Di suatu desa terpencil, terdapat sebuah rumah tua yang ditinggalkan oleh penduduk setempat. Konon, rumah itu dihantui oleh arwah penasaran yang tak bisa berpindah ke alam lain. Pada malam yang berkabut, seorang pemuda bernama Dito nekat memasuki rumah itu.
Dengan langkah gemetar, Dito merasakan keheningan yang mencekam seiring langkahnya melintasi lorong gelap. Sesekali, bayangan-bayangan aneh berkelebat di sudut mata, mengawasi setiap geraknya. Pintu berderit ketika dibuka, memperlihatkan ruangan yang dipenuhi debu dan keheningan yang menakutkan.
Tiba-tiba, suara langkah ringan terdengar di atas tangga. Dito menoleh ke arah sumber suara, namun tak ada siapa-siapa. Dia melanjutkan langkahnya ke lantai atas, di mana atmosfer semakin mencekam.
Di salah satu kamar, Dito merasa suhu ruangan menurun drastis. Hembusan napas dingin menyentuh lehernya. Secarik kertas terbuka di atas meja, bertuliskan pesan mistis yang membuat bulu kuduknya merinding.
"Sang Penunggu Merindukan Kehidupan."
Sebuah cahaya samar-samar muncul di pojok ruangan, menggambarkan siluet sosok wanita. Rambut panjangnya menyentuh lantai, dan matanya memancarkan kehausan yang tak terlukiskan. Dengan suara perlahan, wanita itu berkata, "Tolong bebaskan aku dari kutukan ini."
Dito, terguncang, menyadari bahwa ia telah terjebak dalam dunia roh yang kelam. Upaya melarikan diri membuatnya semakin terperangkap dalam pusaran malam yang tak berujung. Rumah tua itu, dengan segala kisah kelamnya, merayakan keberhasilan baru dalam merenggut nyawa.
Judul: "Malapetaka Rumah Tua"