Azalia zefanya Reagan,atau biasa di panggil aza,dia adalah anak perempuan berusia 10 tahun, saat ini dia di titipkan ayahnya kepada nenekanya karena sebuah urusan dan juga ini adalah libur sekolah aza.
"Baik baik pada nenek ya!"
Ucap ayahnya lalu pergi dengan mobil nya.
Neneknya aza tinggal di desa terpencil, saat ini dia merasa sangat bosan, dan lagi dia tidak memiliki teman di sana.
Dia memutuskan untuk pergi ke sebuah gunung yang di sana
Sesampainya di gunung itu, dia duduk di bawah pohon sambil menikmati pemandangan alam yang indah, beberapa saat kemudian ada berada di sana, dia memutuskan untuk pulang akan tetapi dia melihat sebuah bangunan kuno di sana
"Itu bangunan apa..?"
Karena penasaran aza memutuskan untuk pergi dan masuk ke dalam, saat di depan gerbang tiba tiba gerbang itu terbuka dengan sendirinya, aza masuk ke dalam bangunan itu saat dia berjalan di sana dia mendengar suara musik yang indah, tanpa sadar aza jadi mengikuti suara musik tersebut, sampai dia melihat ada seorang pria tampan dengan rambut hitam pekat yang memainkan musik tersebut
Aza terkejut karena ternyata di dalam bangunan kuno itu ada penghuninya, lalu pria itu melihat aza
"Kau sedang apa di sini gadis kecil?.."
Aza kaget dan panik, dia berjalan mundur sambil berkata
"Ma-maaf aku penasaran dengan bangunan ini, dan tidak sengaja mengikuti musik mu yang indah, aku tidak tau kalau ini ada penghuni nya..."
Pria itu hanya tersenyum dan berkata
"Siapa nama mu gadis kecil?"
"Azalia tapi kau bisa memanggil ku aza.."
"Nama yang bagus"
"K-kalau kau.. nama mu siapa..?"
"Nama ku ge-.."
Belum selesai memberi tau namanya tiba tiba terdengar suara yabg memanggil aza
"AZAAA! AZAA!"
ternyata itu neneknya, aza bergegas pergi kepada neneknya, tetapi dia berenti sejenak dan melihat lagi ke arah pria itu, akan tetapi pria itu menghilang
"Loh.. kakak yang tadi kemana..?"
Aza pun Langsung pergi tanpa memikirkan itu lagi
"Kau dari mana saja aza? Nenek sangat khawatir.."
Ucap neneknya
"Aku dari bangunan yang ada di sana nek.."
Ucap aza sambil menunjuk ke arah bangunan itu
"Bangunan yang mana aza? Di sana tidak ada apa apa.."
Ucap nenek nya bingung
"Yang itu nek..!"
"Aza.. di sana hanya hutan, mungkin kau sedang halusinasi, ayo kita harus pulang nenek sudah menyiapkan makanan kesukaan mu..!"
Aza pun pergi bersama neneknya pulang
'apakah hanya aku yang bisa melihat bangunan itu?..' batin aza.
Keesokan harinya aza kembali ke gunung itu lagi tempat bangunan itu berada, saat dia sampai di sana benar saja dia melihat pria yang dia lihat kemarin yang sedang duduk di bawah pohon, aza pun bergegas menghampiri nya
"..kau datang lagi gadis kecil..?"
Ucap pria itu kaget
"Aku kesini lagi karena masih penasaran dengan mu, dan lagi aku tidak punya teman jadi aku ke sini..."
"Mau main bersama ku?.."
"Benarkah!? Aku mau!!"
Aza pun mengikuti pria itu dari belakang, dan ternyata pria itu membawa aza ke sungai yang sangat indah
"Wah... Apa aku boleh berenang di sini..?
Tanya aza
"Tentu, hati hati."
Pria itu hanya duduk dan melihat aza bermain air
"Hei.. kau tidak mau main...?"
Tanya aza
"Kau saja gadis kecil"
Akhirnya aza bermain di sungai itu sampai sore
"Ini sudah sore, sebaiknya kau pulang gadis kecil"
Setelah itu aza pun pulang bersama dengan pria itu, mereka kembali lagi ke gunung itu
"Hari ini sangat menyenangkan!! Aku pergi dulu sampai jumpa lagi!!"
Ucap aza lalu pergi meninggalkan pria itu.
Semenjak saat itu aza jadi sering pergi ke gunung dan mereka berdua jadi semakin akrab, aza pun sangat senang karena dia akhirnya punya teman di sana, sampai suatu hari ayahnya datang menjemputnya.
"Aza cepat siapka barang mu kita harus segera pulang.."
Ucap ayahnya
Aza langsung pergi ke gunung dengan berlari, dan menemui pria itu, dia selalu duduk di bawah pohon sambil menunggu aza
"Oh.. kau sudah datang gadis kecil..?"
Ucap pria itu
"Aku... Ingin mengucapkan selamat tinggal.. hari ini aku akan kembali ke kota.."
Ucap aza sedih
"Begitu ya.."
Pria itu memberi aza sebuah gelang dari bunga yang indah dan memasangkan nya di tangan aza, setelah memberikan itu aza pun pergi pulang bersama ayahnya.
6 tahun kemudian, sekarang aza sudah berusia 16 tahun, dia sudah menjadi anak remaja.
"Nak aza... Sarapan nya sudah siap.."
Ucap bibi yang bekerja di rumah aza
"Ah.. iya bii!!"
setelah sarapan aza langsung berangkat ke sekolah nya
"Za!! Libur ini mau kemana?"
Tanya teman aza, Julia atau biasa di panggil Juju, dia adalah sahabat aza
"Aku mau pergi ke rumah nenek ku.."
Jawab aza
"Kita boleh ikut nggak??"
Tanya hazel salah satu sahabat aza juga.
"Boleh!"
Libur pun tiba, mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju desa tempat tinggal nenek aza.
"aku datang..."
Gumam aza sambil melihat gelang bunga yang indah itu, ternyata aza masih mengingat pria yang berteman dengan dia waktu kecil.
Sesampainya di desa aza bersama temannya langsung di sambut baik oleh neneknya, aza pun memeluk neneknya dengan erat karena sangat merindukan neneknya.
"Oh iya.. nek, Juju, zel, aku ke sana dulu ya?"
"Okee!"
Ucap Juju dan hazel bersama
Aza langsung bergegas pergi ke gunung itu, sesampainya di gunung itu, aza melihat tidak ada pria itu di bawah pohon tempat dia biasa berada
"Dia... Dimana?.."
Gumam aza
'apa benar dia cuma halusinasi ku waktu kecil?.. tapi gelang ini..dan juga bangunan itu masih ada'
Pikir aza
Tiba tiba muncul seorang lelaki tampan dengan rambut hitam pekat muncul dari belakang aza
"gadis kecil..?"
ucap pria itu
Aza pun langsung tersenyum melihat ternyata pria itu masih ada dan mengingat nya
"Sekarang aku sudah bukan gadis kecil lagi loh..!"
"Di mataku kau tetap gadis kecil.."
"Terserah lah.."
Akhirnya aza duduk dan bercerita bersama pria itu tentang masa masa nya di kota
"Oh ya.. aku ingin mengatakan sesuatu.. "
Ucap aza dengan wajah merah
"Apa?"
"Se-sebenarnya aku... Menyukai mu!!"
Seketika wajah pria itu langsung berubah
"Maaf aza, tapi kita berbeda.."
Ucap pria itu
"Berbeda? Maksud mu..?"
"Kau sudah terlalu lama di sini, sebaiknya kau pulang.."
Aza langsung pergi dengan sedih dan kecewa, sementara itu ternyata pria itu mengikuti aza diam diam untuk memastikan agar dia aman
Setelah itu aza pulang ke rumah nenek nya lagi dengan wajah murung
"Kenapa za? Kayak habis di tolak aja haha.." ucap Hazel
Aza hanya diam dan mengangguk
"LOHHH!? BENERAN!?"
ucap Juju dan hazel barengan
Juju dan hazel sangat kaget karena sebelumnya aza tidak pernah pacaran atau manaruh hati pada Seseorang
"Gi-gimana kalau nanti malam kita bakar bakar??"
ucap Juju mengalihkan topik
malam pun tiba, mereka bertiga berencana untuk membakar ikan di luar sambil menikmati pemandangan alam di desa itu.
"Seru banget! Aku jadi nggak mau pulang dan mau tinggal di sini.."
Ucap Juju
Mereka bertiga menghabiskan malam mereka dengan keseruan, besoknya aza mendapat telepon dari seseorang
"Ya? Hallo?"
"Iya saya anaknya.."
"APAAA!?"
"baik saya ke sana sekarang"
Ucap aza di telepon
"Kenapa za?"
Tanya hazel
"Ayah ku kecelakaan!"
Aza,Juju, dan hazel langsung kembali ke kota, bahkan aza tidak sempat berpamitan dengan pria itu, sementara itu pria itu duduk di bawah pohon sambil menunggu kedatangan aza.
"Dia.. tidak datang ya?"
Ucap pria itu
singkat waktu beberapa bulan kemudian ayah aza sudah pulang kerumah, ayah nya mengalami kecelakaan yang parah tapi sekarang sudah baik baik saja.
"Minggu ini aku bakal ke desa..!"
Akhirnya aza sampai di desa , dia langsung pergi ke gunung itu dengan cepat dan seperti biasa pria itu selalu duduk di bawa pohon menunggu aza.
"Kau datang?"
Tanya pria itu
"Aku kan memang selalu datang!"
"Sebaiknya kau tidak datang lagi."
"Kenapa!?"
"Aku suda muak dengan kedatangan mu aza."
Mendengar perkataan itu, aza langsung pergi dengan kesal dan kecewa, tapi ternyata dia tidak sengaja menjatuhkan gelang kesayangan nya di sana, Aza memutuskan untuk kembali lagi besok.
Besoknya aza datang lagi dengan wajah datar
"Aku hanya datang mengambil gelang ku."
Ucap aza
"Aku tau, aku juga ingin mengucapkan salam perpisahan.."
"Maksudmu??"
Pria itu menaruh sebuah kotak di tangan aza
"Aza.. maaf kan aku, sebenarnya aku juga.. mencintai mu, tapi kita tidak akan bisa bersama.."
Sementara itu tubuh pria itu menghilang perlahan
"tu-tubuhmu..!?"
"Semoga kita bisa bertemu lagi di versi yang berbeda aza dan saat itu, kita akan bersama.."
"Tu-tubuhmu!! Hiks hiks..!!"
Aza langsung memeluk pria itu yang perlahan semakin menghilang
"Selamat tinggal cinta terakhir ku..."
Ucap nya dengan tersenyum, setelah itu dia menghilang sepenuhnya
Aza langsung menangis dengan sejadi jadinya, setelah itu dia membuka kotak yang di berikan pria itu, kotak itu berisi sebuah surat dan bunga mawar putih
``Jaga Diri mu baik baik, kau harus tetap bahagia, oh ya.. jangan menangis, kau cantik saat tersenyum gadis kecil..``
~Gerald
Saat membaca surat itu, aza tersenyum dengan Meneteskan air matanya
"Selamat tinggal... Cinta pertamaku... Gerald.."
TAMAT.
Note: cerita ini adalah karang karangan saya sebagai penghalu tinggi, semoga kalian terhibur membaca terimaksih.