Masa SMPku Yang Buruk.
Pagi hari saat akan pergi ke sekolah aku sangat gugup karena itu hari pertama ku duduk di bangku sekolah SMP yang sangat jauh dari rumah ku, saat di perjalan aku bertemu dengan teman akrab ku saat SD dia bernama mimi dan kami berangkat kesekolah bersama.
Saat tiba di sekolah kami berpisah aku langsung duduk di kelas pada bangku pojok, aku tidak sekelas dengan Mimi, Mimi berada di kelas a dan aku di kelas c, aku belum punya teman akrab di kelas dan hanya duduk melamun dan mencoret coret di belakang bukuku sambil menunggu jam pertama mulai.
Saat jam pertama selesai aku memberanikan diri untuk berbicara kepada salah satu teman sekelas ku yang sedang mengobrol mereka bernama Mala dan Rara aku mengetahui namanya pada saat di absen tadi, saat aku berbicara pada mereka, mereka tidak menghiraukan ku dan asik mengobrol. Aku langsung terdiam dan kembali ke tempat duduk ku dan berfikir "mungkin mereka tidak mendengar ku tadi " Karena itu aku tidak terlalu memikir kan nya .
Pada jam istirahat ketika aku hendak pergi ke kantin aku melihat Mimi yang sudah mempunyai teman, saat aku memanggil mimi, dia tidak menoleh saat aq menyusulnya dia tidak menghiraukan ku dan pergi bersama teman barunya.
Aku sangat sedih karna selain Mimi aku tidak mempunyai teman yang lain,
Aku sangat sedih dan tidak jadi ke kantin melainkan kembali ke kelas ku, saat akan masuk ke kelas salah seorang teman sekelas ku dengan sengaja mendorong ku sehingga aq terjatuh dan menjadi bahan tawaan semua orang yang ada didalam kelas dia doni. "Eh maaf aku tidak sengaja" ucapnya dengan menahan tawa
"Iya tidak papa" ucapku dengan menahan air mata. Aku langsung berdiri dan bergegas ke bangku ku.
Pada saat pulang sekolah aku langsung pulang kerumah dan masuk ke kamar ku dan menangis. aku tertidur dan pada saat bangun aku berfikir " mungkin karna aku jelek dan gendut mareka memperlakukan ku seperti ini" ucapku dengan suara yang serak karna menagis.
Pada pagi hari kedua ku sekolah di SMP aku masih bersemangat "mungkin hari ini aku akan punya teman" ucapku dengan semangat, jam pertama di mulai dan guru memberikan tugas kelompok membuat kliping, aku melihat kanan kiri dan merasa sedih karna semuanya sudah memiliki kelompok, hanya aq saja yng tidak memiliki kelompok karna mereka tidak ingin aku bergabung dengan kelompok mereka . "Loh kamu belum punya teman kelompok ? " Ucap guru mapel bertanya padaku "bagaiman kalau kamu bergabung dengan kelompok nya Rara " aku langsung melihat ke arah Rara "kelompok kami sudah mempunyai banyak anggota buk" ucap Rara dengan kesal, aku langsung berkata " aku sendiri saja buk" ucapku dengan menahan airmata , "yasudah kalau kamu bisa sendiri " ucap guru mapel Dan aku pun membuat kliping itu sendiri.
Tahun kelas 1 pun sudah selesai dan akan naik ke kelas 2 tapi aku masih tidak mempunya teman apa lagi di kelas 2 ini teman sekelas perempuan ku malah makin membenciku karena aku dekat dengan guru, mereka mengataiku dengan sebutan "caper, sok sok " aku sedih karena mereka semakin membenciku
Apa lagi teman sekelas laki lakiku selalu membuliku karena mempunyai tubuh yang gendut setiap hari mereka selalu membuliku bukan hanya sekelas ku bahkan Kaka kelasku ku juga dan semua orang yang bersekolah di SMP itu, itu membuat aku selalu menangis di kelas dan saat akan tidur pada malam hari, tapi aku tidak pernah berniat untuk putus sekolah karena aku satu satunya harapan bagi kedua orangtuaku.
Saat pulang kesekolah orang tuaku bertanya " kenapa matamu merah kau habis menangis ?" Ucap ibuku, "tidak ko, mah tadi saat pulang kesekolah ada serangga kecil yang masuk ke mataku" ucapku, aku tidak ingin mereka tau bahwa aku selalu mendapatkan Bulian di sekolah ku karna aku tau mereka pasti akan sedih.
Pagi pun tiba dan aq langsung bergegas ke sekolah untuk mengikuti pelajaran, mapel pertama hari ini adalah IPA dan kami berangkat ke lab ipa, saat kami sampai di lap IPA ruangannya masih terkunci karena guru mapelnya terlambat datang. Saat guru mapel ya sampai dia menyuruh ku untuk membuka kunci lab IPA dan aku langsung membukanya dan teman perempuan sekelasku menatapku dengan tatapan sinis lalu berbisik, aq tidak memperdulikan mereka dan langsung masuk ke lap ipa.
Kelas 2 pun usai dan beranjak ke kelas 3 di kelas 3 aku tidak berharap lagi akan mempunyai teman karna aku tau bahwa aku tidak bisa mempunyai seorang teman, Pada saat di kelas 3 ada KKN yang datang ke sekolah kami dan mengadakan LDKS (latihan dasar kepemimpinan siswa) aku sangat penasaran apa itu ldks,dan memutuskan untuk mendaftar, ldks di lakukan dengan bermalam di sekolah selama 3 hari. Saat hari pertama kami dibagi kelompok, aku sekelompok dengan 1 sekelasku dan 3 dari kelas lain tapi mereka berteman. Aku merasa tidak nyaman sekelompok dengan mereka tapi…yasudahla ini sudah terlanjur. Saat hari ke 2 ada lomba membuat yel yel dan ada lomba lomba lainya yang di lakukan di lab IPA lomba pertama adalah yel yel Ter bagus , lomba ke dua estafet sarung, Saat lomba ke dua di mulai aku yang pertama melakukannya tapi aku membuat kesalahan sehingga kelompok kami kalah, dan aku lagi lagi menjadi bahan tawaan semua orang yang ada di dalam ruangan mereka juga meneriakiku dan tatapan teman kelompokku kepadaku sangat menakutkan. Itu membuatku sangat sedih dan ingin cepat cepat acara ini selesai, kejadian ini membuatku trauma akan keramaian.
Pada Hari ke 3 atau hari terahir pelaksanaan ldks aku hanya menunduk dan tidak pernah berbicara lagi.
Saat kembali beraktivitas di sekolah pun aku selalu menunduk dan ketika pulang sekolah aku selalu menagis.
Hari kelulusan pun tiba dan aku pendaftar di SMA tapi belajar di SMA dilakukan secara daring karena ada penyakit menular yaitu COVID-19 atau korona , aku merasa senang karena tidak dapat bertemu orang orang baru karena aq tau pasti mereka juga akan membuliku , kami belajar online dari kelas 1 sampai kelas 2 semester 1 , saat korona mulai reda dan ada informasi di grub WhatsApp kelas ku bahwa siswa akan kembali belajar normal, aku merasa gugup karena akan bertemu sekelas baruku karena aku takut di bully oleh mereka seperti yang terjadi di SMP dulu tapi… saat aku masuk kelas mereka tidak membuliku bahkan mereka mau menjadi teman ku hingga naik ke kelas 3 mereka masih berteman dengan ku dan aku juga mempunyai teman akrab di kelas lain sehingga membuat ku secara perlahan melupakan apa yang pernah terjadi kepadaku saat bersekolah di SMP.