Perasaanku bercampur aduk, tapi berapa kalipun aku berpikir, aku tetap tidak dapat menemukan jawabannya. Atau aku yang terlalu egois untuk mengakuinya? Tapi, toh semua sudah terlambat. ☺
Bahkan jika kau bertanya apa yang dulu kurasakan, apakah ada perubahan? 😊
™[Sunny - Chañyeol]
Di sudut lapangan basket, seorang perempuan sedang bercanda tawa bersama dengan teman-temannya.
“hey hey, Sunny, bagaimana hubunganmu dengan Chanyeol?” tanya Sooyoung
“hmm? Hubungan bagaimana? Aku tidak ada hubungan dengannya, kau tahu sendiri mengenai itu. Eum, bagaimana kalau tidak membahas dia dulu” ucap Sunny
“hmm? Kenapa?” tanya Tiffany
“tidak ada masalah sih, tapi aku sedang bad mood dengannya” jawab Sunny
“Oh ya? Kenapa memangnya??” tanya Sooyoung bingung, karena setahunya, mereka tidak pernah bertengkar, ya,, walaupun sejahil apa pun Chanyeol mengerjai Sunny
“Sunny! Awas!!” ucap teman-temannya yang sedang melihat dan bermain basket. Sunny yang diteriaki refleks memejamkan matanya dan memeluk kepalanya sembari berjongkok.
Bughh
“eh???” Sunny yang tidak merasakan apa pun akhirnya berdiri dan berbalik.
Tak disangka, dia mendapat pemandangan yang dia sendiri tidak percayai. Dia melihat seorang laki-laki, yang sedang melindunginya dari bola, dan ketika dia menolehkan kepalanya, dia langsung bertatapan dengan mata sang laki-laki.
Hening.
“cieeeee” “eherm” setelah hening beberapa saat, teman-temannya yang awalnya sama terkejutnya dengan Sunny mulai menyorakinya.
Akhirnya baik Sunny maupun laki-laki itu pun tersadar dari lamunannya, dan langsung mengalihkan pandangannya masing-masing.
“emm, itu... Terima kasih.” ucap Sunny pelan.
“hmm.” jawab Chanyeol singkat yang juga sama-sama mengalihkan pandangannya, lalu bergegas pergi, dan memberikan bola basket yang tadinya (sebelum ditangkis olehnya) akan mengenai Sunny.
“wah, wah, apa yang kulihat tadi? Pangeran yang sedang menyelamatkan sang putri?” ucap Sooyoung
“ya’! diam kau! Berisik!” pekik Sunny
“wah Sunny! Pipimu bersemu merah!” Tiffany langsung heboh menyadari wajah Sunny yang bersemu sangat merah dan tersenyum untuk menggodanya.
“wah! Benar! Merah sekali!” Sooyoung pun yang melihatnya ikut heboh. Sontak ucapan Sooyung dan Tiffany membuat Sunny menjadi pusat perhatian, dan seketika seluruh kelas kembali menyoraki Sunny.
“wajahmu merah sekali hahahahah” tawa Sooyoung
“benar! Bahkan sampai ke telinga dan lehermu hahahah” dukung Tiffany
“ya’! kalian berisik! Jangan membuatku malu! Aku memerah karena kalian menyorakiku!” ucap Sunny dengan canggung.
Sunny yang merasa wajahnya terbakar ingin sekali menutupi wajahnya. Namun dia tahu, jika dia melakukannya, teman-temannya justru akan semakin mengejeknya. Akhirnya dia hanya bisa mengipasi wajahnya dan mengalihkan pandangannya, namun Sunny justru melihat Chanyeol yang sedang berjalan menjauh. Anehnya, Sunny seperti melihat sudut bibir Chanyeol terangkat, seperti orang yang tersenyum.
“dia tertawa karena mereka menyoraki kami? Kenapa? Dia tidak kesal denganku??” pikir Sunny dalam hati.
©By: SweetChinnamon
‘hmm, ituu..... terima kasih lagi untuk yang tadi’ setelah lama berpikir, akhirnya Sunny memutuskan untuk kembali mengirimkan pesan melalui fitur chatting ke akun Chanyeol.
‘ah itu, tidak masalah’
©By: SweetChinnamon
“wah.. masih sepi saja.. membosankan sekali. Kenapa aku yang selalu datang pertama?!” keluh Sunny, lalu sedetik kemudian, dia mengingat jung ahjumma (tante), yang selalu memarahinya dan menyuruhnya bergegas di pagi hari.
“huft.. tak ada yang bisa kulakukan” lalu sesaat kemudian Sunny memilih untuk menyalakan laptopnya dan melihat reality show yang ia simpan di laptopnya.
Satu orang, dua orang, hingga hampir seperempat murid di kelasnya yang telah datang, Sunny masih asyik dengan laptopnya. Tiba-tiba, seseorang duduk di sebelahnya.
“eh??” kaget Sunny , lalu menolehkan kepalanya, melihat orang yang duduk di sebelahnya
“hai.. selamat pagi” sapa orang di sebelahnya, sembari ikut melihat layar laptop Sunny.
“sedang melihat apa kau??” lanjut orang di sebelahnya, karena tak mendapat jawaban dari sapaannya, dan justru, orang yang disapanya malah terdiam seperti patung.
“eoh? ini.. eum,, ya lihat saja sendiri.” jawab Sunny ambigu, namun sedikit memiringkan laptopnya sehingga orang di sebelahnya dapat melihatnya.
'kurasa, tak ada alasan bagiku untuk badmood dengannya lagi. Toh, masalah kemarin hanya masalah sederhana, dan lagi aku mendiamkannya karena kupikir justru dia yang kesal denganku' pikir Sunny
“kau ingin mendengarnya juga?” tanya Sunny, sembari menyodorkan salah satu earphone yang ia pakai.
Akhirnya, mereka pun menonton bersama, sampai bel masuk berbunyi.
“ya’! kau dan Chanyeol sudah berbaikan?” tanya Sooyoung saat istirahat
“berbaikan? Kami baik-baik saja” ucap Sunny
“kau bilang kalian sedang bertengkar??” ucap Sooyoung
“ani.. aku hanya sedang badmood, waktu itu, kalau tidak salah, kami sedikit berselisih pendapat saat chatting.”
“wahh. Kalian berbaikan karena kejadian kemarin ya??” canda Tiffany
“apa? Tidak! Hey! Bukan seperti itu!” sanggah Sunny
“hmm... sudahlah, wajahmu bersemu lagi Sunny, wajahmu telah memberitahu kami semuanya, kau tak perlu mengelak lagi hahha” ucap Sooyoung
“chh! Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan” ucap Sunny gugup lalu menegak minumnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
“untuk apa wajahmu memerah jika kau tak menyukainya??” ucap Sooyoung yang lalu membuat Sunny hampir tersedak dari minumnya.
“uhuk, huk, ap,apa katamu?! Tentu saja wajahku memerah karena kalian menyorakiku! Siapa yang tidak akan malu jika di soraki satu kelas?!” ucap Sunny, yang justru membuat Sooyoung dan Tiffany tertawa kecil
“kau tidak akan memerah jika kau disoraki dengan orang yang kau benci kan” jelas Tiffany
“eum, ituu...” apa yang dikatakan Tiffany membuat Sunny berpikir. Memang benar jika dia disoraki dengan orang yang dia benci, wajahnya tidak akan memerah, bahkan mungkin dia akan kesal dan marah.
Melihat Sunny yang melamun, kedua temannya hanya menatapnya bingung. Mereka tidak menyangka jika Sunny benar-benar tidak menyadari perasaannya sendiri. Lalu mereka berpikir, mungkin juga jika Sunny juga tak menyadari perasaan Chanyeol padanya.
‘apa aku benar menyukai Chanyeol seperti yang dikatakan Sooyoung dan Tiffany?’ Sunny pun tenggelam dalam pemikirannya sendiri.
-FIN-