Hai! namaku Elva Ardelia, aku seorang kelas 10 dari SMA Nusantara 2, aku mempunyai kemampuan spesial untuk melihat hal yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, meski begitu aku selalu menyembunyikan itu, aku hanya ingin hidup normal seperti orang lain. Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah baru rasa takut dan malu bercampur aduk, kelasku seperti kelas buangan berada di pojok belakang. Saat aku melangkah masuk ke kelas suasana di kelas ini suram, tapi… ada satu bangku di pojok belakang yang suasananya bagus, maka aku memilih untuk duduk di bangku itu. Semua siswa dan guru sudah datang kelas akan segera dimulai, awalnya semua biasa saja tiba tiba ada bisikan tepat di telingaku "aku tahu kau bisa melihatku" terdengar seperti suara laki-laki. Aku berusaha untuk tenang dan seolah tidak terjadi apapun, sampai dia menunjukkan wujudnya, aku tetap sibuk dengan apa yang kulakukan aku hanya merasakan bahwa dia menunjukkan wujudnya, aku seolah tidak memperdulikannya padahal dalam hatiku sudah gelisah, aku menoleh untuk melihatnya dengan alasan berbicara dengan teman dan dia sudah menghilang, sampai akhir pelajaran dia tidak kelihatan lagi aku merasa lega. Kringg…kring.. bell pulang berbunyi, aku segera membereskan buku dan pulang, di sepanjang jalan sampai rumah semua baik baik saja. Malam yang dingin dan sunyi dengan suara air yang memainkan musik dari luar aku meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas matematika, aku sudah mencoba berbagai macam cara untuk menyelesaikan tugas ini, tapi jawabannya selalu salah, ketika aku ingin menyerah aku mendengar suara.
“Jelas saja salah, soalnya saja salah” suara yang sama saat aku mendengarnya di kelas tadi pagi, aku memastikan (apa benar soalnya salah, dia hantu bisa teliti juga) ucapku dalam hati, benar saja soal yang ku tulis itu salah! maka aku menghitung ulang jawabannya itu benar “Akhirnya selesai juga, lelah sekali hari ini”.
Waktu berjalan begitu cepat, sudah hampir 3 bulan aku bersekolah di SMA ini, sosok laki-laki itu pun selalu mengikutiku kemanapun, dia percaya kalau aku tidak bisa melihatnya, aku berfikir mungkin tak semua hantu itu jahat, ketika aku berada di taman sekolah sendirian aku mencoba untuk memberanikan diri berkomunikasi dengannya.
“Ya, aku bisa melihat dan mendengarmu” ucapku dengan ragu.
Dia muncul di sebelahku dengan senyuman yang khas, mata indah berwarna coklat, rambut hitam pekat, kulitnya seputih susu, hanya saja dia sangat pucat, tinggiku saja hanya di bahu dia, dia juga mengenakan seragam yang sama denganku.
“Aku selalu merasa kau tau aku di sisimu, kau bisa melihatku” dia berbicara dengan senyuman yang terus dia perlihatkan.
“Maaf, aku hanya ingin hidup seperti orang lain, aku ingin hidup normal, oh ya namaku Elva”, jawabku sambil menatap matanya, meskipun aku melihat kesedihan yang mendalam di matanya dia tetap tersenyum menatapku.
“Namaku Kiel Lavendra, ketika kau dalam bahaya panggil saja aku maka aku akan muncul di depanmu dan melawan semua yang menyakitimu cantik”, aku tertawa mendengar perkataannya, siapa yang tidak tertawa hantu saja bisa seperti itu, Kiel hanya terkekeh melihatku.
Aku selalu diganggu sosok sosok yang tidak jelas, karena mereka tau aku bisa berkomunikasi dengan Kiel, Kiel yang selalu mengusir mereka dan melindungiku, aku bahagia mengenal kiel. Satu tahun telah berlalu, kini aku memasuki kelas 11, aku telah melalui masa masa yang menyenangkan mengenal kiel, aku juga mempunyai teman yang sangat dekat bernama Ghea Adelia, kami menjadi akrab karena nama belakang yang hampir mirip, tapi aku belum yakin untuk bercerita dengannya. Suatu hari aku sedang berada di kelas sendirian, ya menurut mereka aku sendirian namun bagiku aku ditemani Kiel Si Hantu Tampan, saat itu Ghea masuk ke kelas dan melihatku berbicara sendiri, dia memberanikan diri untuk mendekat kepadaku dan bertanya, saat aku menyadari Ghea mendekat aku langsung menolah dan Kiel berada disampingku.
“El, kau berbicara dengan siapa?”, El adalah nama panggilan yang dia berikan untukku.
“Duduk sini, aku akan memberitahumu, aku tau kau bisa dipercaya” jawabku sedikit ragu. Aku menghela nafas perlahan “Ghea, bisakah kau merahasiakan ini?”, dia mengangguk dan menungguku untuk bicara
“Aku mempunyai kemampuan melihat sosok” aku menjawab sambil tersenyum, Ghea terkejut,
“Sejak kapan kau punya itu?” bertanya dengan heran padaku.
“Aku sudah dari kecil bisa, hanya saja aku mengabaikannya, seolah aku tak bisa melihat mereka, Ibuku pernah bilang (flashback) saat orang tuaku tau aku bisa melihat makhluk halus, aku selalu diganggu makhluk jahat, hampir setiap hari aku selalu menjerit ketakutan, sampai ayahku bersikeras untuk menutup mata batin ku, aku sudah dibawa ke kyai, ke orang pintar namun mereka hanya memberitahu jika mau ditutup bisa, namun ini sangat beresiko nyawa untukku, aku memang sudah tidak bisa melihat makhluk halus tapi bisa saja aku malah bergabung dengan mereka jadi mau tidak mau aku harus menerimanya, dulu aku penakut aku tidak diperbolehkan sendirian kemanapun itu, aku diperbolehkan sendiri saat aku SMA ini, akhirnya aku bertemu dengan teman hantuku” aku bercerita dengan tersenyum, Kiel yang tersenyum melihatku.
Ghea mengerti dan menawarkanku untuk ditutup mata batinku paman Ghea orang ahli yang bisa membantuku,, kata paman Ghea itu akan berbahaya jika aku sampai terlalu dekat dengan hantu, aku tidak berani cerita kalau aku sudah sampai mulai mencintai hantu, aku bimbang aku ingin berhenti diganggu tapi aku masih ingin bisa melihat Kiel, Ghea memahami kalau aku sedang bimbnag antara aku takut tapi aku mau, Ghea memberiku waktu agar aku memikirkan secara matang. Semakin lama teman teman yang lain mulai menyadari aku berbicara dan tertawa sendiri aku dianggap aneh oleh mereka bahkan aku sampai dibully oleh teman temanku. Ghea selalu membelaku untungnya Ghea tidak ikut dibully karena ku, Kiel selalu meminta padaku agar dia bisa menolongku, tapi aku tidak memperbolehkannya, aku takut—aku takut jika harus pergi dariku aku takut dituduh pelihara hantu. Ghea selalu meykinkanku untuk menutup mata batin ini, tapi aku tak tau, ya entahlah aku belum rela untuk itu. Mereka semakin hari semakin keterlaluan dari hanya cacian dan hinaan menjadi tamparan dan pukulan, aku hanya bisa diam dan menerimanya, guru yang melihat pun tidak bicara apapun dan hanya diam. Perasaan lelah dan menyerah selalu datang menghampiriku, perasaan ingin mengakhiri ini semua selalu muncul di pikiranku. aku berada di taman sekolah dengan luka di seluruh badan, aku tidak berani bicara dengan ayah maupun ibu, angin bertiup kencang membelai rambutku aku sedang meratapi hidupku dan tidak memperdulikan siapapun di sebelahku, Kiel menghampiriku
“Aku tau kau lelah Elva, bagaimana kalau kau ikut denganku?” tawaran itu membuatku menoleh menatapnya,
“Apa kau bisa membawaku? aku lelah dengan semua ini Kiel, bawalah aku pergi” aku menjawab dengan suara serak dan air mata yang mulai keluar membasahi pipi.
"Ikutlah denganku" sambil menggandeng tanganku dan membantuku berdiri untuk melangkah. Clinggg… tiba tiba aku berada di tempat yang indah sekali seperti surga dan ada sebuah rumah di tempat ini, dia mendekatkan wajahnya ke dahiku dan menciumku.
"Tinggallah disini bersamaku, kau akan bahagia, aku akan melindunginya, aku akan selalu ada untukmu" lalu mencium kedua mataku secara bergantian.
Aku mengangguk untuk tetap bersamanya, dia mulai tersenyum lebar, tentu saja dia tersenyum lebar karena selama ini dia sendirian tidak ada seorangpun yang menemaninya di sini, hatiku berkata (aku akan berada di sini menemanimu Kiel kau tidak akan sendiri lagi aku berjanji). Aku ditarik masuk ke dalam rumah itu, dia memperlihatkan isi rumahnya padaku rumah itu besar dan indah, semua yang berada di sini, indah dan sangat tenang, aku memilih berada di sini terlepas dari hal yang menyakitkan untukku, aku menatap Kiel
"Kiel, terimakasih kau sudah hadir di hidupku, terimakasih telah menjadi teman terbaik untukku, aku menyukaimu Kiel" ucapku dengan tangisan bahagia.
"Aku juga mencintaimu Elva, sangat mencintaimu, mari hidup bersama sama" jawabnya sambil memelukku, aku pun membalas pelukannya. Sedangkan di alam yang sebenarnya ada berita yang sampai di rumahku, berita tentang seorang siswa kelas 11 dari SMA Nusantara 2 meninggal dunia akibat dibully temannya, ibu dan ayah yang mendengar berita itu pun sangat sedih, tapi aku tidak tau bahwa aku sudah tidak ada di dunia nyata, yang aku tau aku telah bahagia. Terimakasih Banyak Kiel..
END