"Alhamdulillah kita bisa kerja di bagian mesin uang ya pul ",ucap Udin dengan raut wajah yang sangat bahagia.
"Iyah dong Din kita orang terpilih padahal kita cuma lulusan sekolah dasar yang kebetulan menemukan dompet menager bank ",sahut Saipul .
"Yoi pul Alhamdulillah emang rezeki ma nggak kemana walau cuma sekolah sampai SD tapi kita bisa kerja di mesin uang ,wah bakal kaya kita pul bakal punya rumah besar dan mobil banyak ",timpal Udin .
"Aamiin din kita harus segera pulang dan kasih tau emak bapak kita din ",sahut Saipul sambil memegang pundak Udin .
"Wahhhhh Iyah tuh pul harus ,supaya orang tua kita bangga sama kita pul apalagi kita ini anak semata wayang mereka wahhhh bisa geger ni kampung kita pul kalo tau Udin dan Saipul jadi pegawai mesin uang .ucap Udin dengan wajah penuh dengan senyuman yang lebar .
"Nahhhh sekarang kita harus beli baju yang bagus din supaya besok menghadap menager kita nggak malu ",ucap Saipul
"Tapi bagaimana pul aku hari ini baru dapet dua puluh ribu hasil dari menyewakan tiker tadi ",sahut Udin sambil menggaruk garuk kepala yang tidak gatal .
"Wah aku juga baru dapet tujuh puluh lima ribu Din,tapi nggak apa apa Din kita harus semangat lagi masih ada waktu sampe sore Iyah nggak pasti dapet Din ",ucap Saipul penuh percaya diri .
"Sippppp mari semangat pul "sahut Udin
"Nah gitu dong ok sekarang kita nyebar aja ya kamu ke sana aku kesana ",ucap Saipul .
"Sippppppp oke pul ",ucap Udin
Prooooooook suara tangan yang beradu .
"Semangat sobat besok kita sudah bisa mencetak uang sendiri jadi tidak harus bersusah payah memanggul tiker tiker ini ",ucap Saipul dengan wajah yang begitu ceria .
"Semangat juga sahabat kita buat hari ini adalah perpisahan kita yang termanis dengan tiker tiker kita ini ",sahut Udin sambil menjau dari Saipul
"Okkkkk bay semoga hari ini cerah seperti mimpi kita ....",ucap saipul sambil melambaikan tangan .
*****
Tiker tiker tikernya Bu .....",ucap Udin kepada setiap ibu ibu yang sedang berkunjung di pantai daerah Jawa .
Nakkkk nakk tiker ",ucap ibu ibu dari sudut tempat Udin berdiri .
"Alhamdulillah siap Bu",jawab Udin sambil berlari.
"Berapa harga sewa satu tikernya ?",tanya ibu ibu muda yang penampilannya seragam dan kompak bagaikan anak SD yang harus di tandain supaya tidak hilang .
"Lima ribu Bu untuk dua jam ",ucap Udin .
"Kalo begitu saya sewa tiga ya nak ",ucap ibu ibu muda sambil menyerahkan uang lima puluh ribuan .
"Alhamdulillah ini Bu kemablianya ",ucap Udin sambil menyerahkan uang tiga puluh lima ribu .
"Nggak usah nak kasep buat kamu saja kembalianya ",ucap ibu ibu yang lainya sambil mengedipkan mata ke arah Udin .
"Astagfirullah"ucap Udin dalam hati .
"Sudah saya gelar Bu tikernya saya tinggal ya Bu Assalamualaikum ",ucap Udin berlalu meninggalkan rombongan ibu ibu baju samaan .
"Walaikumsalam salam jawab ibu ibu dengan begitu kompaknya.
"Alhamdulillah tinggal tiga tiker lagi nih harus semangat supaya bisa beli baju baru biar tambah ganteng dan gagah buat besok kerja di mesin uang ",ucap Udin penuh dengan rasa semangat .
Waduhhhhhhh apa tuh biru biru kaya uang lima puluh ribuan tapi uang siapa ya jatoh,aahhhhhh lumayan buat tambah tambahan ucap Udin sambil melirik kekiri dan kakanan memastikan bahwa uang tidak berpemilik.
Tanpa ragu di lempar sendal Udin dengan ayunan kaki yang telah terlalih dalam hal berburu uang tak bertuan .
Passss Alhamdulillah emang rezeki hari ini ",ucap Udin saat uang sudah di genggam .
Hmmmmmm enaknya di buka di toilet aja ya soalnya kalo di sini rawan ucap Udin.
Sambil menyelam minum air si ini ma pas toilet umum di depan pisan lagi .
Ehhhh bang ijo numpang buang air kecil bang ",ucap Udin saat sudah masuk pintu penjagaan toilet .
"Boleh pas tuh kosong sebelah pojok tapi walau kita ini satu kampung tetap bayar ya Din kan bisnis dan sahabatan dua hal yang berbeda ",ucap bang ijo sambil tersenyum.
"Tenang bang untuk hari ini saya bayar dua kali lipat nih tiga ribu", ucap Udin sambil menyerahkan uang logaman lima ratusan enam keping .
"Nah ini baru bisnis senang saya berbisnis dengan anda", ucap bang ijo masih dengan senyum lebarnya .
"Hadeeeuuuh untung nemunya biruan jadi masih untung ",ucap Udin dalam hati .
Krekkkkkkk. . . Pintu kamar mandi terkunci.
Hmmmmmm berapa lembar ya kok duitnya di lipet liper jadi penasaran ini ",ucap Udin ngomong sendiri .
Assssseeeeeeeeemmmmmmmmm duit mainan walah rugi tiga ribu kalo begini caranya ",gerutu Udin saat tau uang yang di temuin uang mainan .
"Gimana Din udah di lepasin semua tuh yang ada di tengki ",ucap bang ijo saat Udin sudah berada di meja kerja bang ijo.
"Udah bang sampe kering krontang malah ",ucap Udin dengan wajah yang di tekuk kesal akibat tertipu uang mainan .
"Wahhhhh enteng itu Din berarti ",ucap bang ijo lagi .
"Enteng bang apalagi abis rugi tiga ribu "ucap Udin sambil memanggul kembali tikernya .
"Aneh tuh bocah tadi gaya gayaan bayar dua kali lipet sekarang rugi sebenarnya yang di buang air dalam toren apa duit si ",ucap bang ijo ngomong sendiri.
Apeeees apeeeessss kencing kaga bayar dua kali lipat gerutu Udin sambil menendang botol yang ada di atas pasir pantai .
Tukkkkk . . . Adawwwww siapa nih lempar lempar botol ucap bapak botak yang sambil berjemur kaya lumba lumba .
"Maaf pak maaf saya yang lempar ",ucap Udin jujur sambil mengambil botol yang tadi di tendang Udin .
"Maaf maaf kepala saya sampai botak ni kena botol ",ucap bapak bapak yang marah sambil memegangi kepalanya yang botak .
"Loh maaf pak bukanya kepala bapak emang botak ya ,kok bisa kena botol jadi botak ?",tanya Udin begitu polosnya .
"Oiya ya pala saya emang botak , maksud saya benjol bukan botak tadi typo penulis aja biar lucu ",ucap bapak bapak botak yang udah tidak lagi megang kepalanya .
"Waduh pak sekali lagi saya mohon maaf pak saya tidak sengaja pak tadi niat saya mau buang botol ini ke tempat sampah yang di ujung sana ",ucap Udin mencoba mengeles dari masalah rumit yang nggak tau bisa sampai sejauh itu.
"Ya wissss gapapa tapi lain kali kalo masih jauh jangan di lepas botolnya buang pelan pelan di tempat sampah ",ucap bapak botak yang malah nasehati Udin .
"Iyah pak terimakasih ",ucap Udin yang mencoba merayu dengan mencium tangan bapak berkepala botak .
"Yaudah hati hati ",ucap bapak berkepala botak .
Siiiiiuuuuuuuuuuwww tuuuuuk aduuuuuuhhhh apalagi ini ",ucap bapak kepala botak untuk yang kedua kalinya kena botol di kepala botaknya .
"Kenapa lagi pak? ", Tanya din yang belum terlalu jauh meninggalkan bapak berkepala botak .
"Pala saya kena botol lagi asemmm bener siapa lagi ni yang lempar botol ",ucap bapak kepala botak dengan wajah marah tapi terkesan lucu dengan kumis lelenya .
"Maaf maaf pak saya tidak sengaja pak melemparkan botol itu ucap Saipul sambil berlari ke arah bapak kepala botak dan yang ternyata nendang botol bekas adalah Saipul pelaku kedua sekaligus teman Udin .
"Haduuuuuh lain kali kalo mau buang sampah di samperin dulu dong nak tempat sampahnya jangan main lempar kena pala saya ni lihat jadi dua benjolan kan ",ucap bapak kepala botak memperlihatkan kepalanya kini bertambah benjolannya akibat kena double kill.
Bersambung. . . Di eps selanjutnya ya
Jangan lupa dukungan dan maafnya bila ada salah tanda baca dalam penulisan
Author masih anak bawang dan kampungan
Terimakasih . . . . .