Pagi hari cerah di sebuah bandara internasional yang ramai, tinggal seorang remaja perempuan bernama Mia.
Mia adalah seorang traveler ia selalu terpesona dengan keramaian dan kegembiraan di bandara. Setiap kali melihat pesawat lepas landas atau mendarat, hatinya berdebar-debar karena keinginan untuk menjelajahi dunia.
Siang itu, ketika Mia sedang menunggu penerbangan, dia melihat seorang pria misterius dengan topi fedora yang terlihat sangat mencolok di antara kerumunan penumpang. Pria itu tampak sibuk berbicara dengan seorang petugas bandara, Mia merasa ada sesuatu yang tidak biasa....
Tak disangka pria itu adalah teman kuliahnya yang berasal dari luar negeri namanya Dimas. Ia begitu tampan dan membuat pikiran Mia melayang karena ketampanannya itu.
꒰ঌ(ㅇᗜㅇ)໒꒱⑉♡ [Ekspresi Mia]
Wah, sepertinya Mia terkejut dan senang melihat Dimas di bandara. Mungkin ada perasaan khusus yang timbul dalam hatinya. Sambil berusaha menenangkan diri, Mia mendekati Dimas dengan senyuman.
Mia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat bertemu dengan Dimas di bandara. Mereka berpelukan erat dan saling bertukar cerita tentang kehidupan masing-masing sejak terakhir kali mereka bertemu. Dimas menjelaskan bahwa dia sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Mia merasa begitu bahagia karena bisa bertemu teman kuliahnya yang sudah lama tidak mereka jumpai.
Ketika mereka duduk di salah satu cafe di bandara, Mia memperhatikan betapa Dimas telah berubah sejak mereka terakhir kali bertemu. Dia terlihat lebih dewasa, percaya diri, dan memiliki pengalaman yang menarik selama di luar negeri. Mia merasa tertarik untuk mendengar lebih banyak tentang petualangan Dimas dan bagaimana pengalaman itu telah mengubahnya.
Sambil menyeruput kopi, Mia bertanya, “Dimas, ceritakan padaku petualanganmu di luar negeri. Aku sangat penasaran dengan semua yang telah kau alami.”
Dimas menjawab pertanyaan Mia dengan menggebu-gebu “Aku pergi ke Tokyo dan berkuliah di sana mengambil fakultas seni dan sains, tidak hanya belajar di kampus aku juga belajar berbagai hal di luar seperti kuliner, budaya, serta bahasa mereka yang kental sekali sangat jarang kulihat dari masyarakatnya yang dapat berbahasa asing seperti Indonesia, inggris, dll.”
“Wow, itu terdengar sangat menarik, Dimas! Pergi ke Tokyo dan berkuliah di sana pasti akan memberikan pengalaman yang luar biasa. Aku bisa membayangkan betapa serunya belajar tentang seni dan sains di kota yang kaya akan budaya seperti Tokyo.” Kata Mia.
“Tentu saja, selain belajar di kampus, menjelajahi kuliner, budaya, dan bahasa lokal juga sangat penting. Tokyo memiliki banyak hal menarik untuk ditawarkan, seperti makanan lezat, festival tradisional, dan tentu saja bahasa Jepang yang unik dan kaya.” terang Dimas.
“Aku sangat mengagumi semangatmu untuk belajar hal-hal baru di luar lingkungan kampus. Itu adalah cara yang hebat untuk memperluas pengetahuan dan pengalamanmu.” kata Mia.
“Kamu benar Mia dan sekarang aku pulang karena telah lulus dan aku sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu di Indonesia? Apa kamu sudah memiliki pasangan hidup?” Tanya Dimas.
“Aww, terima kasih sudah bertanya, Dimas. Kabarku di Indonesia baik-baik saja. Aku merasa senang bisa melanjutkan pekerjaanku sebagai designer dan mendengar kabarmu yang positif hari ini.” Jawab Mia.
“Tentang pertanyaanmu mengenai pasangan hidup, saat ini aku masih menikmati hidup sendiri dan belum menemukan pasangan yang tepat. Aku percaya bahwa segala sesuatu akan terjadi pada waktunya, dan aku tetap terbuka untuk menjalin hubungan yang spesial di masa depan.” tambah Mia.
“Bagaimana denganmu, Dimas? Apa kabar cintamu saat di Tokyo? Apakah kamu telah menemukan seseorang istimewa di sana?” Tanya Mia penasaran.
“Aku belum menemukan yang cocok dengan ku dan karena itu aku kembali berharap setelah kerja nanti mendapat pasangan.” Jawab Dimas spontan.
“Aku mengerti, Dimas. Terkadang memang butuh waktu untuk menemukan seseorang yang benar-benar cocok dengan kita. Tidak perlu terburu-buru, karena hal-hal terbaik seringkali datang pada saat yang tepat.” kata Mia.
“Saat ini, fokuslah pada karirmu dan mengejar impianmu. Ketika kamu mencapai kesuksesan dalam pekerjaan, siapa tahu di sepanjang jalan kamu akan bertemu dengan seseorang yang istimewa. Sambil menunggu, jangan lupa untuk tetap membuka hati dan menjalin hubungan yang berarti dengan orang-orang di sekitarmu.”
“Ingatlah, kebahagiaan dan kecocokan dalam hubungan tidak hanya tergantung pada keberadaan pasangan, tetapi juga pada bagaimana kita menjalani kehidupan kita sendiri. Jadi, teruslah bersemangat dan percaya bahwa di masa depan, kamu akan menemukan seseorang yang akan melengkapi hidupmu dengan indah.”
“Aku selalu ada disini Mas untuk mendukungmu. Jika ada hal lain yang ingin kamu ceritakan atau diskusikan, jangan ragu untuk mengatakan.”
Dimas dan Mia pun pergi ke rumah masing-masing.
***
Setahun setelah kembali ke Indonesia, Dimas dan Mia merencanakan petualangan ke Gunung Bromo untuk menikmati keindahan matahari terbenam.
Mereka berdua tiba di Bromo dengan semangat yang tinggi. Udara segar dan pemandangan yang menakjubkan membuat mereka terpesona. Mereka memilih untuk naik ke puncak gunung untuk mendapatkan pandangan terbaik.
Saat matahari mulai turun, langit berubah menjadi kumpulan warna yang indah. Dimas dan Mia duduk di tepi jurang, menatap kejauhan sambil menikmati momen yang magis. Mereka saling berbagi cerita dan tawa, merasakan kedekatan yang semakin erat di antara mereka.
Saat matahari benar-benar terbenam, langit malam terbuka dengan jutaan bintang yang bersinar terang. Dimas dan Mia terpesona oleh keindahan alam yang begitu memukau. Mereka berdua merasa sangat beruntung bisa berbagi momen ini bersama-sama.
Setelah menikmati keindahan malam di Bromo, mereka turun dari puncak gunung dengan hati yang penuh kebahagiaan. Petualangan ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi Dimas dan Mia, menguatkan ikatan persahabatan mereka.
Dengan senyum di wajah mereka, mereka berjanji untuk terus menjelajahi dunia bersama dan menciptakan kenangan indah lainnya. Petualangan di Bromo hanya awal dari banyak petualangan yang menanti mereka di masa depan.
Setelah turun dan berada di dalam mobil Dimas menunjukkan sebuah kotak kecil dan ia melamar Mia dengan sebuah cincin.
“Will you marry me Mia Puspita Sari?” tanya Dimas pada Mia.
Mia terkejut dan terharu melihat tindakan yang romantis ini. Hatinya berbunga-bunga dan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menjawab dengan tulus, "Ya, Dimas, aku mau menjadi pendamping hidupmu."
Momen itu dipenuhi dengan kebahagiaan dan cinta yang tulus. Dimas dan Mia merasa begitu bersyukur telah menemukan satu sama lain dan siap untuk memulai babak baru dalam hidup mereka.
Mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah mereka. Kebersamaan mereka semakin erat, dan mereka berencana untuk merencanakan pernikahan mereka dengan penuh semangat.
Cerita cinta Dimas dan Mia terus berkembang, dan petualangan mereka di Gunung Bromo menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan mereka menuju kebahagiaan bersama.
❀Tamat❀
Titimangsa : Jonggol, 19 November 2023