sudah menjadi hal biasa bagi nya.
Rendi tak pernah melakukan hal aneh, Rendi pria yang sangat setia bahkan sangat sayang kepada kekasihnya.
Jadi ya kami gak pernah ada pikiran untuk menyukai satu sama lain nya.
Dan sekarang Haidar pun sudah mengerti karna disaat Haidar berbicara dengan Rendi dia pun merasakan yang sama merasakan kehangatan serta kedewasaan dalam pembicaraan dengan Rendi.
Sahabatku mereka menghabiskan liburan di desa ini, selama mereka disini kami selalu pergi ketempat yang menakjubkan Karan Haidar begitu tau jelas tentang desa ini bahkan aku gak pernah tau kalo di desa ini terdapat beberapa air terjun yang sangat indah bahkan air nya pun sangat bening saking jernih nya kami dapat melihat dasar air terjun itu, kami pun berenang dan menghabiskan waktu di indah nya air terjun dan bahkan bukan hanya air terjun yang kita datangi tapi ada juga teluk dan danau yang tak kalah indah nya dan bahkan kami pun pergi ke gunung serta bukit melihat pemandangan yang sangat indah dan sangat sejuk dari ketinggian.
Sungguh liburan Yang sangat menakjubkan.
Setelah 2 Minggu mereka disini akhir nya mereka pun pulang karna liburan pun hampir berakhir.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat bahkan hubungan ku dengan Haidar semakin erat setiap hari nya selalu dan selalu bertambah rasa suka ku pada nya setiap perlakuan lembut nya terhadapku menjadi poin plus untuk nya di hati ku.
Hari ini adalah hari kelulusan ku dihari ini pula aku resmi lulus dari sekolah ini, aku tak pernah berfikir akan menjadi siswa siswi terbaik kedua di desa ini dan untuk terbaik pertama ada lah Haidar, aku pun sudah yakin soal itu karna memang Haidar sangat pintar bahkan dia bisa dibilang luar biasa berbagai hal bisa dia lakukan.
Sebenarnya bukan karna aku pintar banget ya sampai aku bisa mendapatkan nilai terbaik kedua, hanya saja pelajaran di sini dengan di kota cukup berbeda dan ada beberapa pelajaran yang sudah ku pelajari disekolah lama ku jadi membuat aku tak terlalu kesulitan.
Aku menatap orang orang yang di temani orang tua nya dan mendapatkan banyak. Ucapan selamat, aku sedikit sedih dan bahkan sirik karna saat ini aku tak di temani siapa pun.
Aku menatap Haidar yang gak jauh dari ku sedang duduk sendiri aku pun menghampiri nya menatap wajah tampan nya itu, aku tersenyum ya bukan hanya aku saja yang merasakan nya Haidar pun sama orang tua nya tidak datang kesini.
Aku memeluk Haidar yang saat ini berdiri dihadapan ku dengan memakai jas berwarna hitam, Haidar pun memelukku lagi dan kami pun saling memberikan ucapan selamat.
Aku menatap foto yang teman ku ambilkan.
Aku sangat cantik dengan setelan kebaya yang ku pakai serta sepatu hak tahu membuat aku sedikit tinggi bukan nya membanggakan diri tapi memang itu lahh ada nya bahkan aku memakai riasan diwjah ku riasan yang ku buat sendiri serta rambut yang ku sanggul rapih yang semakin membuatku sempurna dihari ini, bukan hanya aku saja yang sempurna namun tak kalah tampan nya pria disamping ku Haidar memakai setelah jas serta celana bahan berwarna hitam tak lupa pula sepatu pantofel dengan warna yang sama bahkan rambut nya pun ku tata dengan sempur nya nya.
Aku mengambil beberapa foto bersama bahkan ada foto dimana dia mengendong ku dan disetiap foto itu aku dan Haidar terlihat sangat bahagia.
Acara diakhiri dengan pembagian piagam serta mendali dan bahkan bingkisan dari sekolahan untuk kami para siswa siswi.
Dan aku serta Haidar mendapatkan piala bertulisan siswi dan siswa terbaik, dan aku serta Haidar di nobatkan menjadi raja dan ratu tahun ini si sekolah ku, setiap tahun disekolah ini pasti memilih 2 siswa siswi terbaik untuk menjadikan contoh untuk siswa lainnya.
1 bulan telah berlalu setelah kami lulus dari SMA, aku ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan kedokteran aku pun sudah berbicara pada Haidar untuk kuliah di Jakarta namun Haidar melarangku sedikit perdebatan antara aku dengan nya Haidar tidak mengizinkan ku untuk kuliah jauh dari nya dan cukup lama kami berdepat kami pun nemenukan universitas yang cocok untuk kami, dan kami pun memutuskan untuk kuliah disana namun sebelum kami berangkat Haidar melamar ku secara tiba tiba dia datang dengan penghuni kosan milik orang tua ku serta para penduduk, seketika aku pun bahagia bahkan bingun harus seperti apa, karna Haidar datang tanpa pemberitahuan bahkan aku pun tak ada persiapan sama sekali dia datang bahkan saat aku belum mandi aku masih memakai piyama tidur ku, benar benar di luar ekspektasi ku bahkan aku gak pernah bermimpi Haidar akan melamar ku dengan kondisi ku seperti ini aku selalu berhayal Haidar akan melamar ku dengan suasana yang romantis namun kenyataan selalu keluar dari hayalan.
Memang orang yang kusukai ini tidak pernah bisa ditebak selalu saja ada kejutan setiap saat.
Aku menerima lamaran itu bibi serta paman yang ada disamping rumah ku pun turut ikut senang, karna memang selama ini mereka lahh yang sudah seperti keluarga.
Setelah perayaan lamaran yang sederhana kami pun pergi ke kota meninggalkan desa yang penuh dengan cerita kita ini, banyak yang mengantar kami pergi, aku dan Haidar pergi dengan menggunakan mobil peninggalan ayahku di kota karna selama ini mobil ini ku titipkan di salah satu teman ayah karna gak mungkin untuk aku membawa nya, aku mengambil nya saat kami ke kota untuk memberikan beberapa berkas untuk kuliah kami.
Banyak yang telah kita lalui saat kuliah, kami pun sama seperti pasangan lain nya kadang berantem cekcok dan lain nya, dan kadang kami pun sulit untuk bertemu karna jam kuliah kami yang berbeda bahkan gedung jurusan yang ku pilih dengan Haidar sangat jauh jadi sulit untuk kami bertemu dan lagi kami pun harus kuliah sambil bekerja karna ada impian yang ingin kamu wujudkan bersama.
Semakin sulit kami bertemu walaupun jarang bertemu cinta ku kepadanya tak pernah sedikit pun pudar dan kadang aku bermain dengan sahabat ku, hingga di hari kelulusan ku dengan Haidar kami pun saling mengucapkan bersama selama kuliah gak jarang juga kami saling membantu, bahkan sahabatku pun saling membantu kami hingga akhirnya aku mendapatkan nilai yang memuaskan, jangan tanya soal Haidar dia pun mendapat nilai hampir sempurna karna memang dari awal Haidar sudah pintar dan cerdas.
Setelah kelulusan kami, kami pun kembali ke desa banyak warga yang menyambut kami,seakan aku merasakan kembali pulang kerumah kehangatan saat ada tempat untuk pulang.
Setalah lulus Haidar pun sudah mendapatkan pekerjaan yang meyakin kan dan dia sudah menjadi pegawai disalah satu perusahaan ternama menjadi arsitek walaupun dia baru saja lulus tapi keahliannya tidak main main bahkan banyak banget yang mengharapkan Haidar masuk ke perusahaan nya, dia menjadi reputan perusahaan cukup bangga sihh aku sebagai pacar nya heheh, hebat bukan pria ku.
Aku pun sudah menjadi dokter training disalah satu rumah sakit di Surabaya dan Haidar pun sama bekerja di daerah Surabaya karna kami memang tak mau saling berjauhan kami takut rindu seperti kata dilan rindu itu berat makanya kami memilih untuk berdekatan biar tidak menanggung berat nya rindu..
2 tahun telah berlalu hari ini aku sedang bersiap untuk acara nikahan ku, kami memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, dimana kami akan serius untuk bersama, dan kami pun sudah siap untuk mengucapkan janji suci kami janji untuk hidup bersama.
Saat ini aku sedang berada di ruangan dimana menunggu Haidar mengucapkan ijab kabul mengucapkan kata sakral yang menjadikan kita menjadi keluarga, saat ini entah kenapa hati ku begitu gugup bahkan sedikit takut, perlahan lahan air mata ku sulit untuk ku tahan, hingga aku mendengan Haidar mengucapkan kata sakral itu dengan satu tarikan nafas dan disahut dengan ramai Kat sahh, seketika air mata ku tak bisa ku tahan aku menangis diruangan ini menangis sejadi nya tangisan bahagia kata dengan ucapan bersamaan ucapan itu diucap secara langsung aku sudah menjadi istri dari pria yang ku cintai pria yang dulu dengan sudah payah nya ku kejar pria yang dulu ku perjuang kan Rendi serta sahabatku pun semua ikut menangis memeluk ku, ikut bahagia dalam acara yang sangat bahagia ini, mereka bahagia untuk, sahabat nya telah menjadi istri orang lain sahabat nya kini tidak lagi sendiri kini dia akan hidup berdua sudah ada yang akan menemani sisa hidup nya.
Rendi meneneng kan kami semua bahkan mikel pun ikut menangis di hari bahagiaku ini, Rendi pun ikut menangis hanya saja dia menyadarkan kami bahwa acara masih berlangsung.
Sebelum keluar aku pun merapihkan make-up serta pakaian ku , agar terlihat sempurna dengan ditemani sahabat sahabatku aku pun berjalan perlahan menghampiri Haidar yang tengah tersenyum kearah ku.
Saat ku telah sampai dihadapan Haidar, aku pun tersenyum kearah nya dia pun membalas kan nya, di hadapan semua orang Haidar memasangkan ku cincin di jari manis ku serta aku pun memasangkan cincin di jari manis nya, kami pun berfoto bersama memamerkan cincin indah yang ada di jari manis kita, dan untuk pertama kali nya juga aku mencium tangan milik Haidar serta pertama kali nya Haidar mencium kening ku saat kami sudah menjadi suami istri sangat bahagia bahkan sangat terlihat jelas fiwajah kami berdua.
Kami pun berfoto bersama sebelum melakukan acara selanjut nya.
Setelah puas aku pun mulai melanjutkan acara selanjutnya, tradisi disini.
Saat ini aku sedang mencium kaki paman serta bibi yang menggantikan orang tua ku, seketika saat aku hendak mencium kaki nya seketika aku menangis membayangkan betapa menyesalnya aku, bukan mereka ku cium kaki nya bukan mereka pula juga lahhh yang ku ucapkan maaf bahkan bukan kaki mereka yang ku cucikan , sunggu sesak hati ini membayangkan bukan mereka yang ada di sini bahkan untuk meminta maaf pun aku sudah tidak bisa, dihari bahagiaku ini dihari dimana aku akan menjadi istri orang lain bukan orang tua ku lahh yang melepaskan nya, aku nangis sejadi nya nangis memilukan aku tau seharus nya aku tak menangis seperti ini tapi air mata ini tak mau berhenti aku membayang kan mereka aku menyesali semua nya kenapa bukan mereka kenapa mereka tidak biasa melihat ku bahagia kenapa mereka tidak disini bersama mu bahkan aku mencucikan kaki orang lain bukan kaki mereka.
Hingga acara tradisi ini pun berakhir aku masih menangis, dan sekarang aku ada di dalam ruangan bersama Haidar yang saat ini ku peluk dia tau dan mengerti kenapa aku sampai menangis seperti ini dan sahabatku pun mengerti bahkan warga disini mengerti atas keadaan ku, hampir satu jam aku di dalam ruangan bersama sahabatku karna Haidar sudah harus kembali kedepan untuk menyambut tamu tamu.
Tukang make-up pun sudah selesai memrapihkan makeup ku yang berantakan serta aku pun mengganti baju dengan warna lain.
Aku saat ini memakai gaun pengantin adat Jawa karna sebelum nya aku memakai gaun putih panjang untuk ijab qobul, saat ini masih ada satu tradisi yang harus dilakukan untuk pertamakali nya aku mencuci kaki Haidar sekarang di tonton banyak nya mata, hingga acara lain nya hingga selesai.
Cukup lelah bahkan saat penarikan ayam bekakak pun sangat lucu kami mendapatkan ayam yang sama walaupun lebih banyak Haidar yang dapat dan aku pun menyuapi nya, dengan sedikit malu malu Haidar menerima suapan ku, walaupun ini bukan pertama kali nya aku menyuapi Haidar namun cukup malu untuk Haidar disuapi di depan umum bahkan banyak yang melihat nya.
Acara pun berakhir di jam 9 malam setelah semua tamu datang dan setelah sesi foto berakhir dan tamu semakin sepi kami pun pulang kerumah ku, karna acara yang kami ada kan di fasilitas olahraga desa rumah ku hanya menjadi rumah pengantin, bahkan kamar ku di hiasi sebegitu indah nya agar malam pertama ku lebih indah..
Bahkan wajahku memerah saat membayangkan malam pertama dengan Haidar saat ini aku sedang mencuci muka serta mengganti baju.
Didepan masih ada teman teman ku kami mengobrol bersama hingga jam 2 malam, mereka pun pergi ke kosan yang sudah ku siapkan.
Saat ini aku hanya berdua dengan nya hari pertama menjadi sepasang suami istri aku tersenyum kepada nya dia pun tersenyum kepada ku, perlahan mendekat kearah ku, dan memeluk ku, malam yang panas dan bergairah sangat tersaya saat ini malam pertama ku dengan nya sunggu tidak akan pernah ku lupakan.
Entah berapa lama kami melakukan nya bahkan kami bangun jam 12 siang, ya kalian tau lahh ini kan malam pertama kami dan bahkan sangat bergairah ya wajar gitu kami bangun jam segitu.
Saat aku ingin kekamar mandi sulit untuk ku melangkah masih terasa sakit disekujur tubuhku bahkan aku tak ada tenaga untuk berjalan, akhh sial kenapa sakit banget bahkan malam tak merasakan apa apa selain rasa nikmat mengapa sekarang seakan aku habis jatuh dari lantai 3.
Akhh sial sakit banget rengek ku dalam hati sambil memegang punggung ku.
Haidar yang melihat ku pun membantu aku dan mengangkat ku ke kamar mandi dan bahkan dia membantuku membersihkan tubuhku ini pertama kali nya kita mandi bersama sedikit canggung kunrasakan namun terlihat di wajah Haidar semua seakan biasa bahkan Tak ada rasa canggung atau malu dihadapan ku.
Kami hanya membersihkan diri tanpa ada yang lain karna memang aku sudah tak kuat bahkan itu hanya semalam saja.
Aku pun kembali beristirahat dikamar dengan Haidar disamping ku, memeluk diriku senyum bahagia bahkan tak henti hentinya kami buat.
Ini memang sangat bahagia.
Besok nya kami pun keluar menemui teman teman serta tetangga tetanggaku.
Saat mengobrol dengan mereka aku menjadi bahan obrolan bahkan mereka menanyakan hal yang sedikit sensitif membuat aku serta Haidar merasa malu.
Cuti kerja ku hanya berlaku 2 Minggu dan Haidar pun sama, dan kami harus kembali kerutinitas kami.
2 bulan pernikahan kita kami memutuskan untuk Resign karna kami ingin berkeliling menikmati kebersamaan kami kami pergi berbulan madu awalnya kami pergi ke daerah daerah yang indah di Indonesia, seperti Lombok Bali pulau seribu dan masih banyak lagi, setelah bosan di Indonesia kami pun pergi keluar negri negara yang pertama kami datangi ada Paris disana sangat terkenal akan keromantisan nya dan setelah kesana kami pun keroma dan masih banyak negara lain nya yang kita datangi.
Setahun sudah kami pergi berlibur.
Satu persatu sahabat ku pun menikah dan yang menikah pertama menyusul ku adalah Rendi dengan tunangan kecil nya, lalu dilanjut dengan yang lain nya Dan terakhir Mika, ya Mika selama ini masih terlalu berat jika harus meninggalkan Kaka tersayang nya menikah.
Ya kalian tau lahh Kaka mika berkebutuhan khusus sikap nya masih seperti anak kecil walaupun saat ini umur nya sudah 35 tahun dan dia tidak bisa apa apa, dan tubuhnya pun sudah tidak bertumbuh besar sejak berusia 20 tahun bahkan saat ini Kaka nya Mita seakan anak kecil yang berumur 17 tahun..
Kaka Mika laki laki dia tampan bahkan wajah nya tau jauh dengan Mita, tak ada kelainan lain hanya perlakuan nya lahh dan cara berpikirnya yang tidak berkembang kami dulu sering bermain bersama nya.
Mika sangat sayang Kaka nya bahkan Mita tak pernah malu mengajak Kaka nya keluar.
Kami ber6 liburan bersama walaupun aku bukan pengantin baru seperti mereka tapi kemesraan aku dan Haidar tak kalah dari mereka.
Bahkan hingga saat ini cinta ku tak pernah berkurang bahkan bertambah dan bertambah.
Hampir 2 tahun kita tak berkerja hanya bersenang senang namun kembali pada kenyataan.
Kami pun memutuskan untuk melanjutkan s2 di negara eropa, walaupun bukan 1 universitas tapi kamu tak masalah karna sekarang kami sudah 1 rumah dan selalu ada kemesraan disetiap perjalanan kami.
16 tahun pernikahan ku telah berlalu aku sudah memiliki anak laki laki yang berusia 11 tahun saat ini dan anak perempuan berusia 5 tahun, aku dan keluarga ku sudah menetap menjadi salah satu warga di Prancis awalnya aku tinggal di eropa namun karna pekerjaan terpaksa aku Harus menetap di Prancis, aku sudah menjadi kepala bagian disalah satu rumah sakit ternama di Prancis dan Haidar sudah memiliki perusahaan sendiri yang dibangun bersama Rendi serta mikel bahkan perusahaan mereka sudah memiliki cabang dimana mana.
Kehidupan ku sangat sempurna apalagi dengan kehaadiran pangeran yang tampan dan gagah serta putri peri yang cantik dan juga tidak lupa kaisar yang menjadi penopang keluar kecil ini.
Aku sering berkunjung ke desa dan rumah disana aku titipkan kepada pak Yano untuk dirawat nya, dulu desa itu yang menyelamatkan ku dan mempertemukan aku dengan Haidar aku tidak ingin melupakan semua kenangan saat aku memperjuangkan Haidar, dan saat ini perternakan serta kosan di desa semakin besar karna aku memperluasnya mereka peninggalan orang tua ku dan nanti aku akan meninggalkan warisan itu untuk anak anak ku.
TAMAT...
TRIMAKASIH SEMUA NYA SEMOGA MENIKMATI KISAH YANG KU TULIS INI😊🙏
INI HANYA KISAH YANG KU KARANG DAN 100% FIKSI BELAKA.
JIKA ADA KESAMAAN NAMA DAN ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN MAAF.
MOHON UNTUK LIKE SERTA KOMENTAR NYA YA.
TRIMAKASIH 😊🙏🥰