Peperangan antara klan dewa dan iblis tidak bisa dihindari lagi. Hua zhixi pemimpin pasukan klan dewa menghadapi klan iblis yang di pimpin oleh Long yuan sang kaisar iblis. Perang dewa dan iblis ini berlangsung begitu lama. Sampai suatu saat dewi Zhixi menemukan cara untuk menghentikan peperangan ini. Yaitu dengan memutuskan ikatan takdir mereka. Ya, dewi Zhixi akan membunuh dirinya sendiri di depan kaisar Long yuan dengan begitu akan memutuskan takdir mereka. Tidak banyak pikir dewi Zhixi langsung mengambil pedanng nya dan menemui kaisar Long. Ia langsung menyayat lehernya di depan kaisar Long. Perlahan ia tersenyum kepada kekasih hati nya dan mati di pangkuan Long yuan. Long yuan yang begitu sedih langsung menangisi Zhixi. Seketika semua pasukan yang ada di sana berubah menjadi patung batu.
5.000 tahun yang lalu………….
Pada masa dinasti liu, ada seorang putri dari kaisar Liu yang bernama Liu ying. Liu ying adalah seorang yang cukup ambisius. Apa yang ia inginkan pasti akan dia usahakan. Putri Ying’er paling menyukai makanan hampir semua makanan di ibu kota sudah ia makan, berkat Qing Qing sahabatnya, ia bisa mendapat kabar terbaru tentang makanan di ibu kota. Pagi ini Qing Qing mengirim surat yang bertuliskan kabar terbaru makanan di ibu kota. Tidak lama setelah mendapat kabar itu putri Ying’er menysun rencana untuk keluar dari istana. Seperti pada biasanya, putri Ying’er menyamar menjadi pelayan dan keluar dari istana. Setelah keluar dari istana Ying’er disambut dengan kehadiran Qing Qing. Mereka segera bergegas pergi ke keidai itu.
Di tengah perjalanan mereka melihat seseorang yang sedang di pukuli oleh para penguasa jalanan di situ. Ying’er geram melihat hal itu dan ingin membantu orang itu, Qing Qing melarang nya. Tapi Ying’er terlalu keras kepala. Ia langsung menghampiri mereka sembari berkata “apa yang kalian lakukan? Menyiksa orang lemah seperti itu” sembari berkacak pinggang. Mereka lalu bertanya “ memangnya kau siapa melarang kami? Toh hanya gadis kecil” Qing Qing dengan sigap membantu “ kami dari kediaman menteri Xie “. Melihat tanda pengenal Qing Qing mereka langsung pergi. Ying’er langsung membantu pemuda itu. Ying’er langsung bertanya “hei, kenapa kamu tidak melindungi diri mu, setidak nya kamu menghindar dari mereka”. Pemuda itu hanya diam tak sepatah kata pun ia keluarkan dari mulutnya. “ah sudahlah, Ying’er bagaimana jika kita ajak saja dia makan bersama kita” kata Qing Qing. Ying’er hanya mengangguk setuju. Saat makan Ying’er memberanikan diri untuk bertanya nama pemuda itu. “siapa nama mu? Oh iya kamu juga tinggal dimana?’ pemuda itu menjawab “ a…aku tidak tahu…..” Ying’er semakin bingung.
Selepas makan, pemuda itu berterima kasih pada Ying’er dan Qing Qing. Ying’ er tiba -tiba berkata “ setelah ini kamu akan kemana? Bukan nya tidak ada tujuan”. Qing Qing langsung menyenggol bahu Ying’er. Qing Qing langsung menyela “ bagaimana kalau kamu ikut Ying’er ke istana saja? Benarkan Ying’er?”. Ying’er hanya tersenyum. Pemuda itu hanya menurut dan mengikuti apa yang dikatakan.
Sesampainya mereka di istana Ying’er langsung bersembunyi dan memperhatikan para penjaga di sana. Ketika pergantian waktu kerja. Ying’er dengan bisa masuk dengan leluasa. Tetapi sialnya Ying’er ketahun oleh salah satu penjaga dan langsung di serang layaknya seorang penyusup, untungnya pemuda itu langsung menghadang dan membuat pisngsan penjaga itu. Ying’er sedikit kagum pada pemuda di sampingnya itu entah kenapa dari sekian banyak pemuda baru kali ini Ying’er kagum pada seseorang.
Karena ada kabar penyusup di dalam istana, kaisar melakukan penyelidikan ke semua tempat di istana tak terkecuali istana Canglan jue milik putri kedua. Untung saja Ying’er selangkah lebih depan, ia sudah menyuruh Yun li pergi dari istana. Ya, Yun li adalah nama yang diberikan oleh Ying’er kepada pemuda tadi. Dan menjadikan Yun li sebagai pengawal rahasia nya. Dengan begitu Ying’er bisa leluasa menyelidiki yun li dan mencari identitas nya.
Memang semakin dipikirkan semakin aneh mengapa Yun li tidak menghindar atau melawan saat tadi dipukuli? Padahal Yun li memiliki seni bela diri yang cukup bagus. Dan mengapa Yun li bahkan lupa dengan nama nya sendiri dan siapa dirinya. Pertanyaan itu terus muncul di pikiran Ying’er sejak tadi siang membuatnya tidak fokus, sampai sampai Ying’er tak sadar jika sudah tengah malam. Xiao hu pelayan nya itu sudah mengingat kan Ying’er untuk beristirahat lebih awal tapi Ying’er mengabaikan nya.
Rasa penasaran Ying’er pun sudah tidak terbendung lagi, ia pun memanggil Xue shan (pengawal pribadi nya yang setia) untuk menyelidiki siapa itu Yun li. Setelah memberi perintah pada Xue shan, Ying’er pun kembali ke ranjang nya dan beristirahat.
Setelah beberapa hari akhirnya Ying’er mendapatkan kabar dari Xue shan. Ternyata Yun li adalah putra dari kepala prefektur Shen di selatan yang bernama Shen yun tetapi sejak Shen yun mengalami konflik dengan ayah nya dia memutuskan untuk mengmbara dan pergi dari kota haifang. Shen yun juga melepas jabatan nya yang kala itu menjadi hakim. Ada rumor juga yang mengatakan bahwa tuan muda Shen yun pergi mengembara setelah tahu bahwa dirinya bukanlah pemegang waris sebenarnya.
Ying’er semakin tertarik dengan Yun li. Ying’er cukup puas dengan jawaban dari Xue shan. Ia menyuruh Xue shan terus menyelidiki hal – hal tentang Yun li. Xue shan pun kemudian pergi.
Tak lama setelah Xue shan pergi, datang lah Xiao hu yang membawa informasi. Xiao hu memberi tahu bahwa putri tertua yaitu kakak Ying’er meminta izin pada kaisar untuk membawa Ying’er ke kuil untuk berdoa, dan hal itu harus terjadi jika tidak sama saja dengan menupi kaisar. Hubungan Ying’er dengan kakak nya memang terlihat harmonis di depan tetapi sebenarnya penuh persaingan di belakang. Entah apa yang kali ini kakaknya itu rencanakanuntuk nya. Namun mau tidak mau ia harus pergi juga.
Tak lupa Ying’er pun membawa Yun li pergi bersamanya. Benar saja saat ditengah perjalanan kereta kuda milik Ying’er dihadang oleh para bandit hidung belang yang sepertinya disiapkan oleh kakak tercintanya. Para bandit itu menargetkan Ying’er, untungnya ada Yun li yang melindungi nya. Tak cukup jika tidak berpura – pura, namanya juga teratai putih (sebutan untuk orang yang pandai berpura -pura). Ada yang kurang jika tiak berpura – pura.
Singkat nya saat di kuil, Ying’er dan Yun li berdoa bersama di depan cermin takdir. Tidak disangka! Saat mereka berdua berdoa keluar phoenix api dan naga es dari cermin itu. Para biksu disana terkejut. Ying’er dan Yun li pun ikut terkejut. Mereka sangat tidak menyangka. Para biksu disana langsung mendatangi cermin takdir dan melihat phoenix naga itu dengan mata mereka. Kepala kuil langsung memeriksa tangan mereka. Ternyata benar mereka adalah orang nya. Kepala kuil itu terus berkata “benra, benar, mereka adalah phoenix dan naga. Aku melihat takdir besar mereka”.
Untuk keselamatan 3 alam, kepala kuil meminta mereka untuk menyembunyikan hal ini. Karena jika hal ini sampai diketahui oleh alam iblis pasti akan menjadi bencana bagi 3 alam. Memang sejak dulu klan iblis selalu mencari keberadaan phoenix dan naga. Alam dewa juga pernah mengadakan sayembara menemukan phoenix. Barang siapa yang menemukan phoenix itu akan diberikan pil keabadian yang langka itu.
Ying’er baru sadar kalau ia datang kemari bersama Liu yue. Dia langsung menanyakan keberadaan Liu yue. Dan di jawab oleh salah satu biksu disana. “ putri tertua, dia sudah pergi lebih dulu. Sepertinya ada urusan mendadak”. Sejenak Ying’er berpikir, dan merasa keheranan. Tetapi setelah itu ia memutuskan untuk kembali ke istana.
Setelah pulang ke istana Ying’er langsung pergi ke perpustakaan di istana dan mencari informasi. Dia menemukan sebuah gulungan tua. Karena penasaran Ying’er langsung membuka gulungan tersebut. Keluar sebuah cahaya yang menyilaukan, Ying’er langung menutup matanya.
Saat membuka mata, Ying’er terkejut karena ia mendapati diri nya yang berada di suatu tempat dengan seekor Hewan dewa. Anehnya Ying’er merasa tidak asing dengan tempat itu, rasanya ia seperti sering pergi ke tempat itu.
Disaat Ying’er terdiam, hewan dewa itu berbicara “teman lama…… akhirnya kita bertemu juga”. Ying’er bingung dengan ucapan hewan dewa itu. “teman lama? Maksud tuan? “ jawab Ying’er. “pergilah ke gunung huangshan” setelah berkata seperti itu hewan dewa itu pun pergi meninggallkan Ying’er.
Tak lama ying’er pun tersadar kembali, Ying’er segera mencari Yun li untuk memberi tahu apa yang tadi ia alami. Ying’er sudah mengirimkan surat merpati pada Yun li. Malam hari nya Yun li datang, tak ingin bertele – tele ying’er langsung menceritakan apa yang terjadi.
Setelah mendengar cerita dari Ying’er, Yun li menyarankan agar Ying’er pergi ke gungung huangshan sesuai dengan perkataan hewan dewa itu. Ying’er sudah merencanakan cara untuk pergi ke gunung huangshan, ia juga meminta Yun li pergi bersama nya. Yun li setuju, padahal ia sendiri tidak mengerti untuk apa.
Singkatnya, Ying’er dan Yun li sudah berada di gunung huangshan. gunung yang hijau dan sangat asri ternyata ada sebuah desa dengan penduduk yang tak terlalu sedikit. Saat Ying’er akan bertanya pada salah satu penduduk disana penduduk itu malah memanggil Ying’er dengan sebutan dewi Zhixi. Ying’er bingung. Di saat itu para penduduk pun bergegas berkumpul karena mendengar nama dewi Zhixi. Benar saja setelah melihat Ying’er yang sangat mirip dengan dewi Zhixi para penduduk desa itu langsung bersujud pada Ying’er. Ying’er langsung cepat – cepat menyuruh para penduduk itu berdiri sambil berkata bahwa ia bukan lah dewi Zhixi.
Kepala desa di sana menyangkal, dan mengatakan kalau Ying’er itu adalah dewi Zhixi, dewi yang membantu mereka saat waktu itu, dewi pelindung desa mereka. Tapi Ying’er terus menyangkal. Akhirnya kepala desa mengalah, dia juga meminta untuk berbicara dengan Ying’er empat mata.
Ying’er dan kepala desa itu mengobrol empat mata di rumah kepala desa. Kepala desa itu mulai menecritakan dewi Zhixi. Ying’er tidak mengerti kenapa tetapi Ying’er juga tidak berbicara apapun. Disaat kepala desa itu bercerita tentang kisah cinta dewi Zhixi, tiba – tiba di kepala Ying’er terlintas sebuah ingatan. Semakin lama kepala desa bercerita semakin sakit juga kepala Ying’er. Pada akhirnya Ying’er pun pingsan dan dibawa masuk oleh Yun li yang memperhatikan mereka dari jauh.
Kepala desa tahu Ying’er adalah dewi Zhixi, bagaimana tidak? Dulu kepala desa dan dewi Zhixi sangat dekat. Mereka bahkan seperti sahabat, hampir semua rahasia dewi Zhixi diketahui nya. Termasuk apa yang terjadi pada dewi Zhixi. Kepala desa itu ingin membuka kembali ingatan dewi Zhixi.
Dibawah alam sadar Ying’er. Ia bertemu dengan hewan dewa itu kembali, kali ini hewan dewa itu hanya datang untuk memberikan sebuah giok (yin). Dan berkata “ takdir besar menunggu mu di depan kawan” setelah mengatakan itu hewan dewa itu pun kembali menghilang. Saat Ying’er memegang giok itu ingatan nya kembali. Ying’er menutup matanya, saat ia membuka matanya sesosok orang muncul dihadapan nya. Air mata Zhixi tak terbendung lagi ketika melihat sosok itu. Dia adalah Xiao jue dewa perang alam dewa yang sangat terkenal. Sekaligus kekasih hati Zhixi.
Sekarang Zhixi ingat mengapa ia bisa berada di alam fana, peraturan di alam dewa melarang dewa dan dewi saling menyukai, jika sampai kaisar tahu dewa dewi itu akan di beri hukuman turun ke alam fana untuk menhilangkan perasaan cinta. Begitu juga Zhixi dia menyukai dewa Xiao jue. Awal nya kaisar langit menolak untuk menghukum Zhixi karena alasan yang tidak jelas. Tetapi Zhixi bersikeras agar kaisar menghukum nya, dengan berat hati pun kaisar menghukun Zhixi untuk turun ke alam fana. Karena kaisar menghukum Zhixi secara diam – diam jadi tidak banyak dewa yang tahu masalah ini.
Ying’er pun terbangun dari pingsan nya, tepat di samping Ying’er ada Yun li yang sedari tadi menunggu nya. Saat melihat Yun li, Ying’er memanggil Yun li dengan sebutan Xiao jue, kepala desa yang ada di situ pun terkejut. Rupanya usaha kepala desa tidak sia – sia sekarang Zhixi sudah ingat siapa dirinya. Kepala desa itu langsung memeluk Zhixi (Ying’er). Ying’er pun langsung membalas pelukan itu sembari berkata “ Hongzhu maafkan aku sudah membuat mu khawatir”. Hongzhu pun menjawab “tidak apa, bisa kembali bertemu dengan dewi aku sudah bersyukur”.
Sekarang Yun li lah yang bingung dengan mereka, ia tak paham apa yang di bicarakan oleh mereka. Ying’er pun berjalan mendekati Yun li, Ying’er berbicara pada Yun li “ tak ku sangka Xiao jue ku ternyata ada di alam fana juga. ” Yun li tidak mengerti apa yang dikatakan putri, mohon putri memperjelas” kata Yun li dengan bingung.
Ying’er memperlihatkan giok yang berada di tangan nya, “Xiao jue, apa kau masih ingat dengan giok ini?”. Yun li lalu mengeluarkan pecahan (yang). Mereka berdua pun menyatukan kedua pecahan giok. Sebuah cahaya yang sangat menyilaukan keluar dari giok itu. Setelah cahaya itu menghilang, Ying’er dan Yun li pun saling bertatapan. Tatapan mereka sangatlah hangat, tergambar dari mata mereka sebuah kerinduan yang sangat mendalam. Kini mereka sudah bertemu satu dengan yang lainnya.
Keesokan hari nya Zhixi mengajak Xiao jue untuk kembali ke alam dewa, tetapi Xiao jue menolak ia juga meminta maaf sebesar – besar nya pada Zhixi. Xiao jue menjelaskan bahwa ia adalah janin iblis yang kelak akan menjadi kaisar iblis, karena hal itu juga dia di usir dari alam dewa dan dihilangkan ingatan nya. Zhixi sempat tak percaya, tetapi itu lah yang terjadi. Sekarang semua nya sudah jelas, ia dan Xiao jue bagaikan Yin dan Yang, walaupun saling mencintai tapi tidak bisa bersatu.
Xiao jue juga sudah membuat keputusan yang bulat untuk memutuskan hubungan nya dengan Zhixi. Ia tak mau menyakiti Zhixi lebih dalam, sebenarnya banyak hal yang Zhixi tak ketahui sejak ia menjalani hukuman cinta. Dan memang sebaiknya Zhixi tak tahu masalah itu.
Dengan kejam nya Xiao jue mengatakan “ Zhixi, sebaiknya kau lupakan saja hubungan kita. Dan lupakan saja aku”. Zhixi menjawab “kenapa? Apa aku berbuat salah padamu? ”. “tidak, ada baiknya jika kita akhiri saja semua ini. Itu akan lebih baik untuk mu dan untuk ku “. Lanjut Xiao jue. “Zhixi, kamu cepatlah kembali ke alam dewa dan lupakan saja aku, anggap saja kita tidak pernah bertemu”. Zhixi membalikan badan nya. Hatinya sangat hancur, air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Sekejap ia menarik nafas, lalu menjawab “baiklah, memang sepertinya kita tak bisa bersama. Maka lupakan saja “.
Xiao jue yang hanya terdiam di balas dengan kalimat perpisahan Zhixi. Tak berlama – lama Zhixi pun kembali ke alam dewa meninggalkan Xiao jue. Xiao jue yang sendirian pun berusaha menahan air matanya yang hampir tak terbendung.
Alam dewa yang tenang pun dikejutkan dengan kedatangan Zhixi. Kaisar yang mendengar kabar kedatangan Zhixi pun langsung menyambut nya. Kaisar sangat senang dengan kedatangan Zhixi. Tidak hal nya dengan Zhixi. Tatapan nya kosong, wajahnya juga tak menunjukan ekspresi apapun. Kaisar langsung menyuruh Zhixi beristirahat. Pagi harinya Zhixi dipanggil oleh kaisar untuk datang ke aula, disana kaisar langsung menaikan jabatan Zhixi menjadi dewi perang utama klan dewa. Ternyata kaisar sudah tahu kalau ia mempunyai takdir phioenix yang dicari selama ini. Kaisar juga berkata pada Zhixi tak lama lagi klan dewa dan klan iblis akan kembali berperang. Mengingat klan iblis sudah memiliki kaisar baru. Zhixi hanya diam, memang setelah Zhixi kembali ke alam dewa banyak hal yang berubah darinya. Kini Zhixi lebih suka pergi ke perpustakaan dan mengurung diri.
Zhixi juga pergi menemui Xiao jue untuk terakhir kalinya, di alam fana dia membuat janji temu dengan Xiao jue. Zhixi yang masih kecewa pun hanya diam, sekarang giliran Xiao jue yang menjelaskan. Xiao jue menjelaskan rinci dan alasan ia memutuskan berbuat seperti itu, sekarang Zhixi paham. Sayangnya nasi sudah menjadi bubur. Andai saja Zhixi tahu lebih awal, mungkin ini tak akan terjadi. Tetap saja mereka harus menerima kenyataan, bahwa di pertemuan selanjutnya mereka berdua adalah musuh.
5000 tahun setelah itu, saat ketika klan dewa dan klan iblis sudah berperang sekitar 1000 tahun. Sebenarnya perang ini bukanlah keinginan mereka sendiri, tetapi karena desakan dari para petinggi mau tidak mau seperti ini. Zhixi yang sudah lelah berperang hanya ingin perang ini berhenti, apapun caranya.
Zhixi tak mau perang ini terus memakan korban, entah itu klan dewa atau klan iblis. Zhixi hanya ingin dunia kembali damai seperti sedia kala. Zhixi terus mencari cara, benar kata pepatah. Usaha tak akan mengkhianati hasil. Akhirnya Zhixi menemukan satu cara, karena Zhixi dan Xiao jue memiliki takdir benang merah (pernikahan). Peperangan itu bisa dihentikan dengan cara memutuskan tali takdir. Dengan cara salah satu dari mereka harus mati.
Tanpa banyak berpikir Zhixi pun langsung mengambil pedang nya dan mendatangi Xiao jue, dia mengarahkan pedangnya ke arah leher nya sendiri sambil berkata “kau bukanlah kaisar Long yuan, kau adalah Xiao jue ku. Aku percaya itu”. Zhixi pun menebas lehernya tanpa ragu, Zhixi menjatuhkan pedangnya sembar tersenyum pada Xiao jue. Pada akhirnya Zhixi mati dipangkuan Xiao jue. Xiao jue sangat sedih. Bahkan ia pun mengubah semua yang ada di sana menjadi patung batu.
Sekarang, Xiao jue hanya menjadi seorang manusia biasa. Ia juga tinggal di gunug huangshan, tepatnya di sebelah makam kekasih tercintanya, yaitu Zhixi.
tamat