Kiara dan Lio bertemu di kampus ketika mereka sama-sama menjadi pengurus untuk salah satu kegiatan intra-kampus. Mereka merasa cocok dengan satu sama lain dan mulai bertukar nomor telepon. Saat keduanya mulai berpacaran, mereka tahu bahwa ini akan menjadi kisah cinta terlarang karena perbedaan agama mereka.
Kiara adalah seorang muslim yang taat, sementara Lio adalah seorang Kristen yang taat. Keduanya memiliki prinsip dan ibadah masing-masing yang tidak bisa diremehkan. Mereka merasa senang bersama tapi tahu hubungan mereka akan dibatalkan oleh orang tua mereka jika diketahui.
Keduanya diam-diam bertemu dan terus mencari cara untuk membuat hubungan cinta mereka tetap berjalan. Namun, makin lama semakin sulit karena dua keluarga mereka bersikeras untuk mempertahankan tradisi dan agama.
Suatu hari, mereka memutuskan untuk saling memperkenalkan agama masing-masing. Lio memberi Kiara sebuah Alkitab dan menceritakan bahwa semua agama sebenarnya memiliki sama hal untuk menghormati Tuhan dan menjalani kehidupan yang baik. Kiara juga memberi Lio sebuah Al-Quran dan menjelaskan nilai-nilai islam. Keduanya berbicara tentang tulisan-tulisan agama mereka dan memperkuat hakikat Cinta kasih dari Tuhan yang sama.
Setelah berdiskusi, Kiara dan Lio menemukan solusi untuk menjalin hubungan cinta terlarang mereka. Mereka meresmikan hubungan mereka dengan menikah di sebuah gereja, dimana pernikahan itu dipandang sah bagi agama Kristen. Kiara juga meminta restu dari Imam dan menikah di masjid, dikarenakan pernikahan di gereja tidak diakui oleh agama Islam.
Di mata masyarakat, mungkin ini tampak kontroversial dan keterlaluan, namun keberanian Kiara dan Lio dalam mengekspresikan cintanya bertentangan dengan pandangan masyarakat yang masih memandang perbedaan agama sebagai hal yang paling pokok. Mereka percaya, jika suatu hubungan dicintai, semua halangan dan tantangan bisa dilewati dan dicapai bersama-sama.