Namanya Kenan Adhiputra. Sering di sebut Ken itu seorang siswa 12 Mipa 3 dia juga seorang Daton Paskibra Di Sma Garuda Bakti Ilham yang di tempati dia sekarang. Bukan itu saja dia juga ikutan ekstrakulikuler Band,dan dia berposisi jadi vocalnya karena suaranya yang bikin merdu di telinga.
Setiap hari dia latihan Paskibra setelah pulang sekolah, terkecuali di hari jumat. Di hari itu dia latihan Bandnya , setiap ada acara Bandnya selalu ikut serta dan selalu menang dalam perlombaan karena suara, kekompakan, membuat mereka jadi keren di mata semua orang siswa siswi sekolahan.
“Ken ada yang nyariin lo tuh”. Ucap Gilang Teman sebandnya datang bersama temen temen yang lainnya, dia ini sebagai gitaris.
“siapa?”. Tanya ken penasaran.
“Hai!, aku nyariin kamu ternyata disini”. Ucap Dhara muncul dari arah lorong, Dhara ini adalah pacarnya kenan saat kelas 10 dan sekarang masih berhubungan.
Dhara melihat ke belakang kenan disana ada pintu kelas 12 mipa 5, diapun mengerutkan keningnya. “Kamu... ngapain kesini?”.
“Ra dia ngebet banget pengen kita pindah latihan keruangan ini”. Jawab Rehan sebagai Gitaris juga.
“larang dia cepat Ra, ini tempat serem banget bjir”. Ujar Nizar sebagai pemegang keybord.
“lagian kenapa harus disini sih ken, kan masih banyak ruangan yang kosong”. Ucap Janu menimpali juga tidak mau diam aja, dia ini sebagai drummer.
Ruangan mereka yang dulu di tempati,dilarang sama kelapa sekolah karena bakal di jadiin tempat ruang BK otomasis kenan dan yang lain nyari tempat yang kosong, dan kenan mengusulkan di kelas 12 mipa 5, kenapa dikelas ini, karena dia penasaran yang bakal terjadi setelah masuk ke dalamnya, apa benar rumor itu benar atau salah.
Kenan berdecak kesal, pada temen temennya yang terus mengomelinya. Kenan perlahan membuka pintu kelas 12 mipa 5 itu, tapi dhara menarik tangan kenan sehingga kenan menutupi kembali.
Kenan mengusap tangan dhara pelan sambil tersenyum. “Gapapa ra ini masih siang. Gak usah takut, gak akan ada yang terjadi”.
“nekat banget sih bjir, gue udah denger yang aneh aneh disini waktu lewat sendirian. Masih gak percaya?”. Ujar gilang, karena dia ini penakut orangnya jadi mudah overthingking.
Kenan hanya tersenyum saja mendengar gilang terus berbicara, diapun kembali membuka pintunya, Dia masuk kedalam di ikuti juga yang lainnya di belakang.
Debu Debu diruangan berhamburan, kursi bangku yang rapi tapi banyak kotoran di mana mana, sehingga sarang laba laba pun bermunculan di atap atap.
Dulu sebelum kenan dan yang lainnya masuk SMA. Kelas ini sudah jadi angker, katanya siswi kelas ini di bully sehingga menyebabkan dia bunuh diri di sini pada malam hari. Siapapun yang masuk ke ruangan ini, dia akan hilang untuk beberapa waktu setelah itu ketemunya hanya tinggal nama, makanya itu siswa siswi maupun guru, tidak mau masuk keruangan ini.
“Kita harus beresin ini semua sebelum matahari terbenam”.
“ken yang bener aja sih ini beresnya aja pasti malam malam”. Ujar Nizar
“Kalo gak mau yaudah, gue bikin vocalis sendiri”.
“Bukan itu ken ah lo mah keras kepala”. Ucap Gilang prustasi dengan kenan yang tidak mau mendengarkan temen temennya.
“kalian takut tentang rumor itu?. Tenang aja kali itukan udah lama kejadiannya, buktinya kita masih aman aman aja disini”. Jawab kenan yang mulai dengan aktivitasnya.
Dari mulai menyapu lantai, kenan lanjut membereskan bangku kursi sendirian, sementara yang lain hanya diam memperhatikan dengan takut akan suasana kelasnya.
Dhara yang gak tega itu langsung membantu kenan menggeser geserkan kursinya, Nizar berdecak pelan lalu ikutan juga membantu, sehingga yang lainnya juga ikutan membereskan yang lain.
Waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIB mereka masih menata posisi alat band mereka. Hawa hawa kelas pun udah terasa dingin dan berbeda membuat gilang sang penakut itu bergidik ngeri, bukan gilang saja tapi yang lain juga ikutan bergidik, terkucali kenan dia biasa biasa saja sambil membenarkan microphonenya.
Gilang!!....
Gilang bergeser ke Nizar dan memegangnya erat setelah mendengar suara bisikan itu, membuat nizar berdecak. “apasih pegang pegang”.
“Eungg ken balik yu takut gue”. Rengek gilang
Gilang!!...
“tuh ah ada yang manggil manggil gue!!”.
“Itu halusinasi lo aja gilang, karena lo penakut jadi salah pendengaran”. Ujar kenan.
Beberapa menit kemudian tiba tiba lampu yang bergantung itu berkedip kedip membuat yang lain merinding, kecuali kenan dia tenang tenang saja, menurutnya koslet.
“ken bjir balik!!”. Gilang yang udah gak tahan dia lari menuju pintu, tapi tiba tiba saja pintu itu tertutup sendiri, otomatis yang lain kaget dhara yang tadinya sama antengnya kayak kenan sekarang teriak ketakutan memegang lengan kenan erat.
“Ken tuh kan gue udah bilang, ini tempat gak bener. Lo mau mati hah?”. Ujar janu kesal sekarang.
Kenan menghiraukan ucapan janu, sementara gilang memegang gagang pintu mencoba membukanya.
“gak bisa dibuka bjir kekunci”.
“kita lewat jendela aja”. Ujar kenan yang disetujui yang lain, saat melangkah ke arah jendela luar, tiba tiba suara tangisan terdengar jelas di telinga mereka, mereka melihat ke arah yang menangis itu, ternyata dhara menangis dengan menunduk ke bawah.
“Ra...”. Kenan menepuk pundak dhara pelan, tapi setelah itu di tepis kuat.
Hiks hiks..
Gilang yang mulai ketakutan ini melirik sana sini, saat matanya melihat sesuatu di belakang dhara dia teriak,Otomatis yang lain juga ikutan melirik dan teriak apa yang mereka lihat.
Ada sosok perempuan memakai baju seragam yang sama seperti mereka, rambut terurai, leher membiru bekas cekikan, pipinya yang sobek bekas sayatan pisau dan masih belumuran darah.
Tiba tiba sosok itu menghilang, gilang bergegas menuju pintu untuk mendobraknya, tapi untungnya yang tadinya terkunci sekarang bisa kebuka, gilang buru buru membuka pintu saat dibuka..sosok itu muncul dengan segera mencekik gilang dan mendorongnya kedalam. Gilang saat ini kesusahan bernapas, sementara yang lain panik, dhara yang masih menangis dengan posisi berdiri dan menunduk.
“siapaun kamu, tolong lepasin temen saya!”. Kenan dengan khawatir dan juga takut itu memberanikan diri untuk berjalan ke arah gilang dan sosok itu.
Saat kenan mendekat tiba tiba suara benda jatuh, mata kenan serta yang lain teralihkan memasktikan, ternyata hanya buku buku berjatuhan. Saat kembali ke gilang... gilang hilang di hadapannya.
“Gilang!!.. gilang!!”. Teriak kenan serta yang lain memangil gilang tapi tidak ada jawabban.
Saat kenan berbalik, tiba tiba sosok itu muncul lagi dan tersenyum ke arahnya, perlahan kenan mundur, tapi dengan gesit sosok itu mencekik kenan kuat.
“Ken, woy, ken bangun bjir”.
Kenan terbangun dengan terngah ngah, napasnya memburu, dia melihat sekitaran ada gilang di sisinya, kenan sangat lega ternyata hanya mimpi.
•••••••