Malam semua sebelumnya mohon maaf jikalau tulisan aku berantakan. Aku cuma ingin mencurahkan semua unek unek dalam hati ku.
Ini tentang kisah ku. Aku Kartika seorang istri dan ibu dari dua orang putri. Aku juga seorang karyawan swasta di suatu perusahaan. Kehidupan rumah tanggaku yang awalnya baik baik saja mulai terusik dan hancur.Inilah kisah ku.
****"""""""""
Pada suatu hari aku mendapat pesan dari orangtuaku kalau sudah tiga bulan aku tidak membayar setoran ke tanteku. Ya memang aku punya hutang ke tanteku saat itu aku sedang butuh biaya untuk bangun rumah. Aku minta tolong ke orangtua ku untuk meminjam uang dengan perjanjian tiap bulan aku akan membayarnya pas tanggal gajihan.
Dikarenakan orangtuaku pun juga barusaja terkena tipu,jadi tidak bisa membantu dan orangtuaku pun meminta tolong ke tanteku. Dan Tante bersedia membantu.
Singkat kata" tik,kata Tante kamu belum setor bulan ini" itu isi pesan mamah.
Aku terkejut,saat itu mamah kirim pesan saat aku sedang bekerja.aku sungguh tidak tau menau masalah itu jujur karena keuangan suamiku yang pegang. Memang semua dari awal pernikahan aku dan suami sepakat dia yang atur semua. Aku percaya karena aku merasa orangnya boros. Awalnya semua berjalan lancar, semua pemasukan dan pengeluaran terinci. Tapi hingga umur pernikan ku yang ke 9, semua mulai goyah.
Pengeluaran dan pemasukan tidak jelas. Yang ada tiap bulan selalu minus dan aku yang harus kesana kemari mencari pinjaman.
Sore itu aku pulang kerumah. Aku sampai rumah langsung beberes dan masak. Selesai makan malam kulihat suamiku sedang main hp diruang tamu. Ku dekati dia, aku duduk disampingnya.
" Yah, mamah mau ngomong"
"Ngomong apa?" Ucap suamiku tapi tetap fokusnya ke hp.
" Bisa ditaru dulu ga hpnya?"
Lalu dia pun menaruh hpnya disampng sebelah kanan.
"Ada apa?"
"Mamah tadi siang kirim pesan katanya udah tiga bulan gak setor ke Tante?"
Dia diem sebentar.
" Iya,gimana maungirim orang uangnya kurang tiap bulan cuma kebagian 8 ratus ribu doang" jawabnya dengan enteng.
Aku tambah terkejut,emang sebenernya uang itu buat apa aja ini kita gajih duaan lho.
" Kok bisa kurang terus tiap bulan emang kemana?" Tanyaku penasaran
" Buat bayar kemarin waktu mamah dirumah sakit"
Ya memang mertuaku beberapa bulan yang lalu sempat koma dan harus di operasi. Okeh, kalo masalah untuk orang tua aku masih bisa terima.
Aku terdiam merenung dikamar, harus mencari uang kemana.hingga aku chat temen kerjaku. "Best,kamu tau ga gimana caranya pinjam uang agak besaran best"
Tanyaku ke teman kerjaku. "Ada om beni Batak mau gak, cair 25jt tanpa potongan awal. Kalo kamu mau aku bantu" ya temenku ini memang dia punya Chanel banyak untuk masak beginian.
" Syaratnya apa aja best?"
" Biasa surat nikah,KTP,buku tabungan, NPWP, Jamsostek, akte anak,kartu keluarga,sama kartu atm-nya"
Aku langsung beranjak mencari semua persyaran itu di tempat biasa aku simpan berkas berkas penting.setelah kucari seluh sudut lemari tetap tidak ada.
Aku bergegas keruang tamu." Yah, kalo surat nikah sama kartu keluarga kemana ya ? Kok ga ada"
Suamiku diam seolah olah sedang berpikir " Gak tau, kan mamah yang simpen"
" Masa sih?"
"Iya coba cari aja"
Kucoba sekali lagi. Semua sudut lemari diruh ini aku bongkar tetep gak ketemu.
Tiba tiba suamiku buru buru mau berangkat kerja padahal ini baru jam 8 malam. Sedangkan dia sifat 3 masuk jam setengah 11 malam.
" Mau kemana?"
"Mau berangkat, mau kerumah ketua dulu" ya memang suamiku itu aktif di serikat.
"Tumben ada apa?"
"Gak tau" lalu dia mengulurkan tangannya agar aku bisa Salim secara takzim.
Setelah suamiku berangkat kerja dan anak anak sudah tidur, sedangkan aku boro boro bisa tidur pusing yang ada. Jadi aku nonton tv Indosiar acara dangdutan waktu itu biar aku terhibur.
Gak lama aku dapat chat dari suamiku, yang intinya dia minta maaf sebenernya surat surat itu udah dia masukin ke koprasi.
" Untuk apa?"
"Buat bayar utang mah, sebenernya ayah itu sedang kelilit hutang"
Aku tambah terkejut, mau marah tapi aku tahan dulu aku mau tau utang untuk apa sebenarnya.
" Utang apa?"
" Banyak"
" Iya kesiapa aja"
" Koprasi, bank,Batak"
" Astaghfirullah,,,," aku bagaikan tersamar petir mendengar semua itu.
" Maaf"
" Kenapa gak jujur?"
" Takut"
" Emang berapa semuanya?"
"Koprasi 15jt,bank 25jt,Batak 8jt, ayah pusing mah Batak minta terus dibayar sedangkan bunga berjalan"
" Itu uang segitu banyaknya buat apa?
" Ayah kecanduan judi slot mah, maafin ayah mah. Ayah ngerasa gak berguna ayah mau mati bunuh diri aja"
"Kok kamu bisa pinjem di bank gitu"
" Iya dibantu mamah sama bapak"
Astagfirullah kenyataan apalagi sih ini ya Allah, ternyata mertua aku tau tapi gak ada yang ngasih tau aku.sungguh aku bener bener kecewa. Hancur hatiku.
Apa yang harus aku lakukan ya Allah, sungguh aku gak kuat ngdepin kenyataan ini. Dan sejak itu suamiku gak berani pulang kerumah. Aku udah gak mau ambil pusing mau pulang tau gak aku gak perduli aku udah bener bener kecewa.
Ke esokan harinya kedua mertuaku dan adik ipar ku datang kerumah. Mereka menanyakan ada masalah apa sampai suamiku gak pulang kerumah tapi kerumah orang tuanya dan sepanjang hari dia menangis.
Aku cerita semuanya kalo anaknya itu punya hutang banyak.
"Iya mamah sama bapak tau. Waktu itu dia kaya yang pusing gitu waktu bapak tanya katanya banyak utang di Batak sama koprasi, ya udah karena kasihan bapak bantu sampe bapak gadein sertifikat dibank untuk dia yang katanya buat bayar koprasi"
"Koprasi masih ada 15jt hutangnya"
" Tapi kemarin mamah liat dia bawa surat suratnya udah ditebus"
"Kayaknya dimasukin lagi deh mah" sahut adik ipar.mertuaku terkejut mendengar itu.
" Gini teh sebenernya si aa tuh bukan dia yang sebenernya. Jadi ada yang ngendaliin dia. Kemarin mamah dibuat koma kalo sama bapak gak dibarengin doa yang kuat mamah juga hampir hampir gak ada"
Aku terdiam, memang iya sih belakangan ini suamiku bukan seperti suamiku yang dulu. Dia selalu ngomong mau mati bunuh diri terus, dipikir bunuh diri itu enak kali ya. Ya aku mah kalo dia mati aku bisa kawin lagi tapi apa dia gak mikir kalo dia gak ada gimana sama anak anak. Jujur otak aku berasa bebeledagan mau pecah."terus gimana pak?"
"Sekarangah gini aja teteh kasi kesempatan lagi buat aa, sambil kita sama sama ikhtiar."
"Maksudnya?"
" Ya teteh harus kuat sholat tahajud ya sama dzikirnya teh, insya Allah ntar ketahuan. Sama bapak juga dibantu dirumah, kuat ga?"
"Insya Allah"
Setelah obrolan itu dan aku mencoba semua yang bapak mertua aku arahkan tepat di malam ke empat aku bermimpi. Dan di dalam mimpiku itu aku dan ak bungsuku seperti di sebuah rumah tua. Dan dari luar terdengar suara minta tolong.
" Talong tolong tolong" suara seorang wanita meminta tolong. Lalu kucari sumber suara itu berada. Saat aku melongok keluar pintu disitu aku melihat seorang wanita berambut panjang memakai baju putih sedang bersimpuh. Seolah wanita itu ingin masuk kedalam rumah yang ada akunya sekarang ini. Tapi tidak bisa karena tangannya di tahan oleh dua pria yang satu berbaju hitam dan satu berbaju putih.si wanita itu masih meminta tolong dan berusaha lepas dari dua pria itu.sampai akhirnya dia menyebutkan nama seseorang yang aku kenal.
Ya itu adalah nama salah satu tetangga mertua aku.yang lebih tepatnya di depan rumah mertua aku. Aku terbangun dari mimpi itu kulirik jam pukul 02.00 wib. Aku bergegas untuk tahajud sambil berdoa.
" Ya Allah ya tuhan ku, apa maksud mimpiku tadi ya Allah. Apa kah ini sebuah petunjuk?"
Setelah aku memikirkan semua itu.pada hari Minggu aku main kerumah mertuaku.aku ceritakan semuanya yang aku dapat dimimpiku.
" Aneh ya pak, apa maksudnya? Masa orang itu, kan dia ketua pengajian ngarti agama masa kayak gini" ujarku tak percaya. Mertuaku hanya tersenyum, lalu berkata
" Tuh kan kata bapak juga apa pasti akan terbuka"
"Maksudnya? Gak mungkin kan?"
" Gak ada yang gak mungkin teh,hati orang kan kita gak tau seperti apa biar kata dia rajin sholat,ngaji ketua pengajian. Dalamnya hati manusia kan kita gak tau"
Iya juga sih,dalemnya lautan masih bisa di ukur, kalo dalemnya hati manusia gak ada yang tau.
Kebetulan malam itu aku telfon orangtuaku di cirebon.kata adikku Minggu kemarin semua keluarga di Cirebon di syahadatin semua.syahadat disini memang kita semua muslim dari lahir tapi kita belum membaca syahadat karena merasa kalo kita itu muslim dari lahir, muslim turunan seperti itu padahal kita sebagai muslim pun harus disyahadatin agar lancar kedepannya.
Setelah mendengar itu entah kenapa aku merasa bergetar hati aku, lalu secara tak sadar aku bilang kalo aku juga mau di sahadatin.
Entah karena kebetulan atau memang Allah meridhoi jalanku untuk pulang kampung. Jadi saat ini aku tiba di kampung halamanku. Setelah aku bercerita semua keluh kesah aku ke orangtua.
" Ya udah besok malam kamu sama suami mu disyahadatin tapi giliran ya buat jaga si neng takutnya bangun " kata papah
"Iya" papah pun pergi keluar untuk tawasulan. Tidak lama papah pun datang lagi ngajak suamiku tawasulan. Dan akhirnya suamiku pun ikut. Disana semua terbuka ternyata selama ini suamiku mempunyai dendam kepada orang yang sudah membuat ibunya sampai koma dan ternyata orang itu pun juga pernah berniat membunuh suamiku dengan memutus rem mobil suamiku yang pernah di pinjamnya. Untung setelah dipinjam suamiku mengecek semua keadaan mobil yang ternyata remnya blong.
Dari situlah dendam itu makin bertambah besar, dia tiap malam selalu mengasah golok untuk membunuh orang yang sebenarnya masih saudara jauh. Tiap rencana membunuhnya gagal dia pun mencoba bunuh diri tapi gagal juga karena setiap mau bunuh diri selalu kepergok temannya dijalan yang mengalihkan pikirannya untuk bunuh diri.
Malam itu Pun tiba. Setelah meniduri anak anak aku di bawa papah ke rumah tetanggaku di belakang rumah. Aku disuruh memakai mukena. Aku berangkat dari rumah sekitar jam 21.30.
Entah mengapa suasana di luar mendadak sepi biasanya jam segini masih ada yang lalu lalang tap kok sekarang sepi dingin.sungguh mencekam suasananya. Aku keluar rumah menggunakan mukena putih, Papahku berjalan didepan aku di belakang. Pas di ujung gang saat aku ingin berbelok entah mengapa aku tiba tiba berhenti. Seperti ada suara yang menyuruhku pulang lagi jangan kesana begitu.papah menoleh melihat aku diam.
" Kenapa?"
Aku masih diam lalu menggelengkan kepala. Dalam hati aku memantapkan diri dengan membaca ' bismillah' kulangkahkan kakiku masuk. Setelah ucap salam aku dipersilahkan duduk. Lalu aku di kasih selembaran kertas yang terdapat tulisan arab gundul ada juga artinya.
Aku sebenernya tau becaan arab gundul itu tapi entah mengapa kok tiba tiba blank pikiran aku. Jadi tidak bisa baca.
Singkat kata aku disuruh mandi kekamar mandi sambil membawa kertas itudan dibaca lalu masukkan kertas itu di ember berisi air yang sudah di campur minyak klonyo.kertas itu katanya sarana aku sebagai sabun saat itu kerta di masukin ke ember tiba tiba itu ember airnya berubah warna jadi biru tua gelap menyerupai hitam.
Setelah mandi aku di bawa ketempat sholat disana sudah ada Papahku di samping kanan, temen papah samping kiri, dan di depan ku guru spiritual papah. Aku di kasih air minum awalnya aku gak mau tapi katanya ini cuma air biasa lalu aku minum sedikit. Terus aku di suruh baca syahadat, terus berzikir menyebut nama allah.aku disuruh beristighfar.
" Astaghfirullah halazim" sebanyak banyaknya.
Entah mengapa tiba tiba suasana hatiku melow alhasil aku menangis tergugu. Tidak lama aku kemasukan. Aku sadar tapi tidak bisa melawan apalagi saat mencakar guru papah sampai berdarah tangannya padahal aku tak ada kukunya.
Singkat kata aku disitu kesurupan. Dan jin yang didalam aku tu sudah lama rupanya dan dia susah di suruh keluar karena sudah melekat.
Disaat aku sadar. Papa tanya " Nok siapa teh Empang?"
Hah, aku kaget kenapa papah tanya soal teh mpang. " Tadi jin nya nyebut nama teh Empang"
Hoh seperti itu, alhasil aku ceritain semua.
" Iya sebenarnya teh Empang itu tetangga mamah, Nok juga baru tau kalo ternyata teh mpang itu mau tanah milik bapa. Baru kemarin mamah sama bapak cerita. Katahuannya dia bilang sama tetangga sebelah pas hajat kawinan adik si aa ngomonggya gini' ntar juga teh abis hajat ini tanah mau sama saya' gitu katanya.padahal pas selesai hajat bukannya jujualan malah bapak beli motor cash lagi, jadi auto tambah kebakar kan"
"Oh gitu, ya udah kamu harus hati hati soalnya orangnya nakal, jangan lupa bacaannya dibaca setiap mau tidur untuk tolak bala biar gak diganggu jin lagi"
Amiin ya Allah harapan ku semoga kedepannya aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi.