"Hosh.. hosh... Hoshh...",nafasku terengah-engah yang sedang terburu-buru berangkat ke sekolah baruku. "Gawat!!, Aku harus cepat, jangan sampai terlambat kali ini".
Namaku Rania kelas 1 SMA. Aku bersekolah di SMA Krisopras, sekolah yang dikenal sebagai sekolah elit. Dengan beasiswa yang kudapatkan, aku berhasil masuk ke sekolah favoritku. Waktu sudah menandakan pukul 6 pagi, dan aku hanya bisa berlari untuk menuju ke sekolahku. "Bruakkkk!!!", Aku tak sengaja tersandung batu yang ada ditengah tengah trotoar. "Hei, apa kau baik baik saja?", Ucap salah satu seorang murid SMA yang sama sepertiku. "Ahh, aku teledor, maafkan aku ya, aku malah merepotkanmu.", Ucap permintaan maafku. "Iyah tidak apa apa kok, lain kali hati hati yah". Aku terkejut melihat kakak laki-laki yang ada dihadapanku. "Tampan sekali kakak ini, siapa ya namanya?", Tanya ku dalam hati. "Yaudah aku duluan, hati hati dijalan jangan sampai jatuh lagi.", Ucap kakak tampan itu padaku. Yap hatiku berbunga bunga melihat wajah tampannya. Aku ingin mengetahuinya lebih dalam lagi. Akupun tak banyak pikir, aku melanjutkan perjalanan ke sekolahku dengan cepat.
*Setibanya di sekolah*
"Wahhh ternyata ini sekolahnya, bagus banget lapangannya juga besar.", Kagumku. Aku melihat taman bunga di sekolahku, berkeliling di daerah taman sekolahku. Tanpa ku sengaja, aku melihat seorang laki laki yang sama persis dengan kakak laki-laki tampan yang kutemui di perjalanan tadi. Aku melihatnya dari jauh, Yap aku sangat penasaran sehingga aku mengambil fotonya secara diam diam. Dan entah dari mana ada seseorang yang menarikku dari belakang.
"Hei, hei coba liat ada anak baru yah, culun banget sih hahahaha...",Jessy menarikku hingga jatuh ke tanah.
Salah satu teman kelasku yang bernama Jessy, dialah yang suka membullyku mulai dari awal masuk ke sekolah ini hingga kelulusan.
"Haduhh haduhh, apa kamu baik baik saja", Jessy mengulurkan tangannya.
Waktu itu kukira ia anak yang baik baik hingga aku percaya pada ucapannya. Dengan percaya aku menggapai tangannya.
"Ihh jijik deh, jangan menyentuhku dan ingat culun, jangan sesekali kamu merebut Rafa dariku.", Ucap Jessy dengan mendorongku jatuh.
Aku meneteskan air mataku, ya...aku lemah dalam mental. Aku terduduk diam dan berpikir, apakah ini awal mula aku masuk kedalam sekolah baruku?
Aku berdiri dan melanjutkan langkahku untuk masuk kedalam kelasku.
"Pagi anak anak yang luar biasa", ucap guruku.
"Pagi Mis", jawab salam dari teman teman kelasku.
"Anak anak kali ini kita kedatangan murid baru, semoga kalian bisa berteman dengan akrab."
"Wahh, siapa kira kira?, Perempuan atau laki-laki ya?", Ucap penasaran teman teman kelasku.
Aku melangkahkan kakiku dikelas dan...
"Ehh, dia? Apa benar?, Dia seperti orang culun"
"Iyah, iya bener banget, kok bisa masuk ke sekolah elit seperti ini ya haha?"
"Beasiswa mungkin, kita ngga boleh kalah pintar dari dia"
(Ucap teman temanku sekelas)
Hatiku sakit, ya aku sadar diri kok kalau aku culun tapi aku ngga mau dengan gayaku yang culun seperti ini dibuat bahan pembullyan
"Hai teman teman, kenalin aku Rania aku pindahan dari sekolah-"
"Mis, dia culun seperti ini bagaimana bisa masuk ke sekolah elit kita Mis?", Tanya salah satu seorang murid.
"Jaga mulutmu Daniel!!, Jangan sembarang bicara, Rania murid beasiswa yang tidak biasa, dia pintar dalam segala mata pelajaran. Jaga tutur katamu, jangan sekali kali berbicara seperti itu lagi, apa kamu paham Daniel?", Dengan marah guruku berbicara seperti itu pada muridnya.
"Baik Mis", jawab teman kelasku.
Jam istirahat telah tiba, aku mau beranjak ke kantin sekolahku
"Hah.. hari ini banyak kejadian yang ngga terduga, ada ada aja deh." Ucapku dengan hati yang lelah.
"Hei, culun!! Kita bertemu lagi, mau makan yak, ayo kesini bareng kami", Jessy mengajakku makan.
"Ka-kau ngapain mengajakku makan?",tanyaku.
"Duh, bisa ngga sih jangan banyak bicara?!"
"I-iyah", dengan lugunya aku mau diajak.
Jessy dan teman temannya mengajakku kesuatu tempat. Dan tempat itu...
"Kamu ini ingin membawaku kemana, tempat apa ini?".Tanyaku sekali lagi.
"Hehehe....hahahaha sikat cuy!!"
Ya sekali lagi aku dibully habis habisan. Tubuhku basah kuyup karena tersiram air keran dan rambutku pun yang panjang dipotong sembarangan.
"Apa apaan kalian, hentikan, jangann!!! Jangan rambutku, TIDAKKKKK!!!", Aku berteriak.
"Hentikan!!!!, Ada apa kalian ini siapa dia, kenapa Jessy, kenapa kau mengganggunya?", Ucap Rafael yang datang tiba tiba karena terdengar teriakanku.
"A-aku tidak suka dengannya, dia membuatku cemburu. Dia juga tadi mengejekku wanita murahan.", Ucap Jessy.
"Apa?!, kapan aku bilang seperti itu, tidak..aku tidak mengejekmu, kau lah yang membullyku."
Tanpa basa basi, Rafael menggendongku dan ingin pergi dari tempat itu.
"Mau kemana kamu Rafa?, Aku berkata jujur, dia juga mengambil fotomu dengan diam diam. Rafa... Rafaa!!!", Ucap Jessy dengan marah.
"Aku akan mengurusmu nanti Jessy.", Ucap Rafael.
Aku pun digendong oleh kak Rafael dan aku cukup tenang disisinya. Setelah beberapa lama dia menurunkanku di luar ruangan untuk ganti baju.
"Dengar!, Apa kau benar benar mengejek Jessy?", Tanya Rafael padaku.
"Tidak kak, aku tidak mengejeknya. Dia yang memulai terlebih dahulu."
"Lalu apakah apa benar kamu mengambil fotoku secara diam diam?!", Tanya Rafael sekali lagi.
"Kalau itu, ya itu benar aku suka dengan kakak dan aku mengambil fotomu, maaf jika aku tidak ijin terlebih dahulu."
"Aku tidak suka dengan apa yang kamu lakukan!, Sembarangan mengambil foto orang tanpa ijin, aku tidak suka dengan orang SEPERTIMU.", Dengan kesal Rafael pergi meninggalkanku.
Aku sungguh sedih karena kak Rafael tidak suka denganku, ya tapi itu memang salahku. Seharusnya aku minta ijin dengannya, tapi aku malah mengambil fotonya dengan diam diam. Aku mengganti seragamku dan masuk kelasku dengan hati yang kecewa.
*Didalam kelas*
"Kuy kuy, katanya besok itu hari ulang tahunnya kak Rafa yah?"
"Kak Rafa murid populer itu ya?"
"Iyah kak ganteng itu loh, kamu mau ngasih apa nih kadonya?"
"Kayaknya aku kasih cokelat aja deh sama surat ucapan"
"Surat ucapan atau surat cinta tuh"
"Hahahaha"
Aku mendapat informasi dari teman teman kelasku, bahwa besok adalah hari ulang tahunya kak Rafael. Akupun berpikir untuk memberinya hadiah, dan itu juga sebagai ucapan maafku.
*Bel sekolah telah berbunyi, waktu sudah menandakan jam pulang murid murid sekolah SMA Krisopras*
Sebelum aku pulang kerumah, aku mampir kesebuah toko permen coklat dan membeli beberapa coklat ditoko itu, dan tidak hanya di toko permen coklat, aku berkeliling ketoko lainnya untuk membeli tepung dan bahan bahan roti untuk membuat kue ulang tahun untuk kak Rafael.
"Wahh sepertinya sudah cukup ini, sekarang aku akan pulang dan akan mempersiapkan semuanya.", Dengan semangat aku ucapkan.
Karena aku sangat suka dengan kak Rafael bisa dibilang sudah jatuh hati, dengan baik baik aku membuatkan kue ulang tahun dan surat ucapan dengan spesial.
"Akhirnya sudah jadi semua, ini sudah rapi dan ini juga sudah, sepertinya sudah semuanya deh".
Setelah mempersiapkan semuanya aku tertidur dengan menunggu datangnya hari esok.
*Fajar telah tiba*
"Hoamm (menguap), wahh dah pagi nih, ayo berangkat ke sekolah!!", Dengan semangat kuucapkan.
*Tiba disekolah*
Aku menunggu kak Rafael datang ketaman. Tak sabar aku ingin memberikan hadiah yang telah kupersiapkan semalaman untuknya. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kak Rafael datang bersama kerumunan perempuan perempuan yang mengelilinginya dengan membawa hadiah juga. Aku berusaha memberanikan diriku untuk memberi hadiah ini padanya. Aku mendekatinya tetapi banyak perempuan perempuan yang saling dorong mendorong untuk memberi hadiah mereka kepada kak Rafael.
"Eee, permisi tolong jangan mendorongku"
Tak ada yang mau mendengarkanku sehingga akupun mencoba untuk menerobosnya.
"Heii, apa apaan kau ini, kau menginjak kakiku."
"Aduhh, siapa sih yang mendorongku?"
"Bisa ngga jangan dorong dorong"
Aku pun menghiraukan mereka, aku terus berjalan maju hingga sampai tepat dihadapan kak Rafael.
"Kak, eee… aku ingin memberikan hadiah ini kepada kakak, ini juga sebagai permintaan maafku.", Ucapku.
*Seketika hening, semua orang melihat ke arahku.*
Tak lama kemudian kak Rafael menerimanya dan melihat isinya.
"Brakk…(hadiah yang kubuat dibuang kelantai), apa ini?, Sudah kubilang aku ngga suka caramu yang seperti ini. Ngga perlu kamu kasih hadiah untukku, aku ngga mau menerimanya.", Ucap kak Rafael dengan kesal.
"T-tapi kak, itu adalah hadiah yang kubuat semalaman, aku membuatnya dengan spesial, aku suka dengan kakak.", Ucapku.
"Hahahah…..,lihat dia bilang suka, bodohnya anak culun itu, apa dia ngga sadar bahwa dirinya seperti itu yang ingin mendapatkan kak Rafa?", Ucap salah satu perempuan.
"Cihhh, kau benar benar merusak hariku, aku ngga suka jika kau didekatku apalagi menjadi pacarmu, aku sudah muak denganmu, pergilah dari pandanganku!!!", Ucap Rafael dengan marah besarnya.
Akupun tercengang, dan lari secepat mungkin, dengan menahan air mata yang menetes dipipiku. Aku berlari hingga menuju teras atas disekolahku.
"Hiks..hikss aku malu ya Tuhan, mengapa aku ditolak mentah mentah seperti itu?, Kenapa!!!, Aku harus bagaimana hiks…hiks…",aku menangis dan ingin mencoba melompat dari teras itu, tetapi kemudian…
"Bukkk.."(aku ditarik seseorang hingga aku terjatuh kelantai teras atas)
"Heii, kau ini apa apaan sih, ada apa dengamu??", Seorang laki laki yang menolongku dengan kesal dia marah padaku.
"S-siapa kamu?", Tanyaku.
"Aku tidak ingin ada korban di sekolah ini, maka dari itu jangan macam macam disini. Kamu ini ada masalah apa sih cerita sini, jangan malah menyelesaikan nya dengan bunuh diri". Ucapnya.
Aku terdiam sejenak, melihat kakak laki laki itu. Aku masih sakit hati, dan akupun meneteskan air mataku kembali.
"Hiks…hikss ughh a-aku tak sanggup menahannya",ucapku.
"Hahh.. kau ini, menangislah kau akan lega setelahnya."
"Huaaaaaa, aku benci ini semua, mengapa harus seperti ini huaaaaa.", Tangisku dengan keras.
"Sudah kau harus kuat, tak apa, kau pasti bisa"
Kakak laki laki itu memelukku dan menepuk nepuk punggungku selayaknya anak kecil.
*Tak lama kemudian*
"Aku Nathan, murid sekolah sini, aku angkatan kelas 3, kau boleh memanggilku kakak, jika kau ada masalah ceritain ke kakak, jangan dipendem", nasihat dari kak Nathan padaku.
"Ya kak, terimah kasih atas nasihatmu. Maaf ya kak telah membuatmu khawatir.", Ucapku dengan lemah.
"Iyah ngga papa kok. Eem mau ngga besok kuajak jalan jalan berdua?"
"Apa?, Ee boleh deh kak, emangnya kita mau kemana kak?", Tanyaku.
"Ada deh, kamu ikut aja ada beberapa tempat yang ingin kakak kunjungi bersamamu", ucap Nathan.
"Ehm, oke deh aku ikut aja, oh ya by the way namaku Rania kakak, aku kelas 1 SMA", Ucapku.
"Ouu, masih kecil dong", jailnya kak Nathan.
"Aku bukan anak kecil lagi kak, aku dah gede, masa dibilang anak kecil sih", ucapku dengan kesal tapi aku senang aku mempunyai kakak kelas yang baik padaku.
"Hahaha memang tubuhmu sudah besar, tapi pemikiranmu masih anak anak"
"Ihh kakak loh"
"Hehehe udah udah, sekarang kamu masuklah ke kelas, bel udah berbunyi tuh.", Ucap kak Nathan.
"Oke, terimakasih banyak ya kak"
"Iya, semangat yah adik kecilnya kakak hehehe", ucap kak Nathan dengan senyum hangat.
"Siapa yang menjadi adik kecilmu wleee", ucapku dengan wajah ceria.
*Bel sudah menandakan untuk pulang*
Aku segera pulang kerumah, ditengah perjalanan menuju rumah, aku bertemu dengan kak Rafael, dan aku memasang muka cuek, menghindarinya dan pergi tanpa melihatnya.
"Apa an sih, sok cuek", ucap kak Rafael.
Aku menghiraukan ucapan itu, hatiku sudah sakit, aku tak mau kejadian itu teringat kembali, dengan hati yang sudah lelah aku bergegas pulang kerumah.
*Sesampai dirumah*
"Nia, kamu sudah pulang ya?, Segera kerjakan tugasmu ya, mama akan membuatkan kamu cookies kesukaanmu.", Ucap ibuku.
"Wahh makasih ma, aku akan kerjakan sekarang."
*Didalam kamar*
"Ya ini harusnya seperti, dan aku harus memindahkan rumusnya seperti ini, dan hitung hitung…, siappp!!!, Akhirnya selesai juga.", Ucapku
"Sudah selesai ya, seperti yang mama duga nak, mama bangga denganmu, ini cookiesnya dimakan yah."
"Iyah ma, terimah kasihh ma."
"Iyah"
"Oh ya ma, besok sehabis pulang sekolah aku di ajak kakak kelasku ma, kesuatu tempat ma, boleh ngga ma aku pergi?", Tanyaku.
"Apa?, Baru pertama masuk sekolah dah punya kenalan kakak kelas nih, siapa namanya?, Apa dia orang baik?", Tanya ibuku.
"Namanya kak Nathan ma, dia kakak kelasku dia kelas 3 SMA ma, dia lah yang menolongku tadi waktu aku mau melompat dari atap"
"Piarrrr!!!", Piring yang dipegang ibuku jatuh kelantai.
"Apa yang kamu lakukan, ngapain kamu ke teras atas?, Apa kamu sudah gila Nia?, Ada apa cerita ke mama mengapa kamu hampir melakukan tindakan bodoh itu?", Ucap mamaku dengan marah.
"Maaf ma, jadi tadi pagi aku….."
Aku menceritakan semuanya kepada mamaku.
"Jadi seperti itu ma, maaf ma aku menyembunyikannya dari mama".
"Plakkkk", suara tamparan yang melayang dipipiku.
"Nia…, mama ngga bermaksud seperti ini padamu, kamu masih sekolah!!, Kamu fokus pada pelajaranmu, apa kamu lupa dengan tujuanmu?, Kenapa harus anakku yang dibully Tuhan, apa karena anakku seperti anak culun yang mereka katakan.", Ucap ibuku dengan marah bercampur sedih.
"Ma… aku minta maaf ma, aku ngga akan mengulanginya lagi ma, aku janji."
"Nia, kemarilah….(ibuku memelukku), apa kamu ingin pindah sekolah sayang?, Mama ngga mau kamu dibully seperti itu, mama akan laporkan ke kepala sekolah SMA Krisopras, mama akan lapor jika anak mama dibully.", Ucap ibuku.
"Jangan ma, aku ngga mau pindah, itu adalah sekolah favorit Rania ma, dan… mama jangan laporkan ke kepala sekolah ma, Jessy dia adalah murid kesayangan kepala sekolah Krisopras ma, kita kalah derajat ma dengan Jessy, dia anak orang kaya ma, dari keluarga yang kaya, kita bisa apa ma?". Ucapku pada ibuku.
"Tapi, mama ngga tega kamu dibully seperti itu nak", ucap ibuku.
"Mama tenang aja, Nia akan melawan mereka ma, Nia akan mencoba untuk melawan mereka, Nia ngga mau kalah, Nia ngga mau dibully seperti itu terus ma, jadi Nia akan berjuang agar ngga dibully terus sama Jessy ma."
"Apa Rania yakin?, Apa Rania bisa melakukannya nak?", Ucap ibuku dengan ragu.
"Ya, Rania yakin ma, Rania juga mempunyai seorang kakak yang begitu baik pada Rania ma, aku yakin tidak apa apa ma, Tuhan selalu menjaga Rania ma, mama yang mengatakannya pada Rania kan?"
"Ya mama mengatakannya, mama yakin Tuhan akan selalu melindungimu nak."
"Iyah ma, mama tenang aja ya, Nia akan baik baik aja kok."
Setelah perbincangan yang begitu lama akhirnya akupun tidur dipangkuan ibuku.
"Syahhhh", angin sepoi-sepoi yang masuk kedalam kamarku membuatku bersemangat dipagi hari.
"Mam, aku berangkat ya", ucapku.
"Iyah, hati hati ya Nia"
"Iya ma"
*Sesampai disekolah*
"Duarrr!!"
"Ayammm", kagetku
"Hahahaha, lucu banget sih bilang ayam", kak Nathan.
"Kak Nathan loh ngaggetin mulu dari kemarin.", Ucapku
"Ehh kapan?", Tanya nya.
"Kemarin waktu menarikku."
"Ohh itu, kalo ngga kakak tarik kamu dah jatuh tuh dari teras, makanya kakak tarik kamu".
"Ohh, kakak nanti siang jadi kah?", Tanyaku.
"Jadi dong, tunggu aja nanti kuajak jalan jalan sepuasnya sampai adiknya kakak seneng banget.", Ucap kak Nathan.
"Kakak kok baik banget sih sama aku?, Padahal aku dibenci sama temen temen."
"Karena Rania itu anaknya baik, dan ngga sombong walaupun pintar dalam segala mata pelajaran."
"Kakak kok bisa tau aku anak beasiswa?"
"Tau dong kak Nathan gitu loh".
"Hahahaa Iyah Iyah…, oh ya kak boleh ngga kak Rania menganggap kak Nathan sebagai kakaknya Rania?", Tanya ku.
"Boleh dong, kakak juga sudah menganggapmu sebagai adik sendiri kok, kakak juga ngga punya banyak teman, lihat.. kakak juga sama kayak kamu kakak juga seperti anak culun",ucap kak Nathan.
"Menurut Rania ngga tuh, kakak kalau melepaskan kacamata kakak pasti ganteng".
"Ehh kamu kok bisa tau sih".
"Rania gitu loh"
"Yahh Rania loh"
"Hahahaha, Iyah Rania tau lah waktu kakak menarikku kan kacamatanya kakak jatuh tuh, Rania bisa liat wajahnya kakak tanpa memakai kacamata", ucapku.
"Ohh Iyah kah, yaudah deh kalau gitu makasih yah, yaudah kamu masuk sana, baik baik di kelas yah", ucap kak Nathan.
"Oke kak"
*Didalam kelas*
"Wah wah, habis deketin kak Rafa, sekarang kak kakak culun itu, pfftt murahan banget sih". Ucap Jessy yang iri padaku.
Aku menghiraukannya dan duduk diam dikursi kelasku.
"Hehh kamu berani mencuekanku kurang ajar"(mau menampar wajahku)
"Pakkk!!" Aku menahan dengan tanganku.
"Siapa yang kurang ajar sekarang?", Tanyaku.
"A-apa? Beraninya kau berbicara seperti itu.", Ucap Jessy.
"Huhh, aku ngga mau berurusan dengan orang sepertimu.", Jawabku.
"Kamu!!!!"
"Ngikkkkk" pintu kelas terbuka dan guru masuk ke kelas.
Jessy menahan amarahnya dan kembali ketempat duduk. Pelajaran mulai berlangsung, dan aku siap mengikuti pelajaran hari ini dengan semangat.
*Jam istirahat sudah datang*
Aku mencari sebuah kursi kosong untuk kududuki. Dan tanpa ngga sengaja aku melihat kak Nathan duduk sendirian dipinggir taman sekolahku. Aku mencoba menghampirinya.
"Kak, kok sendirian? Mana teman temannya kakak?", Tanyaku.
"Oh Rania, Iyah kakak mau makan ini, temen temennya kakak masih olahraga dilapangan basket, kakak makan duluan karena udah laper.", Jawab kak Nathan.
"Ohh yaudah kak makan bareng aku."
"Tumben ngajak hehehe"
"Hehe Iyah kak, lagian aku juga ngga ada temen yang mau makan bareng aku."
"Yaudah makan bareng kakak aja", ucap kak Nathan.
Lama sekali kami makan dan berbincang bincang tentang pengalaman yang di alami kak Nathan. Kak Nathan menceritakan pengalamannya yang sama denganku, ditolak oleh seorang perempuan yang cantik dan akhirnya….
"Apa!!?, Jadi kakak ini…."
"Sttttss, diem diem aja jangan kasih tau siapa siapa okeh, hanya kamu yang tau, janji kakak adik okeh, jangan dilanggar ya"
"Oke oke kak, Rania akan jaga rahasia., Ucapku dengan kaget.
"Hmm bagus deh, kakak ceritakan padamu karena kamu juga sama seperti kakak, jadi kakak ngga mau kamu mengalami apa yang kakak alami waktu itu, kakak percaya kamu bisa menjaga rahasia ini jadi Kakak ceritakan padamu.", Ucap kak Nathan dengan sedih.
"Kak, aku janji ngga akan bocorin ke siapa siapa kak, tentang keluarganya kakak juga aku rahasiakan, Rania janji", janjiku yang tak akan kulanggar.
"Makasih ya Rania", ucap kak Nathan.
"Akulah yang berterima kasih pada kakak, kakak telah banyak membantuku"
"Hehehe bukan apa apa kok"
*Bel masuk telah berbunyi*
Aku dan kak Nathan kembali ke kelas masing masing dan Jessy bersama teman temanya sedang mempersiapkan jebakan lagi buatku. Aku tak akan bodoh untuk kedua kalinya. Aku membuka pintu secara perlahan. Tak kusangka ia menaruh ember yang berisi air diatas pintu kelasku, lalu aku membanting pintu dengan keras sehingga ember itu terjatuh ke arah Jessy yang dekat dengan pintu kelas.
"Byurrrr", ember yang telah dipersiapkannya telah jatuh keatas kepalanya sendiri.
"Huahahahhaha, basah kuyup tuh Jessy", teman kelasku tertawa semua.
"Rania, kamu sengaja kan?", Tanya Jessy dengan kesal.
"Kamulah yang sengaja menaruh ember agar aku yang kejatuhan air yang telah kamu siapkan", jawabku.
"Argggg kamu!!!!", Jessy hampir memukulku.
Tapi… sudah dilerai dengan teman kelas laki lakiku. Aku pun kembali duduk tenang, Jessy yang basah kuyup menuju ke ruang ganti.
"Kringggg kringgggg", bel pulang telah berbunyi. Aku bersiap untuk diajak jalan jalan dengan kak Nathan.
Sesampai di depan gerbang sekolahku….
"Ayo Rania, kita berangkat.", Ucap kak Nathan.
"Iyah kak."
Aku diajak kesesuatu tempat dan apakah tempat itu? Yap, sebuah kap salon kecantikan.
"Kak, kita kenapa kesini kak?", Tanyaku.
"Udah ikut aja, kamu pasti suka."
"Tapi ini kan-
"Sttttss udah, mbak tolong jadikan adikku secantik bidadari", ucap kak Nathan.
"Apa?, Kak kakak bercanda kan?"
"Ngga kok, kakak serius."
Setelah beberapa lama menunggu didalam ruang kecantikan, akupun keluar dan menatap diriku dicermin.
"I-ini apakah ini diriku?, Aku tak mengenalinya, dia sungguh anggun, apa ini diriku?", Aku bertanya kepada kakak yang meriasiku.
"Ya ampun kamu cantik sekali setelah diubah sebagian potongan rambut, dan perawatan wajahmu. Kau seperti peri sekarang.", Ucap kakak yang meriasiku.
Kemudian…
"Rania apa kamu sudah sele……sai", kak Nathan tercengang melihatku.
"Kak?, Kakak!!", Aku memanggil kak Nathan yang melamun melihatku.
"Ahh Iyah, maaf apa ini adikku?", Tanya kak Nathan.
"Ihh kakak, ini aku Rania kakak tak mengenaliku kah?", Tanyaku.
"Sungguh kau beda sekali, Rania lebih cantik sekarang, tak sia sia aku membawamu kesini.", Ucap kak Nathan.
"Jadi kakak membawaku kesini karena ingin mengubahku ya?"
"Ya, Rania benar apa Rania suka?"
"Ehm tentu saja suka, Rania sangat suka."
"Bagus deh kalau begitu."
"Makasih banyak ya kak, aku malah merepotkanmu.", Ucapku.
"Ngga kok, yang penting adiknya kakak bahagia kakakpun juga ikut bahagia.", Ucap kak Nathan.
Setelah ke salon, kami pun makan bareng, dan melanjutkan perjalanan untuk berbelanja dan pulang.
Sesaat diperjalanan...
"Nia...bolehkah kakak jujur padamu?", tanya Nathan
"Boleh kok, emang kenapa kak?"
"Jujur aja beberapa hari yang lalu sebelum kau melewati pintu gerbang sekolah kakak melihatmu sebagai murid baru disekolah kita, waktu itu kakak teringat pada adik kakak, ia mirip sepertimu", ceritanya
"Jadi selama ini kakak udah memperhatikanku semenjak pertama kali aku masuk sekolah?",tanyaku
"Yaps bener banget, maaf jika lancang, tapi entah mengapa kakak selalu khawatir dengamu saat kakak dengar kamu dibully sama Jessy, maka dari itu kakak selalu membuntutimu, memastikan agar tidak terjadi apa-apa padamu, kakak minta maaf pa-"
"Terima kasih ya kak",ucapku
Ia hanya menatapku, kebingungan kenapa diriku berterima kasih padanya.
"Sungguh kak, makasih banyakk yahh atas selama ini,Nia bersyukur bisa kenal dengan kak Nathan. Sungguhh", ucapku dengan memancarkan senyum yang lebar.
"Kau ini...",ucapnya sambil mengelus kepalaku.
"Baiklah ayo kita pulang, mamamu pasti sudah menunggumu",lanjutnya.
Kamipun tiba didepan rumahku.
"Mamaaaa, kami pulang", ucapku.
"Iyah bentar, tunggu… kami?, Dengan siapa Nia pulang"
"Ceklekk"(pintu terbuka)
"Rania kau dengan siapa pulang keru-
"Mama, aku pulang"
"Kamu Nia?", Tanya ibuku.
"Ma, ini aku Nia ma, mama ngga kenal?"
"Astaga putri mama cantik sekali hari ini, lihatnya bidadari secantik ini adalah putriku, siapa yang meriasmu secantik ini sayang?", Tanya ibuku.
"Kak Nathan…..", panggilku.
"Ya?, Ohh Tante, kenalin Tante saya kakak kelasnya Rania, Nathan."
"Jadi kamu yang diceritakan oleh Nia.", Ucap ibuku.
"Iyah ma, ini kak Nathan. Kakaklah yang mengubahku dan merubah diriku menjadi seperti ini. Baik kan ma kak Nathan?".
"Makasih ya nak Nathan, kamu baik sekali sih, ayo masuk dulu Tante buatkan kamu cookies dan teh hangat", Ucap ibuku.
"Ngga usah Tante, Nathan ngga enak sama Tante., Ucap kak Nathan.
"Haduhh nak, Tante yang ngga enak sama kamu, kamu dah merubah anaknya Tante menjadi luar biasa seperti ini, ayo udah masuk., Ucap ibuku.
"Iyah Iyah Tante"
Hari mulai malam, akhirnya kak Nathan pulang kerumahnya.
"Nia, dia baik banget ya orangnya. Mama suka banget sama anak itu, dia juga ganteng banget, udah ganteng baik sopan lagi, mama suka deh.", Ucap ibuku dengan senang.
"Hehe Iyah ma, kak Nathan udah ku anggap sebagai kakak sendiri ma, tanpa kak Nathan mungkin aku sudah mati waktu itu.", Ucapku.
"Hahh kamu ini, baik baiklah dengan ya oke"
"Iyah ma"
*Keesokan harinya*
"Wahh siapa itu?, Cantik banget sumpah."
"Kayak peri, gilaa itu kayak Rania deh?"
Semua orang melihatku
Aku masuk ke kelas dan yahh bertemu Jessy lagi tiap harinya.
"Ra-Rania?, Ngga, ngga mungkin kamu Rania", ucap Jessy yang tak percaya padaku.
"Benar sekali, aku Rania si Culun itu Jes", sindirku.
"Ngga kamu kok…." , Jessy sangat kesal denganku.
"Hei Rania mau ngga kamu jadi temanku?"
"Iyah, Rania ayo berteman denganku."
"Boleh kok, makasih ya teman teman", ucapku.
"Rania ayo kita belajar bareng"
"Rania ayo nanti makan bareng bersama kami"
"Ahh Iyah ayo makan bareng nanti."
Teman temanku saling merebutkanku. Aku sangat senang bisa berteman dengan mereka. Jessy yang terlihat begitu kesal denganku yang sekarang dihindari dari teman temannya.
"Jessy?, maukah kau berbaikan denganku?", Tanyaku.
"Apa?, Aku… jangan harap kita bisa akrab." Jessy menolakku dan berlari.
*Waktu istirahat*
Aku dan teman temanku makan bareng dan tidak lama kemudian….
"Rania kamu berani menganggu Jes-
"Hmm apa?", Tanyaku.
"Kau Rania?", Tanya kak Rafael.
"Iyah kenapa kak?"
"Kau cantik sekali, mau ngga kamu jadi pacarku?, Maaf tentang kemarin lalu itu aku-
"Ga, maaf aku menolak kak", jawab singkatku.
"Apa mengapa?", Tanya balik kak Rafael.
"Kakak tanya kenapa?, Sekarang Rania tanya kenapa waktu itu kakak menolakku!, Apa karena aku culun dan lugu waktu itu?", Ucapku.
"Itu kan karena-
"Teman teman aku pergi dulu ya aku lupa mengambil minum", sela-ku.
"Ahh Iyah hati hati ya Ran"
"Iyah"
Aku pergi ketaman dan Rafael tetap mengejar ku.
"Rania!!, tunggu... aku bilang sekarang kamu boleh menjadi pacarku"., Ucap kak Rafael.
"Ya, tapi sekarang aku ngga suka dengan kakak lagi.", Ucapku.
"Tapi dengarkan aku Rania-
"Kau ini apa apaan sih, mengganggu Rania aja, kalau dia ngga mau jangan kau memaksanya, dimana attitudemu?!.", Ucap kak Nathan yang tiba tiba menghampiri kami.
"Kak Nathan…"
"Ayo pergi", kak Nathan menarik tanganku dan membawaku pergi.
"Siallll, ternyata udah ada pawangnya, rasa menyesal kak Rafael.
*Didepan kelas*
"Apa kau baik baik saja Rania?", Tanya kak Nathan khawatir denganku.
"Ehm aku ngga papa kok kak, makasih ya udah menolong Rania.", Ucapku.
"Iyah, lain kali menghindarlah dari lelaki yang ngga punya hati itu.", Nada kesal kak Nathan.
"Hehehe Iyah kak", ucapku.
Hari hari kamipun berjalan dengan tenang sampai dimana kak Nathan lulus dari sekolah ini...
"Kak...,apa kakak harus kuliah diluar negeri?",tanyaku
"Itu sudah menjadi tujuan kakak Nia",jawabnya
"Okeh deh, Rania akan berusaha sebaik mungkin kedepannya, kakak berjuang untuk kuliah, Rania juga akan berjuang untuk lulus sekolah dan akan mengejar kakak nantinya",ucapku dengan hati yang tak karuan.
"Bagus, kakak dukung selalu semangatmu, kakak janji, kakak akan selalu memberi kabar tiap hari, Rania mau kan?",tanyanya
"Tentu, Rania mau banget kak, Rania juga kesepian tanpa kakak", ucapku dengan murung.
"Mana senyum manisnya?, jangan cemberut dong, ntar kakak ngga tega ninggalin kamu disini"
"Ehh iya iya, kakak harus kuliah dengan baik, jadi kakak fokus dulu, Rania oke oke aja disini, asal kakak tak lupa untuk selalu memberi kabar okeh?",ucapku.
"Nah gitu dong,kakak harap Rania bisa menjadi apa yang Rania inginkan kedepannya, jangan lupakan apa yang kakak ajarkan padamu, kalo ada soal soal sulit, telpon kakak biar kakak yang bantu jawab",ucap kak Nathan sambil memencet hidungku.
"Aaa iya iya, Rania akan mengabari kakak kalo masalah itu",ucapku
"God job, yaudah karna hari ini adalah hari kelulusan kakak, kakak mau mentraktir Rania dengan mamamu untuk makan malam bersama gimana?',tanyanya
"Yeyy, setujuuu...",riangku
"Hahaha, okehh gass yok",ucapnya
Kami berjalan disore hari itu, pemandangan jingga dilangit itu membuat suasana hati kami sungguh bahagia.
*2 tahun kemudian……*
"Dengar semua!, kalian harus siap untuk ujian Minggu depan besok, itu akan menjadi ujian kelulusan kalian. Persiapkan diri dengan baik.", Ucap guruku.
"Baik pak"
Setelah pulang sekolah….
(Di telpon)
Rania :"Halo kak"
Kak Nathan : "Hmm iyahh, gimana harinya dengan adiknya kakak?"
Rania : "Hehehe baik kok kak, oh ya kak Minggu depan aku akan ujian kelulusan kak, aku ngga sabar banget ingin lulus kak, setelah lulus aku akan kuliah."
Kak Nathan : "Bagus dong, Rania harus semangat yah biar bisa lulus dan kuliah di universitas yang Rania suka."
Rania : "Amin kak, makasih ya kak dah mau membimbing Rania sampai sejauh ini"
Kak Nathan : "Iyah manis, dihari kelulusan nanti kakak akan pulang untuk menemui adik tersayang lulus dari SMAnya"
Rania : "wahh janji ya kak, Rania seneng banget"
Kak Nathan : "Kakak juga seneng liat adiknya kakak dah tumbuh menjadi orang yang luar biasa sekarang, kakak bangga denganmu"
Rania : "Iyah kak makasih"
Kak Nathan : "Yaudah kakak tutup dulu yah, kakak mau masukin jemuran dulu disini mau hujan"
Rania : "Oke kak"
Tut.. Tut…Tut….
Aku sangat bersemangat menanti ujian kelulusanku. Aku akan berusaha sehingga lulus dengan sukses.
Hari hari ujian telah berlalu, dan pada hari jumaat keluarlah hasil ujian kami.
"Ehh permisi permisi sebentar aku ingin melihat nilaiku.", Ucapku
"Rania, Rania sinii nilaimu ada disini.", Ucap salah satu temanku Dea.
"Wahh aku lulus?, Ini ngga mimpi kan?, Aku lulus Dea!!! Yeyyyy!!!!", Dengan senang kami semua lulus.
Setelah kami melihat nilai kami masing masing, kamipun pergi ketaman.
"Ehh bentar itu Jessy kan?", Tanya Dea padaku.
"Iyah itu Jessy, tunggu disini sebentar yah", ucapku
"Okeh"
~~~~~~~
"Jessy…, apa kau baik baik saja?, Kenapa kau sendirian disini, kau lulus kan?", Tanyaku.
"Rania, ternyata kau ya, hmm aku lulus kok.", Ucap Jessy.
"Tapi mengapa kau terlihat sedih seperti itu?", Tanya ku.
"Setelah lulus aku akan pindah ke Amerika, aku bangkrut dan aku harus ikut ayahku kesana kuliah disana",ucapnya dengan sedih.
"Tak apa Jessy, kamu masih bisa kuliah, kamu kan masih bisa berbicara lewat telpon dengan teman temanmu?", Ucapku.
"Ya tapi aku tak memiliki teman, aku sendirian."
"Aku kan temanmu, kau bisa bertelponan denganku.", Ucapku.
"Rania kenapa kau baik padaku?, Padahal aku pernah menjahatimu bahkan membullymu, tapi mengapa kamu tak membenciku?", Tanya Jessy padaku.
"Ya memang aku kesal dan kecewa padamu, tapi aku tak membencimu segitunya, aku masih menganggapmu temanku.", Ucapku.
"Hiks…. Hiks….. Raniaaaa (menangis), maafkan aku, maaf Rania kau adalah orang yang baik, aku salah telah menjahatimu sebelumnya, aku menyesal sekarang aku dibenci oleh teman temanku.", Ucap Jessy.
"Tak apa Jessy, aku masih temanmu, aku juga sudah memaafkanmu kok."
Kami pun saling minta maaf dan kami kembali berteman baik.
*Hari kelulusan telah tiba*
"Wauu meriah sekali, ehh udah mulai tuh ayo ayo", ucapku dengan penuh hati yang ceria.
~~~~~
Satu…. Dua….tiga…..
Selamat!!!!!
Kami berfoto bersama teman teman sekelas dan merayakan hari kebahagiaan itu.
"Mama…"
Aku memeluk mamaku.
"Nia, selamat ya, mama bangga sayang, oh yah ada berita baik buat kamu", ucap ibuku.
"Wah apa itu ma?"
"Kamu diterima di Universitas Fellterian, dan kamu akan dibimbing hingga dipekerjakan oleh direkturnya langsung Nia!!", Ucap mamaku dengan bahagia.
"Mama…. Aku senang sekali, aku ngga percaya akan seperti ini, terimah kasihh Tuhan terimah kasih.", Ucapku dengan terharu
Sementara itu…
"Rania sayanggg……"
"K-kak Nathan!! Kakak……(aku berlari dari memeluk kakak dengan bahagia)
"Aduh aduh adik kakak berat sekali", ucap kak Nathan.
"Hehe maaf kak, aku sangat senang soalnya kakak telah kembali. Oh ya kakak terlihat tampan banget hari ini?", Ucapku.
"Ini semua untuk adik tercinta kakak, yang berhasil lulus SMAnya dengan luar biasa.", Ucap kak Nathan.
"Wahh kakak terimah kasih, aku sayanggg kak Nathan.", Ucapku.
"Selamat yah Rania, kakak bangga punya adik yang seperti Rania, kamu hebat Rania.", Ucap kak Nathan.
"Kak Nathan...huhuhuhuhu" (terharu)
"Udah cup cup cup dah gede kok nangis hehehe"
"Iyah kak"
"Ehh Tante, apa kabar Tante?"
"Baik dong, makasih ya Nathan kamu udah membimbing Rania hingga kini menjadi anak yang hebat, Tante ngga tau harus membalas dengan apa.", Ucap mamsku.
"Ngga perlu membalasnya Tante, cukup kalian hidup bahagia Nathan udah seneng kok."
"Kak Nathan makasih ya atas semua yang udah kakak ajarkan pada Rania, sekarang Rania sudah mengerti yang kakak ajarkan padaku, terimakasih kak.", Ucapku.
"Sama sama Nia", ucap kak Nathan sambil mengelus kepalaku
Pada akhirnya kami pun hidup dengan bahagia. Berjuang dengan keras akan menghasilkan kesuksesan yang luar biasa. Terimakasih untuk kalian semua yang selalu mendukungku, teman teman, Kak Nathan hingga mamaku yang selalu menemaniku ditiap jalan yangku tempuh. Sekali lagi terimakasih...
"Ayo kemari, satu..dua..ciss", ucap kak Nathan
*Cekrekk*
Dengan foto itu aku memanjangnya di atas meja kerjaku...
"Aku merindukanmu kak",ucapku rindu
Tamat