"datang tanpa kepastian dan pergi tanpa aba aba"
aku mungkin mencintainya namun aku tak tau apa dia juga mencintai ku... bodoh rasanya harus memiliki perasaan yang tak mungkin bersatu, bahkan beberapa kebohongan masih ia simpan dariku.... saat ia datang dikehidupanku kisahku pun dimulai....
saat senja tiba seperti biasanya aku akan pulang setelah bekerja part time disuatu restaurant, namun kali ini seolah ada yang berbeda, suatu aura yang dingin dan misterius seolah sedang mengintaiku dengan mata merahnya "apa itu vampire?" tegasku. namun ku tepis pikiran ku sesegara mungkin dan kembali fokus berjalan pulang
kini aku bukannya menemukan seorang yang misterius justru aku menemukan seorang pria terduduk lemas di pinggir jalan menuju rumahku, dengan keberanian ku yang cukup tinggi aku pun bertanya
"hey kenapa kau disini? dimana keluargamu?"
pria itu menggeleng lemah
"apa kau tak bisa bicara?"
dan lagi lagi pria itu hanya menggeleng lemah
"huh... baiklah ikut saja bersama ku, sekarang sudah mau hujan"
kali ini pun pria itu menggeleng
"aish tenang lah kau jangan takut begitu aku tak akan menyakiti mu" kata Aera menyamakan dirinya dengan sang pria yang terduduk
"b-benarkah?"
"wah suara yang indah!" Aera mengusap lembut rambut sang pria dan mengangguk pelan
"jadi sekarang ayo nanti kalau hujan kau bisa kedinginan"
akhirnya pria ini mengangguk pelan
"Haha kau orang yang unik"
*****
beberapa hari kemudian, Aera masih bersama pria itu namun anehnya pria itu sangat jarang bicara, siapa dirinya? dan mengapa ia selalu menghilang di malam hari? itulah yang ingin Aera cari tau
"jaemin..."
//jaemin menoleh//
"umm apa aku boleh bertanya padamu?"
//jaemin mengangguk cepat//
"apa kau memang tak suka bicara? lalu apa yang kau suka? dan kemana saat kau malam hari?"
// jaemin menoleh ke arah lain//
"a-apa k-kau m-marah?"
"sejujurnya tidak, bukan nya aku tak suka bicara namun aku terbiasa seperti ini dan dengan takdir seperti ini, aku menyukai sesuatu berwarna merah dan ia sangat manis"
"oh begitu, bagaimana dengan pertanyaan tetakhir?"
//jaemin kembali terdiam dan menggeleng cepat lalu pergi//
"Hah... baiklah aku yang akan mencari tau nya sendiri"
Jaemin pergi ke suatu tempat yang mungkin jarang dikunjungi seseorang, bahkan tak ada yang tau tentang tempat itu, Jaemin sekarang berubah ia berdiri gagah dengan jas merah dan mata nya yang merah padahal awalnya jaemin identik dengan warna imut/pastel namun setiap kali jaemin memasuki ruangan ini mengapa ia berubah?
"hah....." jaemin menarik nafas panjang
"kenapa? kenapa aku tak bisa menghisap darah Aera? kenapa? padahal itu syarat agar aku jauh lebih kuat! sebab Aera memiliki jenis darah yang cukup langka dikalanganku! Kenapa semuanya berubah!? kenapa aku tak sanggup menjalankan rencana awalku!? kenapa!?"
Jaemin menatap segelas darah segar dengan penuh amarah seolah ia ingin sekali memecahkan gelas yang ada di genggaman tangannya, ia memutar mutar gelas dengan bunyi "ting ting" yang diakibatkan cincin biru yang ia ketuk di gelas, Jaemin pun menegguk dan membuang gelas tersebut begitu saja, mata merahnya pun memudar dan sifat imutnya kembali. Jaemin pun memutuskan kembali ke tempat Aera
"Hey jaemin kemana saja kau!? aku---"
//jaemin melangkahkan kakinya pergi dengan cepat//
"ck dia kenapa? dan mengapa ada bekas darah di sudut bibirnya? apa dia habis brantem sama teman? hah sudahlah dia tak akan mau menjawab dan apa juga peduli ku"
//skip malam//
"aghhh aku penasaran tentang Jaemin! aku tak bisa menepis segala kemungkinan yang menggebu di pikiranku!"
Aera yang penasaran pun mengkuti Jaemin saat sudag tengah malam tepat, ia mengikuti langkah Jaemin dengan hati hati, sesampainya Jaemin di tempat nya ia berubah seperti pada awalnya, matanya merah, berjas merah dan ada ber gelas gelas darah segar manusia, Aera tersentak kaget dan berteriak secara spontan
"AHHHHHH!!!!"
//jaemin menoleh//
"HEY SIAPA DISANA!?"
"dari suaranya ku rasa itu Aera😏, baguslah dia menyerah kan dirinya sendiri pada diriku😏" kata jaemin pelan
Jaemin menelusuri keluar namun sama sekali tak ada bau ataupun jejak manusia disana
"sial! mengapa tidak ada!? harusnya ada!!!"
jaemin pun berlari menuju rumah aera dengan wujud yang masih sama yaitu vampire
"RARA KAU DIMANA HAH!? hm... aku mencium bau bau darah disini😏"
tapi saat jaemin menelusuri lebih jauh ia melihat Virla yang ingin memangsa aera hingga aera berdiri di sudut ruangan, ya virla adalah kekasih jaemin, Virla merupakan vampir sama persis seperti jaemin
"V-virla HENTIKAN!?"
"nana??"
"HEY LEPAS KAN DIA!?"
"kenapa!? apa masalah mu!? mengapa tak bisa!? apa kau mencintainya!?"
"hm....(aku tak tau perasaan apa ini, tapi yang jelas entah kenapa aku hanya bicara! mengapa aku tak bisa membuktikannya!?"
"AH SUDAHLAH AKU HAUSSS😏"
Virla mendekati aera dengan taringnya! dan....
"aghhhhhhh"
"n-nana!?"
ya benar jaemin tak bisa melukai Virla maupun membiarkan aera terluka, sehingga ia mengorbankan dirinya, namun secara vampire apabila sejenis menancapkan taring pada jenisnya maka keduanya akan menghilang secara perlahan, dan kini tubuh Virla sudah menghilang sepenuhnya dan jaemin masih sanggup bertahan sebab secara energy jaemin 4x lipat jauh lebih kuat dibanding virla
"JAEMIN!!!" aera menopang tubuh jaemin yang mulai lemas
"k-kenapa k-kau m-menangis? b-bukan k-kah k-kini h-hidup m-mu a-akan a-aman??"
"jaemin ku mohon jangan bicara begitu! Meski aku terkejut kau vampire namun aku terlanjur mengikat hati dengan mu😭😭"
"a-aera k-ku k-kira p-perasaan k-ku m-mulai t-terjerat d-denganmu t-tapi a-aku t-tak m-mungkin b-bersatu d-denganmu c-cari p-pasangan h-hidupmu! a-aku s,sadar a-aku m-mencintai m-mu s-saat a-aku d-diakhir h-hayat h-haha a-aku t-tak b-bisa m-menyakiti m-mu..."
"jaemin diamlah! aku mohon bagaimanapun bertahan! aku tak ingin kau pergi na jaemin!!"
"m-maaf! d-dan t-terakhir a-aku m-mencintaimu! y-yah a-aku m-mencintaimu!"
perlahan mata jaemin tertutup dan tubuhnya lenyap serta perlahan, tubuhnya sekarang lenyap dan terbang bagai debu, sedangkan Aera dihiasi dengan air mata saja yang terus mengalir
"JAEMIN!! MENGAPA KAU DATANG TANPA KEPASTIAN!!! KENAPA!?? SETIDAKNYA KAU YANG MEMBUAT KU JATUH CINTA!!! LALU KENAPA KAU PERGI NA JAEMINN!!! KENAPA!???APA MAU MU HAHHH!???JAEMINNN-AHHHH KUMOHON KEMBALIII😭😭!!! NA JAEMINN AKU MENCINTAIMU!!!!!!!!"
dan hari hari berlalu Aera semakin sedih ia hanya memandang memory kenangan tentang dia dan jaemin yang telah berlalu, dan bahkan hingga kini aera belum menemukan pujaan hatinya lagi yang bisa menggantikan jaemin.
~END~