Jatuh itu sangat menyakitkan maka jangan mudah terjatuh, jatuhlah untuk sesuatu yang memang dapat membuatmu sembuh dari luka akibat jatuh tersebut
Kring-kring suara telepon rumahku berdering, saat ini liburan semester yang sangat panjang.
“halo…”
“iya, halo ini siapa yah?”
“ini aku Jeni” jeni adalah teman dekatku di SMA
“ada apa gak biasa kamu nelpon, pake nelpon ke telpon rumah lagi?”
“iya maaf, aku mau ngajak kamu liburan mumpung lagi libur semester. Lagian gak ada kerjaan juga di rumah bosen tau main yuk?”
“gak deh kayaknya aku mau di rumah aja, maaf banget lagi gak mau kemana mana lagi pw biasa”
“yah kamu gak asyik deh, rencana kalau kamu mau aku bakalan ajak Ferdy”
“Ferdy siapa tuh?” memotong pembicaraan
“alah jangan pura pura aku udah tau kok jangan ditutup tutupin mulu kasian tau, kamu gitu sama pacar ih…”
“pacar dari mana aku aja baru tau nama Ferdy”
“udah deh kamu jangan tutup tutupin lagi kalo gak mau ngaku gue tanyain sendiri sama Ferdynya mau?”
“iya aku ngaku itu pacar aku tapi kamu jangan ngomong sama siapa siapa yah? Awas aja kalo berita ini bocor” langsung menutup telepon.
Huh… aku malu bila semua orang tau kalo aku adalah pacar dari Ferdy bukan aku malu tapi mungkin Ferdynya yang akan malu punya pacar seperti aku yang gak ada apa apanya. Ferdy itu seorang laki laki yang sangat tampan dia terkenal dan memiliki banyak bisa disebut fans perempuan, maka dari itu aku dan dia berkomitmen untuk tidak terang terangan. Setiap berpapasan denganya kita tidak saling menyapa bahkan seperti orang tak kenal bukan seperti pacar.
“hah sudahlah aku merasa kurang baik sekarang satu orang lagi tau tentang aku dan Ferdy. Ah…” aku berteriak
Esoknya aku dan ferdy bertemu di sebuah kafe di alun alun kota, yah itu kafe kesukaanku dan Ferdy. Kenapa menjadi kesukaan karena di sana aku bebas bertemu dengan Ferdy tanpa ada teman teman yang kepo.
“hai udah lama” kata baku yang setiap kali dikatakan cowok.
“engak kok baru aja sampe” kata bohong dari seorang cewek.
“oh iya mau liburan ke mana? libur semester nih masih banyak waktu gak rame kalo dihabisin di rumah aja”
“iya juga sih, Jeni kemarin mau ngajak kamu buat liburan?”
“emmm iya cuman kamunya gak mau jadi aku juga gak ikut”
“soal Jeni, Jeni udah tau kalo kita pacaran. Maaf yah aku gak tau mau bicara apalagi sama dia “
“loh memangnya kenapa bila jeni tau kalo kita pacaran”
“aku takut kamu jadi malu fer”
“untuk apa aku malu aku bahkan bangga denganmu kau memiliki prestasi akademik yang sangat bagus kenapa aku malu”
“Bangga denganku itu sangat mustahil kurasa aku sangat kecil di sampingnya, namun itulah dia yang selalu memotivasi diriku untuk lebih baik lagi” dalam hati
“hei kenapa kok bengong sih ada yang salah yah”
“oh engak kok” tersenyum.
Bersama denganya waktu terasa bergulir dengan cepat, tak terasa sudah jam 14.30. Waktunya pulang good bye…
Libur semesterpun sudah selesai, begini saja ceritaku dengan Ferdy bersembunyi tanpa tau kapan aku ditemukan terkadang aku sangat cape dengan semua tapi aku berusaha bertahan untuknya yang aku cintai, berusaha menutup semuanya sampai ada saatnya untuk membuka semuanya dan mengatakan pada semua inilah aku yang selalu bersembunyi.
“hei rin”
“oh kamu jen, ada apa?”
“gak kok kamu kenapa coba curhat tentang apa ayo pacar, keluarga atau apa?”
“kamu jangan bilang sama siapa siapa yah, apalagi sama Ferdy”
“kenapa bukanya Ferdy pacar kamu masa gak boleh tau lalu dia tau apa tentang kamu kamu nih kaya bukan pacaran tapi kaya musuh aja sama ferdy”
“pokonya jangan sampai dia tau oke, begini jujur aja aku udah cape sama semua ini aku gak mau sembunyi lagi aku ingin bebas makan dan jalan sama dia tapi aku gak mau dia malu gara gara aku, aku gak mau sampai dia dijauhin sama temen temennya”
“bentar malu karena kamu itu alasan yang gak banget deh rin, kamu tau gak kamu juga cantik pantas saja jika dia suka sama kamu bahkan di luar sana banyak yang menyukaimu tanpa kamu sadari rin. Jangan patah semangat kaya gini dong ayo semangat”
“tapi aku merasa tak berhak memiliki dia aku bahkan tak seharusnya pacaran denganya seharusnya aku tak menerimanya bila masalahnya kan sepanjang ini. Apa aku harus putus sama dia”
“kamu ngomong apa? Ferdy sayang sama kamu jangan patahin hati dia kasian dia mencintai kamu, apa kamu gak suka sama dia? kamu lebih baik sakit hati dari pada ngomong baik baik sama dia, setiap masalah pasti ada solusinya jangan gitu dong”
“iya akan aku coba”
“nah gitu dong itu namanya rina”
Mungkin setiap masalah memiliki solusi namun apakah benar akan selesai dengan baik atau tidak aku tak tau, tapi aku akan membicarakan ini denganya karena ini sangat serius. Walaupun pastinya Ferdy kan memintaku untuk pacaran seperti biasa dan jangan menghiraukan omongan fans fansnya.
10:30 waktunya istirahat aku dan Ferdy bertemu di taman sekolah, jujur saja aku tak ingin bertemu di sini tapi aku mencoba untuk berani berduaan dengannya.
“ferdy maaf sebelumnya aku…” mengawali pembicaraan.
“ayolah jangan gugup seperti itu, jangan malu cerita aja” sambil memengan tanganku.
“iiya.. maaf” sambil melepas peganganya.
Ferdy hanya diam dan aku meneruskan pertanyaanku.
“em… aku mau tanya soal kita, kita pacaran udah hampir setengah tahun atau lebih tepatnya 5 bulan. Aku udah cape buat sembunyi lagi selain itu udah banyak yang tau kalo kita pacaran apalagi kita ketemuan di taman sekolah yang terbuka kaya gini”
“lalu kenapa kita harus malu lagi, aku gak apa apa kalo banyak orang yang tau tentang kita. Mungkin dengan seperti itu kamu dapat lebih dihargai oleh fans fans yang menjadi parasit.aku dapat membela kamu, aku bisa ngejagain kamu jadi kita tidak seperti dulu.”
“jujur ferdy bukan aku malu tapi aku takut kamu yang malu karena aku aku gak ada apa apa dari pada kamu, Pasti orang orang aneh kenapa ferdy yang tampan mau pacaran dengan seorang yang aneh seperti aku”
“justru aku sangat percaya diri dengan adanya kamu, kamu terbaik untuku bahkan kamu lebih cantik dari orang orang lain di mataku kamu bahkan orang yang hebat yang dapat menutupi semua kekuranganku, jujur selama 5 bulan ini aku udah ngerasa nyaman, aku bangga dengan apa yang ada di diri kamu”
“tapi aku gak mau kamu dijauhin sama temen temen kamu gara gara aku” aku marah
Aku pergi dengan penuh amarah dan tangisan, apalagi saat aku marah pada Ferdy semua teman teman melihat kepadaku tak lama aku menjadi sorotan di sekolah menjadi bahan perbincangan semua siswa.
1 minggu kemudian
“rin aku udah lama gak liat kamu bersama ferdy?”
“heh” aku menghelai napas
“maaf yah aku ngomong gitu, ada apa lagi rin bukannya kamu udah coba ngomong sama dia”
“mungkin kita udah gak bisa, semua siswa disini udah tau kalo aku udah marah sama ferdy di depan mereka aku marah sama ferdy”
“loh kok marah”
“udahlah jangan dibahas kembali”
Tiba tiba ferdy berada di hadapanku, tapi kita tidak saling menyapa. Dan hatiku sakit kembali ingin rasanya meneteskan air mata tapi aku tak ingin terlihat cengeng di hadapan Jeni.
Keesokan harinya dan untuk pertama kalinya Ferdy menghubungiku kembali dan dia mengajakku untuk bertemu di kafe biasa kami.
”bagaimana sekarang, apakah kita akan seperti ini selamanya? Aku tak tau mau ngomong apalagi, sekarang terserah kamu”
“maaf maafkan aku bukan maksudku, aku hanya mengiginkan yang terbaik untukku dan untukmu”
“ternyata benar apa yang dikatakan orang orang kamu tak seperti yang dilihat kamu ANEH”
Hening seketika, satu persatu air mataku jatuh tanpa ada siapapun yang akan menghapus air mataku ini entah kepada siapa aku akan berasandar kembali.
“makasih aku sadar itu, mungkin sampai sini saja cerita kita tak usah diteruskan pabila membuat semua orang merasa sedih karena itu, sampai jumpa” tersenyum dibalik tangisan
Saatku meninggalkannya aku merasa ini yang terbaik untuk hubunganku denganya tapi di lain sisi ada hati yang terluka bahkan luka tersebut semakin sakit karena aku sendiri akan pergi ke suatu tempat yang sangat jauh bersama dengan keluargaku.
“3 hari lagi fer aku pergi apakah kau tak mau menemuiku lagi, hah sudahlah rina untuk apa meminta pada orang yang telah menyebutmu aneh” dalam hati
Tak beberapa lama jeni mendatangiku di rumah.
“rin kamu mau pergi ke mana sepertinya jauh yah?”
“iya maaf yah aku baru ngasih tau kabarnya”
“oh iya bagaimana dengan ferdy bukanya tadi kamu ketemuan sama dia yah?”
“iya sudahlah dia tidak tau kalo 3 hari lagi aku akan pergi ke luar kota sepertinya akan agak lama, aku tak ingin memikirkannya kembali, aku udah putus sama dia”
“apa putus aku nggak nyangka bisa kaya gitu padahal kalian berdua nih cocok banget”
“Tidak mungkin cocok dengan aku yang ANEH”
“ANEH apanya”
“Dia udah jujur kalo aku nih cewek yang ANEH dan aku putus sama dia”
Aku tak ingin berakhir seperti ini aku belum sembuh dari luka jatuh cinta ini ditambah lagi aku putus dengannya siapa yang akan menghapus air mataku, siapa lagi yang akan menyayagiku, siapa lagi yang akan meminjamkan bahunya untuku, siapa lagi yang akan memotivasiku, siapa lagi yang akan bersembunyi bersama menutupi rahasia yang sangat besar.