Di pagi hari semua pedangan melewati jalan kerajaan Sharif, di sana ada beragam jenis dagangan, mulai dari sayuran, buahan, sampai perabotan. Di pagi itu, pura mahkota berlari dari istana menuju kereta kuda kerajaan
TAKKK... KLETAK... suara tapak kuda yang berjalan melewati jembatan kayu
"Pak, bisa cepat lagi gak? Soal nya saya ada pertemuan putra mahkota di kerajaan Samusari" ujar putra mahkota dengan pelan kepada pak kusir. "Memang nya, jam berapa putra mahkota mengadakan pertemuan nya?" Tanya pak kusir kepada putra mahkota, " kami harus berkumpul di ruang istana tepat pukul delapan"
Pak kusir menjawab. "Tapi ini masih jam setengah tujuh, saya pastikan, kita sampai di kerajaan Samusari tepat pukul 07.59", putra mahkota terheran. "Ha.. bagai mana bisa?, Kita saja masih di dalam hutan" pak kusir itu berkata. "Pejamkan sama kedua mata tuan, nanti ketika sampai saya bangunkan"
Mendengar perkataan pak kusir, putra mahkota langsung memejamkan kedua matanya dan ia terus berharap semoga ia tidak sampai telat dalam pertemuan hari ini. Sepanjang perjalanan, putra mahkota memejamkan matanya, hingga sampai lah mereka di tujuan
Pak kusir langsung membangunkan putra mahkota. "Tuan, bangun.. kita sudah sampai", putra mahkota pun langsung membuka mata nya." Eh.. ini sudah jam berapa?" Tanya nya mulai panik
Pak kusir menampakkan jam dari arloji yang di bawa nya. "Masih seperti janjiku tadi, 07.59". Putra mahkota langsung turun dari kereta kencana dan langsung berlari ke ruang istana. "Pak, tunggu di sini ya, gak lama kok cuma antar berkas dan tanda tangan" ujar nya
Pak kusir menunggu putra mahkota hingga siang hari, namun putra mahkota belum kunjung keluar dari ruang pertemuan. Waktu terus berjalan, karena pak kusir mengantuk, pak kusir pun tertidur di bangku taman kerajaan. Tak terasa malam hari pun tiba, namun putra mahkota masih belum menghampiri nya
Ketika hampir tengah malam, putra mahkota baru menghampiri pak kusir. "Pak, bangun.. ayo kita kembali ke istana", pak kusir pun terbangun "Hemm jam berapa ini?" Tanya nya "Pukul 00.00" bisik putra mahkota, pak kusir terkaget. "Apaaa... Jam 00.00, berapa lama saya tertidur..!!" Pak kusir memegang kepala nya dan langsung bergegas menuju kereta kencana bersama putra mahkota
Di perjalanan, karena pak kusir sangan mengantuk, membuat kuda yang di arah kan tidak sejalan. Karena putra mahkota belum mengantuk, ia memutuskan agar dirinya yang membawa kuda. "Pak, biar saya saja yang bawa kuda nya" pak kusir menjawab. "Tuan yakin?, Tapi kan tuan butuh istirahat"
"Tidak... Biar kan saya yang membawa nya" karena pak kusir takut dimarahin raja, akhirnya ia menuruti permintaan putra mahkota. " Pelan-pelan saja ya tuan" ujar pak kusir
Putra mahkota langsung menunggangi kuda tersebut. TSIPPP... suara tali kuda. Ketika melewati jembatan kayu, putra mahkota tidak melihat bahwa ada sebuah batu yang terlindas oleh roda kereta kencana
GLUDEKKK.. "eh... Ada apa tuan?" Tanya pak kusir. "Em.. gak ada apa-apa" jawab nya. Tiba-tiba kereta kencana mereng ke arah kanan, pak kusir yang duduk di dalam kereta kencana terbangun dan melihat ke arah luar. "EEHHH... TUAN... BERHENTI..." teriak pak kusir yang panik, "kenapa?, Tapi kita kan belum sampai.. dan saya juga belum mau gantian" kata putra mahkota tanpa melihat kebelakang
"RODANYA TUAN... RODANYA LEPAS...!!"
"APA... LEPASS....!!" kedua nya mulai panik
Karena putra mahkota tidak menghentikan kuda nya, kuda terus berjalan ke depan. "TUAAANNN... TARIK TALI NYAA....." teriak pak kusir. Akhirnya karena kuda tidak terkendali lagi, pak kusir berguling kedalam air bersama dengan kereta kencana yang di lepas putra mahkota dari kuda
"PAAAKKK... ANDA DIMANAAA...?!" Teriak putra mahkota yang baru turun dari kuda, putar mahkota berjalan ke arah tepi jembatan sambil terus memanggil
GLUBG.. GLUBGG... Gelembung-gelembung kecil keluar dari bawah air. "Paakkk.. apakai itu anda?". Pak kusir pun muncul dari bawah air. "Haaa....ggkk.. ya ampun tuan... saya kaget..". Tiba-tiba putra mahkota tertawa." WAHAHAHH... Maaf pak, saya gak tau kalau ada batu.. HAHAHAHA.. ayo lah pak saya bantu" putra mahkota mengulurkan tangannya. Dan pak kusir memegang tangan putra mahkota, karena putra mahkota tidak sanggup menahan badan nya di atas, ia pun ikutan jatuh kedalam air
BURRR... "Yaaahhhh... Nyemplung jugaaa....!!" Seru putra mahkota. "Jatuh ya jatuh, tapi jangan saya juga yang di timpah" ucap pak kusir. "Aduhh.. gimana nih.. kita gak bisa naik ke atas" kata putra mahkota yang berusaha untuk naik ke darat. Pak kusir yang sudah pasrah, malah mersantai di dalam air. " Sudah lah tuan, seperti nya kita bakalan di sini sampai pagi" ucap pak kusir yang mengapung di atas air. "Kalau pagi tiba, dan saya belum sampai istana, nanti Putri-putri dari segala kerajaan akan lewat, bakalan malu banget.." putra mahkota berusaha mencari pegangan agar ia bisa naik ke atas. Karena dalam posisi gelap, putra mahkota tak sengaja menarik sesuatu yang iya kira adalah sebuah tali
"Paakk... Saya dapatkan tali nya... Ayo kita naik" ujar putra mahkota, "memang nya tuan yakin kalau itu tali?" Pak kusir meragukan putra mahkota
TAKSSS... benda itu putus sebelum putra mahkota sampai di atas. BUURRR... "yah.. rumput rambat rupanya" ujar putra mahkota. "Kan sudah saya bilang, kecuali kuda kita tadi berjalan di tepi sungai ini, pasti kita bisa menarik tali yang masih tersangkut di leher nya" ucap pak kusir. "Kuda..?, Ya ampun saya baru ingat kalau kita punya kuda, tapi bagaimana caranya biar kuda nya kesini" ujar putra mahkota. "Gampang itu, kita tunggu saja dia kehausan, pasti dia kesini" putra mahkota yang sudah tidak sabar, malah berteriak memanggil warga sekitar. "TOLONG... SIAPAPUN YANG ADA DI SEKITAR SINI... TOLONG KAMI..."
Tiba-tiba lewat lah seorang lelaki tua dengan membawa sebuah lentera, "kalian ini siapa?" Tanya lelaki tua itu, "saya adalah put...". "Shuut.. jangan sebut, mungkin dia orang jahat", bisik pak kusir sambil menutup mulut putra mahkota. "Eh.. kami tadi naik kereta kuda, tetapi kami oleng dan terjatuh" kata pak kusir untuk menutupi identitas putra mahkota. "Sebentar, saya panggil kan warga yang ada di dekat sini, untuk menolong kalian" lelaki tua itu langsung pergi
"Hah... Hampir saja tuan ketahuan, ingat ya tuan, tuan itu gak boleh main asal bilang aja identitas tuan, bisa berbahaya, apa lagi ini sudah sangat larut malam" ujar pak kusir. "Iya saya tau saya salah, tapi, terimakasih telah menunggu saya tadi di kerajaan Samusari" ucap putra mahkota
Tak lama setelah nya, lelaki tua itu kembali bersama dengan warga setempat untuk menolong mereka berdua. Selesai selama kedua nya pun berterima kasih dan pulang ke istana
TAMAT
SEKIAN DARI SAYA