Aku laura.
anak dari seorang pembantu rumah tangga,
kisah ini berwal saat aku di minta oleh majikan ibu untuk tinggal bersamanya, majikan ibu ku ini seorang wanita muda yang memiliki satu orang anak perempuan bernama Yesi yang berusia lima tahun.
aku diminta tinggal bersama majikan ibu bukan tanpa alasan, aku di janjikan akan di biayai sekolah sampai tamat kuliah asalkan mau menemani sekaligus menjaga anaknya yang bernama Yesi.
awalnya aku merasa beruntung bisa di angkat menjadi anak dari keluarga kaya.
hari pertama aku tinggal di rumah itu tidak ada hal yang aneh, aku tidur bersama Yesi di kamar tamu, dulu sebelum kedatanganku Yesi tidur bersama mamanya, namun sejak aku tinggal bersama mereka aku dan Yesi tidur bersama, setelah tiga hari tinggal bersama mereka, tiba-tiba Yesi nggak mau tidur bersamaku lagi, Dia malah memilih tidur bersama mamanya, dan kejadian aneh itu pun di mulai, sejak aku tidur sendiri, aku merasa gelisah, aku juga tak mengerti ada apa denganku, padahal aku bukan termasuk anak yang penakut, sejak kecil aku terbiasa tidur sendiri tak pernah ada keanehan yang terjadi, tapi malam itu berbeda, suasana terasa sepi dan mencekam, di tempat tidur yang besar itu hanya ada aku dan beberapa boneka beruang Yesi yang berukuran besar, aku merasa seperti sedang di perhatikan oleh boneka itu, tapi saat aku melihat lagi ternyata aku cuma berhalusinasi saja.
malam itu aku sulit sekali memejamkan mata, aku memilih bermain game sampai jam satu malam, saat aku mulai tertidur, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang menimpa tubuhku, jujur aku risih dan merasa tak nyaman, tapi tubuhku susah di gerakkan mataku juga tak bisa di buka, aku merasakan ada sesuatu yang duduk di atas kakiku, perasaan seperti ini sungguh tak nyaman, aku mulai ketakutan beberapa menit aku berusaha bangun tapi belum juga berhasil, bahkan untuk membuka mata saja tak bisa, jantungku mulai berdebar rasa takut menjalar keseluruh tubuh, tiba-tiba aku merinding, dan aku merasa ada yang tak beres denganku, dalam keadaan tertekan aku mencoba untuk berdoa, membaca semua ayat yang ku ingat, namun semua itu juga tak membuahkan hasil, tubuhku tetap saja tak bisa di gerakkan, aku hampir putus asa, sekuat tenaga aku melawan sampai seluruh tubuh terasa sakit, akhirnya sedikit demi sedikit aku bisa menggerakkan tubuhku, saat aku terbangun tubuhku dibasahi dengan keringat, kejadian itu membuatku takut tidur lagi.
akhirnya aku hanya duduk di atas tempat tidur memperhatikan setiap sudut ruangan kamar itu.
aku berpikir mungkin kejadian tadi hanya mimpi, akibat aku belum terbiasa tidur sendiri di rumah ini, biasanya selalu ada Yesi, aku juga bingung kenapa tiba-tiba anak itu menolak tidur bersamaku.
keesokan harinya, aku sangat mengantuk, akibat tak tidur semalaman, Yesi menemuiku, aku hadi penasaran kenapa tiba-tiba Yesi tak mau lagi tidur dengan ku, aku bertanya apa penyebab Yesi tak mau tidur bersamaku, jawabannya malah membuatku semakin merinding, mau tau apa jawabannya.
"ada hatu kak"
deg...
jantungku semakin berdebar.
tapi aku masih ragu dengan perkataan Yesi, aku masih berpikir positif, mungkin Yesi cuma bercanda.
"nanti malam Yesi bobok sama kakak ya?"
"nggak mau kak, kalau tidur di kamar ini Yesi sering di gangguin"
"emangnya siapa yang gangguin Yesi?"
"nggak tau"
aku membujuknya agar mau tidur bersamaku, tapi Dia tetap menolak, hal itu membuatku semakin frustasi, kenapa tiba-tiba aku jadi penakut seperti ini?
malam pun tiba, aku meyakini diri sendiri kejadian semalam bukan seperti apa yang di katakan Yesi, tapi ada rasa takut dalam diriku, bagaimana kalau kejadian semalam akan terulang lagi malam ini.
aku sudah mempersiapkan diri, meletakkan buku doa di bawah bantal aku juga memakai selimut tebal untuk menutupi seluruh tubuhku, suasana kamar ini memang aneh, setiap menjelang pukul dua belas selalu terasa dingin padahal di ruangan itu tak ada kipas angin ataupun AC.
sebelum tidur aku mematikan lampu, agar malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak
baru beberapa menit memejamkan mata, kejadian aneh terjadi lagi padaku, tiba-tiba tubuhku kaku, seperti ada yang menimpa tubuhku padahal aku berada di dalam selimut tebal, aku berusaha sekuat tenaga agar bisa terbangun, tapi aku tetap kaku, bahkan untuk membaca doa saja aku tak mampu, seperti ada yang menutup mulutku untuk bicara, aku tetap melawan yang terjadi selimutku tiba-tiba melayang , jujur aku ketakutan
beberapa menit selimut itu jatuh dari tempat tidur, tubuhku terasa semakin menggigil, dari luar terdengar suara lolongan anjing, membuat suasana semakin mencekam, aku berusaha menggerakkan tubuhku, namun tersa sangat berat, berlahan akhirnya aku bisa menggerakkan tubuhku, hal pertama yang ingin kulakukan adalah menghidupkan lampu kamar, aku meraba-raba dinding untuk menghidupkan lampu kamar, saat tanganku hampir sampai pada saklar lampu, tiba-tiba aku merasakan ada tangan dingin yang menghempas tanganku agar menjauh dari saklar itu, aku sangat terkejut tubuhku terjerembab sampai ketempat tidur, tersa sangat lemas, aku tak tau harus berbuat apa, aku berusaha kembali meraih saklar itu, untungnya aku berhasil menghidupkan lampu kamar, aku mengedarkan pandangan, tak ada siapapun, bahkan pintu kamar juga masih tertutup rapat, lama aku berpikir, apa yang baru saja ku alami, sungguh di luar nalar manusia, aku masih merasakan hempasan di tangan memperhatikan pergelangan tangan yang terasa sakit,
"yang tadi itu apa sih, sangat menyeramkan"
malam itu aku tak berani lagi berada di kamar itu, aku memutuskan tidur di ruang tamu saja.
tapi ternyata tempat itu lebih menyeramkan, aku mendengar suara aneh dari kamar lain yaitu kamar ketiga yang kelihatannya seperti gudang, ada cahaya lampu redup terlihat dari sela atas pintu kamar itu, aku mendekati kamar tersebut, penasaran dengan suara aneh itu aku mendekatkan telinga di daun pintu kayu yang berwarna coklat tua.
kreeeek...kreseeeek....kreseeeek
suara itu terdengar beberapa kali, aku semakin penasaran, aku mengintip dari lubang pintu...
Daannnn...
jantungku hampir copot,
saat aku melihat ada bola mata yang juga sedang melihat kearahku
aku terjerembab hingga terjatuh, berteriak sekuat tenaga.
ah.....
aku tak berani membuka mataku lagi, sampai Yesi dan Mamanya sudah berada di hadapanku.
"Laura.....!"
teriak Tante Rosa.
"ada apa, kenapa kamu di sini?"
aku menceritakan semua kejadian yang aku alami beberapa hari ini padanya, Dia malah mengatakan aku penakut,
"selama saya di sini tak pernah ada kejadian aneh seperti yang kamu ceritakan, sudah jangan ngawur kamu, kembali ke kamarmu, biar Yesi temani kamu tidur"
Akhirnya Yesi mau menemaniku tidur dikamar itu, aku benar-benar penasaran apa benar di rumah ini ada hantu?
"kak, jangan cerita ke mama soal hantu itu, nanti mama marah"
"Yesi tau dari mana ada hantu?"
"Yesi ngantuk, kak, bobok yuk, Yesi pegang tangan kakak ya?"
"iya"
aku merasa Yesi sedikit aneh, aku baru sadar setiap mau tidur Yesi selalu memegang tanganku, sebenarnya apa maksud Yesi?
benar saja malam ini aku bisa tidur nyenyak,
aku jadi berpikir gangguan itu selalu muncul saat aku tidur sendiri, tapi saat ada Yesi, tak terjadi apa-apa.
setelah beberapa minggu berlalu
kami kedatangan seorang tamu, tamu itu wanita muda, sepertinya Dia mantan baby sisternya Yesi, wanita itu terlibat percakapan yang serius dengan Tante Rosa, setelah itu selesai bicara Tante Rosa pamit entah pergi kemana, aku melihat Dia pergi dengan mobil, biasanya Dia pergi lama kalau menggunakan mobil.
Wanita itu menyapaku dan memperkenalkan dirinya padaku.
"saya Wina, dulu saya kerja di sini"
"oh, kak Wina kenapa berhenti dari pekerjaan?"
"saya mau mengurus Ibu saya yang sakit, bagaimana, kamu betahkan tinggal disini?"
"lumayanlah kak,"
"kamu tidur di kamar dua ya?"
"iya, kak"
"sama Yesi?"
"iya, kak"
"nggak ada yang aneh-anehkan?"
"maksudnya apa, kak?"
"saya dulu sering di ganggu saat tidur di kamar itu"
"kakak di ganggunya seperti apa?"
aku jadi penasaran dengan cerita kak Wina.
"dulu saya sering ketindihan dan yang anehnya setiap bangun pagi ditempat tidur selalu ada noda merah, entah dari mana noda merah itu, saya juga nggak tau"
"noda merahnya seperti darah ya kak?"
"iya, kamu juga mengalami hal seperti itu?"
"nggak sih, kak, cuma kalau sendiri aku sering ketindihan"
"lebih baik kamu pergi dari sini sebelum kamu menyesal, kamu hati-hati sajalah"
"tapi kak, kenapa bisa gitu ya?"
"saya cuma dengar gosip dari tetangga, bukan rahasia umum lagi semua orang membicarakannya, meskipun tak ada bukti yang kuat"
"maksudnya gimana, kak?"
Laura menyimak dengan serius.
"ceritanya dulu waktu Yesi masih bayi, Bu Rosa pernah selingkuh dengan seorang pemuda yang terpaut tiga tahun lebih muda darinya, dengar-dengar Bu Rosa pacaran dengan anak kuliah semester tiga.
tapi tak berselang lama perselingkuhan mereka tercium oleh suami Bu Rosa yang sering bertugas di luar kota, sebenarnya perselingkuhan itu terjadi juga akibat ulah suaminya Bu Rosa yang ketahuan sudah menikah lagi dengan perempuan lain.
mereka bertengkar hebat, Bu Rosa juga mendapat tindakan kekerasan, yang mengakibatkan Dia dirawat beberapa hari di rumah sakit.
namun keadaan tak membaik sampai di situ, pacarnya Bu Rosa juga mendapat siksaan dari suami Bu Rosa, sehingga Pemuda itu juga di rawat di rumah sakit.
setelah beberapa bulan berlalu, tiba-tiba suami Bu Rosa mengalami penyakit yang aneh, wajahnya berubah warna menjadi biru,seperti orang yang terkena pukulan di seluruh wajahnya, setelah itu, setiap jam menunjukkan pukul 12 malam Dia berteriak seperti orang yang di siksa, jeritannya terdengar mengerikan, membuat semua tetangga berbondong-bondong menonton.
kejadian itu terjadi setiap malam dan Bu Rosa bukannya mencari tau apa yang terjadi, Dia malah mengurung suaminya di kamar.
sampai akhirnya suaminya di temukan tidak bernyawa akibat penyakit aneh yang di deritanya"
"berarti hantu itu arwahnya Papa Yesi?"
"pasti kamu mikirnya gitu kan?"
"jadi siapa lagi kalau bukan arwah Papa Yesi?"
"itu ARWAH pacar Bu Rosa"
"kok bisa?"
"dari cerita mereka, setelah kematian suami Bu Rosa, Bu Rosa dan pacarnya sering tinggal bersama, mereka melakukan hal-hal yang tak baik di dalam rumah, mereka bersama-sama melakukan santet pada suami Bu Rosa, sampai suaminya meninggal, dan ternyata Bu Rosa bukan hanya menyantet suaminya, pacarnya itu juga di celakai.
dan yang paling mengerikan, Bu Rosa melakukan itu karena Dia pacaran dengan dukun yang membunuh suami dan pacarnya, sebab ternyata Yesi adalah anak dari dukun itu, mereka ingin menguasai harta suami Bu Rosa, dan menumbalkan pacarnya.
kabarnya, keluarga si pacar juga menggunakan ilmu hitam untuk membalas Bu Rosa, setiap tahun, Bu Rosa selalu menumbalkan satu orang untuk menghentikan gangguan dari arwah yang bersembunyi di dalam lemari kaca yang ada di kamar itu."
"maksudnya?"
"saya takut kamu akan seperti Dia?"
"Dia siapa?"
"Bunga, gadis kecil yang menghilang dan belum ada kabarnya sampai sekarang"
"apa yang terjadi?"
"kabarnya anak itu sudah mati, dan di jadikan tumbal untuk meredakan kemarahan keluarga pacar Bu Rosa"
mendengar cerita dari kak Wina, Laura benar-benar ketakutan, dia tak ingin menjadi korban dan memutuskan untuk meninggalkan rumah itu.
Yesi sangat sedih dengan kepergian ku, saat aku akan meninggalkan tempat itu, aku melihat ke arah lemari kaca yang ada di dalam kamar, dari bayangan cermin aku melihat bayangan seseorang menatapku dengan wajah sedih, sambil melambai.
"Astagfirullah...
aku melihat mulutnya seperti sedang mengatakan sesuatu
sepertinya dia mengatakan,
"BELUM WAKTUNYA PERGI!!!!"
Aku memalingkan wajah, dengan langkah yang gemetar menuju ruang kerja Bu Rosa, tampak wanita itu tak suka melihatku, namun dia membiarkanku pergi dan tersenyum seperti merencanakan sesuatu.❤❤❤