Hai, aku Jun. Aku seorang penulis baru di sini. Aku orangnya bodoh, tapi juga penyabar, aku suka semua hal yang baik, paling benci dengan kecoa
jangan lupa mangganya dan komen coi,
nuhun,
makasih,
Arigatoo.
[Challenge Menulis Cerpen Bebas Ruang Author] @Hk
---------------------------------------
"Siapa namamu?" "namaku Satria," ucap seorang pria berumur 22 tahun saat menunggu dihalte bus, matanya menatap gadis cantik disebelahnya yang juga menunggu bus,
gadis itu berambut pendek seleher dan berwarna pirang , tangan kanannya sibuk memegang handphone dan tangan kirinya menahan rokok yang baru saja menyala,
"Hei " ucap satria kembali , kali ini nona cantik itu merespon, dengan menatap satria dengan heran kemudian hisapan rokoknya dipercepat untuk berkata "Ya?"
"Kita pernah ketemukan?" ucap Satria mencoba akrab dengannya,
"Siapa ya?" gadis itu mulai memikirkan hari - hari dia kemarin, setelah berpikir ia tidak pernah bertemu pria yang ada didepannya sekarang,
"Aku tidak tau, aku juga tidak mengenalmu , boleh kita kenalan?" ucap Satria memberikan tangannya untuk berjabatan,
"Ara -ara" ucap sang gadis, mereka berjabatan tangan dihalte bus ,
"Kenalin namaku Satria" ucapnya bangga,
"Aku Tania" ucap nya biasa namun terdengar jelas,
"Mau pergi kemana nia?, boleh kupanggil nia saja?" ucap Satria, melepas tangannya untuk memeras sanggahan tas dipundaknya,
"Ya aku ingin kerja , kenapa?" ucap Tania membuang rokok ditangannya,
"Kamu keren sekali" ucap Satria bangga,
"Terima kasih , apa karena rokok itu?" ucap Tania , mulai memperhatikan awan yang mulai menggelap,
Satria yang terus menatap Tania menyetujui ucapan Tania "Iya,"
tawa kecil disenyum Tania membuka pesona kedewasaan yang matang, "Emang teman kamu tidak ada yang merokok?" ucap Tania mulai duduk dibangku halte , sepertinya akan gerimis dan bus pun tidak datang
"Tidak, aku baru dikota ini, aku bekerja sebagai penyanyi diCafe" ucap Satria ikut duduk disebelah tania
"Cukup keren?" ucap Tania yang biasanya berteman dengan banyak pembisnis kaku,
"Cukup!" ucap Satria menegaskan penyanyi itu Keren,
"Ya cukup keren,apa itu salah?" ucap Tania heran
"hahaha, baiklah aku cukup, cukup keren, btw, boleh tukeran kontak nia?" ucap Satria lembut
"Boleh" ucap Tania , mereka menghubungkan kontak , setelah itu mereka saling diam.
"Apa kamu punya pacar?" ucap Satria tiba-tiba kepada Tania,
"Tidak, apa kamu punya pacar?" ucap Tania tangannya sibuk main hp dan matanya selalu tertuju arah datangnya bus
"Bagus, Ayo kita keCafe ku" ucap Satria dengan pedenya,
"Boleh, dimana ?" ucap Tania yang mulai serius berbicara dengan Satria
"Nanti busnya datang ,kau harus ikut ya" ucap Satria,
"ya tidak masalah" ucap Tania, dia mulai membakar lagi rokoknya
tapi Satria menahan tangan Tania dengan beraninya , tangan Tania yang tersentuh oleh Satria membuat Tania diam, matanya menatap Satria dengan serius
"Aku juga mau 1 ya?" ucap Satria dengan senyumnya saat tatapan Tania seakan mau marah
"Ya , boleh"
Menunggu Tania membakar rokoknya , Satria memutar-mutar rokoknya diselipkan antara telunjuk dan jari manis atau telunjuk dan jari tengah, Saat rokok sudah dimulut Satria dan dia mulai menghisap rokok itu pun membuat Satria terbatuk " uhuk uhuk uhuk " melihat kejadian tersebut Tania terdiam dan tertawa didepan Satria, senyumnya yang lepas sangat cantik
"Ha ha ha " tawa Tania , dirinya lepas kendali sesaat
"Maaf , apa kamu baru saja merokok?" ucap Tania menanyakan kebiasaan Satria ,
"Ia ini terasa panas dan gatal, jadi aku batuk " ucap Satria menahan gatal ditenggorokan dan tangannya salah memegang rokok ,
Tania menyudahi rokoknya dan berkata " Sudah sudah, aku takkan merokok , kamu manis sekali, cepat matikan itu, kamu harus menggantinya dengan mentraktirku bakso" ucap Tania yang masih terhibur ,
"Benar ya, aku akan membelikan bermangkuk mangkuk bakso untukmu" ucap Satria merasa senang ,
"haha, aku itu menjaga makanku , paling hanya semangkuk saja yang dapat ku makan"
"Iya juga, kamu memang cantik " ucap Satria yang tak sadar menggoda Tania,
"Kamu itu lucu sekali" ucap Tania merasa senang
"aku memang lucu jika kamu suka ,hehe" ucap satria merasa senang
"itu busnya sudah datang satria, com"
"Ya nia"
mereka memasuki bus dan duduk bersebelahan, keadaan yang lucu dihalte membuat mereka berdua tidak canggung sekali menunggu area pemberhentian mereka
pas didepan Cafe yang sama mereka berteriak bersamaan,
"Berhenti pak!"
karena heran mereka saling menatap , turun dan meninggalkan bus , tepat didepan Cafe mereka masuk dalam keadaan saling menatap satu sama lain , satria naik keatas panggung untuk menyetem gitarnya karena dalam 15 menit lagi dia akan tampil menghibur pengunjung Cafe dan Tania yang sudah bertemu Petugas pelayanan Cafe yang saling berbicara serius,
"Kok dia ngobrol sama pelayan, tidak masuk untuk memesan?" bisik Satria didalam hati, tangannya sibuk merapikan nada gitar , suaranya sudah masuk kedalam melodi gitarnya, satria mulai bernyanyi dengan lagu-lagu ringan dimainkan ,
mata satria menatap bangku pengunjung namun Tania tidak terlihat , bahkan Tania tidak terlihat keluar dari Cafe, dia jadi penasaran dengan Tania, sesekali menengok sekitar,
setelah selesai bernyanyi dan jamnya Cafe untuk tutup, Satria diberitahu untuk kekantor di lantai 2 atas oleh pelayan yang tadi berbicara dengan tania,
"Oke" ucap Satria bergegas memasuki kantor tersebut , setelah dibukanya pintu kantor dia melihat Tania yang menunggunya menahan tawanya,
"Hahaha, terkejut bukan satria?" ucap Tania meledeknya
"Ahh Nia, eh Boss" ucap Satria menutup mulutnya takut salah berbicara,
"Kamu rupanya pemilik baru Cafe ini?" ucap Satria dengan terkejut, Tania hanya mengangguk tertawa,
"aduh boss maaf satria tadi hanya terpukau dengan kecantikan boss" ucap Satria menahan takutnya mengacaukan pekerjaan barunya,
" he'eh terusss?" ucap Tania sangat intens menatap Satria
"Hemm, terus , saya juga suka sama boss" ucap Satria langsung tancap gas
"Ahahah, dasar cowok ya bisa aja!, ayo balik bareng , tadi mobilku mogok makannya aku naik bus ,aku sudah tau kamu siapa, tapi kamu cowo berani juga ya?" ucap Tania menyalahkan keberanian Satria menggodanya,
"Maaf boss khilaf" tawa Satria , tangannya hanya bisa menyatu untuk mengurangi gugup satria
"Jadi gak makan bakso?" ucap Tania yang sudah bersiap pergi,
"Ayo boss,"
"Nia saja , akukan gadis yang kamu taksir, haha" ucap Tania dengan tawanya,
"Sip , Nia , ayo " ucap Satria dengan cepat menggandeng tangan Tania dan keluar dari kantor dan berjalan dengan cepat, Tania yang kaget dan heran bercampur dengan malu karena masih diarea kantor, melihat tangannya digandeng dan ditarik begitu saja oleh pria,
"Sattrriiiaaa, tunggu duluu" lirih Tania suaranya sangat pelan hingga mereka tiba di depan Cafe dan Satria melepaskan tangan Tania ,
"Kamu kenapa si Satria , tadi itu kita dikantor , akukan malu sebagai boss disana " ucap Tania malu
"oh iya, maaf Nia aku hanya bersemangat," ucap Satria dengan polosnya,
Mereka berdua akhirnya melakukan date dan menjalin kasih yang indah,
oke nice try jun ,