'Terlalu banyak yang kau tinggalka, lihatlah sangat banyak sekali sehingga aku tak sanggup membawa dan memikulnya'tanpa sadar air mata menetes tak karuan
Danil yg melihat Raisa termenung sendiri ditaman yg sepi itu ia menghampiri Raisa
"Eh Raisa, kenapa ada disini, Raisa kamu baik baik aja kan?"
Raisa yang menglihat danil mendekat pun terkejut. namun, karena ia tak sanggup menahannya sendiri ia menatap mata Danil sambil meneteskan air mata
"Sa, jangan nagis dong, coba cerita kamu kenapa?" Danil duduk di samping Raisa dan menghapus air mata yang ada di pipi Raisa
"Zio, Nil hmmm hmmm hmmm" Raisa memeluk Danil sambil menumpahkan semua semua kesediannya
" Zio kenapa sa?"
"Ni-ningalin gua la-lagi nil hmmm hmmm hmmm aaaaa ehmm"
Danil yg mendengar itupun langgangsung memandang dan menatap wajah polos Raisa dan menghapus air matanya
" Sabar sa, jangan Nagis lagi, kalau kamu Nagis terus tarcantik hilang loh" Danil mencoba menghibur Raisa
"Tapi Nil gua sayang sama dia kenapa gua ditinggal ketika gua lagi sayang sayangnya hmmm"
Suara tangis Raisa mulai terdegar keras Danil pun memeluk Raisa dengan penuh kasih sayang
Suasana di taman itu pun mulai lengang hanya menyisakan suara imsak tangis Raisa yg mulai mereda.
Satu jam tak terasa Raisa pun tertidur dalam pelukan Danil karena lelah menangis. Danil tak berani membangunkan Raisa Danil melihat rautan wajah Raisa yang lelah karena menangis
'Sa sa Lo cantik juga kalo Lagi tidur ya' Danil tersenyum tipis memandang Raisa
'kasian banget lu Sa di sakiti mulu, gua janji gua bakal jagain Lo dari jauh dan akan selalu ada buat Lo ketika lo perlu pelukan dan bahu untuk bersandar,8 gua akan selalu menjadi sahabat buat Lo sa, asal Lo tau sa gua sayang sama Lo gua suka sama Lo, gua bahagia kok jadi sahabat Lo makasih Sa mau jadiin gua sahabat Lo' Danil memandang Raisa tanpa berkedip lalu memandang lagi yg mulai menguning.
***
Raisa gadis yang bermuka polos namun Berani ini selalu tersakiti beruntungnya ada Danil yang selalu bersamanya
Danil adalah cowok incaran banyak cewek namun dia tidak tertarik pada cewek cewek itu Danil hanya tertarik pada Raisa gadis polos dan berani
Raisa dan Danil bersahabat semenjak mereka kecil sampai skrg dan mereka satu sekolh hinga SMA
Raisa mengenal zio saat pertama masuk sekolah, saat itu Raisa tak sengaja bertabrakan dengan zio cowok terkece disekolah SMA itu, zio adalah kakak kelasnya Raisa, zio terpesona akan kecantikan Raisa dan sebaliknya Raisa juga terpesona akan kegantengan Si zio
"Maaf saya minta maaf saya tidak sengaja" ujar Zio yang membantu Raisa berdiri
Raisa hanya mengganggu dan mengatakan
"Aduh nggak apa-apa kok biasa aja aku juga nggak hati-hati tadi jalan nggak lihat ke depan" Raisa terkekeh
Dengan seiring berjalannya waktu raisa dan Zio berkenalan dan mengenal satu sama lain mereka pun terlihat akrab dan suka bercanda mereka menghabiskan waktu bersama di setiap menit dan jamnya
tak terasa hari-hari menyenangkan itu pun berlalu sudah sebulan zio yang tak tahan akan perasaannya kepada Raisa pun mengungkapkannya saat mereka berada di taman kota suasana sore yang cerah itu pun berbalut dengan rasa Haru dan bahagia Raisa, saat mendengar Zio mengungkapkan perasaannya kepada Raisa dengan kata-kata syairnya
"oh raissa Kau bagaikan warna yang begitu indah yang selalu mewarnai di setiap hariku, rasa ini telah datang disaat hari pertama aku mengenalmu, Raisa Terimalah perasaanku ini dengan penuh ketulusan. Terimalah mawar ini dengan penuh kebahagiaan aku akan setia dan aku akan selalu setia untukmu sayangku"
Raisa mendengar haru kata-kata zio Iya menerima Mawar di tangan zio dan senyum yang terlukis indah di wajahnya di saat itu Raisa merasa Dunia Milik mereka berdua
Namun di sisi lain Danil yang dari tadi hanya memperhatikan mereka dari jauh.
Danil tidak berniat mengganggu kebahagiaan sahabatnya itu dia hanya ingin melihat sahabatnya itu bahagia dengan orang yang ia cintai
Danil yang melihat Raisa bahagia pun merasa bahagia bagi Danil Raisa adalah kebahagiaannya Tak akan ada yang bisa menggantikannya Danil melangkah pergi dari taman itu memasuki taksinya dan pergi tanpa melihat ke belakang
*****
Hari hari berlalu seperti biasa hubungan Raisa dan Zio masih biasa namun anehnya Zio sekarang berbeda dengan Zio yg dulu, sekarang Zio agak cuek dan tidak sering mengabari raisa, setelah kejadian di taman itu Zio memperlakukan Raisa saat baik tapi hanya tiga bulan, dan hari hari ke depannya zio mengabaikan Raisa tak peduli padanya
jarang menghubunginya itulah yang terjadi hinga dua bulan berlalu
saat di hari itu Raisa bertemu Zio namun Zio mengabaikannya Raisa melihat Zio pandangannya tak hilang dari Zio pacar nya itu yang di malam itu seakan tak mengenalnya dan tak mau melihatnya Raisa merasa di asingkan dan tidak dibutuhkan
Di kafe itu Raisa melihat Zio masuk kedalam dan bertemu dengan seorang cewek yang cantik Zio menyapa gadis itu dengan senyum andalannya
Raisa yang melihat Zio menyapa gadis cantik itu pun terasa sesak hatinya sakit kakinya tak sanggup berdiri lagi Raisa mencoba memandang zio, Raisa melihat Zio sedang bermesraan dengan gadis itu
Zio memegang tangan gadis di depannya lalu mencium tangan gadis itu Zio mengeluarkan satu kotak kecil dalam saku jelananya ia membuka kotak itu sungguh indah penampakan benda kecil bagai berlian yang indah, terlihat rautan muka gadis itu bahagia zio mengeluarkan beda indah itu dari tempatnya sungguh indah kalung yg menawan dan mewah gadis didepannya menutup mulutnya Dean kedua tangannya tak percaya dengan apa yang di lihatnya, Zio berdiri berjalan kearah belakang gadis itu lalu memasangkan kalung itu di leher gadis itu sungguh indah cocok dgn nya
Raisa sakit hati iya merasa di mainkan Raisa membalik kan tubuhnya berjalan meninggalkan tempat itu ia teringat kata-kata dan kenangan indah bersama Zio dulu.
Deraian air mata bak air bah yang mengalir deras membanjiri muka Raisa Raisa ingin berteriak tertahan ia berjalan ke arah taman dimana dihari itu Zio mengungkapkan perasaannya
Raisa duduk di kursi panjang menangis sejadi jadinya berteriak kesal mengeluarkan semua amarahnya kebencian dan kesalnya
Danil tak segaja melihat Raisa ditaman yang sepi lalu mendekatinya
Raisa menceritakan semua kejadian yang menimpaku nya yg dilakukan Zio terhadap dirinya
Danil memeluk Raisa degan kasih sayang Danil menghibur Raisa mencoba menenangkannya higa Raisa tertidur
'Kejam lu zo gw kira lu baik ternyata lu jahat berani lu sakiti raisa' batin Danil mengutuk
Raisa tertidur di bahu Danil dalam pelukannya Danil tak berani membangunnya Danil menelpon taksi lalu mengantar Raisa kerumahnya menggendongnya hingga kekamar syukur mama Raisa Bu Linda tidak banyak tanya jadi danil tidak pusing memikirkan apa yang akan di jawab pertanyaan mama linda
*****
Matahari pagi menyinari kamar Raisa membuat gadis itu terbangun Raisa meraih hpnya melihat jam ia teras tak bersemangat ia melempar hpnya kesisi lain kasur lalu merebahkan tubuhnya lagi menarik selimut nutupi mukanya tak berapa lama hp Raisa berdering
Tring...
Tring....
Tring...
Raisa malas mengangkat telponnya namun karena penasaran saipa yg menelponnya pagi pagi ia pun bangun mengangkat telponnya
"Danil" ujarnya dengan suara khas Bagun tidur
"Iya danil"
"Udah bangun?"
"Kalau belum gw gak bisa angkat telpon lu" kesel Raisa
" Ah iya iya hehehe" Danil terkekeh
"Gimana udah mendingan" tanya Danil ragu
" Alhamdulillah udah makasihnya berkat lo mungkin kalau gak ada Lo gw gak tau Bagai mana sekarang" memikir kejadian yg menimpa nya kemarin
"Iya sa, oh ya gw tar jemput Lo ya sekolah kan lo?"
" Iya sekolah bisa" ujar Raisa sambil berdiri melangkah pergi kekamar mandi untuk bersiap
Udh dulu ya gw mau siap siap" ujar Rais mematikan sambungan telponnya tak lama kemudian Raisa siap untuk keluar dari kamar nya karena dirumahnya tidak ada orang Raisa langsung keluar dan Danil juga udah menunggunya
"Udah lama nunggu Nil" tanya Raisa sambil menerima helem dari Danil
"Lumayan sih" jawab Danil menyerahkan helemny
"Gak bisa ni batu" Raisa bersikap manja pada Danil
"Mana sini" Dani melihat helem Raisa dan membantunya memakaikannya
"Udh"
"Oky makasih danil" ujar Raisa menaiki motor Danil
"Udah pegangan yang erat" ujar danil
Danil melaju motornya dengan kecepatan sedang memotong kendaraan kendaraan lain
tak lama kemudian mereka sampai di gerbang sekolah tak berlama lama Danil memarkirkan motornya di parkiran saat di parkiran Raisa melihat Zio lalu Raisa teringat kejadian kemarin ia menatap Danil dengan tatapan isyarat Danil melihat mata Raisa lalu melihat kebelakangnya
"Oh" gumam danil
Danil segaja mengeraskan suaranya agar didengar oleh Zio
"Sini aku bantuin" Danil basa basi
Raisa hanya mendekat kan kepalanya lalu Danil pun membantu Raisa melepas kan helemny
"Raisa manja" ujar danil mencubit hidung Raisa
Zio yang melihat Danil mencubit hidung pacarnya pun panas Zio mendekati mereka berdua
"Oh gini ya kalo di belakang aku" ujar Zio menatap Raisa
Raisa hanya memutarkan bola matanya malas
"Apa lu bilang, eh lu selingkuh kemarin lu pikir gue gak tau hah?" Bentak Raisa mendorong tubuh zio
"Gua benci sama Lo, lo udh memainkan perasaan gw sekarang lu bilg gitu gw selingkuh gitu hah?
Gw mau hubungan kita cukup sampai disini?" Raisa menarik tangan Danil pergi begitu saja dari hadapan Zio
Danil pasrah tangannya di tarik Raisa, Zio yang melihat meraka hanya bisa kesal dan mengutuk dirinya dalam hati
Beberapa bulan setelah kejadian itu Danil Menggung Kapkan semua perasaannya dihadapan semua siswa dia MenggungKapkan ya di tegah lapangan Raisa tak percaya apa yg dilihatnya namun dia yakin Danil benar benar tulus padanya
"Raisa aku mau jujur aku suka sayang sama kamu, aku gak mau lihat kamu disakiti terus aku ingin membahagiakan kan kamu dengan caraku, Raisa mau kah kamu menjadi pendamping hidup ku sakarang dan selamanya?"
Raisa mengagukkan kepalanya tanda setuju Danil sangat bahagia hingga tak bisa berkata kata
Dan tamat
Raisa dan Danil menjalani hari hari yang menyenangkan dan bahagia hinga mereka dewasa
Makasih udh mau baca
Jagan lupa komen tak
Kalau mau mengkritik jg bisa
Ihya ini cerpen pertama ku semoga kalian suka
Mkasihhh