Deru suara knalpot motor di belakang terdengar.
May melirik kaca spion motornya.
Kanan kiri.Kosong.
Tidak ada bayangan memperlihatkan kendaraan di belakangnya.
Alis May mengerut.
"Tidak mungkin!"
May menoleh sekilas kanan kirinya.
Ada 2 motor di belakang sebelah kanan dan kirinya.
May mengerjapkan matanya kembali mengecek spion.
Masih kosong.Tanpa bayangan.
Jelas di telinganya terdengar suara knalpot menderu dari kendaraan di belakangnya.
May mengecek beberapa kali spion dan kendaraan di belakangnya.
Akhirnya May menepikan motornya.
Ingin berhenti.
Namun tidak bisa.
Tarikan gas motornya terus berjalan pelan.
May terus maju mengikuti motor yang tidak mau berhenti.
"Kenapa ini?"
"Ahahahaaa..." suara tawa menggema di telinganya.
May menoleh sekilas mencari arah suara.
Makin lama makin jelas itu suara seperti Nenek nenek terkekeh-kekeh mengikutinya seperti di sebelahnya.
May menarik nafas panjang.
Berzikir berdoa.
"Aku tidak takut!
Aku punya Tuhan yang melindungi dan menolongku.
Pergilah!"
suara tegas May.
Suara tawa perlahan menghilang.
May menarik gas motornya.
Sudah mulai normal.
May melihat spion motornya.
Masih kosong.
Padahal jelas ada motor di sisi kanan May berlalu lalang lebih cepat mendahuluinya.
May mengerjapkan matanya sekali.
Masih sama.Spion kosong.
2 kali 3 kali.
Mengecek spion.
Akhirnya ada bayangan kendaraan berlalu di sebelahnya.
May bernafas lega.
--------
May akhirnya tiba di rumah.
"Ahahahaaa ..Kamu takut May?
Tadi baru permulaan."
Terdengar suara menggema di telinganya kembali.
May menoleh.
Di atas rumah tetangganya ada sosok Nenek terbang.
Tertawa keras.
May hanya balas tersenyum lebar.
"Kamu mau apa?
Aku tidak takut!
Akan aku hadapi semua yang mau kamu lakukan!"
Nenek itu berhenti tertawa.
Menatap May tajam.
Matanya berubah merah dan tangannya terjulur menghampiri May.
May tatapannya mengikuti tangan Nenek yang menjulur panjang makin mendekati tempat May berdiri.
"Ma.." suara seorang anak laki-laki dari dalam.
"Ya Nak..." jawab May.Matanya teralihkan ke dalam rumah sebentar.
Lalu kembali melihat tempat Nenek tadi.
May mencari lagi sosok Nenek tadi.
Sudah hilang.
May baru pulang dari sekolah,berjualan.
Menjual makanan kecil.
May baru memulai bisnis menjual makanan ini 2minggu ini.
"Ma.." Jay anaknya berusia 7tahun menyambutnya.
"Hai Sayang.." May memeluk Jay.
"Ma..Aku agak pusing.Aku izin ga sekolah ya siang ini." ucap Jay sayu.
May menatap Jay .Mengecek suhu dahinya.
"Jay Sayang,Kamu demam.
Dari kapan?"
"Baru kok ,Ma..Aku mau tidur aja ,Ma.."
"Eh..Minum obat dulu!
Sebentar.."
May mengambil obat sirup penurun panas di kotak obat.
Membawa bersama sendok dan air minum.
"Ayo minum obat dulu ,Sayang.
Nanti langsung tidur."
Jay meminum obat yang disuapi May.
"Aku tidur dulu,Ma.."
"Iya Ayo.Mama temenin."
May ikut menemani Jay ke kamarnya.
Duduk di sisi Jay yang berbaring berselimut hendak tidur.
Drrtt Drrttt.
Suara getar ponsel di kantong baju May.
May mengambil ponselnya.
Ada pesan chat masuk.
Dari mba Laila.
Mba Laila adalah temannya yang tinggal di Surabaya.
-May.Apa kamu baik-baik saja?"
May membalas langsung.
+ Aku baik mba.Kenapa?
-may hati-hati!Ada yang ingin mengganggumu.
Mba Laila ini adalah temannya yang indigo.
May ada di Jakarta.
Mba Laila rajin memantau May karena mereka berteman.
+Aku tahu mba.
-Kamu tahu?
+ Iya Mba.Tadi aku bawa motor,tidak ada bayangan di kaca spionku.Padahal ada motor dan mobil di belakangku.
_Ya ampun.Terus?
+Ya aku doa.Terus akhirnya semua normal lagi.
-Syukurlah.
+Tenang Mba.Aku ga takut kok.
-Bener kamu gapapa, May?
+Bener Mba.Tenang aja.Aku udah siap hadapi 'dia'
-Kalo ada apa apa.Janji bilang Mba ya.
Biar Mba bantu dari sini.
+Iya Mba.
May menaruh ponselnya di lemari sebelah tempat tidur Jay.
Jay sudah tertidur.
May mengelus rambut Jay.
Membacakan dzikir.
Hingga akhirnya May ikut tertidur.
------
"Mhm..Ma..Hm..Mam.." suara Jay sesak terdengar samar-samar.
Hihihihiiiii...Terdengar suara lain tertawa melengking.
"Mh..Ma..Mam...M..." kembali suara Jay terputus-putus.
May membuka matanya.
Tangannya masih di kepala Jay.
Namun di sisi lain tempat tidur Jay.
Ada Nenek itu menutup hidung Jay .
Lalu membuka dan menutupnya.
Bermain-main dengan nafas Jay.
May menatap tajam Nenek itu.
"Pergilah!"
Nenek itu tersenyum lebar makin lebar.
Kedua tangan Nenek itu kini menangkup wajah Jay.
Jarinya memanjang dengan kukunya yang menjadi cakar tajam.
Dengan mata memerah tertawa keras.
"Kamu bisa apa Hah?
Aku akan bawa anakmu ini!"
suara Nenek itu menggema.
May memegang tangan Nenek itu.
"Aku bilang aku tidak takut!"
"Kamu tidak takut aku membawa anakmu?"
May menggeleng.
"Aku punya Tuhan yang melindungi aku.
Aku dibantu semesta !"
Nenek itu kini menurunkan tangannya ke leher Jay.
May memejamkan mata berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan.
Suara melengking Nenek itu kembali terdengar menertawakan May.
May merasakan hembusan angin di pipinya.
May tersenyum.
Kini May membuka matanya berkata tegas.
"Aku berkali-kali bilang aku tidak takut!
Ada Tuhan dan semesta pelindungku!"
Nenek itu melihat sekelilingnya.
May tidak melihat apapun.
Namun Nenek itu bergumam bicara melihat sekelilingnya.
"A...Aku hanya pendamping.
Aku diperintahkan kesini mengganggu dia.."
"Kamu sudah tahu akan diganggu?" suara dari sebelah May.
May menoleh tersenyum kecil. "Terimakasih."
Sesosok wanita berpakaian putih di sebelahnya mengangguk. "Aku cuma bilang, 'Bersiaplah' kemarin.Syukurlah kamu mengerti dan lebih waspada.Aku tidak bisa membantu lebih."
Wanita pucat itu menunduk.
"Aku tidak takut dan ya...Dengan peringatan darimu.
Aku lebih siap.Maaf aku juga tidak takut padamu."
ujar May.
"Aku tahu.Entah bagaimana menakutimu."
wanita itu menggeleng.
"Hey...Kamu selalu menggangguku Kalau aku nonton TV malam.
Dan ya...bagiku manusia lebih menyeramkan.
Isi otak mereka dan keras kepalanya.
Mengerikan!" May bergidik.
"Ma...Mama..." Jay terbangun dari tidurnya.
May mengecek dahi Jay.
Demamnya sudah turun.
"Ma...Mama tadi ngomong sama siapa?"
Jay mencari orang lain dikamar.
Tidak ada orang selain mereka berdua.
May menoleh ke sebelahnya.
Wanita itu masih disisinya tersenyum mengangguk.
May mengelus lembut pipi Jay. "Kamu ini ngomong apa?Mama cuma sama kamu disini.Tadi kamu pasti mimpi aja..Kamu udah mendingan?Kita makan yuk..
Mama lapar." ajak May.
********Selesai*******