Hari ini aku sudah berpenampilan sangat cantik dan memutuskan untuk menembak cowok yang aku cintai.
Seperti biasa Kak Adam selalu menyapaku.
Selamat Pagi Vivi. Ucapnya ramah.
Selamat pagi juga Kak Adam. Balasku.
Hari ini kamu sangat cantik dan harum kamu pakai apa? Tanyanya.
Astaga Kak Adam dekat sekali. Batinku.
Aku lalu mundur sedikit.
Aduh, maaf aku pasti membuatmu merasa tidak nyaman karena terlalu dekat. Ucapnya.
Iya tidak apa-apa, btw Kak Adam sudah punya pacar? Tanyaku.
Belum. Kenapa? Tanyanya.
Sebenarnya aku suka sama Kak Adam. Kak Adam mau gak jadi pacarku?
Wah, Kakak gak nyangka kamu juga suka suka Kakak. Oke mulai saat ini kita pacaran. Ucapnya.
Oh ya, kamu mau main ke rumahku nanti? Kita bisa main bareng disana. Ucapnya.
Kakak main game apa? FF? PUGB? tanyaku senang.
Bukan keduanya. Ini bukan game yang ada di playstore.
Oh mau main permainan papan ya? Itu juga seru. Ucapku.
Hem, datang saja ke rumahku nanti kamu juga tahu kita mau main apa. Ucapnya.
Oh,oke. Ucapku.
Di kelas aku membicarakan pembicaraanku dengan Kak Adam barusan. Tapi responnya aneh.
Vi, serius Kak Adam bilang begitu ? Please jangan mau. Ucapnya.
Ih, apaan sih kamu lex. Dia cuma mau ajak aku main. Kenapa reaksimu aneh gitu? Tanyaku heran.
Dia gak bilang mau main apakan? Tanyanya.
Iya, tapi pasti seru. Ucapku.
Dia mau ajak kamu gini (kasih kode jari). Ucapnya.
Gak, kamu suuzon aja. Ucapku.
Aku ikut. Ucapnya.
Gak,jangan ganggu aku. Ucapku
Terserah, kalau kamu kenapa-kenapa aku gak peduli yang penting aku udah bilang. Ucapnya.
Setelah pulang sekolah, aku dan pacarku pulang bareng ke rumahnya.
Masuk aja ke kamarku. ucapnya.
Oke, orangtuamu mana? Tanyaku.
Mereka lagi dinas di luar kota. Ucapnya.
Oh, kamu bosan sendirian di rumah ? Tanyaku.
Ya, sedikit. Ucapnya.
Jadi,kita main apa? Tanyaku.
Main TOD mau? Tanyanya.
Game apa tuh? Tanyaku.
Ya elah, Truth or dare masa gak tahu. Ucapnya.
Oh bisa disingkat gitu ya, boleh deh. Ucapku.
Kami asyik bermain. Sekarang tiba pada giliranku lagi.
Aku pilih truth lagi deh. Ucapku.
Ayolah, sekali aja piih dare jangan truth terus. Ucapnya.
Baiklah, aku lalu mengambil salah satu kartu dare. Minum air sebotol. Ini mudah pikirku.
Kak Adam lalu memberiku sebotol air dan aku meminumnya habis. Ini mudah sekali. Ucapku.
Kami lanjut bermain. Beberapa saat kemudian aku merasa sangat kepanasan.
Kak, bisa minta tolong nyalakan AC ? tanyaku.
Tentu. Tapi ini tidak akan membantu. Ucapnya.
A-apa maksudnya? Tanyaku.
Air itu sudah aku campur sesuatu yang membuatmu kepanasan seperti sekarang dan cuma aku yang bisa menolongmu. Ucapnya.
Brak. Sialan kau. Apa yang kau lakukan padanya. Aku ingin sekali menghajarmu sekarang tapi menyelamatkan Vivi yang terpenting sekarang.
Pak polisi, tolong tangkap orang ini.
Dia segera menggendong dan membawaku pergi.
Kenapa kamu ada disini lex? Tanyaku.
Karena aku tahu ini pasti terjadi. Jadi, aku mengikuti kalian. Ucapnya.
Sesampainya di mobil.
Aku memeluk Alex
Hei hei hei jangan peluk-peluk disini.
Panas banget lex.
Sabar, ini juga AC nya udah yang paling dingin.
Kenapa rasanya peluk kamu nyaman banget.
Ya Allah kuatkan imanku menghadapinya yang mabuk ini. Batinnya.
Tiba-tiba mobil direm.
Kenapa berhenti? Tanyaku.
Kita bisa kecelakaan kalau begini. Ucapnya.
Lepas dan duduklah dengan tenang jika ingin panasmu segera hilang.
Baiklah. Aku memang bodoh karena percaya padanya. Makasih udah tolong aku.
Iya kamu bodoh. Jawabnya.
Tapi kamu tahu gak kalau aku bohong. Tanyaku.
Bohong apa? Tanyanya.
Hehe, selamat kamu kena prank sebenarnya aku gak apa-apa. Ucapku.
Hah, ngomong apa kamu? Jangan ngomong gak jelas deh kalau mabok.
Ih,aku gak mabok. Aku 100% sadar. I love you Alex.
Mobil berhenti lagi. Kita sudah sampai di rumah sakit. Please jangan ngomong aneh-aneh lagi.
Ih, gak percayaan banget sama aku. Ucapku.
Sesampainya di ruang dokter.
Dia gapapa kok. Ucap dokter.
Aku kan sudah bilang aku gapapa. Tapi kamu gak percaya. Ucapku.
Kami pun kembali ke mobil.
Gimana-gimana aku gak ngerti ?
Aku pun bilang bahwa apa yang selama ini aku lakukan dengan Kak Adam itu hanya akting karena aku tahu bahwa kamu selalu memata-mataiku. Aku tahu kamu menyukaiku tapi aku ingin membuktikan cintamu makanya aku melakukan ini.
Sekarang aku yakin kamu sungguh-sungguh mencintaiku.
Tunggu sebentar kalau ini hanya akting berarti Kak Adam sedang dalam masalah dong di kantor polisi.
Ayo kita cepat kesana.
Dari tadi aku juga mau bilang itu. Tapi kamu gak percaya kalau aku gak mabok.