“Pelakunya adalah kauuu!”, lalu seketika semua orang terkejut dan melihat kearahnya.
Sabtu, 26 Desember - 2020. 5 orang murid sedang melakukan perjalanan menuju puncak gunung. tapi entah mengapa mereka memulai pendakian dari kaki gunung, bukan dari jalur pendakian utama. sebenarnya itu bukanlah ide buruk, akan tetapi dengan matahari yang akan terbenam di barat, apakah mereka akan sampai ke pos pertama?.
“teman-teman, apakah menurut kalian sudah saatnya kita gunakan tenda kita?”, tanya Annie pada yang lain, “membangun tenda disini?, itu ide buruk, kita sedang di sebuah jalur pendakian yang tidak resmi, tidak ada pengaman dan juga tidak terurus, dan juga tanah yang tidak rata dan banyak akar pohon bisa merusak tenda kita. sebaiknya kita berjalan sampai pos yang pertama!”,
balas Zaki. semangat mereka perlahan padam, mereka semua sudah sangat lelah, dan juga mereka mulai berpikir bahwa berjalan dari area kaki gunung adalah ide buruk.
Akan tetapi semuanya telah terlambat, mereka harus berjalan di malam hari agar sesegera mungkin mereka sampai ke pos satu.
Disaat sedang fokus mendaki menuju ke jalur utama dan pos satu, Miru melihat kearah kanan. “teman-teman, lihat!, disana ada cahaya” seketika mereka melihat kearah yang ditunjukkan Miru.
“ti ti tidak mungkin” kata Annie sambil memasang wajah terkejut,
“aku akan kesana”, kata Ted sambil berjalan kearah pondok itu, dan yang lain mengikuti nya di belakang. “apa kau tidak khawatir akan terjadi sesuatu Ted?”, tanya Miru
“tenang saja, itu hanyalah pondok tua yang ditinggalkan” kata Tadaka sambil memasang wajah tenang. lalu mereka sampai di halaman pondok itu, dan melihat lampu yang menyala,
“aku akan mengecek generator listriknya dulu” ucap Ted sambil menuju ke belakang bangunan,
sedangkan yang lain masuk kedalam pondok itu. Tadaka dan Zaki membuka pintu utama dengan perlahan, “gelap sekali” kata Annie sambil melihat kiri dan kanan, mereka berempat masuk keruangan itu dengan perlahan. lalu Zaki sepertinya melihat sebuah saklar lampu yang sudah usang, dia mendekati saklar itu dan menekan saklar lampu itu. seketika lampu menyala dan ruangan yang tadinya gelap menjadi terang, “sepertinya pondok ini sudah lama ditinggalkan” kata Miru sambil melihat sekitar,
“ya sepertinya kau benar, banyak serpihan kaca yang tergeletak di lantai”,
lalu dari pintu Ted masuk dengan tangan yang sedikit kotor, “oh kalian telah menyalakan lampunya ya”,
“ya begitulah” jawab Zaki
“ini sepertinya lobby dari pondok ini, dan disana...”
“ruang karyawan, mungkin kuncinya di simpan disana” kata Annie dengan memotong kalimat Miru. Ted dan Tadaka masuk keruangan itu dengan perlahan, lalu Tadaka menekan saklar lampu yang ada di sebelah kanan dekat pintu masuk, akan tetapi sepertinya saklar lampunya mati. lalu Ted melanjutkan langkahnya dan berbelok kearah kanan ruangan, “Tadaka, kemarilah” panggil Ted,
lalu Tadaka berjalan kearah Ted, akan tetapi saat dia berada di tempat Ted berbelok kearah kanan dia mencoba berbelok ke kiri terlebih dahulu untuk mengecek sesuatu, “Ted, tunggu sebentar, aku akan mengecek ruangan ini terlebih dahulu”,
“eh, emm, ya baiklah”
“sepertinya di ruangan ini tidak ada apa-apa, disini hanya ada pecahan kaca dan besi-besi yang sepertinya tidak berguna, tunggu ini kan...”,
lalu Tadaka kembali dan menuju ruangan yang disuruh oleh Ted.
“Lihat ini!, kunci” kata Ted
“ah iya kau benar, kita ambil saja” jawab Tadaka sambil mengambil kunci-kunci itu,
"Hmm, lihat ini, sepertinya ini adalah kunci utamanya, sebaiknya kita tidak perlu ambil kunci ini”, kata Ted
“ya kau benar” balas Tadaka.
setelah itu mereka kembali ke lobby, “teman-teman, kita menemukan kunci-kunci untuk masuk ke ruangan”,
“sebaiknya kita berpencar, agar lebih cepat” kata Annie,
“ya kau benar” kata Miru sambil memasang wajah setuju
“baiklah, kalau begitu aku akan mengecek lantai dua tangga sebelah kanan bersama Tadaki”,
“ya, aku dan Ted akan kesana”
“baiklah, kalau begitu Annie dan Miru di lorong bawah sebelah kanan itu” kata Ted sambil menunjuk lorong yang di maksud
“hey tunggu sebentar, aku sendiri?” tanya Zaki sambil memasang wajah panik,
“kalian tau kan aku takut kegelapan!” terusnya
“kalau begitu Annie, sebaiknya kau bersama Zaki di lorong kiri atas!”,
“ya baiklah, lagi pula sepertinya Miru tidak keberatan”, Miru pun mengangguk dan pergi ke lorong itu dengan membawa senter. “ternyata ini memang pondok penginapan model lama. kita bisa membuka seluruh ruangan yang ada dalam satu lorong dengan satu kunci” kata Ted sambil membuka beberapa pintu ruangan, “ya kau benar” balas Tadaka. lalu beberapa saat kemudian Tadaka dan Ted sepertinya terpisah, karena mereka mengecek ruangan yang berbeda. sedangkan pada lorong Zaki dan Annie sepertinya mereka mengecek ruangan secara berpencar juga, “kalau begini, percuma saja kan, kita tetap terpisah dan mengecek ruangan seorang diri” kata Zaki dengan wajah pucat.
[ 5 menit kemudian ] 'Dug, Dug, Dug' suaranya berasal dari lorong kiri, Tadaka berlari dengan cepat kesana, lalu saat dia sudah sampai di lorong itu, dia melihat Annie yang sedang mendobrak pintu. “Tadaka, bantu aku cepat!” kata Annie
“eh.. ada apa?” tanya Tadaka
“Za, Zaki....”
“ada apa dengan Zaki?!”
“dia didalam dan mengunci pintu ini”
“eh?” Tadaka kebingungan, walaupun Tadaka masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Annie, tapi dia tetap mendobrak pintu itu. 'brukk' suara pintu yang dipaksa untuk terbuka, “Zakiii, kau dimana!?” teriak Annie, lalu Tadaka melihat kepojok ruangan dan melihat Zaki yang sedang menyudut. “Za Zaki..?” Tadaka kebingungan,
“diam... jangan ganggu akuuuu!”
“kau kenapa?” tanya Annie pada Zaki
“aku mendengar suara dari bawah”
“eh?, mungkin itu hanya halusinasi mu saja” kata Tadaka. ya sebuah keputusan terbaik adalah mengatakan itu hanya halusinasi walau itu kenyataan, karena disaat seperti ini, mungkin semua orang akan ketakutan. lalu beberapa saat kemudian Tadaka, Zaki, dan Annie kembali ke lobby, “oh iya, apa kalian menemukan tempat yang bagus?” tanya Tadaka,
“belum, kami belum sama sekali menemukan tempat yang bagus untuk beristirahat, disana hanya di penuhi serpihan kaca” jawab Annie,
“ya disana susah untuk ditempati” terus Zaki yang sudah tenang,
lalu beberapa saat kemudian dikala mereka sedang mengobrol, Ted datang dari atas memberi kabar yang cukup bagus, “teman-teman aku menemukan tempat yang bagus dan cukup nyaman”,
“ah baiklah, oh ya ngomong-ngomong dimana Miru?” tanya Zaki
“oh ya, aku juga baru sadar tadi” jawab Tadaka. mereka pun masuk ke lorong kanan, mereka masih berpikir ini wajar, karena Miru hanya mengecek semua ruangan di lorong itu sendiri. akan tetapi semua berubah menjadi panik, karena saat Miru dipanggil dengan berteriak, dia tidak menjawab sama sekali. lalu Ted berlari kearah pintu yang paling ujung di lorong, “sepertinya ini gudang”,
“Zaki!, ambil kunci utama di ruang karyawan!”, lalu seketika tanpa berpikir Zaki berlari dengan cepat dengan penuh kepanikan. lalu beberapa saat kemudian Zaki datang kembali dengan wajah yang lebih panik lagi dari sebelumnya, “teman-teman, kuncinya hilang!” Zaki mengatakan itu sambil terengah-engah, “apa!!!” mereka bertiga sangat panik, lalu tanpa pikir panjang Tadaka menendang pintu itu dengan keras, 'bug' pintu pun terbuka dengan kerusakan yang cukup parah, lalu Ted menyalakan pematik dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memegang obor. lalu pandangan mereka terarah pada Miru yang lehernya terluka dan sepertinya dia sudah tak bernyawa. dia meninggal dengan serpihan kaca berdarah dan kunci di kedua tangannya, “cepat!!, telepon polisi” kata Annie dengan penuh kepanikan.
“Pak, apa ini sudah diselidiki?”
“oh nak Tadaka, maaf, dengan bukti yang kami dapatkan, kami masih menyatakan ini sebagai bunuh diri” jawab detektif polisi itu dengan wajah kecewa,
“apakah aku boleh masuk ke TKP, semoga saja aku menemukan beberapa petunjuk dan informasi” kata Tadaka,
“ah baiklah, tapi pakailah sarung tangan ini, dan juga hati-hati dalam melangkah”
“ya, baiklah” jawab Tadaka. dia pun berjalan masuk ke pondok itu lagi, “sial!!, siapa yang berani melakukan ini” kata Tadaka dalam hati, lalu dia teringat sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. dan semua petunjuk yang dia ingat, dia mendapatkan dua orang sebagai tersangka, dia pun berlari kearah dimana mayat Miru berada. saat dia memasuki ruangan itu, dia melihat beberapa orang yang sedang mencari bukti pembunuhan. lalu Tadaka melihat leher Miru yang dilukai secara diagonal dari kanan, lalu detektif polisi datang dari pintu masuk ruangan. “bagaimana?, kau menemukan petunjuk?” tanya nya,
“ya, aku menemukan petunjuk, sepertinya pelaku yang satu ini kidal!” jawab Tadaka
“kidal ya, kau tau darimana?”
“lihatlah leher Miru, pelaku mengincar titik arteri Miru dikanan, dan karena kami semua memakai jaket panjang, pastinya pelaku melakukannya dari belakang dan dengan tangan kiri, agar tangannya tidak terkena cipratan darah” kata Tadaka
“siapa yang kidal diantara teman-teman mu?” Tanya polisi detektif itu,
“Zaki saja, akan tetapi sepertinya Ted juga, walau dia jarang memperlihatkan kidalnya, dia berusaha agar tidak kidal, akan tetapi saat itu aku melihat dia menyalakan obor dengan tangan kiri memegang pematik”
“hmm, reflek ya”
“oh iya, apakah jendela ini sudah di coba untuk dibuka?” tanya Tadaka,
“ya sudah, jendelanya sangat keras, dan juga tidak ada tanda-tanda pelaku melewati jendela, karena rumput tidak terinjak sama sekali” jawab polisi detektif itu, lalu Tadaka keluar dari ruangan dan berlari kearah pintu keluar, “kalau tidak salah.. oh kesini” Tadaka berlari kearah kanan dari bangunan. lalu pada saat itu juga polisi detektif itu mengejarnya, lalu sepertinya dia melihat Tadaka yang sedang mengecek generator listrik itu, polisi itu datang menghampiri dengan berlari kearahnya, akan tetapi dia tersandung batu dan terjatuh. “eh?, pak kau baik-baik saja?”
“ya tenang saja” jawab detektif itu sambil berdiri,
“kau menemukan sesuatu?” terusnya
“sepertinya” jawab Tadaka. lalu detektif itu pun kembali, akan tetapi Tadaka yang hendak kembali melihat sesuatu, dibawah batu yang membuat detektif tadi tersandung. “hmm baiklah, aku sekarang tau siapa pelakunya”.
“pak detektif, tolong lihat lah apa yang ada di bawah batu yang membuat mu tersandung” kata Tadaka,
“itu hanya tanah kan?”
“ya, ada barang di bawah tanah itu”
“eh?, baiklah, Take cek bagian kanan rumah ini”
“baik” jawab Take ( seorang asisten detektif ).
“aku tau siapa pelakunya, jadi tolong kumpulkan teman-temanku” kata Tadaka
“eh?, apa maksudmu?, baiklah kalau begitu”. detektif itu pun mengumpulkan semua teman-teman Tadaka, lalu Tadaka pun membuka pembicaraan dari awal. “baiklah, aku memiliki dua orang yang ku sangka adalah pelaku pembunuhan ini, akan tetapi setelah aku pikirkan aku tau siapa pembunuhnya” kata Tadaka,
“maksudmu pelakunya ada diantara kita?” tanya Zaki
“ya”
“tidak!, tidak tidak tidak. ini bohong kan?”
“ini hanya tebakan ku saja, baiklah kita mulai dari awal. kita tau bahwa orang pertama yang mengajak kita mendaki dari kaki gunung adalah Ted, aku mendapat kabar dari warga sekitar yang tadi sedang ada disini untuk mencari informasi, katanya tempat ini adalah tempat berkumpulnya para pedagang dari pagi sampai sore, dan rata-rata pedagang itu dari desa atas. desa atas terletak di dekat jalur pendakian resmi, oleh karena itu aku tau bahwa sebelumnya Ted pernah kesini”
“tunggu apa maksudmu?” jawab Ted,
“kau terlihat sudah sangat hafal dengan pondok ini, pertama kau tahu letak generator listrik yang berada di luar, kedua kau tahu letak kunci, dan ketiga saat kau melihat ada pondok ini, kau satu-satunya yang terlihat biasa saja”,
“ya, baiklah aku akui itu, lalu siapa yang membunuh Miru?”
“baiklah kita masuk pada petunjuk pertama. Miru terbunuh di lorong kanan bawah, dengan begitu aku dan Ted adalah sebagai tersangka, karena kami berdua bisa saja turun dengan tali dari atas ke bawah. kedua pembunuh sepertinya bertangan kidal, karena leher Miru terluka secara diagonal dari kanan, yaitu tempatnya arteri, si pelaku tidak ingin tangannya terkena cipratan, jadi tersangkanya adalah Zaki dan Ted” kata Tadaka sambil melihat kearah Ted dan Zaki,
“tunggu, aku tidak kidal!” sentak Ted,
“kau hanya berusaha untuk tidak kidal Ted, saat kau menyalakan pematik api sudah jelas kau itu kidal” jawab Tadaka,
“eh..” Ted terhenti,
“baiklah selanjutnya adalah disaat Zaki mengunci pintunya karena ketakutan, mungkin saja dia menuju kebawah untuk melakukan pembunuhan ini dan membuang kunci utamanya dan ini bisa juga di kaitkan saat kita menunggu Zaki membawa kuncinya, mungkin dia lupa membuang kunci nya dan akhirnya dia terlihat panik, padahal saat itu kita masih belum tau apa yang terjadi, dan saat itu juga, dialah yang terlihat sangat panik. lalu selanjutnya saat kita menuju kebawah, Ted sangat lama, bisa saja hal itu terjadi, walau itu cukup tidak mungkin karena suara-suara bisa terdengar oleh kita yang sudah dibawah”
“kalau begitu paling memungkinkan adalah saat kalian semua diatas?” tanya detektif
“tunggu sebentar, kalau tidak salah saat Zaki mencari kunci itu, dia tidak terlihat takut sama sekali. padahal dia mengunci pintu karena takut kan?” kata Annie,
“ya itu benar, dan dalam beberapa detik aku berpikir bahwa Zaki lah pelakunya. akan tetapi dia sedang panik, oleh sebab itu dia tidak takut sama sekali”
“lalu siapa pelakunya?”
“pak detektif, apa anda telah melihat benda yang dikubur di halaman kanan rumah?” tanya Tadaka
“ya itu adalah kunci utama” jawab detektif itu,
“jadi... kunci utamanya... dikubur?” tanya Ted,
“ya kau benar, jadi pelakunya adalah...”
“tunggu sebentar, bila semua yang dikatakan Tadaka ini benar. apakah bapak akan percaya?” tanya Zaki pada detektif itu,
“bila masuk akal dan telah terbukti aku akan menggunakan semua argumennya”
“baiklah siapa pelakunya?” tanya Annie
“pelakunya adalah Ted, karena dia...”
“tunggu!” Ted menyela kalimat Tadaka
“Ted diamlah!” sentak Annie
“selain petunjuk tadi, aku punya beberapa petunjuk lain. pertama adalah tentang generator, generator yang diluar tidak lah aktif sama sekali, aku mengeceknya tadi, jadi jelas sekali kau berbohong. dan juga tangan mu kotor saat kau kembali, itu aneh sekali”
“jangan-jangan, yang mengubur kunci itu Ted?” tanya Zaki
“hmm dengarkan ceritaku. saat aku dan Ted ke ruang karyawan aku berbelok kearah kiri, disana aku bilang pada Ted, akan tetapi dia menjawab dengan kaku, saat aku cek, disana ada generator listrik yang sebenarnya. lalu saat aku datang ketempat Ted, sebelumnya Ted telah menukar tempat kunci utama dengan kunci lorong kanan atas. lalu disaat aku berpencar dengan Ted, dia menggunakan tali untuk turun ke lantai bawah, saat itu Miru belum membuka pintu kanan pojok, dengan begitu dengan kunci utama yang dimiliki Ted dia membuka dari dalam, saat Miru sedang dalam ruangan pojok sebelah kiri, Ted menyerang Miru dengan serpihan kaca sembari menutup mulutnya, lalu disaat Miru telah kehilangan kesadaran. Ted menyimpan kunci yang dipakai Miru dan juga kaca yang telah ia pakai di tangan Miru. lalu Ted mengunci pintunya dari luar, dengan begitu, pembunuhan itu seperti bunuh diri”, semua orang pun terkejut dan melihat kearah Ted. lalu asisten dari detektif itu datang dengan membawa kuncinya,
“benar itu kunci Ted yang tadi” kata Zaki
“hmm begitu ya. Ted bolehkah kami mengecek tas mu?”, lalu Ted seketika terlihat panik,
“tung.... tunggu”
“dan juga, bila kunci itu di tes sidik jari, mungkin saja masih ada sisa sidik jari mu disana. oh ya, biar aku lanjut ceritanya, setelah itu kau menuju tempat karyawan melewati halaman kanan dan memutar lewat depan agar rumput belakang tidak terinjak. saat itu Zaki memang mendengar suara kau masuk dari jendela dibawah, dan bukanlah halusinasi, dengan begitu sudah dipastikan kau pelakunya. dan Zaki menutup diri karena dia memang penakut, oleh sebab itu dia tidak berani mendaki di malam hari”, lalu Ted pun menunduk dan menangis,
dan disaat itu juga detektif itu menenangkannya dan meminta penjelasan darinya. semua sudah jelas terungkap, semua misteri telah terpecahkan, dan pada akhirnya Ted mengakuinya, dan Ted juga berkata bahwa semua ini karena sebuah dendam pribadi pada Miru, akan tetapi Ted tidak menjelaskan secara rinci dendam itu. akan tetapi yang jelas cara Ted itu tetap salah, dan juga sangat tidak manusiawi.
Main Character :
Annie ( Female )
Miru ( Female )
Ted ( male )
Tadaka ( male )
Zaki ( male )