TANPA BATAS PEMBATAS
Pagi itu sangat cerah, mentari pagi memancarkan sinar cerah dengan begitu cantik. Pemandangan yang seharusnya menjadi sangat baik justru terlihat tidak, bagaimana tidak? Jika di dalam sebuah lingkungan ada yang namanya PEMBATAS. Kehidupan yang tentram tercipta dengan adanya PERSATUAN TANPA PEMBATAS! tapi sepertinya dalam lingkungan saat ini sedang tercipta adanya PEMBATAS.
Pembatas antara agama, ras, suku dan budaya seharusnya tetap saling membantu dan menjalin sikap persatuan, walaupun berbeda-beda mereka tetap satu seperti lambang negara mereka, yaitu Garuda dan negara dengan nama Indonesia yang memiliki arti "Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan" atau istilah lainnya ialah "Bhinneka Tunggal Ika" yang diciptakan untuk saling membangun kesatuan antar sesama.
Tetapi dalam sebuah lingkungan ada yang masih tidak menjalankan persatuan ataupun kesatuan yang ada dalam negeri, seperti saat ini. Disebuah desa bernama "Peony" yang dikutip dari nama sebuah bunga peony yang melambangkan cinta, kemakmuran, dan keindahan. Jadi bunga ini seperti membawa kebahagiaan khususnya bagi makhluk yang ada di sekitarnya, desa tersebut diberi nama peony karena ingin agar penduduknya memiliki kebahagiaan tiada henti, keindahan yang alami serta menciptakan kemakmuran yang ada. Tapi sepertinya sebagian penduduk tidak mencerminkan hal tentang kemakmuran saat ini, seperti saat ini.
"Kau adalah orang yang berasal dari papua, kami tidak ingin berteman denganmu" Ujar seorang gadis remaja bernama Hana yang tidak ingin untuk berteman dengan seorang gadis cantik bernama Lina yang berasal dari papua itu.
"Memangnya kenapa?" Tanyanya pada Hana yang selalu menjauhinya itu.
"Kami tidak ingin memiliki teman sepertimu, kau berbeda dengan kami. Lihatlah warna kulitmu dan lihatlah warna kulit kami, lalu bahasamu terkadang kami kurang mengerti. Untuk itu kami tidak ingin berteman denganmu, bertemanlah dengan sesama suku sepertimu saja" Balasnya dengan jujur.
"Baiklah, tidak apa. Tapi jika suatu saat kalian ingin bermain denganku maka aku akan dengan senang hati menerima kalian" Ujarnya dengan tersenyum manis pada Hana lalu kemudian mulai pergi yang entah akan kemana.
"Hana mengapa kau seperti itu? Kami ingin bermain dengannya juga, ia sangat asik bila kita tengah bermain bersama. Mengapa kau tidak menyukainya hanya karena warna kulitnya dan asal sukunya itu? Itu ciri khas dari mereka dan kami menghargai itu" Celetuk salah satu teman Hana.
"Benar Hana, sebaiknya kau meminta maaf. Kau tidak boleh seperti tadi, kau tau Hana bila aku yang berada di posisi Lina saat itu mungkin aku sudah sakit hati dan tidak ingin menerimamu menjadi temanku. Tetapi Lina tadi justru malah tersenyum dan menerima semua perlakuanmu" Ucap teman Hana yang lainnya.
"Tapi-- aku hanya tidak ingin"
"Tidak ingin apa? Jika memang kau tidak menyukai Lina tidak apa, tapi setidaknya janganlah bawa nama kami untuk ikut serta menjauhinya. Kami berbeda denganmu, kami ingin bermain dengannya dan kau tidak mau maka tidak masalah" Terangnya pada Hana temannya itu.
"Ella bagaiman jika kita pergi menyusul Lina? Ia pasti terluka dengan perkataan Hana tadi, kita harus meminta maaf padanya. Aku juga ingin bermain dengannya, bagaimana denganmu?" Ajak salah satu temannya Hana yang bernama Alina pada Ella.
"Ya aku setuju denganmu Alina, mari kita mencari Lina sekarang. Dan Hana untukmu kami minta maaf, hari ini kami tidak ingin bermain denganmu dulu, jika kau belum meminta maaf pada Lina kami tidak ingin bermain denganmu. Hana, bersama dengan semua orang tanpa memandang ras, maupun suku itu mengasikkan. Cobalah untuk menjalin pertemanan yang baik dengan semua orang" Terangnya Ella pada Hana yang tengah terdiam memandang teman-teman saat ini yaitu Ella dan Alina.
Perkataan kedua temannya itu seketika membuatnya terdiam tanpa bisa membalas setiap ucapan maupun balasan dan jawaban yang mereka tuturkan padanya, ia berfikir sejenak. Apakah benar tidak apa berteman dengan orang yang berbeda dengannya? Apa tidak apa-apa? Sungguh? Apa benar itu mengasikkan? Jika memang iya maka ia akan mencobanya. Mencoba untuk menerima siapapun yang berbeda dengannya, melihat kepergian kedua temannya pun Hana hanya diam dan terpaku ditempat tanpa ingin ikut dengan kedua temannya.
Kemudian Hana terduduk di sebuah batu besar yang berada di sampingnya itu, jemari lentiknya itu tak berhenti untuk bermain-main dan pandangannya tetap pada kedua temannya yang sudah menjauh itu. Ia berfikir sejenak, haruskah ia mengikuti kedua temannya saat ini dan meminta maaf pada Lina tentang perkataannya tadi? Hana dilanda kebingungan saat ini karena satu sisi ia ingin bermain tapi disisi lain temannya lebih ingin bermain dengan Lina.
Sudah setengah jam Hana hanya terduduk diatas batu saat ini, tidak ada permainan yang akan ia lakukan seperti hari-hari biasanya karena kedua temannya tidak ingin bermain dengannya jika ia belum meminta maaf atas perlakuannya tadi terhadap Lina, sampai dimana Lina, Ella dan Alina datang menghampiri Hana saat ini dan bertanya "Hana, mengapa kau tidak ingin ikut bermain bersama kami? Mainlah bersama kami" tanya Lina dengan tersenyum manis pada Hana yang tengah menatapnya dengan pandangan mata berkaca-kaca seakan ia ingin menangis.
"Lina aku telah menyakiti hatimu, bagaiman bisa kau memintaku untuk bermain denganmu sedangkan tadi aku telah melukai perasaanmu. Mengapa kau masih ingin aku bermain denganmu?" Kata Hana dengan bertanya.
"Memangnya kenapa Hana? Aku tidak merasa bahwa kau telah melukai hatiku, tidak masalah apa yang kau katakan sebelumnya. Memang itu faktanya, kau dan aku memiliki ras dan ciri khas yang berbeda. Aku tidak masalah kau berkata seperti itu Hana, sebaiknya lupakan saja apa yang telah terjadi sebelumnya. Mari bermain bersama, aku memiliki permainan seru dari daerahku, kau pasti akan menyukainya" Ajak Lina dengan menggenggam tangan Hana dan menariknya pelan untuk mengajak Hana bermain bersama.
Lina terkejut ketika mendapatkan sebuah pelukan dari Hana, tanpa berkata lagi Lina membalas pelukan tersebut. Dalam tangisnya yang pelan itu Hana meminta maaf pada Lina dan Lina bermurah hati dengan langsung menjawab telah memaafkan Hana, melihat Hana dan Lina berpelukan. Ella dan Alina turut ikut serta saling berpelukan bersama dan pada akhirnya terjadilah peluk-pelukan pada mereka berempat.
"Mari bermain" Ujar Ella dengan tersenyum bahagia karena akhirnya Hana meminta maaf pada Lina, begitupun juga Alina yang bahagia karena akhirnya mereka bisa bermain bersama. Hana, Lina serta Alina pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju akan ajakan Ella untuk bermain bersama.
Seperti yang dikatakan Lina tadi bahwa mereka akan bermain permainan yang berasal dari daerahnya itu, tanpa disadari Hana tertawa keras karena merasa senang dapat mencoba bermain permainan yang berasal dari daerah suku yang Lina miliki. Ella dan Alina pun tak kalah bahagia bisa memainkan permainan yang berbeda dari hari-hari yang mereka mainkan, ini mengasikkan!.
"Lina terimakasih telah mengajak kami bermain permainan yang menyenangkan ini, tolong ajak kami bermain yang lainnya ya. Permainan dari daerahmu mengasikkan! Kami menyukainya" Pinta Hana pada Lina.
"Aku senang kalian mau bermain denganku, bahkan kalian memintaku untuk memperkenalkan permainan yang berasal dari daerahku. Aku bahagia dan aku senang bisa bermain bersama kalian, terimakasih kembali untuk kalian" Balasnya pada Hana.
"Tetaplah jadi teman kami ya Lina, kami menyukaimu" Pinta Ella dan Alina secara bersamaan.
"Ya Lina, tetaplah jadi teman kami ya" Sahut Hana juga.
"Tentu saja teman-teman" Balasnya Lina dengan tersenyum manis dan kemudian memeluk kembali ketiga teman-temannya itu dengar erat dan mereka tentunya saling membalas satu sama lain.
TAMAT.
Kesimpulannya:
Janganlah membeda-bedakan antar sesama hanya karena berbeda ras, suku, budaya maupun agama. Di mata yang maha kuasa semua sama-sama ciptanya dan sebagai ciptaannya tidak perlu membeda-bedakan dirinya dengan yang lainnya, tetaplah bersama-sama walaupun berbeda suku, ras, budaya maupun agama. Karena sejujurnya semua sama saja, sama-sama mahluk ciptaan tuhan yang maha kuasa.
Bhinneka tunggal ika memiliki arti yaitu, berbeda-beda tetapi tetap saja tujuan, maka cerminkan lah itu. Kebersamaan itu indah! Persatuan itu juga indah. Semua sama-sama indah bila persatuan dan kesatuan antar sesama dicerminkan dengan kehidupan untuk sehari-hari. Jika seperti itu semua orang akan hidup menjadi makmur, damai dan tentram tanpa adanya permusuhan antara ras, suku, budaya dan agama yang berbeda.