"Maaf Lia..maaf"
Ardi memeluk aku dengan eratnya,tanpa mengatakan apa yang dia lakukan 5 tahun lalu.dia seolah menghilang tanpa kata perpisahan,tanpa mau lagi menoleh kebelakang.ardi yang kukenal adalah laki laki yang cerdas,tampan dan murah senyum tampak diam tak bisa berkata kata.matanya menunjukkan kesedihan yang mendalam.aku pun hanya bisa menatap sedih dan kecewa,disaat ini pertemuan kami kembali.
******
Ya,namanya Ardi teman dekatku semasa SMA dahulu.ardi dikenal anak yang tanggu dan cerdas selalu ceria.ia dekat denganku,sangat dekat sampai sampai aku dan Ardi disangka temanku pacaran.ah,apalagi mia teman sebangkuku yang suka gosip "cie cie,ngapain aja sih kamu Sama Ardi pasti muac muach" celetuk menggoda si Mia.
"Apain sih,muach muach.pikiranmu itu ngeres"ujarku
"Alah,kalian tu Deket masa iya gak pacaran.memang ada cowo cewe dekat tapi gak pacaran.mustahil"
"Ya memang gak kok.aku tu sama Ardi sahabatan"
"HM,ora percaya"Mia tidak percaya"Lia,lagian gak apa kok kamu sama Ardi pacaran wong mana tau si Ardi Suka sama kamu"
Entahlah, pikiran ku pun jadi memikirkan juga ucapan Mia.sambil mataku melihat langit biru cerah melalui jendela kelas.tapi kadang aku berfikir juga apa mungkin aku suka dengan Ardi,to bagaiman apa juga Ardi juga suka padaku.atau malah cintaku bertepuk sebelah tangan.atau hanya angan angan persahabatan seperti novel romansa bak drama Korea yang menggeliat.ha..,entah lah.namun beberapa hari ini aku gak melihat Ardi dikelasnya ya,apa mungkin ardi sakit ya,tapi kenapa absennya tertulis alpa ya tanpa keterangan.
****
Sudah 7 hari Ardi tidak masuk sekolah,aku penasaran kenapa Ardi tidak masuk sekolah dan tanpa keterangan.dan mencari tau kepada teman temannya di kelasnya namun tak ada jawaban.dan aku juga bertanya pada guru namunnya hasilnya nihil.karena tak ada jawaban lalu aku dan beberapa teman berlima,aku,Mia,Ferdi,Hasan,dan Ipul mereka teman sekelasnya mengunjungi rumah ardi.namun rumah itu pun sepi tidak ada orang."sepi banget,gak ada orang"ujar Ferdi celingukan
"Tanya Tonggo e ae lah"Hasan
"Tonggoe,ae neng ujung Kono omah e"Ipul
Sambil menunjuk,maklum rumah Ardi di ujung kampung bersebelahan dengan ladang kacang kacangan,karena orang tua Ardi adalah petani.
Kami berlima sepakat untuk bertanya kepada tetangga Ardi,hanya tampak 5 rumah disana.
"Permisi pak" kataku
Bapak bapak itu tengah duduk,dibangku panjang di teras rumahnya.tampak mereka cuman bertiga tak ada lagi orang selain mereka,yang lain tidak tahu kemana.
"Iya nak" bapak 1
"Kalo, boleh tau Ardi dan keluarganya kemana ya kok rumahnya kosong"
Hmm,bapak bapak itu cuma saling pandang satu sama lain.
Kami pun juga bingung
"Anak,gak tahu ya.."bapak 2,kali ini"..atau pura pura gak tau"
"He,maksudnya"kata Mia
"Aduh,gimana to mosok temennya gak tahu"
Kami pun bingung,sambil menggeleng
"Ardi,tidak disini lagi tapi di penjara saat ini"kata bapak 3 menjelaskan dengan lantang.
"Ha"kami terkejut bukan main tak kepalang mendengar perkataan bapak ini.ini kenyataan atau fiksi.ardi dipenjara.
"Ba.ba.bapak gak asal ngomong kan?" Ipul kali kali bertanya
" buat apa asal ngomong,kalo gak percaya tanya aja sama pak dusun itu.rumahnya di ujung kampung"bapak 2 menjelaskan
Kami hanya bisa diam,tak percaya dan shok kok bisa.
"Ardi,dia ..." bapak 1 agak ragu"..sudah membunuh bapaknya sendiri,dengan gagang pacul"katanya lagi.
Kami hanya bisa terdiam tak percaya,lemas mendengarnya karena tak percaya.teman yang ceria dan cerdas itu benar benar membunuh atau hanya di jebak.atau bapak bapak tadi hanya mengada ada cerita.atau entahlah..
Kami pulang kerumah dengan lemas,Tak percaya,dan sambil menangis.
Esoknya,1 sep 2018 berita itu pun turun.dari mulut ke mulut bahkan sampai koran, website sampai tv lokal.bahwa Ardi dipenjara karena kasus pembunuhan,Ardi membunuh ayahnya sendiri.karena sang ayah memukul ibunya ketika mabuk.dan karena Tak tega Ardi pun memukul kepala ayah memakai gagang cangkul hingga tewas.kami syok tak bisa berkata kata ,hanya bisa menangis dan menundukkan kepala.semua,bukan hanya aku,Mia,Ferdi,Hasan dan ipul.seluruh sekolah,sampai ibu kantin dan penjaga sekolah juga menangis.karena kami tau Ardi sebenarnya anak yang baik cerdas dan periang.namun apa mau dikata semua telah terjadi.
Kami berusaha mengunjungi Ardi dipenjara,namun Ardi tak mau menemui kami.penjaga penjara bilang Ardi tak mau ditemui.lau kami pun mengunjungi ibu Ardi dirumah sakit,ternyata si ibu sedang koma.jadi tak banyak dibicarakan oleh keluarga Ardi.
"Ibu Ardi,menderita tumor otak.sudah lama sekali.katanya,namun baru diketahui saat peristiwa itu.ketika dia pingsan."
Tutur banyak bude ros,adik ibu Ardi
"..mungkin slama ini cuma dikira sakit kepala biasa saja"
Tak lama pun kami pulang.aku dan teman teman lain tak mengira bahwa Ardi akan mengalami hal ini,bagai bom nuklir yang menghantam hirosima,tak ada yang tau kisah seseorang kedepannya.semua bisa berubah dalam sekejap mata walau tanpa tertidur atau berkedip.bahkan angin sepoi bisa berubah badai yang mengerikan.inilah kehidupan
Ujian akhir sekolah,harusnya kami jalani dengan bahagia karena akan lulus dan menjalani fase hidup selanjutnya,bekerja atau ke bangku kuliah.namun tidak bagi kami,apalagi putusan hakim terhadap Ardi telah keluar.ardi dihukum mati,keluarga pihak ayah Ardi bersikukuh keras atas hukuman itu karena mereka tak terima anak,adik,atau bahkan kelurga mereka mati dibunuh,walaupun pelakunya ada kepaonakan,cucu,dan saudara mereka.padahal Ardi tanpa sengaja melakukannya,karena tak tega melihat sang ibu dipukul ayahnya yang mabuk.semua hanya bisa diam tanpa kata.
Nampaknya,sang ibu yang tak sanggup lagi bertahan dari sakit dan komanya,akhiknya menghembus nafas terakhir.hari itupun hujan awan gelap menutupi sang mentari siang,seakan tak izinkan ia bersinar terang melihat keadaan.kami pun basah bersama penziarah lain di pemakaman,tak dapat lagi membedakan tangisan dan air hujan.semua menyatu.ardi dibalik penjara hanya bisa menangis sejadi jadinya,kesal,sesal,sedih kecewa bahkan perih hati menjadi satu.
*****
Hari berganti,kami tetap berusaha menemui Ardi dipenjara namun hasil nihil,Ardi tak kunjung ingin ditemui.mungkin rasa malu menyelimutinya.hingga,satu waktu ada seorang pengacara datang kepadanya untuk menolong dari hukuman mati tersebut.mr a simpati pada Ardi hingga ingin menolongnya.semua upaya dia lakukan untuk membabaskan ardi.kami semua pun gembira akhirnya ada orang baik yang mau menolong ardi.berita Ardi melalang buana sampai ke bapak bupati,semua bukti ditunjukan,saksi yang kuat dan simpatisan yang simpati.dan tentu dukungan kami.teman,sahabat dan sekolah.
Semua terbukti,Ardi tenyata membela diri saat ayahnya ingin memukulnya dengan botol kaca minumannya.namun ditangkis Ardi,saat ditangkis nya rupanya ayahnya tak rela Hinga ia berbalik menghajar ibunya Ardi ,memukul dan menendang perut,kaki dan kepalanya,saat itu lah Ardi kalap diambilnya gagang cangkul di balik pintu dapur lalu dipukul ayah "BUkkk"satu pukulan sang ayah tersungkur.
Menurut bukti lainny,ternyata ayah Ardi juga main wanita lain.tak jauh pula sang wanita adalah bekas perjodohan keluarga ayahnya dahulu.namun ayah Ardi tak menyukai dulunya,hingga ia memilih ibu Ardi walau tak disetujui.keluarga Ardi tak menyukai ibu Ardi karena berada di keluarga petani miskin,hingga mereka membencinya.mereka menganggap Ardi adalah pembawa sial karena semenjak Ardi lahir kehidupan ayah ibunya menambah menurun.ayah Ardi frustasi hingga membuat ia sering minum minum.dan akhir berselingkuh,keluarga sang ayah bukan memisahkan tapi malah menyetujui hubungan gelap putranya,dan mendesak agar bercerai dari ibu ardi.sungguh kasus rumit.
*****
Berkat bukti yang ada Ardi pun lolos dari hukuman mati dan hanya dipenjara 7 tahun saja,kami pun lega mendengar.namun keluarga ayah Ardi tampak tak terima.walau bgitu semua masih ada harapan.semua gembira,bersorak dan senang,karena kami tahu Ardi adalah anak yang baik,semua ia lakukan terpaksa untuk membela diri dan menolong sang mentari ya di hidupnya ini.namun tetap saja setelah itu Ardi tak mau juga kami kunjungi.tapi kami masih bisa saling melempar senyum bahagia di saat ruang persidangan.ardi duduk disebelah pengacranya dan kami duduk di bangku pengunjung
"Terima kasih" tampak samar samar dari bibir Ardi,sambil memandang aku dan lainnya.aku dan lainnya tersenyum mengangguk.bahagia walau masih ada sedih di dalam hati.rasanya aku ingin menghampirinya dan memeluk ardi.seraya mengatakan perasaan yang lama kupendam ini.namun belum saatnya
****
2juni2023,aku baru saja menyelesaikan kuliahku.mia dan Ferdi juga akan melangsungkan pernikahan mereka.aku juga tak tahu kapan mereka pacaran ya..
Ipul saat ini pun berada di tengah laut dan Hasan saat ini juga akan melanjutkan kuliah S2 nya di malaysia.semua begitu seolah cepat tanpa disadari.sesekali kami berterima kabar dan menanyakan hal 1 dan lainnya.melalui vidio Call semua begitu mudah.sesekali pun kami juga membahas Ardi bagaimana keadaanya.aku,Mia dan Ferdi pun tetap menjawab sama dia tak juga ingin dikunjungi.tapi kami maklum,stidak ada 2 tahun lagi kami bisa bertemu Ardi.
Ardi seakan menghilang ditelan bumi walau kami tau keberadaannya saat ini.namun hatiku juga tak kunjung menghilang malah bertambah penuh dan sesak akan kerinduan.
Pagi itu,saat akan pergi mengajar paud.seperti biasa aku berjalan menuju bus way.karena aku sekarang tinggal di ibukota provinsi ku.pagi Yang cerah seperti biasanya untuk memulai aktivitas.karena lusa aku harus mengajukan cuti Karana pernikahan si Mia dan Ferdi
"Besok,koe harus teko lia.gak iso nggak.awas kalo gak datang"
Ancam Mia melalui vidio call,maklumlah aku jarang pulang ke kampaungku karena kerjaan dan kuliahku.
Aku termenung ,dibawah langit pagi akankah aku dimasa depan juga merasakan hal sama seperti Mia dengan orang dicintai ataukah tidak.akankah hal itu terjadi,karena lelaki ku cintai saat ini ada dibalik penjara ahh entahlah.bukan itu..
Tak lama "Lia.." seseorang memanggilku,dari arah belakang.aku terkejut haru dan familiar suara yang memanggilku.suara yang aku rindukan selama 5 tahun ini.suara seseorang yang tak mampu ku ungkapkan perasaanku saat hari itu.aku berbalik dan terang saja adalah dia
Ardi,berdiri tegak di hapan ku.laki laki yang amat kurindukan.aku hanya bisa menangis tak percaya,bahagia haru semua seakan menyatu.kakiku bergerak sendiri seakan tak mengikuti otak ku yang mengatakan tidAk.aku berlari di pelukan Ardi,laki laki itu menyambutnya memeluk ku dengan erat.tubuhnya agak kurus,dan tinggi namunnya rambut nya rapi.dia menangis aku terisak di dadanya yang lebar
" kenapa,kenapa kamu baru datang sekarang.."aku terisak" ..kenapa kamu tak mau aku temui..aku rindu,di.rindu"
Ardi tambah memelukku erat tanpa ingin melepasnya.
"Maaf Lia..maaf"
Sang awan,yang tadi tampak cerah menyelimuti langit biru kini kembali berubah mendung,mengeluarkan titik titik rinti hujan perlahan seolah turut menyambut sang pangeran yang keluar dari pertapaan tahunannya.bagai mentari kecil dipelupuk mata hujan yan mengharukan kasih yang terbuai.
By.selpi
Rengat 10 Des 23