Aku termenung di dekat jendela kelas ku sambil melihat kearah lapangan basket , aku bukan melihat tim basketnya melainkan kepada pelatihnya ya orang itu Mr. Reza Syahdian anak pemilik dari sekolahan ini. Lulusan terbaik di UNJ, dan ya masih single alias jomblo, umurnya sudah memasuki 25 tahun tapi tampang dia masih awet muda banget.
Oh ya aku pernah bertemu dengan nya di taman komplek rumah ku, saat itu aku sedang duduk di bangku taman.
“aaaaawwwww, sakit “ aku melihat benda apa yang mengenaiku tadi, “ hah, pantesan sakit bola basket ternyata” aku ingin mencari orang yang punya bola ini , tapi tidak sengaja aku terpeleset hampir saja aku jatuh kalau tidak di tolong seseorang,sesaat aku terpanah dengan orang itu. “ kamu tidak apa-apa ? sambil terus memandangiku “ heyy “ sambil mengibaskan tangan sebelah kirinya kedepan wajah ku.
“ oooh , iyah aku tidak apa-apa!” oh malu sekali aku ketawan mengaguminya.
“ sunggu tidak apa-apa? Aku minta maaf karena aku kamu jadi kena bola basket” sambil melihat kearah ku.
“ oh , jadi kamu yang punya bola ini?” Sambil memberikan bola nya
“iyah, aku minta maaf ya” sambil tersenyum kearah ku , sesaat aku terpanah lagi oleh senyumanya. “ iyah , sunggu aku sudah tidak apa-apa dan terimakasih sudah menolong ku tadi.
“ baik sama-sama , kenal kan nama ku rezadan kamu ?” dia mengulurkan tangan nya dan tersenyum , baru aku mau menyebutkan nama ku dan menerima uluran tangannya. Terlambat teman” dia sudah memangilnya dan dia ikut pergi , tapi sebelum jauh dia berhenti dan melambaikan tangan nya kearah ku sambil tersenyum, aku melihatnya seperti itu aku pun ikut balik melambaikan tangan ku.
Yah itu lah pertemuan pertama ku yang pertama dengan dia, oh ya sampai lupa gara-gara ceritain dia mulu , aku belum memperkenalkan nama ku aisyah aulia abella aku biasa di panggil lia atau bella. Aku anak dari dedy kristian arbenn dan momy liana
abella keluarga ku bisa dibilang orang kaya tapi momy dan dedy mengajarkan ku untuk tidak sombong bahkan untuk selalu beramal untuk orang yang tidak mampu.. segitu dulu ya aku perkenalkan diri aku...
“ haiii bella “ panggil seseorang
“oh haii arra” ucapku sambil tersenyum
“masih lihatin orang itu aja” goda arra padaku , ya arra sahabat ku dia tau perasaanku pada orang itu.
“hehehe kamu bisa aja ra” ucap ku sambil malu
“wkwkwkwk bisa donk, yaudah yuk kekantin” ajak arra
“ okee , mau makan apa ya ra” tanyaku
“ belum juga sampe kantin udah mikirin makan apa” ucap arra
“ ya kan biar gk kelamaan mikir disana” ucap ku
“oke deh, aku mh mau mie ayam dan es teh manis, kalau kamu” tnya arra
“ samain aja deh “ ucap ku , kami berdua sudah sampai kantin dan menunggu pesanan kami, sambil menunggu kami berseda gurau sampai..
“ haii, boleh gabung “ tanya seseorang kami berdua menengok ke arah suara itu dan membuat ku gugup
“ bo... boleh mr” ucap ku dia pun langsung duduk di samping ku
“ tumben mr makan di kantin” tnya arra
“ emang gak boleh ya” malah balik nanya pesanan kami pun datang
“ nih neng mie ayam dan es teh manis nya” kata pelayan
“ Mr. Reza mau makan apa” tnya pelayan
“ samain aja kaya mereka” ucapnya tersenyum , duh senyumnya manis banget.
“ syut bell”
“wew bella”
“ wooyyy aisyah aulia abella” teriakan arra membangunkan ku dari lamunan.
“iih apaan sih arra gak usah teriak juga malukan di liatiin orang” ucap ya semua yang ada di kantin termasuk mr.reza terkejut karena teriakan arra.
“ ya sapa suruh gue pangil nganyaut masih fokus liatin sih sugar itu”ucap arra smbil kesel.
“oh masa sih , emang kenapa?” tanyaku
“ mie lu tuh “ ucap arra yang masih kesel ya arra kalau marah selalu menggunakan kata lu dan gue.
“yah maaf “sambil mengunakan wajah imut ku
“ aizzz iyah aku maafin “( tau aja nih orang kalau gue lemah sama wajah imut dia)
“ ada apa sih kalian?” mr. Reza yang dari tadi diam ikt bicara sebelum aku menjawab seorang pelayan datang
“ permisi mr ini pesanannya ,silakan dimakan/ di minum” ucap pelayan dan pergi
“ kalian kenapa” tanya mr lagi
“ itu mr. Aku ngelamun sambil liatin my sugar” ucap ku tersenyum berharap dia peka dengan perasaan ku
“ ooh gituu” ucap nya melanjutkan makan
Aku yang melihat tanggapannya seperti itu sebenernya sedih tapi ku tahan dan kulanjutkan makan , hari- hari berlalu sejak kejadian itu aku tidak pernah melihat mr.reza lagi aku dengar dari teman- teman kalau dia lagi sibuk dengan acara pernikahannya.
Ya tuhan hati sakit banget aku ingin sekali menanyakan pada nya kalau itu benar atau tidak tapi dia sangat jarang berada di sekolah , aku bisa saja menelfonnya tapi aku malu kita tidak sedekat itu terlebih lagi momy dan dedy menjodohkanku dengan anak teman mereka..
Tuhan apa ini yang kau takdirkan untuk ku melupakan orang yang sangat aku cintain, sebelum aku mengukapkanya pada orang itu.. sunggu miris kisah cinta ku..
“ sayang jangan lupa ya nanti malam kita akan ketemu dengan keluarga calon suami mu” dedy mengingatkan lagi , ya sepetinya aku harus mengikhlaskan mr reza.
“ dandan yang cantik ya sayang” ucap momy
“iyh momy, dedy, aku berangkat sekolah dulu ya “ mencium mereka dan pergi.
Di sekolah aku bahkan murung terus sampai arra
“ ayo kantin” ajak arra
“tidak aku mau disini saja” ucapku
“ ayo lah kamu ini udh gk makan dari pagi” ucap arra yang mulai kesal
“hmm nitip aja boleh gk ?”tnya ku
“hmm mau makan apa?”
“ solor dan es thai teh” ucap ku
“ yaudah aku beli dulu ya” ujar arra dan meningalkan aku sendiri
“ huuufff nanti malem udah harus ketemu keluarga calon suami tapi aku bahkan belum ketemu mr.reza” ujarku sambil melihat ke arah lapangan basket.
“ kenapa ingin bertemu dengan ku” suara itu tiba- tiba mengagetkanku.
“ m... mr re..zaa” kata ku yang kaget melihat dia sudah ada di bangku depan ku.
“ iyah ini aku , kenapa kamu seperti melihat setan” ujarnya.
“ aah tidak ,bukan seperti itu aku hanya kaget” jelasku
“ oh hmm tadi kamu bilang ingin bertemu dengan ku” tanya .
Oh astaga apa dia mendengar semua yang aku bicarakan tadi.
“heii ,kamu ini suka sekali melamun” tersenyum
“ aah iyah hehe” sambiil menggaruk kepalaku yang tidak gatal
“ ooh ya apa aku boleh tanya sesuatu” aku memberanikan diriku
“boleh tanya saja” ucap tersenyum
“ a... apa kah be.. benar mr... akan .. me.. menikah” huf akhirnya aku lega dengan apa yang ingin aku tanyakan
“ IYAH ,memang kenapa” katanya tersenyum
bagai tersambar petir di siang bolong hati ku sakit yang aku dengar dari teman” adalah hal yang benar bukan hoax semata orang yang di depan ku mengatakan dengan tegas dan bahagia tuhan sakit banget aku bahkan tidak sanggup melihatnya.
Reza prof
Apa dia tidak tahu yang dijodokan dengan dia adalah aku ooh tuhan calon istri ku sangat imut sekali ingin rasanya memelukan mengatakan padanya agar dia tidak sesedih ini.
“Abella “ kata ku sambil memegang tangannya
“ to.. tolong tinggalkan aku sendiri” ucap nya dengan suara sesegukan
(Apa dia mengangis, mungkin dia ingin sendiri) dalam hati reza
“ baik lah” ( sayang kamu akan bahagia nanti malam) ucap dalam hati dan pergi dari kelas.
Arra datang dari kantin melihat sahabat nya yang menangis sungguh tidak tega betapa bella mencintai reza itu dan dia tahu betul gimana sakitnya itu ya dia mendengar semua yang mereka bicarakan.
“ heii bella kamu kenapa?” ucap pura” gak tau
“ arra huuuaaaawwww” sambil meluk arra
“ sudahh sabar bel” sambil mengelus rambut panjang bella
“ dia bilang sendiri kalau mau nikah ra “ ucapku sambil nangis
“ walapun aku udah persiapin hati ku buat kuat dengan apa yang dia kata kan tapi ra sunggu aku hati ku sakit banget ra , aku gak kuat ra , aku gak sekuat itu” ujarku lagi
“ sudah lah jangan menangis terus nanti mata mu bengkak , kan nanti malam kamu mau ketemu calon suami kamu” membujuk arra
“ hiks hiks aku aja belum move on dari dia bagaimana aku mau menerima calon suami ku “ ucapku
“ lu bakal suka kok sama suami lo” ucap arra yang mulai kesal membujuk ku
“kok kamu bisa yakin” tanyaku sambil melepas pelukan
“ eeh ya gue asal tebak aja “ kata arra gugup
Kring kring bel masuk pun berbunyi
“ udah apus tuh air mata lu , jelek tau” kata arra yang lansung duduk di tempatnya sambil melihat bella( bell kenapa gue tau lu bakal cinta sama suami lu karena dia reza yang lu cinta,maaf dan HBD bella) ucap arra dalam hati..
ya hari ini adalah ulang tahun bella yang ke 18 tahun tapi dia tidak ingat dengan ultanya sendiri karena memikirkan reza.
Mereka tidak tau ada seseorang yang mendenger semua yang mereka katakan “ secinta itu kamu denganku bella” ya dia adalah reza sambil pergi ke arah kantornya
Malam hari di rumah bella
“ Bella kamu sudah siap belum” panggil momy
“ iyah mom sedikit lagi selesai”
bella sedang bermake up tipis dia memakai dress berwarna desty pink di bawah lutut dan high heel berwarna nude rambut nya di kepang tengah dan carly bawah.
Aku turun dari lantai atas menuju lantai bawah tempat momy dan dedy berada.
“ Astaga sayang kamu cantik sekali ya kan ded?” ucap momy sambil memegang wajah ku
“ yah benar putri kita sangat cantik” tersenyum melihat ku
“ ayoo duduk sebentar lagi keluarga calon suamimu datang” sambil duduk di tempatnya aku hanya diam mengikutin
Tak lama kemudian suara mobil terdengar pasti itu keluarga calon suami ku, aku hanya diam dan menuduk.
“ malam jeng liana” ucap seorang wanita paru baya..
“ malam juga jeng anna” ucap momy ku mereka berdua cipika- cipiki ya
“Malam bro zaky” kata dedy
“ Malam juga bro kris”ucap pria paruh baya sambil tos tangan dan bahu
“di mana putri mu jeng” tanya jeng anna
“ooh abella perkenalkan diri kamu sayang” sambil memegang tanganku
“oh sunggun cantik dan manis sekali ya kan pah?” kata jeng anna
“ iyah mah, siapa nama mu nak “ kata mr.zaky
“ aisyah aulia abella om” ucapku
“ sunggu nama yang indah yakan mah” ucapnya dan di anggukin dengan jeng anna
“ terimakasih om/tante” ucapku
“ duduk dulu dan dimana anak mu zak” ucap dedy mempersilakan duduk, mereka pun duduk
“ dia lagi sama adiknya sebentar lagi juga sampai” kata om zaky
Dan terdengar suara mobil datang. aku terus berusaha meyakinkan diriku kalau ini yang terbaik sampai suara yang familir itu terdengar.
“ aisyah aulia arbella” orang itu memanggil ku
kenapa suaranya sangat mirip dengan reza , ini pasti aku hanya berhayal.
“ bell heii , calon suamimu memanggali” kata momy
aku menengakan kepalaku dan betapa mengejukan orang yang berdiri didepan ku beneran pak reza orang yang aku cintai..
“ pak re... zaa” sambil menunjuk ke arah orang itu
“ iyah ,ini aku sayang” ucap nya tersenyum
“ haai bella” suara itu muncul dari belakang pak reza
“ Ar.. arra ngapain kamu kesini” tanyaku
“ yah abang aku mau nikah ya masa aku gak ikut “ jawabnya
“Nikah sama aku atau siapa?” tanyaku sama mereka semua
“ iyah sama kamu , ya masa aku nikah sama pembantu kamu “ jawab reza mencubit pipi ku gemas
“ serius?” tanyaku lagi
“ iyah sayang reza syahdian calon suami mu yang momy dan dedy pilihkan dan sayang coba tutup mata kamu?” jelas dan suruh momy aku pun menutup mata ku
“ buka mata kamu sekarang” ujar reza akupun membuka mata ku perlahan dan betapa terkejutnya aku saat mereka semua mengatakan
“ HAPPY BIRTHDAY AISYAH AULIA ARBELLA” dan laki” tersebut orang yang sangat aku cintai berdiri di depan ku sambil membawa kue tart, aku sekarang yakin orang yang di hadapanku ini adalah dia .
“Selamat ulang tahun sayang” ucap reza “ make a wish dulu sebelum tiup lilin” ucapnya lagi
aku pun berdoa dan meniup lilinnya
“ apa aku boleh tau apa permintaan mu” tanya reza
“ ti.. tidak boleh” sambil mengelengkan kepalaku
“ kamu terkejut sayang “ tanya momy aku hanya mengaguk
“ jadi gini menceritakan dari a-z jadi gitu” menyelesaikan ceritanya
*BTW guys mereka sudah berkumpul diruang makan ya *
“ ya ampun kalian aku saja tidak ingat hari ini ulang tahun ku “ ujar ku aku menatap mereka terharu
“ gimana kamu mau inget orang di pikiran dan hati kamu Cuma tentang kak reza” ucap arra😓😓
“ maaf ya sayang udah bikin kamu kaya gini” ucap reza tulus
“ iyah gak apa” kok” ujar ku tersenyum
“ pernikahan kalian akan di adakan 1 minggu lagi “ kata mama anna ya tadi aku di suruh memangil mama dan papa seperti reza dan arra
“ tapi mah aku belum lulus sekolah” kata ku
“ sekolahan itu kan punya papa jadi terserah papa doank” jawab papa zaky
“ sudahlah nak nurut saja “ kata dedy dan momy pun mengagukinya
“ baik lah, tapi aku gak mau ada pesta dan jangan sampai teman sekolah tau kecuali arra” kata ku
sambil melihat ke arah mereka
“ aku gak setuju ya bell , aku gak mau nutupin pernikahan ini” ucap reza marah
“ sudah lah za hanya sampai bella
lulus saja dan itu tidak lama hanya 3 bulan lagi”kata mama anna menenangkan anak nya
“ baik lah , hanya sampai kamu LULUS dan seterusnya aku gak mau menutupinya” memberi penekanan pada kata lulus
“ iyah aku janji hanya sampai aku lulus setelah itu tidak akan menutupinya” ujar ku meyakinkan reza
“ aku percaya kata” mu sekarang “ tersenyum
“ terimakasih” tersenyum
“ kalau gitu kita ketemu 1 minggu lagi ya sayang “ ucap mama anna sambil memeluku
“ iyah mah” dan mereka semua ijin pulang sampai lah reza
“ jaga diri baik- baik ya dirumah , gak perlu mikirin sekolah fokus kepernikahan kita dulu aja” sambil mengelus kepalaku
“ aku pulang dulu ya sayang dan i love you” tersenyum
“iyah, hati” di jalan dan i love you to” ucapku malu
“haha , aku pergi dulu” setelah itu dia keluar dari rumah ku aku melihat terus mobilnya yang sudah pergi dari halaman rumah ku
“ sayang , istirahat lah” ucap momy
“ iyah, momy dan dedy juga istirahat ya” ucap ku jalan ke arah kamarku
Hari ini aku sangat bahagia calon suami ku ternyata orang yang aku cintai dan dia juga mencintaiku , ini seperti mimpi yang sangat indah bahkan aku tidak ingin bangun jika ini mimpi.
1 minggu kemudian
“ bella sudah siap belum suamimu sudah menunggu” kata dedy sambil masuk ke kamar ku dengan momy
“ ya tuhan sayang kamu sangat cantik sekali yakan ded” ujar momy sambil memegang pipi dan memelukku
“ semoga kamu bahagia sayang” ujar dedy memeluk
kami
Yah hari ini adalah hari pernikahanku dengan reza syahdian seseorang yang sangat aku cintai dan mencintaiku, Kami hanya membuat acara yang sederhana dan di hadirin dengan keluarga saja. Acara pun selesai dengan cepat sekarang aku berada di rumah pribadi suamiku lebih tepatnya duduk di bangku yang ada balkon.
“ sayang, sedang apa kamu disana” tanya reza sambil memeluku dari samping
“Melihat pemandangan “ ucap ku sambil menaruh kepalaku di pundaknya.
“ yah pemandangan ya indah ada bulan dan bintang” ujarnya sambil mengelus rambut ku yang tergerai
“ hmm sangat indah” ucap ku sambil membalas pelukannya
“ aku mencintaimu my wife” sambil mencium kening ku
“ aku juga mencitaimu my sugar” tersenyum melihatnya
“ hah sugar?” tanya reza tersenyum
“ yah kamu kan , kalau senyum kaya gula, manis” jelas ku tersenyum
“ ah kamu nih” sambil mencium bibirku dan aku mengalungkan tanganku di lehernya
Di bawah langit biru ditemanin bulan dan bintang menjadi saksi cinta kami, aku aisyah aulia abella sangat mencinta my sugar (reza syahdian).
# Halooo guyss selesai sudah cerpen pertama ku maaf kalau ada kata yang salah...😊
# Jangan lupa di love dan komen ya ❤👌
# i love you guys.. ❤ Bye bye guyyss👋