Di suatu kota kecil di daerah pegunungan, Maya tinggal bersama keluarganya. Gadis itu cerdas dan pemberani, berbeda dengan kebanyakan orang di kota kecil itu yang lekat dengan tradisi dan hidup biasa-biasa saja. Maya suka berjalan-jalan di hutan-hutan di sekitar rumahnya untuk melupakan perasaannya yang bergejolak.
Suatu malam, Maya sedang berjalan-jalan sendirian di hutan. Hari pun telah gelap dan hutan menjadi sangat sunyi, keheningan tersebut membuat Maya menikmatinya. Maya merasa senang, dalam momen seperti ini, Maya merasa tenang dan bebas dari kegalauannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun tiba-tiba saja, langit yang tadinya jernih menjadi gelap, dan udara terasa dingin. Maya merasa takut dan ingin cepat-cepat pulang. Namun, sesuatu yang mengerikan terjadi; dia melihat sosok hitam memperhatikannya dari kejauhan.
Maya berusaha lari, namun sosok hitam itu bergerak dengan sangat cepat dan akhirnya dia tersandung dan terjatuh. Mayapun merasa ngeri, ketakutan dan menggigil ketika merasakan ada sesuatu yang merayap di atas tubuhnya. Ketika Maya membuka matanya, dia melihat sosok tampan; pria yang memiliki mata yang tajam dan gelap, dia menatapnya dengan penasaran. Pria itu adalah seorang vampir yang bernama Lucius.
"Siapa...siapa kau?" tanya Maya, dengan suara gemetar.
"Aku Lucius", jawab vampir tersebut, suaranya bergetar. "Maafkan aku, aku sedang mencari tempat untuk bersembunyi dari para pemburu vampir. Akan aku pungut tubuhku, kalau kau tidak keberatan."
Maya awalnya takut, tetapi kemudian merasa iba karena melihat kondisi Lucius yang terluka. Akhirnya, Maya membawa Lucius ke rumahnya dan mengobatinya sampai Lucius pulih. Maya merasa sedikit terkejut, terlebih ketika mengetahui pria misterius itu sebenarnya adalah vampir. Namun, ia tidak takut sama sekali dan bahkan merasa terpikat dengan peketebuhannya. Perlahan-lahan, rasa penasaran Maya membuatnya semakin dekat dengan Lucius.
"Jangan khawatir, aku tidak akan pernah membahayakanmu," jelas Lucius pada Maya. "Aku memang harus bersembunyi, karena para pemburu vampir sedang mencariku".
Maya merasa kagum dengan keberanian Lucius yang masih bertahan hidup dan kelihaiannya dalam bertarung melawan para pemburu vampir.
"Aku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi vampir," lanjut Maya. "Tetapi kamu tidak terlihat seperti vampir yang mengerikan".
"Tidak semua vampir seperti itu," kata Lucius perlahan-lahan. "Aku terpaksa menjadi seperti itu, karena terpengaruh oleh lingkungan vampir lainnya. Namun, aku bisa mengontrol diriku".
Dalam seminggu, Maya merasa sudah terikat dengan Lucius, dan mereka berdua mulai saling jatuh cinta. Walaupun hubungan antara manusia dan vampir dianggap tidak pantas, Maya dan Lucius tetap saling berusaha untuk mempertahankan perasaan mereka.
Namun, di balik itu semua, bahaya dan konflik masih mengancam mereka. Bahaya datang tidak hanya dari para pemburu vampir tetapi juga dari para vampir jahat yang memperoleh kekuasaan dan menjadikan manusia sebagai korban.
Suatu malam, ketika Maya dan Lucius sedang tidur, mereka terbangun oleh deru-suara mesin. Mesin yang mereka dengar ternyata larangan penyembuhan untuk para vampir. Suasana terasa mencekam, Kedua pasangan itu pun segera merangkul satu sama lain dan bersiap untuk menghadapi apa yang akan terjadi. Dalam keputusasaan, Lucius mengambil keputusan untuk membawa Maya keluar dari kota dan pergi ke tempat yang aman, bahkan jika ia harus mempertaruhkan nyawanya.
"Maya, kita harus pergi dari sini secepat mungkin," pintanya pada gadis tersebut. "Kita harus meninggalkan tempat ini dan mencari tempat yang aman dari segala bahaya".
Maya tergopoh-gopoh mengikuti Lucius melewati rintangan dan melintasi hutan yang gelap. Mereka menyusup keluar dari kota tanpa sepengetahuan warga atau para pemburu vampir. Keduanya berlari sambil berusaha untuk melewati hutan dan menghindari bahaya.
Setelah berjalan beberapa jam, mereka merasa bahwa sudah meninggalkan kota tersebut jauh di belakang mereka. Mereka berjalan kecil ke arah perahu kecil yang terlihat di teluk yang lengang. Lucius melompat ke atas perahu dan membawa Maya duduk di sampingnya, lalu mereka berlayar pergi dari tempat itu.
Dalam perjalanan mereka bertemu dengan beberapa vampir yang serupa dengannya dan bercakap-cakap dengan mereka. Lucius berbicara tentang rencananya dan bagaimana ia ingin hidup di tempat yang aman dengan Maya.
"Kamu benar-benar cinta padaku, kan?" bertanya Lucius pada Maya.
"Ya, aku sangat mencintaimu" jawab Maya dengan penuh cinta.
Saat perjalanan mereka sudah semakin jauh, mereka sampai pada sebuah pulau yang terlihat sangat tenang dan damai. Lucius kemudian membawa Maya ke puncak bukit dan menunjukan keindahan pulau tersebut dari atas.
"Dari sini, kita bisa melihat seluruh keindahan pulau ini," ucap Lucius. "Kita bisa tinggal di sini dan hidup tenang bersama-sama".
Maya tersenyum dan memeluk Lucius erat. "Aku sangat senang, Lucius. Aku merasa sangat aman berada disampingmu," ucap Maya dengan penuh kebahagiaan.
Setelah itu, mereka merancang masa depan bersama dan hidup di pulau tersebut. Mereka saling membutuhkau dan mempercayai satu sama lain. Kedua pasangan itu hidup bahagia tanpa terkekang oleh konflik dan bahaya. Tak ada lagi perasaan takut dan kesepian karena keduanya saling mendukung dan melindungi satu sama lain.
Dalam keadaan seperti itu, mereka saling mengisi kekosongan satu sama lain, dan kebahagiaan mereka membuat pulau tersebut terlihat lebih indah. Dan pada malam-malam indah di pulau tersebut, Lucius sering bernyanyi dengan suara indahnya untuk Maya. Suaranya menghipnotis Maya, dan mereka menikmati serenade malam mereka yang romantis dan membawa kedamaian.
Akhir cerita,user. Ia menikmati pengalaman dari cerita tersebut dan kini memahami bahwa cinta tidak memandang dari mana kita berasal. Meskipun kita berbeda, tetapi ketulusan hati serta saling mengasihi akan membawa kebahagiaan yang berjalan bersama seiring waktu.
✍️:dheasabrina