Annyeongaseo yorobun...
Humm, aku ell si annu yang paling mengannukan.
Ell adalah salah satu CEMIN yang beperan sebagai istri dari Min Yoongi, yang di mana saat ini Ell tengah menjabat sebagai JAMIL.
Punya kebiasaan memanjakan bantal guling juga mata untuk di sayang, suka Drakor, suka Bangtan juga suka kamu.
Hobi si Ell ini banyak, salah satunya suka kotak,suka booth, suka seni, suka jimin, suka sky and si suka alam juga suka musik dan yang paling penting suka annu.
Lahir di tempat dengan keadaan normal, panjang gak sepenjang sungai Nil, dengan berat badan sekian, jadi tanpa basa basi lagi silahkan dibaca.
HAPPY READING...
🍁🍁🍁🍁🍁
Sejak awal semua dimulai karena keterpaksaan, tapi siapa yang akan di salahkan jika jatuh cinta terlalu dalam?
Pagi itu dimulai dari wanita yang tengah mencipratkan polesan tipis, menutupi setiap keresahan pada wajahnya yang ayu, rambut hitam sebahu memberikan kesan elegan dan dewasa.
Dengan segelas susu ia benar-benar sudah bersemangat untuk menjalani hari ini, dia ARSYINA PUTERI.
"Bude... Nana berangkat ya" pamitnya ramah dan penuh semangat, dengan kecepatan kuda besi yang menjadi kesayangannya, ia pun sampai dengan selamat.
Sapaan ramah langit yang cerah di tengah kemacetan ibu kota ini membuatnya semakin berseri-seri, seakan lampu merah menyapanya ramah.Arsyina salah satu anak astrophile, perempuan sederhana dengan semua tingkahnya.
Di tambah senyuman khas dari sang kekasih yang sudah menunggunya di lobi, senyum kotak andalannya memberikan kesan gemas dan tampan secara bersamaan, dia REYHAN WIJAYA
"Selamat pagi tuan putri..."
"Selamat pagi tuan... "
"Kalo tuan doang, kamu jadi babunya" ucap pria itu sedikit mendelik.
"Ya gapapa dong, kan emang kamu yang gaji aku" jawab gadis itu tersenyum memeluknya
"Rey...Nana micu" ucap Nana menyatakan perasaannya, bagaimana tidak rindu, selama satu Minggu ini mereka sudah membiarkan jarak menghantui keduanya.
"Rey juga kangen Nana, tapi sabar dulu ya..." ucap Reyhan membalas pelukan kecil itu, ia bahkan tidak memberikan celah untuk angin di sana.
"Minggu depan Rey harus pergi lagi, papa minta aku yang pegang proyek ini langsung"
Walau sebenarnya ingin menahan kepergian Reyhan kali ini, Nana faham bahwa Reyhan juga anak yang sangat di andalkan orang tuanya sebagai penerus.
"Iya Nana ngerti kok, tapi hari ini full sama Nana ya.." ucap Nana dengan wajah gemasnya, ah siapapun tidak akan pernah bisa menolak kecantikan alami dari gadis ini.
Hari demi hari berlalu dengan semestinya, hingga tanggal keberangkatan Reyhan ke luar kota pun tiba di depan mata.
Arsyina yang sudah berdiri di depan kekasihnya itu pun hanya bisa tersenyum sendu, menatap Reyhan yang akan kembali jauh darinya, seakan segala ketakutan mulai kembali menghampiri.
" Inget, kalo ada apa-apa kasih tahu aku" ucap Reyhan mengusap rambut itu lembut.
Reyhan pun dengan berat hati melangkahkan kakinya untuk pergi, ia tahu bahwa kekasihnya kali ini tengah dalam situasi yang rumit, tapi ia juga tidak bisa membantah orang tuanya.
Satu Minggu setelah kepergian Reyhan, Arsyina kembali bertemu dengan kedua orang tua dari kekasihnya itu, mereka sudah menjalin hubungan selama 2 tahun, dia tidak lagi takut untuk bertemu.
"Berhentilah... saya yakin kamu masih bisa melanjutkan hidup" seru ayah Reyhan dengan tatapan yang sulit di fahami.
"Dengar kan saya Nana, saya tidak bermasalah soal harta kamu yang sedikit itu, tapi saya menyayangi nyawa putra saya" tegas dan lugas tersirat di setiap katanya.
"Om..."
"Saya tahu yang terbaik untuk anak saya Nana" sela ayah Reyhan, tatapannya kini benar-benar tajam dan fokus.
"Ibu kamu saja bisa membunuh suaminya, maka bisa jadi kamu juga akan membunuh anak saya nanti" ucapnya tajam, rasa sakit Arsyina kali ini sudah tidak bisa ia bendung sendiri, kecelakaan kala itu semakin membuatnya sulit melangkah di setiap hal.
"Om bisa ngomong apapun tentang Nana, tapi om gak tahu apa-apa tentang kelurga Nana, jadi stop.." ucap Nana dengan bibir yang bergetar.
Setelah kesekian kalinya lagi, ia harus merasa tetap baik-baik saja.
Perasaanya kembali kalut di selimuti luka, bayangan jasad ayahnya yang tepat ada di depan mata kala itu membuatnya sesak, darah yang terus keluar dari kepala sang ayah tanpa henti...
"Ayah..." gumam gadis kecil itu
"Sayang.. sayang bangun...sayang" ucap seorang wanita yang begitu mencintai lelakinya, dia Alma ibu dari gadis itu sendiri.
"Sayang....." jerit tangisan malam itu benar-benar menjadi misteri, entah manusia bejat mana yang menghancurkan kedamaian dalam keluarga itu, semua orang mempercayai bahwa Alma yang telah membunuh suaminya sendiri.
Mengingat kembali masa itu, membuat Nana kembali merasa tidak aman.
Dengan perasaan yang kembali hancur, ia pun kembali pulang ke rumah bude yang menjadi kekuatan untuk dirinya.
"Nana... kamu kenapa?" tanya bude khawatir melihat ponakannya menangis, tangannya langsung membawa ponakannya itu kedalam pelukan terhangat.
"Ayah" gumam Nana yang masih terdengar jelas oleh sang bude, ia faham betul luka yang di alami Nana, ketika setiap anak tumbuh dengan support kedua orang tuanya, Nana harus berjuang sendirian dalam menghadapi rasa takutnya.
Ayahnya yang pergi dengan tragis dan ibunya yang pergi karena depresi kehilangan suaminya di dalam penjara, anak mana yang tak tersentil mentalnya?
"Bude.. jangan tinggalin Nana" ucapnya penuh luka, seakan sesuatu sudah menyiksanya.
"Hey... bude gak akan tinggalin Nana, kita di sini semua" ucapnya mencoba menenangkan Arsyina.
Setelah pertemuan hari itu, Nana menjadi pendiam.
Bahkan setelah pekerjaannya selesai pun, ia memilih untuk bergegas pulang tanpa banyak bicara.
Semua orang merasa aneh dengan sikap Nana saat ini. Nana adalah gadis periang yang selalu menyapa semua karyawan, ia tidak pernah bersikap seperti ini, sekalipun semua orang tahu, dia adalah kekasih dari seorang CEO muda yang tampan.
Hari terus berjalan seperti biasanya, Anna bahkan sudah lebih dari dua hari membiarkan ponselnya mati tak berdaya. Dengan sengaja ia memberikan waktu untuk dirinya sendiri, berpikir bagaimana yang terbaik untuk semuanya.
Ia benar-benar tulus mencintai prianya, tapi skandal tentang keluarganya, membuat semua orang memberikan dinding besar pada hidupnya.
_____
Sore ini Anna terdiam sepi di sebuah taman, yang dimana dulu menjadi tempat paling menyenangkan bersama ayah ibunya.
Kini semua sudah menjadi kenangan dalam angan yang ambigu, rintik hujan yang turun pun tak bisa Anna tangkis.
Wajah ayu yang indah itu menengadah ke langit, membiarkan tetesan hujan membasahi nya, rasa tenang dan damai seperti ini sangat ia rindukan. Kenangan indah bersama Reyhan membuat lengkungan tipis di sana, namun sesaat Anna merasa tak ada lagi tetesan air hujan yang menyentuh wajahnya.
Dan penampakan payung biru adalah hal yang pertama kali ia lihat, membuatnya melirik siapa yang memegang kendali payung besar itu.
"Reyhan..." ucapnya tanpa suara
"Masih inget Suga bilang apa sama kamu, hmm..." ucap Reyhan menatap mata gadisnya dalam, ia masih mencari apa yang terjadi.
"Jika sakit katakan sakit, tidak perlu berpura-pura..." kalimat itu menggantung, bibir yang sudah mulai ungu itu bergetar penuh kebingungan.
Kepada siapa lagi dia mengadu selain pada tuhan, berkeluh kesah dan menceritakan kesehariannya?
Selama ini hanya Reyhan yang menerimanya dengan segala keterbatasan dalam hidupnya.
"Rey...."
"Kenapa sayang..."
"Jika bukan kamu, kemana lagi Anna harus pulang?" kalimat tanya yang entah dari mana datangnya itu, berhasil menusuk sukma Reyhan dalam tenang.
Tak perduli lagi pada hujan, mereka membiarkan payung itu terbang.
Pelukan hangat yang berusaha Reyhan berikan untuk wanitanya, kini terasa begitu dingin dan sesak.
____
Dengan segala sakit yang Nana rasakan beberapa minggu ini, kini Reyhan kembali membuatnya tertawa lagi.
"Kalo ketawa kan cantiknya plus-plus" goda Reyhan tak malu-malu, bude yang memperhatikan keduanya pun ikut senang.
Malam itu menjadi sepi yang ricuh, gelak tawa yang renyah memberikan kesan Cemara di dalam rumah.
Kini semua kembali seperti biasanya, suka dan duka akan tetap datang secara bergantian, bukankah kehidupan memang seperti roda yang berputar ? Itu sebabnya sering kali kita merasa pusing setiap hari.
Kadang tertawa dengan meneteskan air mata, kadang juga menangis dengan terbahak-bahak, seakan semua orang menyalahkan dunia yang bersalah, dunia yang suka bercanda dengan kehidupan kita.
Tapi kenyataanya, kitalah manusia yang tidak tahu cara bersyukur dengan semestinya.
*********
"Na.... Reyhan sudah datang" ucap bude sedikit berteriak di teras rumah, entahlah tapi beberapa hari ini Anna sering terlambat bangun pagi.
Sang pujaan yang sudah rapi dengan kemeja lilac dan celana putih, terkesan elegan dan gemas.
"Selamat pagi tuan muda Reyhan Wijaya, tuan putri Arsyina puteri sudah siap" ucap Anna tersenyum senang.
Gelak tawa Nana yang geli dengan ucapannya sendiri, mampu menularkan senyuman kepada semua orang.
Waktu berputar cepat, membawa mentari di ujung peristirahatannya.
Dua manusia yang saling mencintai itu, saling menatap mesra manik pasangannya.
"Rey...."
"Hmm..." gumam Reyhan menyelipkan anak rambut Anna lembut, sentuhannya seakan memberikan ruang untuk tenang.
"Kalo suatu saat nanti, aku pergi. Kamu harus inget ini...."
"Kamu gak akan kemana-mana, aku tetep sama kamu" sela Reyhan menatap gadisnya dalam.
"Ayok putus..." (Jleb)
"Saat ini, keadaan bahkan gak ngasih Nana pilihan. Kita sama-sama dewasa bukan? Tolong fahami Anna untuk terakhir kalinya, sebagai orang dewasa..."
" Aku gak mau Anna!" Reyhan dengan jelas menolak semua kalimat Anna.
" Anna..."
"Rey... A-anna tulus mencintai kamu, bahkan Anna sudah di fase mencintai Reyhan Wijaya dengan sempurna..." kedua mata itu tak bisa berbohong, bahwa ia juga takut untuk perpisahan ini.
"Anna, dengerin aku... Semua akan baik-baik aja. Aku bakal tetep sama kamu, tolong jangan bilang gitu lagi..."
"Kalo tuhan ngasih Anna kesempatan, sejauh apapun, sekuat apapun orang lain berusaha buat pisahin kita... Kita bakal ketemu lagi Rey"
"Stop Anna ! "
"I love you.... see you " ucap Anna lalu bangkit dari duduknya, berat rasanya, tapi Anna juga tidak bisa mengorbankan keluarganya.
MESSEG ANNA...
" Aku sudah belajar, bahwa mencintai tak harus memiliki, berpisah tak harus saling membenci. Mari bertemu lagi..Reyhan"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Challenge Menulis Cerpen Bebas with Ruang Author.... Love you again :)