-Keyra- i'm really sad today :'(
-Andra- awww :( what's make you sad, honey?
-Keyra- I don't know...
...seen...
Keyra menatap sendu layar ponselnya, tak ada balasan dari Andra.
"Uhhh...harusnya aku tau kalau Andra lagi sibuk, ini kan masih jam latihan" gumam Keyra.
Ia mematikan ponselnya, lalu meletakannya ke atas meja di dekat kasurnya.
Keyra dikamar, sendirian, lampu dimatikan, AC dinyalakan, dan ia berbaring di kasur sambil bersembunyi di balik selimut.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Kerya merasa sedih, hanya saja...ia mengalami hari yang benar-benar buruk, dimulai dari orang tuanya yang pilih kasih terhadap adiknya...ya dia sudah terbiasa dengan itu, lalu disekolah ia harus menebalkan telinga agar segala perkataan menusuk, dan menyakitkan hati tidak masuk kedalam telinganya...ya ia juga sudah terbiasa dengan hal itu, dan pulang sekolah, bukannya mendapat sambutan dari orang tuanya, ia malah disambut oleh secarik kertas, yang isinya...
-ibu, ayah, dan adikmu pergi ke rumah nenek, tidak lama kok, hanya seminggu, tolong urus rumah, bahan makanan kau bisa beli sendiri kan?, uang saku mu masih ada kan? Kalau memang perlu uang, ibu letakan di lemari dapur.
Tertanda : ibu-
Waw...seminggu ia harus bertahan dirumah sendirian, tidakkah mereka tahu kalau Keyra takut sendirian?
Mood Keyra benar-benar rusak hari ini, dan saat ia mencoba untuk menelpon ibunya, ia hanya dapat ceramah gratis, Huh...ia benar-benar lelah.
"Aku kan juga mau kerumah nenek" keluh Keyra.
Matanya berkaca-kaca, entah kenapa hatinya terasa sakit.
"Selalu saja adik yang diajak kesini, kesitu, dan aku selalu saja ditinggal di rumah, hiks...lalu ibu bilang aku nggak mau bersosialisasi..hiks... gimana aku mau bersosialisasi kalau aku selalu disuruh jaga rumah..hiks...memang nya cuma adik yang punya teman? Aku juga punya...hiks" Keyra terus mengeluarkan keluhannya, tapi ia masih menahan agar tangisannya tidak keluar.
Keyra yakin kalau ia kuat, ia bisa menahan semuanya, toh ia sudah terbiasa, tapi tetap saja menyakitkan untuknya.
Ting...suara pesan masuk di ponselnya.
Keyra langsung mengeceknya, takut-takut kalau ada hal yang penting.
-Andra- maaf lama balasnya, aku sekarang lagi di IndoApril, kamu mau apa?
-Keyra- ehh? Bukannya kamu masih harus latihan? :(
-Andra- basket bisa menunggu, yang penting sekarang itu kamu, jadi...kamu mau apa? :)
-Keyra- nggak perlu kok, beneran, aku nggak apa-apa :D
-Andra- Okay (*´∇`*) pocky, Silverqueen, good day, lays, cheetos, anything else princess?
-Keyra- Ndra...nggak perlu kok
-Andra- oh iya seblak hampir lupa, ditunggu yaa princess
-Keyra- Ndra..Andra??? Nggak perlu loh aku nggak apa-apa :(
"Huft...kebiasaan" gerutu Keyra.
Tidak sampai 15 menit tiba-tiba ponsel Keyra kembali berdering, kali ini Andra menelponnya.
"Halo..?"
"Bukain pintunya dong, aku udah didepan loh"
"Masuk aja, pintunya nggak aku kunci kok"
Panggilan dimatikan, dari kamarnya Keyra bisa mendengar suara Andra, tapi Keyra sedang tidak ingin beranjak kemanapun saat ini.
Tok tok tok tok...
"Princess...ini delivery makanannya udah dateng" ujar Andra.
"Masuk aja Ndra, nggak aku kunci" sahut Keyra.
Andra menurut, lalu membuka pintu kamar Keyra.
Ia hanya bisa tersenyum melihat kondisi kamar kekasihnya sekarang ini, ya...gelap, lampu dimatikan, gorden ditutup, sehingga tak ada cahaya matahari yang masuk, tidak berantakan, hanya saja ada gumpalan besar diatas kasur, yang Andra yakin kalau itu adalah Keyra yang sedang bersembunyi.
"Bangun dulu dong sayang, kamu pasti Belom makan, nih aku tadi sekalian beliin kamu nasi bungkus" ujar Andra lembut, sambil mendudukkan dirinya dilantai yang tak jauh dari kasur Keyra.
"Nggak mood" balas Keyra singkat.
Lagi-lagi Andra hanya tersenyum, sifat Keyra yang satu ini hanya ditunjukannya pada Andra, bahkan sahabat Keyra tidak tahu kalau Keyra punya sisi manja seperti ini, yang mereka tahu Keyra adalah sosok yang mandiri, murah senyum, dan ceria, tapi siapa yang mengira kalau dibalik itu semua, ada sosok yang manja, tidak percaya diri, dan selalu overthinking, dan sisi yang satu itu, hanya Andra yang mengetahuinya.
"Makan dulu...nanti kamu sakit kalau nggak makan, habis itu kita ngemil, dan aku bakal dengerin curhatan kamu" tawar Andra.
"Aku mau makan pocky aja" balas Keyra.
"No, no , no , no, kamu harus makan nasi dulu, i know you have a bad day today, But Its Okay, i got you, aku nggak liat kamu dikantin hari ini, yaa sebenernya seharian sih aku nggak liat kamu, tapi kamu pasti nggak makan selama disekolah kan?" Tolak Andra.
"Andra sok tau" gerutu Keyra.
"Jelas aku tau dong, aku kan harus jadi pacar yang super peka" balas Andra.
Keyra masih belum menunjukan tanda-tanda akan bangkit dari tempatnya.
"Keyra Aliana, bangun sekarang, dan makan, atau aku tarik selimut kamu, dan paksa kamu" ujar Andra.
Akhirnya Keyra pasrah, dan keluar dari selimutnya, melihat itu Andra tersenyum.
"Nih makan dulu, aku ambilin minum ya, kamu tunggu disini" ujar Andra.
Sebelum keluar kamar, Andra menghidupkan lampu kamar Keyra, lalu tak lama setelah itu, ia kembali sambil membawa segelas air mineral.
Hening, Keyra makan dengan pelan, dan Andra memilih untuk diam, ia tak ingin mengganggu Keyra saat ia sedang makan.
Setelah makan, dan minum, Andra membereskan peralatan bekas Keyra makan, lalu duduk disamping Keyra, dan menarik keyra dalam pelukannya.
Keyra tersentak, hancur sudah pertahanan yang sudah ia bangun tadi, air mata mulai mengalir deras, bahkan Andra bisa merasakan kalau bahunya mulai basah.
"Huaaaaa...aku capek...aku nggak baik-baik aja, hiks...aku kesel sama ibu sama ayah yang selalu lebih prioritasin adik dari pada aku, hiks aku capek sama anak-anak disekolah yang selalu nyebar gosip nggak bener tentang aku, hiks aku capek...huaaa"
Andra terus mendengarkan keluhan yang keluar dari mulut Keyra, diusapnya punggung gadis itu agar ia bisa merasa tenang, Andra tidak kaget, justru ia senang, akhirnya gadisnya bisa mengeluarkan apa yang selama ini mengganggu pikirannya.
20 menit berlalu, Keyra mulai tenang, tapi air matanya masih mengalir sedikit.
Andra menghapus air mata itu, lalu menangkup kedua pipi Keyra, membuat gadis itu menatap kearahnya.
"Akhirnya kamu bisa mengeluarkan semua beban kamu, udah jangan nangis lagi, kamu itu cewek yang kuat, kamu hebat, oke" ujar Andra.
"Nggak peduli seburuk apapun hari yang kamu jalani hari ini, aku akan selalu ada disini, Disisi kamu, kamu bisa bersandar sama aku, kamu bisa keluarin semua keluh kesah kamu sama aku, i'm always here Baby...and i'll never leave your side" sambung Andra lembut.
Hanya dengan menatap matanya, Keyra bisa melihat keseriusan di mata Andra.
"Thank you..." ujar Keyra.
"Anythink for you love..." balas Andra.
"Hehe..i love you" ujar Keyra lagi.
"I love you more" balas Andra.
.
.
.
"Dan jangan lupa kunci pintu rumah ya kalau kamu lagi sendirian begini? Gimana kalau ada maling? Hmm? Gimana kalau tadi bukan aku yang dateng?"
Dan akhirnya, Keyra harus mendengarkan omelan dari Andra.