Academy High School. Adalah sekolah negeri umum yang memiliki banyak siswa maupun siswi. Dan sekolah itu memiliki banyak siswa maupun siswi yang sangat berprestasi dan berbakat. Khususnya William. Ia adalah siswa yang pintar di bidang Matematika dan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam).
Dia juga terkenal di kalangan cewek di sekolah itu. Karena penampilan yang dia miliki. Memikat hati para cewek di sana. Tapi, tidak dengan sahabatnya, Michael. Dia adalah cowok biasa yang hanya bisa membully orang, dan terkenal serta di takuti oleh para nerd.
Dan di hari itu, William pergi menuju ke kelas, dan dia segera masuk ke dalam, namun...
Girl 1 : Ewwwwhhhhhh.... Cowok yang selama ini berprestasi malah jadi cowok mesum????
Girl 2 : eh, gw gak percaya loh awalnya, tapi setelah gw lihat buktinya, sekarang gw percaya.
Girl 3 : Gw kira anak baik-baik, taunya sampah.
William : .. Ada apa ini?
Girl 4 : eh, orangnya ada di sini loh.
Girl 5 : Eh, cowok mesum. Lu tuh harusnya gak ada di sini. Seharusnya lu tuh ada di tempat sampah.
William : Apa maksud kalian? Apa aku ini sampah di mata kalian?
Girl 6 : Iya. Liat aja tuh, ada buktinya berupa foto kamu lagi melecehkan cewek nerd.
William : (Apa....)
William bergegas pergi ke papan tulis dan melihat itu semua. Dia terkejut, sangat terkejut, melihat hal yang tidak pernah dia lakukan, malah ada di dalam sebuah foto yang gak jelas asalnya. Dia segera mencopot foto itu dan membuangnya ke tong sampah. Dan itu di lihat oleh semua teman kelasnya.
Girl 1 : Kayaknya lu mau nyembunyiin apa yang udah lu perbuat. Tapi sayang banget itu gak guna lagi.
Girl 2 : Beritanya udah mulai kesebar di satu sekolah ini.
Girl 3 : Bener tuh.
William : (Gak, mereka pasti gak akan mau percaya sama rumor ini. Ini tuh cuma fitnah)
Tapi, ternyata setelah beberapa hati, banyak orang yang percaya dan mulai menjauhi William. Orang-orang itu takut dan jijik melihatnya, terutama kalangan nerd yang IQ-nya sebanding dengan William. Perlahan semuanya berubah, yang tadinya dia famous dan juga di kagumi, sekarang malah di benci, di maki, di bully, dan di caci.
Banyak kalangan adam yang mencaci dan ta segan memukulinya. Wajahnya yang tadinya tampan rupawan, kini berubah menjadi tempat luka yang dalam. Perubahan mulai terjadi, dan dia selalu siap dengan keadaan yang di terimanya. Lingkungan tempat dia hidup seakan tak menerima kehadirannya.
Namun dia tak menangis, dia tetap kuat menjalani hal yang pilu. Barang untuknya menuntut ilmu selalu di bawa, tak pernah tertinggal. Hari-hari cacian, makian, bullyan, tapi dia tetap kokoh. Dia terus menuntut ilmu. Para guru mulai tau soal kasusnya, dan mulai membencinya, namun dia tetap kuat dan tegar. Dia nekat belajar di tempat yang seperti neraka itu.
Sahabat yang kini jadi musuh abadinya, Michael. Dia bermain bersama dengan teman-teman barunya. Tak peduli akan William. Bahkan di saat tertentu, dia malah membully William bersama dengan teman-teman barunya itu. Walaupun begitu William tetap kuat.
Hingga pada suatu hari...
William ada di kantin. Dan semua mata tertuju padanya, waspada. William duduk di bangku dan mulai memakan makanan yang telah dia pesan. Tak lama, datang para pembully yang ternyata mengejar William sebagai target. Di sana ada Michael sebagai ketua. Dia di siram, di pukul, namun dia tetap diam. Luka dan darah menyatu. Ada banyak luka di tangan dan kaki William, dan itu menghasilkan darah yang lumayan banyak.
Tapi dia tetap diam, hingga akhirnya...
"Sepertinya kau akan senang jika aku tak ada lagi di dunia ini. Kau itu sudah berkecukupan. Kau memiliki teman, orang terdekat yang sayang padamu, dan juga, kau telah memiliki pacar. Aku yakin, jika aku tak ada lagi. Kau pasti akan lebih bahagia, karena orang kotor seperti aku tak akan pernah muncul lagi."
Saat dia mengatakan itu, dia tersenyum hangat dan manis. Sontak, itu membuat para pembully berhenti menyakitinya. Mereka menunduk, tapi tidak dengan Michael.
Michael : Apa maksudmu? Aku tak mengerti sama sekali.
William : Kau akan tau, sebentar lagi.
Keesokan harinya... William datang, namun dengan gaya rambut yang berbeda. Tadinya dia memiliki rambut berwarna coklat keemasan, kini malah pirang dan berantakan. Michael sempat terkejut dan menertawakan penampilannya. Tapi, William hanya tersenyum, seolah-olah itu hanya lelucon pagi.
Skip. Di siang harinya, William ada di taman belakang sekolah, sendirian. Dia duduk dan termenung di sana. Menatap langit biru yang indah. Michael datang dan menyiramnya dengan air.
Michael : Woe. Kesambet setan baru tau rasa lu.
William : eh iya nih. Lagi mikirin tugas
Michael : Halah, palingan juga mikirin target lu selanjutnya.
William tersenyum. Kemudian ia bangkit dari kursi. Wajahnya ceria seperti biasanya.
William : Jangan cari aku lagi setelah pulang sekolah. Aku sudah pergi.
Michael : Siapa juga yang ingin mencari anak kotor dan menjijikkan kayak lu.
Bell masuk tiba. Michael segera pergi ke kelas. Meninggalkan William sendiri. William menyusul pergi, dan pelajaran di mulai.
Di saat pelajaran, Michael tak membawa buku, dan William tak segan memberikan bukunya pada Michael. Michael terkejut dan tak percaya, namun dia menerimanya. William izin pamit untuk pergi ke kamar mandi. Michael bingung. Namun dia tak terlalu memikirkan hal itu.
Di kamar mandi...
"Apa benar kata orang lain? Apa benar aku ini hanyalah sampah? Apa benar aku ini kotor, sehingga mengotori orang lain? Sepertinya mereka benar. Aku akan melakukan hal yang mereka pernah bilang. Enyah, itu dia. Aku harus pergi dari sini. Aku tak pantas hidup di bumi."
William lalu pergi ke ruang guru. Dia lalu izin untuk meminjam cutter. Awalnya guru di sana tak mengizinkan, namun karna William memohon, akhirnya guru mengizinkan. Dia lalu membawa cutter itu dan masuk ke kelas.
Sorot mata tertuju padanya. Namun dia tetap berjalan menuju ke tempat duduknya itu.
Tak berselang berapa lama.. Bell pulang berbunyi. William segera bersiap untuk pulang, dan setelahnya dia pergi keluar dari kelas. Di lorong sekolah, dia masih mendapatkan bullying. Dan kali ini, bullying nya lain. Ada GAYung di lorong dan dia segera di serang. Tubuhnya di cabik-cabik oleh "mereka" dan dia mulai terkapar. Namun dia bersikeras untuk tetap berdiri dan menyerang mereka dengan cutter yang masih ada di saku celananya.
Keesokannya, dia pergi ke kelas. Dan semua mata tertuju padanya, pandangan jijik dan marah ada di mata - mata itu. William heran sejenak, kemudian datang salah satu teman kelasnya.
Daniel : Kau itu keterlaluan. Kau telah melukai orang lain.
William : Tapi.. Aku membela diri.
Michelle : Membela diri? Kau itu telah membuat mereka luka parah. Apa kau ingin masuk penjara?
William menunduk sedikit, kemudian dia duduk di kursinya. Dia termenung, dan mendengar samar-samar suara cacian dan makian yang berbisik. Dia menahan air matanya. Dan tak lama pelajaran di mulai dan pikirannya terfokus pada pelajaran. Tak lama, waktu istrahat tiba. Dia pergi ke kantin untuk memberikan makanan kesukaannya, mochi.
Dia memakan makanan itu, dan tak lama bell masuk kelas berbunyi setelah 30 menit istirahat. Dia pergi ke kelasnya dan mendapatkan hal yang sama. Yaitu bully. Dia menganggap bahwa ini adalah hal yang sudah biasa.
Dan, di saat jam pelajaran terakhir sudah selesai. Dia bergegas pergi ke suatu tempat. Michael bingung dan memutuskan untuk mengikuti bocah itu. Dan tak di duga, dia pergi ke halaman belakang, dan terlihat tali yang menggantung di atas pohon. Michael terkejut dan tak percaya. William naik ke atas bangku dan tersenyum rapuh. Dia memasukkan kepalanya ke tali dan memghela nafas. Dia lalu mengangkat satu kakinya, namun hal iu di cegah Michael. Dia segera memotong tali yang ada di leher William.
Michael : Apa - Apaan kau ini?! Apa kau g1la????
William : Aku hanya ingin orang lain senang.
Michael : Kau bukan membuat mereka senang atau bahagia. Tetapi kau akan membuat mereka sedih dan kecewa!
William : *smiling*
William segera pergi dari tempat itu. Michael mengawasinya dari jauh. Dan... Keesokan harinya....
William masuk ke sekolah seperti biasa. Dan dia duduk di kursi. Dia mulai membaca buku novel yang di bawanya. Tak lama, Michael datang. Dia segera duduk di kursinya dan menatap William.
Michael : Ingat. Jangan lakukan itu lagi atau kau akan menyesal.
William hanya terdiam. Matanya terpaku pada bacaan di novel itu. Michael ingin menegurnya, tetapi dia melepaskan tekad itu.
Hari itu berjalan dengan sempurna, sampai pada akhirnya.....
"Michael! Awas!!!"
William mendorong Michael ke depan. Michael yang terkejut lalu menoleh ke belakang. Dan tampak pemandangan yang mengerikan. William berdarah. Ada ranting pohon yang lumayan besar yang menimpa William. Michael perlahan mendekat dan menunduk.
William masih terdengar bernafas. Namun nafasnya lemah. Guru dan yang lainnya datang mendekat. Mencoba memindahkan kayu itu dari tubuh William. Michael membeku melihat kejadian itu. Dia berlutut dan mulai menangis. Dia memeluk tubuh lemah William dengan erat.
"...kenapa, kenapa malah jadi seperti ini..? William. Bangun. Kalau kau bangun dari ketidaksadaranmu. Aku janji akan selalu menjadi sahabatmu. Aku akan menghapus semua bully dari sekolah ini. Aku akan menemanimu setiap saat. Aku akan selalu jadi teman terbaikmu. Aku akan selalu ada di sisimu.. Tolong bangun. Aku gak bisa hidup tanpa seorang teman sepertimu. Ayo bangun..."
Namun ternyata, itu sia-sia. Nyawa William tak dapat di selamatkan. Dia sempat berbicara pada Michael. Dan ini yang dia katakan.
"Shhhh.... Tak ada gunanya kau berkata seperti itu. Ini memang akhir dariku. Kau seharusnya sadar, masih di berikan teman. Tidak seperti aku. Aku harap, kau bahagia bersama dengan mereka.."
Setelah itu, mata William terpejam perlahan. Dia sempat tersenyum untuk yang terakhir kalinya. Dan semua orang mulai meratapi kepergiannya. Dan setelah itu, dia di makamkan di tempat yang layak.
Michael selalu berziarah di makam William. Dia selalu menjaga teman dan biasanya sendirian. Hingga pada sewaktu-waktu...
"William. Ingat gak? Dulu kamu pernah ngibulin aku. Dan aku ngibulin kamu balik. Itu seru dan menyenangkan. Yaa.. Masa SD. Kau juga ingat tentang hari kelulusan kita? Kau dan aku bekerja sama untuk menjahili orang-orang di sekolah SD kita dulu. Oh ya, aku mintak maaf atas apa yang telah aku lakukan. Aku tau itu salah. Jadi.. Tolong maafkan aku. Aku gak bermaksud. Aku ingin kau jadi temanku lagi. Sekarang aku sendirian. Tak ada satupun orang yang ingin jadi temanku. Aku benar-benar kesepian. Ini kah rasanya jadi seperti dirimu? Kau memang kuat, William. Kau telah menginspirasi aku dan yang lain. Sekarang kenanganmu di ratapi oleh semua orang di sekolah. Tanpamu, sekolah saat ini dalam bencana besar. Kau selalu menolong sekolah, tetapi, sekarang tanpa dirimu, sekolah mulai hancur kkarena orang yang IQ-nya sama denganmu kurang bisa di andalkan saat ini."
"Sekarang kau jadi legenda di sekolah. U bangga padamu."
Michael bangkit dan pergi dari sana. Dan saat ada di rumahnya...
"Aku minta maaf!!!..... Aku benar-benar menyesal saat ini. William, jika kau bisa mendengarku, aku benar-benar minta maaf. Aku hancur sekarang. Mungkin ini adalah balasan untuk orang seperti aku.. Aku sekarang merasakan karma yang pedih. Dan aku harus menerimanya."
Dan... Sejak saat itu, Michael berubah drastis. Dia menjadi sangat baik seperti William. Dan juga, dia sering membantu orang lain. Kecerdasan yang dia miliki juga mulai setara dengan William.
Dan yah, hidupnya bahagia. Walau tanpa William di sisinya.
The End :D